Berinkarnasi

Berinkarnasi
Malam indah


__ADS_3

Ying Zheng memakai baju handuknya, ia kemudian membuka pintu menyuruh Yuwen Xue dan dan Ling Long untuk segera masuk, selir Fei terlihat kesal melihat reaksi Ying Zheng, ia hampir menangis tetapi ia tahan.


" Aku permisi dulu, yang mulia." jawabnya lesu, ia lalu pergi keluar kamarnya untuk kembali keharem wanita, Ying Zheng sebenarnya ingin menahannya, tetapi melihat ekspresi kecewa Selir Fei ia mengurungkan niatnya.


Ying Zheng mengangguk saja menjawab salam Selir Fei membuat sakit hati wanita itu bertambah, setelah Selir Fei pergi Yuwen Xue dan Ling Long heran bagaimana selir Fei ada didalam dan kapan ia masuk mereka tidak tau, merekai ingin bertanya tetapi mereka urungkan saat melihat ekspresi Ying Zheng yang sulit dibaca.


" Yang mulia...anda belum berganti pakaian?" tanya Ling Long yang melihat celananya masih basah. Ying Zheng lupa hal itu, ia lalu menyuruh mereka keluar sebentar untuk menunggunya berganti pakaian sebentar, tak lama mereka disuruh masuk lagi setelah Ying Zheng berganti pakaian, ia memakai pakaian tidur yaitu pakaian dalam yang tipis dan mudah terawang tetapi pakaiannya dilapisi jubah tipis untuk menutupi dirinya yang berpakaian terawang karena bagaimanapun Ling Long akan merasa tidak nyaman jika ia berpakaian menampakkan bentuk tubuhnya.


" Aku mendengar berita dari selir Fei bahwa ada gosip yang mengatakan bahwa anak yang dikandung selir Jiang adalah anakku? apakah berita itu sudah menyebar diistana ini?" tanya Ying Zheng tanpa basa-basi lagi, Yuwen Xue dan Ling Long saling memandang saat Ying Zheng bertanya. mereka berdua menarik nafas bersamaan saat ditanya yang Ying Zheng merasa ia sudah mendapatkan jawabannya.


" Siapa yang menyebarkan berita seperti itu? apakah berita ini juga menyebar dikerajaan Qing?" tanya Ying Zheng lagi.


" Kami tidak tau siapa yang menyebarkannya, tetapi berita ini heboh beberapa hari yang lalu yang mulia." jawab Ling Long.


" Soal kerajaan Qing, sepertinya berita itu sudah menyebar dikerajaannya, tetapi sepertinya belum sampai ditelinga Yang mulia Zhang Han karena kami belum mendapatkan surat dari yang mulia Zhang Han." Jawab Yuwen Xue, Ying Zheng terdiam sejenak.


" Yang mulia... apakah itu benar-benar anak anda?..." tanya Yuwen Xue dan Ling Long serempak, mereka juga penasaran tentang berita itu, karena Ying Zheng orang yang suka berpergian sendiri, jadi mereka sedikit bingung tentang berita itu, Ying Zheng langsung memandangi mereka berdua.


" Kenapa kalian bisa berfikir seperti itu?" jawab Ying Zheng terlihat tidak suka, karena mereka berdua ikut terpengaruh dengan berita itu.


" Aku khawatir, karena berita ini yang paling dirugikan adalah Jiang...,siapa yang benar-benar memiliki pengaruh menyebarkan berita sebesar ini? " Ying Zheng memandangi dua orang didepannya dengan perasaan yang tak enak karena mereka berdua belum mendapatkan jawaban Ying Zheng.

__ADS_1


" Aku bersumpah anak yang dikandungnya bukan anakku, Jiang wanita murni, bagaimana aku bisa menyentuhnya." jawab Ying Zheng akhirnya seolah bisa membaca ekpresi dua orang itu, ia menghela nafas, Yuwen Xue dan Ling Long saling memandang kemudian memandang Ying Zheng kembali.


" Kabarkan berita ini pada Zhang Han, kirim surat rahasia padanya, sekarang aku akan ikut campur karena hal ini menyangkut diriku juga."


Ling Long dan Yuwen Xue mengangguk, mereka lalu diminta pergi karena sudah larut dan Ying Zheng ingin beristirahat.


Saat Ying Zheng naik keperanduan, ia teringat selir Fei yang kecewa, ia lalu keluar menuju harem wanita, tidak banyak orang yang melihat dirinya, ia langsung menuju kamar Selir Fei, ia tidak berpapasan dengan orang lain jadi tidak ada yang tau ia pergi kemana, Saat masuk kedalam kamar, seorang pelayan yang baru keluar kamar untuk beristirahat terkejut melihat kedatangan Ying Zheng.


Pelayan itu segera memberi hormat, dan mengatakan kalau selir Fei baru saja tidur, apa perlu ia membangunkan selir Fei, Ying Zheng menggeleng cepat lalu menyuruh pelayan itu pergi. Saat masuk ia melihat Selir Fei terlelap membelakangi dirinya, lama Ying Zheng memandangi punggung wanita itu hingga darahnya berdesis, jantungnya berdegup kencang,rasa yang perlahan ada untuk wanita didepannya.


Ying Zheng melepaskan jubahnya hingga menampakan pakaian dalam tidurnya yang terawang lalu berbaring disampingnya, selir Fei berbalik menghadap Ying Zheng, deru nafas pelan wanita itu dapat Ying Zheng rasanya saat menerpa wajahnya, jarak wajah mereka sangat dekat. Ying Zheng mengelus wajah wanita itu.


