Berinkarnasi

Berinkarnasi
Pertempuran kecil


__ADS_3

Lu Xiang berbalik badan dan melihat pasukan kecil yang dipimpin Bai Qian datang, mereka segera mengepung pasukan Jiang yang terdiri dari 10 orang saja itu, Lu Xiang terkejut melihat kedatangan mereka.


" Bai Qian..." Guman Lu Xiang.


" Terima kasih Lu Xiang...berkat dirimu kita berhasil meringkus mereka." ucap Bai Qian saat ia sudah berdiri didepan Lu Xiang yang masih mematung karena terkejut, Bai Qian tersenyum padanya.


Jiang kalah jumlah dan ia terjebak, ia masih sangat marah pada dirinya sendiri mengapa ia mudah mempercayai Lu Xiang hanya karena sorot matanya yang tulus. Bai Qian lalu menoleh pada Jiang.


" Bagaimana kau bisa datang kemari?..." tanya Lu Xiang pada Bai Qian, " Bagaimana?..." Lu Xiang belum menyelesaikan kata-katanya sudah dipotong Jiang.


" Untuk apa kau bertanya? sedangkan kau sudah tau jawabannya, kau benar-benar bersikap seperti orang bodoh." Jiang memandang rendah Lu Xiang, ia merasa jijik melihat tangannya yang berdarah yang akan hampir bersalaman dengan Jiang.


Lu Xiang hanya memandang Jiang lalu memandang Bai Qian kemudian. " Bagaimana kau bisa disini?... apakah kau..." Bai Qian langsung menoleh padanya dan dari tatapan itu ia bisa menebak bahwa sejak awal ia mengetahui pertemuannya dengan Jiang, dan mengikuti dirinya.


" Ingin berlagak bodoh." Jiang mendengus.


" Sudah diambang kematian masih ingin bersikap sombong." Bai Qian tersenyum penuh makna pada Jiang.


" Bai Qian... hentikan semua ini... masih belum terlambat." Lu Xiang ingin menyentuh tangan Bai Qian tetapi segera ditepis Bai Qian.


" Kau tidak memiliki hak lagi untuk berbicara denganku...kau bukan lagi saudariku..." Ia lalu mendorong Lu Xiang, Bai Qian segera memberi perintah untuk menangkap Jiang.

__ADS_1


Segera terjadi pertempuran kecil, Xiolin dan Zishu berjuang melindungi Jiang agar tidak terjadi apapun padanya, walaupun Jiang ikut bertarung, kalah Jumlah yang sebanyak ini walaupun paling kuat ia akan tetap kalah karena kelelahan.


" Nona pergilah... selamatkan diri anda terlebih dahulu, nyawa anda lebih berharga." Ucap Xiolin ditengah pertempuran.


" Nona... cepat pergi...kami akan segera menyusul." Ucap Zishu, Jiang tau Zishu mengatakan omong kosong karena mustahil melarikan diri dengan jumlah mereka, sedangkan pasukan mereka tinggal 3 orang lagi, Jiang memang tadi membawa pasukan terbaiknya yang ahli dalam bertempur, tetapi jumlah yang 100 kali lipat tentu tidak ada apa-apanya walau sebaik apapun pasukan itu.


" Aku akan berjuang bersama kalian." Jiang semakin membara, walaupun ia tau ia akan kalah tetapi ia bukan pengecut yang akan melarikan diri, tujuannya memang seperti ini, jika akan berakhir itu bukan sebuah penyesalan karena ia bertemu dengan banyak orang yang baik padanya.


Bai Qian menjadi geram melihat Jiang yang terus menerus menghabisi pasukannya, Jiang yang terlalu fokus pada perkelahian tanpa sadar sebuah anak panah membidik dirinya dan itu meluncur tepat mengenai dadanya, Xiolin dan Zishu terkejut, mereka segera berlari mendekati Jiang.


" Nona..." ucap mereka berdua serempak, khawatir. Bai Qian tersenyum menoleh seseorang berpakaian serba hitam dan penutup setengah kain diwajahnya yang menutup mata dan hidupnya juga yang membawa panah dipunggungnya, ia memang sedari tadi hanya menonton dan menyerang saat ada kesempatan.


Jiang yang tidak menyadari Bai Qian yang sudah mendekati dirinya dengan mengarahkan sebuah pedang padanya, begitu pedang itu hampir mengenai dirinya seseorang sudah lebih dulu memblokir serangan Bai Qian, Jiang terkejut karena yang memblokir serangan itu tak lain adalah Lu Xiang.


" Aku memang tidak menyukai Jiang sejak awal, tetapi kini aku sadar dan ingin memperbaiki kesalahanku dimasa lalu, anak yang berada didalam kandungannya adalah anak Zhang Han dan aku tidak bisa membiarkan kau menyakitinya." Kini Lu Xiang berdiri membelakangi Jiang yang menahan sakit, Lu Xiang berdiri menantang Bai Qian.


