Berinkarnasi

Berinkarnasi
awal mula bencana


__ADS_3

Xiao Na kembali setelah 2 Minggu pemakaman, mereka kembali tanpa membuat kegaduhan walaupun suasana terlihat mencengkam dan tatapan pembunuhan dari semua orang mereka tidak ingin membuat masalah di negara orang lain.


Xiao Na setelah kembali dari Italia, ia sangat di


" Pertemuan dengan keluarga Mo dibatalkan, tuan besar berpesan padaku." Xiao Na dan Xiao Yan saling menoleh.


" Kenapa?"tanya Xiao Na. Song Lan hanya mengangkat bahu.


Xiao Na langsung berdiri kemudian pergi meninggalkan mension, harusnya hari ini Yi Han cuti jadi ia langsung pergi kerumah Yi Han.


" Kau datang?" tanya Yi Han melihat Xiao Na yang berjalan menuju padanya, Xiao Na langsung memeluk Yi Han.


" Kau merindukanmu." Yi terdiam, Xiao Na melepaskan pelukannya.


" Masak apa hari ini?" tanyanya.


" Seperti yang kau lihat."


" Aku bantu." Xiao Na sudah belajar memasak, ia benar-benar berusaha keras agar tidak diremehkan Yi Han.


" Kau sepertinya sudah bisa..."


" tentu saja, dimana Yi Huang?"


" Berkat dirimu dia suka keluyuran untuk balapan."


" Dia benar-benar menggunakannya dengan baik." Xiao Na tertawa kecil, Yi Han langsung menyentil kepala Xiao Na.


" Kau mendidik yang tidak baik padanya." Xiao Na cemberut sambil mengusap-usap kepalanya.


" Yi Han aku ingin Jujur padamu, sebenarnya aku..." Xiao Na berhenti ketika mendengar Yi Huang masuk.


" Kak Ipar, kau sudah datang?" Yi Huang tersenyum sumringah, Xiao Na melambai padanya.


" Aku melihat mobilmu didepan, kakak apa kau anak orang kaya, mobilmu berbeda setiap kau datang?"


" Aku memiliki banyak koleksi mobil."


" Wah.... benarkah? kapan kau akan mengajakku untuk melihatnya?" tanya Yi Huang antusias.


" Besok, kau mau?"


" Tidak." jawab Yi Han tegas, Xiao Na dan Yi Huang serentak menoleh Yi Han.


" Kenapa?" tanya Yi Huang, Xiao Na menatap Yi Han.


" Kau cemas?" Yi Han lalu menatap mata Xiao Na.


" Maksudku, aku tidak setuju jika kau terlalu memanjakannya, dia masih 16 tahun, aku khawatir padanya."


Xiao Na mengangguk, ia dapat mengerti tentang hal itu.


" Maaf Yi Huang, sepertinya lain kali saja setelah kau sudah cukup umur, aku akan membiarkan kau mencoba semua koleksi mobilku." Yo Huang terlihat kecewa.


" Aku janji."


" Kau berjanji, tidak akan mengingkari bukan? hanya dua tahun aku akan sabar menunggunya." jawabnya bersemangat.


Mereka makan siang bersama, Xiao Na meminta Yi Han untuk menemaninya jalan-jalan, mereka menuju sebuah supermarket besar untuk belanja beberapa keperluan dapur.

__ADS_1


" 2 bulan tidak bertemu, membuatmu berbeda, kau sepertinya bisa segalanya." Yi Han tersenyum, ia membantu Xiao Na memilih beberapa bahan.


" Tentu saja, aku bisa berenang, menembak, bertarung, memasak, apapun aku bisa melakukannya, tetapi ada satu hal yang tidak bisa aku lakukan."


" Apa?"


" Membuatmu jatuh cinta padaku." Xiao Na langsung mendorong kereta belanjaan, Yi Han terdiam sejenak lalu mengejar Xiao Na.


Xiao Na melihat seseorang memilih beberapa makanan ringan, Xiao Na mengenali orang itu.


" Mo Nan." panggil Xiao Na, pria itu menoleh lalu tersenyum, ia kemudian menghampiri Xiao Na.


" Kau disini?"


" Harusnya aku yang bertanya, kenapa kau ada disini?" tanya Xiao Na.


" Membeli ini." ia menunjukkan beberapa makanan ringan ditangannya.


" Apa terjadi sesuatu?"


" Apa?"


" Kenapa dibatalkan?"


" Oh."


" Oh Apa?"


Yi Han melihat Xiao Na mengobrol dengan seseorang pria jadi ia mendekatinya.


Mo Nan ingin menjawab tetapi terhenti karena Yi Han mendekati mereka, Yi Han memperhatikan Mo Nan dari atas kebawah.


" Mo Nan." Mo Nan mengulurkan tangan, Yi Han membalasnya. " Yi Han."


" Yi Han dia ..."


" Tunangan Xiao Na." Mo Nan langsung memotong, Yi Han terkejut ia langsung menoleh Xiao Na.


" Dia..." Xiao Na mengangguk. tanpa sadar ia mengepalkan tangan karena kesal.


" Kenapa tidak mengatakan dari awal kalau kau sudah memiliki tunangan?" terdengar kemarahan yang diredam dari suaranya.