Selir Fei bermimpi, ia tiba-tiba menangis saat tidur, Ying Zheng terkejut melihat selir Fei menangis tetapi ia masih tertidur. " Apakah kau akan meninggalkan diriku lagi." isaknya, " Tidak akan pernah." jawab Ying Zheng, " Kau akan mengejar wanita itu lagi?" lanjutnya seolah ia sedang berbicara dengan Ying Zheng dalam mimpi.


" Bukan." jawab Ying Zheng tak sadar, begitu ia menyadarinya ia lalu menoleh pada selir Fei, sepertinya Selir Fei sedang menipunya. mata itu terbuka lalu tersenyum, ia tidak bermimpi karena saat ia terlelap ia kembali bangun saat mendengar suara Ying Zheng datang, itulah mengapa ia menangis karena sejak tadi ia tahan.


" Trik apa lagi ini?" tanya Ying Zheng, ia menaiki sebelah alisnya, selir Fei tersenyum. Ying Zheng lalu mencium bibir selir Fei dan kali ini selir Fei tidak menolaknya.


" Shusu..." panggil Ying Zheng disela ciumannya. " Hmm." jawab wanita itu menikmati ciuman itu.


" Apa kau siap?" tanya Ying Zheng, ia melepaskan ciumannya, kemudian memandang wajah Selir Fei, ia tidak mau ada paksaan. " Aku siap." jawabnya tersenyum., Ying Zheng membalas senyumnya, ia lalu mencium selir Fei kembali.

__ADS_1


Ying Zheng mulai menciumi jenjang lehernya yang putih dan mulus dan tangannya mulai meraba dan melepaskan pakaian selir Fei satu persatu, hingga menampakan dua buah dada ranum itu terlihat dan mulai mengembutnya, Ying Zheng melepaskan pakaiannya sendiri, erangan dan desahan terdengar ditelinga Ying Zheng membuat Ying Zheng semakin bernafsu, hingga mereka mencapai klimaks.


Ying Zheng terbaring kelelahan disamping Selir Fei, ia tersenyum sambil memeluk wanita itu, sebagai tubuhnya ia tutupi dengan selimut, mereka tidak banyak bicara sampai mereka terlelap.


*****


Lu Xiang tidak bisa keluar kamar lagi setelah mendengar berita dari Chu Pei kalau Zhang Han berada di penginapan yang sama, ia harus pergi dari sini sebelum Zhang Han mengetahui keberadaannya, Lu Xiang belum ingin bertemu dengan Zhang Han dikeadaan seperti ini karena ia tau Zhang Han sudah mengetahui kalau dirinya adalah pengkhianat dan ia tidak bisa membuktikan kalau dia sudah berubah.


Jalan satu-satunya adalah melarikan diri sampai mereka menampakkan diri diwaktu yang tepat, untuk saat ini belum siap dan akan berakibat fatal. besok pagi Lu Xiang menyuruh mereka untuk bersiap pergi dari sini karena berbahaya, sekarang yang Lu Xiang khawatirkan adalah bertemu Bai Qian dan Zhang Han dikeadaan seperti ini.


Pagi harinya, rombongan Lu Xiang berkemas, mereka akan pergi pagi ini, setelah siap ia turun dari kamar penginapan, dilantai satu adalah restoran untuk mereka sarapan, Lu Xiang menggunakan jubah tebal dan memakai tudung, saat mereka turun, ternyata semua orang di penginapan sudah direstoran untuk sarapan.


Lu Xiang tidak berani mengangkat wajah, jadi Chu Pei yang memberitahu situasi sekarang pada Lu Xiang dengan berbisik, rombongan tuan muda situ, dan Zhang Han memperhatikan mereka yang baru turun itu.


" Siapa mereka?" tanya Zhao An sambil meneguk tehnya, mereka masih menunggu datangnya sarapan mereka. Tiba-tiba Tuan muda keluarga situ mendekati rombongan Lu Xiang.


" Sarapan terlebih dahulu sebelum pergi, kau masih terluka, kau perlu energi untuk berjalan jauh." sapa tuan muda.


" Ah... sepertinya tuan muda ini sangat sopan." komentar Zhao An, memperhatikan mereka, Zhang Han dan Lan Huan tidak terlalu perduli, tetapi mendengar komentar Zhai An mereka ikut tertarik dan ikut memperhatikan mereka, Makanan mereka datang.


" Terima kasih, kami harus pergi." jawab Chu Pei sopan, Lu Xiang takut bersuara karena Zhang Han akan mengenali suaranya.

__ADS_1


Lu Xiang ingin melangkah, tiba-tiba tuan muda itu menahan pergelangan tangan Lu Xiang yang segera ditepis Lu Xiang, dibalik tudungnya, wajah Lu Xiang merah padam menahan amarah, beruntung wajah Lu Xiang tersembunyi jika tuan muda itu tau, mungkin Lu Xiang tidak akan menahan diri lagi, walaupun tenaga dalamnya hilang, beladiri masih kuat, dan keadaannya sedikit membaik.


" Aku jarang bersikap baik, jadi hargai sikap baikku ini." kini terdengar suara aslinya yang memiliki niat tersebunyi pada Lu Xiang, ia dari kemarin memang menyukai Lu Xiang karena ia sudah melihat wajah Lu Xiang, dan ia tidak sungkan lagi padanya karena Lu Xiang sama sekali tidak perduli dengan sikap baiknya.


__ADS_2