Berinkarnasi

Berinkarnasi
Bertemu Xuelan kembali


__ADS_3

Zhao An dan Xuelan bersiap untuk segera berangkat, Mereka memeriksa barang yang akan dibawa sebagai hadiah pernikahan, Lan Huan melirik Zhao An sedang meneliti kotak kecil ditangannya.


" Hadiah istimewa apa yang akan kau berikan padanya?" Tanya Lan Huan.


" Ingin tau saja." Balas Zhao An cuek, lalu memasukkan kotak kecil itu dikantong bajunya, mereka segera berangkat setelah semua siap, Kapal untuk berlayar sudah disediakan khusus oleh Xuelan bagi mereka yang diundang, untuk pencegahan penyusup, mereka diperiksa secara teliti oleh awak kapal, karena keselamatan Xuelan sedang terancam jadi mereka harus melakukan itu.


" Apa kita akan diperiksa juga?" tanya Zhao An sambil memperhatikan para awak kapal memeriksa prajurit yang membawa barang serta barangnya.


" Kita lihat saja." jawab Lan Huan.


Tak lama dua orang datang lalu mereka memeriksa tubuh Lan Huan dan Zhao An, mereka menemukan kotak simpanan Zhao An dikantongnya lalu mengambil kotak itu untuk diperiksa.


" Hei... jangan buka kotak itu, itu disiapkan khusus Dao-Dao untuk Xuelan..." teriak Zhao An marah, kotak itu sudah jauh-jauh Dao-Dao buat saat mendengar pernikahan Xuelan, saat ia meninggal kotak itu ia berikan pada Jiang, Tetapi Jiang menitipkan kotak itu pada Zhao An sebelum ia pergi meninggalkan istana.


" Jangan buka kataku... hanya Xuelan yang boleh membukanya..." teriak Zhao An lagi, Tetapi prajurit itu tidak mau mendengarkan, ia membuka kotak itu dan terpana karena isinya adalah kristal es yang sudah dipahat berbentuk cincin, jika diteliti itu adalah senjata rahasia yang karena dimata cincin itu ada jarum- jarum es kecil yang sudah dimodifikasi, Zhao An hampir menangis melihat hadiah itu, itu adalah mata anak panah kristal es pemberian Xuelan untuk Dao-Dao dulu, sekarang sudah Dao-Dao jadikan Hadiah pernikahan untuk Xuelan.


Lingkaran cincin es itu terbuat dari serbuk batu giok indah yang Zhao An kenali adalah batu kesayangannya, peninggalan terakhir keluarganya, ia melumerkan batu itu untuk dibentuk cincin, Zhao An langsung merampas kotak itu ditangan pengawal itu.


" Barang ini harusnya tidak kau buka, karena ini sangat berharga untuk Xuelan, Jika Xuelan tau apa yang kau lakukan, kau pasti tidak selamat." ucap Zhao An geram, Lan Huan tau, sebagai orang yang mengenali kualitas senjata, sekali lihat ia tau bahwa cincin itu adalah senjata rahasia yang bisa membunuh orang tanpa diketahui, ketelitian peletakan jarum dan cara kerjanya sangat terorganisir sehingga senjata itu dapat berbahaya jika jatuh ditangan yang salah, karena kematian seseorang tidak dapat diketahui jika terkena senjata ini.


Pengawal itu pergi setelah memeriksa, ia tidak diberi wewenang untuk merampas hadiah tamu, ia hanya diperintah untuk memeriksa saja dan segera mengambil tindakan jika ditemukan barang berbahaya seperti senjata perang, Zhao An ingin sekali memukul mereka semua, ia menarik nafas berkali-kali untuk memenangkan kemarahannya.


Ia kemudian mengelus-elus kotak itu. " Barang paling berharga yang tidak bisa didapatkan oleh Xuelan lagi dari orang lain... sepertinya hadiah terbaik akan jatuh pada Dao-Dao." Zhao An menitikkan air mata lalu memasukkan kotak itu kedalam kantongnya lagi, kapal segera berlayar.


Suasana hati Zhao An masih kesal, setelah beberapa saat mereka mendarat, Zhao An menatap kesal pada pengawal yang membuka kotak Hadiahnya tadi. " Bolehkah aku membunuhnya?" Zhao An menunjuk pada pengawal itu.

__ADS_1


" Kalau kau ingin diusir, silahkan." jawab Lan Huan enteng. " Lagipula kau tidak akan dihukum berat, Xuelan pasti melindungimu." lanjutnya, Zhao An terdiam.


" Tidak jadi, biar aku adukan saja pada Xuelan nanti." ucap Zhao An, ia lalu mengikuti rombongan pelayan yang menyambut mereka, awak kapal dari Yan Utara itu masih mengikuti rombongan Lan Huan sampai acara selesai untuk menjaga keselamatan mereka.


Mereka tiba diistana, para tamu yang lain sudah datang, Lan Huan merasa bahwa rombongan mereka yang datang terakhir karena terlambat, mereka semua menoleh saat rombongan itu datang, Lan Huan mengenali beberapa dari kerajaan lain yang kebanyakan adalah utusan saja seperti dirinya, termasuk kerajaan Jin Timur, yang dihadiri Ling Long dan bawahannya.


" Nona Ling Long." Lan Huan memberi hormat, Ling Long membalas hormat itu.


" Yang mulia Ying Zheng sedang sibuk jadi aku yang datang."


" Kau benar, yang mulia Zhang Han juga."


Zhao An hanya memperhatikan sekitar mereka, ternyata mereka disuruh menunggu sebentar untuk mempersiapkan tempat istirahat untuk mereka, banyak yang mengobrol dan saling berkenalan.


