Berinkarnasi

Berinkarnasi
Rapat Kerajaan II


__ADS_3

Saat Jiang memasuki ruang rapat, semua orang yang berada diruangan itu menoleh, Jiang hanya memasang wajah datar, semua orang sudah mendengar kedatangan raja mereka beserta permasurinya jadi mereka tidak terkejut, Jiang hanya pernah mendengar bahwa yang dapat mengikuti rapat kerajaan hanya permaisuri dan selir yang mempunya tingkat satu, dua dan tiga.


dalam ingatan Jiang, ia sudah melihat siapa selir yang berada dalam tingkat satu, dua dan tiga. selir tingkat dua adalah Ye Yuan yang diketahui ia sangat cerdas dalam ilmu perang karena ia pernah bersekolah ilmu strategi perang, ia sangat sombong bahkan melebihi Ming Hui,dan tak jarang jika bertemu mereka seperti kucing dan tikus dan tingkat tiga adalah selir Bai Qian yang terkenal ahli astronomi. satu-satunya dimata orang hanya Jiang Huan yang tidak berguna yang menjadi permaisuri mereka.


Jiang mengambil posisi tempat duduknya, tak lama diluar prajurit mengumumkan raja mereka hadir, segera mereka menunduk hormat saat Zhang Han melewati mereka. pandangan Zhang Han jatuh pada Jiang dan tersenyum tipis dan hanya Jiang melihatnya, Jantung Jiang berpacu dan rona wajahnya berubah merah karena malu. " Jiang, apa yang terjadi padamu, mengapa jantungmu berdebar hnaya karena senyum menawannya itu, ingat itu menipu, ah mungkin karena pemilik tubuh asli begitu mencintai Zhang Han." Batinnya.


Dibelakang Zhang Han diikuti para jendral kerajaan yang hanya satu dikenal Jiang tak lain adalah kakaknya sendiri yang menemuinya saat baru sadar dan tak pernah menemuinya lagi setelah itu. para jendral itu segera mengambil posisi. para istri raja berada disamping Ruangan yang dibatasi kain tipis, sedangkan para pejabat dan jendral berada ditengah ruangan dalam barisan rapi dan berdiri didepan Zhang Han.


Begitu Zhang Han duduk disinggasana seluruh orang yang berada dalam ruangan memberi hormat." Semoga yang mulia panjang umur." ucap mereka serempak dan bersujud memberi hormat. " Silahkan berdiri." jawab Zhang Han mereka semua berdiri.


" Pertama aku ingin membahas tentang pengembalian kedudukan permaisuri untuk Jiang Huan." kata Zhang Han , ia terdiam sejenak meperhatikan para bawahannya yang sedang berdiskusi. " Hormat yang mulia." seorang menteri keuangan bernama Hou Yan maju memberi salam. " silahkan." jawab Zhang Han


" Yang mulia, hamba keberatan jika Jiang Huan menjadi permaisuri kerajaan lagi." semua orang yang mendengar berdiskusi sesama mereka, terlihat senyum senang diwajah Ming Hui, wajah Jiang dan Lu Xiang saja yang tidak berekspresi apapun.


" Yang mulia, janji dulu pada mendiang raja terdahulu sudah anda penuhi, ia sudah di turunkan pada posisinya karena kesalahannya sendiri, jadi tidak ada alasan untuk yang mulia mempertahankan permaisuri yang tidak bisa apapun itu, sudah saatnya anda mengangkat permaisuri baru."lanjutnya.

__ADS_1


" Ohh... kau sudah memiliki kandidatnya?" Zhang Han menaikkan sebelah alisnya menatap mentri dihadapannya itu, mentri itu menelan ludah saat ditatap Zhang Han.


" Hamba mengusulkan agar selir Ming Hui yang menjadi permaisuri anda."


seluruh barisan yang berada dibelakang mentri itu memberi hormat. " semoga yang mulia mempertimbangkannya." ucap mereka serempak masih memberi hormat.


salah seorang menteri pemberdayaan negara bernama Wang Dao dari barisan berbeda memberi hormat. " hormat yang mulia." kata mentri itu. Zhang Han mengangguk.


" Hamba kurang setuju atas usul dari menteri Hou Yan, permaisuri Jiang memang diturunkan dari pangkatnya karena dikira bersalah, tapi ia sudah terbukti tidak bersalah jadi tidak ada alasan untuk menggulingkannya." Lanjutnya, dan seluruh barisan dibelakang menteri Wang Dao memberi hormat." mohon yang mulia mempertimbangkannya.", jawab mereka serempak. sehingga terbagi dua kubu.


" perdana menteri Wang, apa anda ingin kita di pimpin oleh permaisuri yang tidak bisa apa-apa, mau jadi apa kerajaan ini, orang-orang diluar sana bahkan merendahkannya permaisuri kita, aku melakukannya untuk menjaga martabat kerajaan." kata perdana menteri Hou Yan sedikit meninggikan suaranya.


" kau..." Hou Yan menunjuk Wang Dao marah .


" Hentikan, apa kalian tidak menghargai aku yang berada disini." bentak Zhang Han, perdana menteri Hou Yan dan Wang Dao segera menunduk melihat kemarahan Zhang Han.

__ADS_1


" sepertinya masalah ini tidak akan selesai, aku tidak bisa membiarkan mereka terpecah belah seperti ini." batin Zhang Han menghela nafas.


" Bagaimana menurut kakak?" Zhang Han menoleh pada Zhang Luhan yang duduk dikursi sedikit dibawah Zhang Han,Zhang Luhan sedari tadi hanya diam mendengarkan tanpa komentar apapun.


" Maafkan hamba yang mulia, hamba tidak bisa membantu yang mulia mencari jalan keluarnya." Zhang Luhan memberi hormat, Zhang Han kembali menghela nafas.


" Baiklah, masalah permaisuri kita akan bahas lain kali, sekarang kita harus membahas masalah utama sekarang. Bagaimana kerajaan Yan Utara yang berada cukup jauh dari kerajaan mengingat wilayah mereka dikelilingi lautan luas tiba-tiba datang membawa pasukan besar menyatakan perang."


Seorang pemimpin jenderal maju memberi hormat. Zhang Han mengangguk.


" Yang mulia, dari yang hamba dengar, kerajaan Yan Utara memang terkenal dengan wilayah subur dan maju, mereka bahkan demi melewati lautan luas membuat kapal untuk bisa menyebrang kemari."


" Tapi apa alasan mereka menyatakan perang terhadap kita, kita bahkan tidak memiliki Masalah apapun pada mereka."


" Yang mulia mereka pernah mengirim tilik sandi untuk menyampaikan bahwa putra mahkota dari kerajaan mereka berada dalam dikerajaan ini, dan mereka ingin kita mengembalikan pangeran mereka tanpa kekurangan apapun." jawab menteri itu, semua orang berdiskusi.

__ADS_1


" Putra mahkota kerajaan Yan Utara berada dikerajaan ini?" Zhang Han terdiam sejenak. " Tapi aku tidak pernah melihat seperti apa rupa pangeran mereka, bagaimana kita bisa mencarinya di kerajaan yang luas ini." kepala Zhang Han rasanya mau pecah memikirkan masalah yang sedang melandanya.


semua orang saling menoleh dan bertanya-tanya bagaimana mencari putra mahkota Yan Utara agar terhindar perang, bukan karena mereka takut perang hanya saja jika ada jalan lain kenapa harus memilih perang itulah yang sedang semua orang fikirkan.


__ADS_2