" Kau cemburu?" Xiao Na tersenyum.


" Kau kira aku bercanda? berhenti bicara omong kosong." kali ini Yi Han tidak menyembunyikan kemarahannya.


Yi Han langsung meninggalkan Xiao Na, ia tidak tau mengapa ia menjadi marah mendengar Xiao Na memiliki tunangan, ia merasa kecewa, sakit hati dan perasaannya bercampur aduk.


" Dia sedang cemburu bukan?" tanyanya pada Mo Nan.


" Kurasa begitu." Xiao Na tersenyum.


" Apa pria itu orangnya?"


" Em...lain kali jangan katakan omong kosong itu lagi, kita sudah sepakat untuk memutuskannya bukan?"


" Tidak akan." Xiao Na langsung mengejar Yi Han.


Saat Yi Han menyebrang tidak melihat kendaraan mobil hitam melaju, Xiao Na terkejut.

__ADS_1


" Yi Han awas...." teriak Xiao Na, jarak mereka jauh, Yi Han terkejut tetapi mobil itu sengaja menabrak Yi Han hingga ia terlempar beruntung tabrakan itu tidak terlalu keras ditambah Yi Han memiliki fisik yang kuat, kepalanya pusing, beberapa orang keluar dari mobil hitam itu menggunakan penutup setengah wajah dengan membawa tongkat besi, mereka menuju Yi Han.


" Bajingan dari mana itu?" Xiao Na ingin menolong tetapi tiba-tiba seseorang sudah menodongkan pistol dibelakang kepalanya tanpa ia sadari karena keadaan membuatnya tidak menyadari orang disekitar.


" Aku tau kau bisa mengalahkanku, tetapi jika kau melawan, temanmu disana..." ia menunjuk pada Mo Nan Yang sudah jatuh berlutut dengan ditodongkan pistol dikepalanya.


Xiao Na menonton Yi Han yang dipukuli empat pria itu dengan tongkat besi, darahnya mendidih tetapi ia juga tidak bisa membiarkan Mo Nan celaka.


Pria itu tertawa besar melihat Xiao Na tidak berdaya.


" Itu harga yang harus kau bayar, dan itu juga untuknya." ia melihat pada Yi Han.


" Aku pasti akan membuat kalian membayarnya sepuluh kali lipat." katanya dengan penuh kemarahan.


"Aku akan menunggunya hahahahah...." setelah puas mereka memukuli Yi Han mereka segera pergi, pria yang menodong Mo Nan memukul kepala Mo Nan hingga ia tersungkur, Pria itu ingin memukul Xiao Na tetapi Xiao Na langsung menghindar, kemudian berbalik badan menangkap tangan yang memegang senjata itu kemudian memelintirnya membuat pria itu berteriak kesakitan.


" Katakan pada Yuo Yulong, permasalahan hari ini tidak akan selesai dengan mudah." Xiao Na langsung mendorong pria itu, pria tersebut meringis kesakitan karena tangannya hampir patah, mereka segera meninggalkan tempat itu.


Xiao Na segera berlari menghampiri Yi Han, ia merasa bersalah melihat Yi Han yang sudah babak belur, ia melihat Mo Nan yang merenggangkan ototnya lalu ia menghampiri Xiao Na dan Yi Han.


" Bagaimana keadaannya?" tanya Mo Nan.


" Sepertinya tulang rusuk patah."


" Aku menelpon bantuan." ia segera menelpon bantuan ambulans, Xiao Na memeriksa tubuh Yi Han yang cedera serius itu.


Mereka segera dilarikan kerumah sakit, setelah diperksa, Yi Han mengalami gegar otak riingan, tulang rusuk patah, dan memar-memar di seluruh tubuhnya, beruntung Yi Han masih sadarkan diri.


ia segera dibawa keruang intensif untuk diperiksa lebih lanjut, Mo Nan sudah pulang karena ia baik-baik saja.


Xiao Na menemani Yi Han yang terbaring lemah, ia masih sadarkan diri.


" Maaf ." ucap Xiao Na.


" Bukan salahmu."


" Itu salahku, jika mereka ingin balas dendam harusnya datang padaku bukan menghajarmu seperti ini."


" Kau mengenalnya?"


" Mereka adalah anak buah Yuo Yulong, kau ingat kejadian dulu aku ditembak, mereka juga orang yang sama, mereka datang karena balas dendam, aku yang menghancurkan markas mereka.


" Aku sebenarnya seorang mafia, King Xiao Hongli ayahku."


Yi Han terdiam.


" Kau tidak terkejut?"


" Aku terkejut tetapi aku tidak memiliki tenaga untuk itu." Xiao Na tersenyum


" Istirahatkan, aku berjaga diluar."


" Xiao Na..." menahan pergelangan tangan Xiao Na.


" jangan balas apa yang sudah mereka lakukan padaku, aku tidak ingin kau celaka anggap semua sudah impas, berjanjilah padaku."


Xiao Na terdiam. " Xiao Na, jangan lakukan apapun, ayo berjanji atau aku tidak akan memaafkanmu."


" Baiklah, aku tidak akan membalas perbuatan mereka, kau istirahat saja." Xiao Na menepuk tangan Yi Han pelan lalu keluar ruangan.

__ADS_1


__ADS_2