" Apa kalian semua sudah bertemu Xuelan?" tanya Zhao An.


Mereka semua disuruh berkumpul di paviliun emas, pemandangan indah dan angin sejuk membuat mereka tidak bosan, jadi tidak ada yang tidak senang karena penyambutan itu, ritual pertama adalah memberikan hadiah pada calon pengantin, setelah itu mereka akan jamuan makan, setelah itu baru beristirahat,karena dua hari kedepan akan diadakan pernikahannya yang resmi.


Pintu Paviliun terbuka." Kaisar dan permaisuri Yan Utara memasuki ruangan." teriak pengawal pintu, mereka seketika menoleh, Kaisar itu menggenggam tangan istrinya dan dibelakang mereka beberapa pelayan wanita.


Tak lama sekelompok pasukan bersamaan dengan senjata lengkap masuk keruangan membuat orang terheran-heran, banyak yang berbisik-bisik. " Putra dan Putri Mahkota memasuki ruangan..." teriak pengawal, mereka jadi mengerti mengapa Pengawalan itu sangat ketat karena melindungi hal yang tak diinginkan terjadi.


Jenderal Zilan dan Zishu yang memimpin, Tampak Xuelan dan Meng Lu menggunakan baju kebesaran Yan Utara membuat banyak orang terpungkau akan kecantikan dan ketampanan dua orang itu, mereka sunyi senyap menyebut dua orang itu sampai tiba-tiba seseorang berteriak.


" XUELAN..." Teriak Zhao An melambai-lambai padanya, seketika semua orang yang berada diruangan itu menoleh pada Zhao An, Zhao An segera menutup mulutnya, ia hanya cengir saat ditatap semua orang.

__ADS_1


" Berasal dari kerajaan mana dia...tidak memiliki sopan santun."


" Mengapa pemuda itu berteriak, seolah ia adalah teman dekatnya, bahkan menyebut nama aslinya."


" Ia terlalu percaya diri bahwa Pangeran Xuelan akan menghampirinya hanya karena ia berteriak seperti itu." itulah bisik-bisik orang-orang disekitar Zhao An yang didengarnya, ia menjadi merasa malu, Mereka sudah lama tidak bertemu dan Xuelan mungkin akan berpura-pura tidak mengenalnya, apalagi dia adalah calon raja sedangkan leluhurnya mantan pengkhianat, jadi ia menundukkan kepala karena malu.


Harusnya ia tidak berharap lebih, apalagi didepan banyak orang dan Xuelan juga akan malu jika mengakui dirinya adalah saudara, ia memiliki kalung pemberian Xuelan, ia sudah seperti adik baginya dan penjagaan untuk Xuelan sangat ketat, orang yang lebih penting pangkatnya saja tidak dapat bertemu dekat apalagi dirinya.


" Hah?" Tiba-tiba semua orang tenganga melihatnya, Zhao An mengangkat kepalanya dan terkejut melihat Xuelan melangkah mendekatinya.


Banyak yang menghadangnya untuk melarang Xuelan mendekati para tamu, tetapi satu lirikan saja membuat mereka menelan ludah, Ayah dan ibunya tidak melarangnya, jenderal Zilan segera memberi kode agar mereka membiarkan Xuelan saja sebelum Xuelan kesal dan terjadi pemenggelan secara besar-besaran nanti.


Xuelan langsung memeluk Zhao An, semua orang semakin terkejut karena mereka mendekatinya saja tidak bisa apalagi berpelukan seperti itu, mereka jadi bertanya-tanya apa istimewa Pemuda yang baru saja mereka kritik itu, " Kenapa berdiri disini, kau punya tempat khusus disini." Ucap Xuelan setelah melepaskan pelukannya, Zhao An tersenyum lalu mengangguk mengikuti Xuelan dibelakangnya.


Xuelan dan Meng Lu melanjutkan perjalanannya dan Zhao An berdiri dibelakang mereka dengan perasaan gembira karena Xuelan masih mengakuinya.


Mereka semua kemudian dipersilahkan duduk, Zhao An duduk disamping meja Xuelan dan Meng Lu, meja yang istimewa karena hanya untuk keluarga kerajaan saja duduk disitu.


Banyak kata sambutan sampai pemberian hadiah satu persatu, Xuelan tidak terlalu perduli pada semua hadiah itu, ia lalu menoleh pada Zhao An dengan senyum penuh makna.


" Hadiah apa Yang kau akan kau berikan untukku?" tanya Xuelan tidak sabar. banyak orang melirik Xuelan dan merasa tidak suka karena mereka seperti tidak dihargai dengan hadiah seperti itu karena Xuelan sama sekali tidak perduli pada mereka dan Xuelan memang tidak perduli.


" Pangeran Xuelan..." tiba-tiba seseorang bersuara, ia orang yang blak-blakkan saat berbicara, jika ia merasa tidak senang maka ia akan mengatakannya. pria itu adalah putra mahkota dari kerajaan lain dan Xuelan tau tentang pemuda itu, mereka pernah bertemu satu kali untuk membicarakan kerja sama antara kerajaan sebagai calon pewaris.


" Ada apa?" Tanya Xuelan, ia menoleh pemuda itu.

__ADS_1


" Boleh katakan pada kami apa istimewanya pria ini sampai kau mengabaikan kami semua." ucapnya, ia terlalu penasaran sebab dulu saat bertemu Ia tidak pernah melihat Xuelan seantusias seperti sekarang, ia bahkan orang yang jarang tersenyum, tetapi hari ini ia terus tersenyum melihat pria itu datang. Xuelan tersenyum penuh makna, dan lagi-lagi putra mahkota kerajaan lain itu dibuatnya semakin penasaran keistimewaannya.


__ADS_2