Berinkarnasi

Berinkarnasi
Bangun


__ADS_3

Tercium bau obat dan begitu ia membuka mata, nuasa putih dalam ruangan, Xiao Na melihat sekitar dan kepalanya sedikit pusing, ia lalu turun dari ranjang dan langsung terjatuh.


" Berapa lama aku tertidur?" guman Xiao Na, ia mencoba beberapa kali sampai akhirnya ia dapat berdiri dengan normal, ia melatih kakinya sampai ia berjalan seperti biasa, ia merenggangkan semua otot tubuhnya.


" Sudah lama tidak seperti ini." Xiao Na berdiri didepan jendela sambil memejamkan mata.


Tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar dan orang itu terkejut melihat Xiao Na berdiri.


" No-nona sudah bangun?" ia tergagap melihat Xiao Na.


" Chen, lama tidak bertemu." Xiao Na tersenyum, Orang itu langsung membungkuk hormat.


" Chen Feiyu memberi hormat pada nona muda." matanya berkaca-kaca melihat Xiao Na berdiri didepannya, ia sudah menunggu sangat lama agar Xiao Na terbangun.


Xiao Na memiliki dua Orang kepercayaan dan Chen Feiyu adalah salah satunya sebagai penasehatnya dan tangan kanannya.


" Aku ingin keluar rumah sakit hari ini." Xiao Na segera keluar ruangan.


" Tapi nona baru saja bangun, bukankah lebih baik diperiksa lebih dulu, nona..." Chen Feiyu mengejar Xiao Na.


" Nona... nona tidak boleh pergi begitu saja, jika terjadi sesuatu lagi pada nona, kali ini kepalaku tidak terselamatkan dari tuan besar, kumohon..." Xiao Na berhenti.


" Kenapa cerewetmu tidak berubah?" Xiao Na sedikit kesal, Ia lalu mengulurkan tangannya, Chen Feiyu bingung sejenak kemudian ia menyalami Xiao Na.


Xiao Na langsung menepis tangan Chen Feiyu.


" Kunci mobil." pinta Xiao Na.


" Oh." Ia merogoh saku lalu memberikan kunci mobil.


" Nona ingin kemana?" Xiao tidak menjawab lalu segera ketempat parkir.


" Feiyu, kau pulang naik taksi saja, katakan pada ayah aku baik-baik saja dan nanti sore aku akan pulang." teriak Xiao Na dari dalam mobil.


" Hah...? nona ... ingin kemana?" mobil Xiao Na sudah melaju jauh.


Xiao Na memarkirkan mobilnya disebuah gedung besar tertulis besar disana' perpustakaan negara' Xiao Na segera masuk kedalam.


Ia mulai memilih buku sejarah dan mengambil buku sejarah kerajaan Qing, Xiao Na memilih duduk didekat jendela, ia mencari para Kaisar yang berkuasa. Saat nama Zhang Han tercatat, ia menyentuh lukisan wajah kaisar itu, dan wajahnya sangat berbeda yang ia lihat. Xiao Na tersenyum.


" Apakah ini wajah tuanya?" ucap Xiao Na , ia sama sekali tidak mengenal wajah itu.


" Wajahnya sama sekali tidak sama dengan Zhang Han." Xiao Na mulai membuka lembaran demi lembaran dan melihat urutan Kaisar yang berkuasa dan ternyata Zhang Xuan adalah kaisar selanjutnya.

__ADS_1


Xiao Na bersorak senang, begitu semua orang menatapnya ia duduk kembali dan tersenyum bahagia.


" Tetapi wajah mereka sangat berbeda dari aslinya, wajah putraku sangat tampan." Xiao Na mengelus gambar itu.


Lembaran demi lembaran ia membuka wajah Zhang Yuan dan Zhang Hou, Xiao Na menutup mata mengingat beberapa orang yang membicarakan putranya yang tidak pernah bertemu secara langsung.


" Seperti apa wajah pangeran Zhang Xuan?" tanya seorang pada pelayan istana, mereka terlihat akrab, Jiang tidak sengaja melihat mereka saat ia pulang dari kuil, beberapa pelayan yang dibawa Jiang ingin menegur tetapi Jiang menghentikannya dan ingin mendengar pendapat mereka.


" Pangeran Zhang Xuan? dia sangat tampan, wajahnya selalu tersenyum sehingga sulit menebak apa yang ia fikirkan, tatapannya tenang, dan ia sangat elegan." Jawab pelayan itu senang memikirkannya.


" Lalu pangeran Zhang Yuan?"


" Pangeran Yuan, wajahnya sangat mirip dengan pangeran Xuan, yang membedakan mereka adalah pangeran Yuan memiliki semangat yang membara dimatanya, langkahnya gagah dan aku yakin ia akan menjadi jenderal yang kuat dimasa depan."


" Lalu bagaimana dengan pangeran Zhang Hou?"


" Pangeran Zhang Hou, dia juga tampan, tatapannya dingin, sudut matanya keatas, dan langkahnya membawa angin, mereka bertiga seperti keberuntungan untuk kerajaan Qing." jelas pelayan itu, Jiang tersenyum lalu melanjutkan perjalanan pulang keistana.