" Aku akan menghadang mereka, kalian berdua selamatkan Jiang...dan Juga anaknya..." Lu Xiang menoleh setengah wajah pada Jiang, Jiang sempat tersentak mendengar perkataan Lu Xiang. " Apakah Lu Xiang benar-benar sudah berubah?" fikir Jiang.


" Aku rasa kalian bisa lolos dengan membuka jalan sendiri." Xiolin dan Zishu awalnya tidak mengerti, karena Hanya tinggal mereka bertiga yang tersisa, lalu tiba-tiba Lu Xiang mengangkat satu jari lalu memutar jari tersebut seperti memberi kode dan seketika pasukan itu saling berkelahi.


Bai Qian menjadi berang karena marah. " Aku dan kau yang membangun mereka, bagaimana bisa kau berfikir bahwa mereka hanya setia padamu?" Mereka berdua saling menatap, Bai Qian menatap Lu Xiang menahan amarah.

__ADS_1


" Aku sudah menduga bahwa kau akan berkhianat, sejak kau ingin mengirim surat pada Jiang pertama kali, aku segera bertindak tetapi tetap membiarkan dirimu bebas melakukan apapun... aku tidak menyangka, walaupun aku sudah memotong pohonnya akarnya masih kokoh. " Lu Xiang melirik melihat apakah Jiang sudah pergi jauh agar ia bisa lega, ia segara berbicara banyak untuk mengulur waktu.


" Kau fikir aku akan melepaskan mereka begitu saja? mereka adalah ancaman dimasa depan untuk menggagalkan rencanaku, bagaimana mereka bisa pergi begitu saja." Bai Qian seolah tau apa yang ada didalam fikiran Lu Xiang.


Sejak Lu Xiang yang mengirim surat untuk Jiang yang digagalkan oleh Bai Qian, Bai Qian segera mengambil tindakan diantara pasukannya, ia segera memerintahkan untuk menekan pasukan yang setia pada perintah Jiang dan segera dibunuh jika tidak tunduk pada kekuasaan Bai Qian, tetapi ia tidak menduga bahwa menghancurkan kesetiaan mereka pada Jiang sama seperti menghancurkan batu yang sudah berdiri kokoh, ia bahkan bisa dikelabui oleh mereka yang berpura-pura setia.


Bai Qian melakukan semua itu agar jika ia bersebrangan dengan Lu Xiang maka tidak akan menjadi masalah, nyatanya memang memerlukan waktu untuk bisa menaklukkan mereka semua yang berada dibawah komando dua orang itu.


" Tidak akan aku biarkan kau melakukan itu."


" Mari kita lihat, bisakah seorang murid menang melawan gurunya." Bai Qian mendengus, Lu Xiang lalu menarik pedangnya dan berlari kearah Bai Qian, didalam hatinya ia lega karena Jiang sudah dibawa pergi jauh, tetapi ia masih sedikit khawatir dengan racun panah itu, yang jika akan memberi pilihan pada kehidupan Jiang atau anak dalam kandungan yang harus diselamatkan, Lu Xiang dapat menebak racun apa yang digunakan Bai Qian agar membuat Jiang tersiksa.


Jiang sudah kehilangan kesadaran, Zishu dan Xiolin tidak tau harus berbuat apa, sebab Bai Yunfei sudah memerintahkan untuk membubarkan pasukan seperti debu seperti yang diperintahkan Jiang, jika mereka kembali keperkemahan mereka tidak akan menemukan apapun, sedangkan ada beberapa orang masih mengejar mereka.


Jika mereka pergi keperkampungan terdekat untuk mencari tabib mereka takut kampung itu akan diobrak-abrik, mereka bertiga bersembunyi didalam gua kecil yang tersembunyi, Xiolin terus menghangatkan tangan Jiang yang mulai mendingin dan tidak sadarkan diri sambil memikirkan cara menyelamatkan Jiang.


" Tidak ada pilihan lain selain membawanya ke Yan Utara, seharusnya pelayaran dekat dari sini, dan kurasa Nona masih bisa bertahan sampai kita ke Yan Utara." usul Xiolin, Zishu masih berfikir.


" Aku takut jika kita membawanya dalam kondisi seperti ini, kepala kita tidak tertolong." Zishu membayangkan kemarahan tuannya nanti dan merasa ngeri sendiri.


" Kau masih memikirkan hal itu, kau lebih memilih membawa mayatnya dan seluruh kepala keluarga kita yang tidak tertolong." Xiolin tampak kesal pada Zishu. akhirnya kesempatan bersama mereka segera menyamar, Mereka memotong panah yang masih menancap didada Jiang sehingga masih menyisakan sedikit panah ditubuhnya, karena jika dicabut maka akan terjadi pendarahan dan mereka tidak dapat mengatasi itu karena mereka tidak ahli dalam pengobatan.

__ADS_1


__ADS_2