Xiao Na membuka mata, ia menutup buku itu lalu mengembalikan ketempatnya, hatinya sekarang puas karena ia mengetahui nasib anaknya, bahwa Yuan dan Zhang Hou menjadi jenderal terkuat yang dimiliki Xuan hingga masa jaya.


Walaupun tertulis sejarah bahwa selir Jiang diangkat kembali menjadi permaisuri dan meninggal karena sakit.


Xiao Na masih memakai pakaian rumah sakit, dan ia harus kembali kerumahnya.


Setiap orang yang bertemu dengannya segera membungkuk hormat, ia menuju ruang aula tempat ayahnya biasa berada di sana.


Saat Xiao Na menuju aula seseorang dari belakang mengikuti Xiao Na.


" Kukira kau sudah mati?"ucap orang itu, ia tetap mengikuti Xiao Na.


" Mulutmu semakin tajam setiap hari, kau sudah bosan hidup?"


" Kau baru terbangun setelah 18 bulan tertidur, aku hampir menyuruh dokter untuk menyuntik mati dirimu."


" Song Lan, kudengar setiap kau datang ke rumah sakit kau hanya mengamuk memarahi dokter dan perawat disana, kau mengeluh karena aku belum juga sadar." Song Lan terdiam, wajahnya datar. Xiao Na berhenti lalu menoleh kebelakang.


" Dasar wajah batu." Xiao Na mendengus, ia memiliki dua kepercayaan yang bertolak belakang, yang satu sangat cerewet yang satu berwajah datar tetapi kekuatan dua orang itu tidak bisa diremehkan.


body guard yang berjaga didepan pintu aula segera membuka pintu saat melihat Xiao Na, mereka semua sudah mendengar kabar tentang Xiao Na yang sudah bangun dari koma, dan kabar itu cepat tersebar berkat mulut ember Chen Feiyu.


Xiao Na Melihat Seseorang duduk di kursi megah menatap empat orang yang berdiri dan salah satunya adalah Chen Feiyu didepannya dengan memandang hormat, saat ia melihat Xiao Na, senyum cerah terukir diwajahnya.


" Putriku Xiao Na." ia langsung berdiri, lalu menghampiri Xiao Na.

__ADS_1


Xiao Na membungkuk hormat tetapi ayahnya langsung memeluknya.


" Tidak perlu." jawabnya, ia terlalu senang melihat Xiao Na. ia memerhatikan Xiao Na dengan baik.


" Ayah akan membalaskan dendammu karena ia berani membuatmu celaka." Xiao Na mengangguk, ia tau siapa dalangnya jadi ia pasti akan membalas orang itu.


" Selamat, kau sudah bangun adik..." Xiao Na hampir mual mendengar kata adik diucapkan oleh pria itu yang tak lain adalah saudara angkatnya Xiao Yan.


" Terima kasih, semua berkat doa kakak yang tulus." Xiao Na memandang sinis pria itu, Xiao Yan tak kalah sinis, mereka berdua memang suka bersaing.


" Kau istirahatlah dulu, kau baru saja sembuh."


" Terima kasih ayah, aku permisi." Xiao Na mengundurkan diri. segera Chen Feiyu dan Song Lan mengikutinya.


Xiao Hongli adalah ayah angkat mereka, Xiao Yan adalah anak pertama yang diadopsi sedangkan Xiao Na setelahnya, Xiao Hongli tidak memiliki keturunan karena ia tidak menikah.


Xiao Na pernah dengar bahwa Xiao Hongli dulu memiliki seseorang yang ia cintai tetapi sudah meninggal sejak lama.


Xiao Na menuju markasnya sendiri dirumah yang tempat biasa ia berkumpul bersama orang dibawah perintahnya.


Rumah megah itu sangat besar dan banyak ruang yang diatur sendiri oleh Xiao Na untuk jadi tempat berdiskusi, begitu juga Xiao Yan tetapi Xiao Hongli tidak mempermasalahkan apapun asal kerja mereka selesai.


" Nona muda, nona baru saja berhasil melewati maut, lebih baik nona beristirahat, sisanya biar kami yang urus." ucap Chen Feiyu.


" Oh ya, pria yang ingin dijodohkan denganmu, aku sudah melihatnya." Xiao Na memutar bola mata dengan malas melihat Song Lan.


" Aku tidak ingin membahasnya, aku akan mencari cara untuk menolaknya."


" Kau yakin? Tuan berharap besar pada perjodohan ini." Xiao Na berdiri.


" Aku membenci orang lemah." ia lalu meninggalkan ruangan yang tersisa Song Lan dan Chen Feiyu.


Xiao Na merebahkan tubuhnya dikasur king Size miliknya, ia memandang langit kamarnya.


" Aku merindukan Zhang Han dan putraku." ia menghela nafas berat.


Xiao Na mandi setelah itu berganti pakaian, ia memakai celana hitam ketat dan baju kaos ketat yang dilapisi jaket kulit hitam, ia menarik kacamata hitamnya dan mengikat rambut kucir kuda.


Ia mengambil kunci mobil lalu segera parkiran, terdapat banyak merk mobil, ia mengambil mobil Remac Concept One, mobil favoritnya.


Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi, Xiao Na melihat ia diikuti dua mobil bermerk Ferrari dan Lamborghini dengan kecepatan tinggi yang mengejar mobilnya.


" Mereka selalu ikut campur." Xiao Na semakin menambah kecepatan.

__ADS_1


__ADS_2