
Ling Long melaporkan hal ini pada Ying Zheng apa yang terjadi pada selir Fei, Ying Zheng mengerutkan keningnya. " Aku belum pernah melihat selirku menghindar dariku?" Guman Ying Zheng .
" Ya sudah, kau boleh pergi, aku akan istirahat setelah menyelesaikan laporan ini." Ling Long mengundurkan diri, Yuwen Xue juga sudah pergi untuk beristirahat, Setelah selesai ia beristirahat.
Pagi hari, selir Fei Mengadakan acara sesama selir, mereka berempat dan diketuai oleh selir Fei, hal ini sudah biasa selir Fei lakukan, ketiga teman selir Fei mendengar bahwa Ying Zheng menginginkan selir Fei menemaninya, tetapi ditolak jadi mereka ingin mendengar langsung dari selir Fei.
" Selir Fei, apa benar yang mulia ingin kau menemaninya tidur?" salah seorang dari mereka, Fei yang sedang mengunyah tersedak mendengar pertanyaan temannya, Fei segera meminum air lalu menatap ketiga temannya yang menunggu jawabannya. Selir Fei tertawa pahit.
" Kalian tau kenapa aku menolaknya?" mereka bertiga serempak menggelengkan kepala, ketiga orang tersebut membulatkan matanya menatap Selir Fei, selir Fei menebak bahwa mereka terlalu penasaran dengan ceritanya sehingga bereaksi seperti itu, Tanpa selir Fei sadari ada orang lain yang berdiri dibelakang Selir Fei, mereka bertiga disuruh untuk tetap berada disana mendengar cerita selir Fei.
Ying Zheng datang bersama Yuwen Xue dan Ling Long, ketiga selir lain kecuali selir Fei menghadap kearah Ying Zheng, sedangkan selir Fei membelakangi, mereka bertiga berniat ingin memberi hormat tetapi dilarang Ying Zheng, mereka disuruh diam dan mendengarkan cerita Selir Fei.
" Karena aku takut dibunuh, kalian tau bukan? tidak sedikit yang berharap dapat bersama Yang mulia, jadi aku berpura-pura kotor agar tidak bertemu yang mulia, juga selir yang punya kekuasaan itu akan menggangguku, mereka akan berencana membunuhku nanti,ahhh... menyeramkan." Selir Fei meneguk araknya yang berada dicangkirnya.
" Apa kau tidak takut jika ketahuan yang mulia?" tanya salah seorang dari mereka dengan ragu.
" Selagi tidak ada yang memberitahu, semua akan baik-baik saja." Selir Fei tersenyum puas,ia lalu mengambil kue lagi.
" Selir Fei, kau tidak takut, ekkk." seorang selir mempraktekkan lehernya dipenggal.
" Mengapa harus takut, aku selir Fei tidak..." belum selesai ia berbicara Ying Zheng lebih dulu memotong pembicaraan.
" Keberanianmu perlu kuberi hadiah selir Fei." Ketiga selir itu memberi hormat, Selir Fei mematung, ia sangat mengenal suara Ying Zheng, jantungnya berpacu dengan cepat.
__ADS_1
" Sudah lama... sudah lama aku tidak mendengar suaramu yang mulia?" batin Selir Fei, tanpa sadar ia meneteskan air mata, tapi ia masih belum berbalik menghadap Ying Zheng.
" Apa kau tidak akan meminta pengampunanku selir Fei?" Selir Fei menghapus air matanya, ia lalu berbalik menghadap Ying Zheng, ia menundukkan kepalanya, tidak berani memandang wajah Ying Zheng, pria yang sudah 7 tahun ini ia berusaha lupakan, ia takut jika melihat wajah Ying Zheng ia tidak akan bisa mengendalikan dirinya.
" Ampuni hamba yang mulia." ucapnya.
" Sekarang aku tau kenapa Kau menolaku." Selir Fei tak bergeming, Ying Zheng merasakan pernah melihat wanita yang sedang tertunduk dihadapannya sekarang.
" Angkat kepalamu." Perintah Ying Zheng, ketiga selir yang lain mengangkat kepalanya, tetapi Selir Fei tak bergeming. Tatapan mata Ying Zheng jatuh pada Selir Fei, ketiga selir itu bingung.
" Angkat kepalamu." teriak Ying Zheng marah, ketiga selir itu merasa ketakutan saat Ying Zheng berteriak, Yuwen Xue dan Ling Long tidak mengerti dengan kemarahan Ying Zheng yang tiba-tiba. Selir Fei perlahan mengangkat kepalanya menatap wajah Ying Zheng.
" Shusu." Kata itu yang keluar dari mulut Ying Zheng.
" Kalian semua keluar." Ling Long dan Yuwen Xue tidak mengerti tetapi mereka mematuhi perkaataan Ying Zheng, ketiga selir itu juga keluar, mereka takut Jika Ying Zheng akan mengamuk nanti.
" Lama tidak bertemu." Ying Zheng berdiri berjarak 1 meter dari selir Fei.
" Aku permisi yang mulia." Selir Fei berniat pergi tetapi ditahan Ying Zheng.
" Aku adalah Kaisarnya, apa kau tidak akan mendengarkan perkataanku?" Selir Fei berhenti mendengar perkataan Ying Zheng.
" Katakan padaku, sudah berapa lama kau menjadi selirku? mengapa aku tidak mengetahui hal itu." Selir Fei menatap mata Ying Zheng.
__ADS_1
" Kau ingin aku menjawabnya sebagai selirmu atau sebagai teman masa lalumu?" Selir Fei meneteskan air mata menatap Mata Ying Zheng.
" Temanku." Selir Fei kemudian tertawa gentir, pipinya basah karena air mata, ia lalu berjalan kearah Ying Zheng, ia akan mengatakan semua yang sudah ia pendam didalam hati selama bertahun-tahun ini.
" Aku menjadi selirmu 6 tahun yang lalu, dimana kau tidak perduli sama sekali, kau hanya perduli pada istri orang lain, kau mengejar cinta wanita yang sudah bersuami, aku sudah berusaha membantumu melupakan wanita itu, tetapi cintamu untuknya kokoh, setelah dicampakkan olehnya kau baru menyadari bahwa kau punya dunia sendiri, kau bukan bermain dalam dunia orang lain."
" Kalau kau membuka mulutmu hanya untuk menghinanya maka lebih baik kau tidak perlu bicara."
" Kau masih membelanya bahkan setelah ia mencampakkanmu...dimana harga dirimu..." teriak Selir Fei marah, ia sampai mengeluarkan air mata karena marah.
" Ia tidak mencampakkanku, tetapi dari awal memang aku yang bersalah, jadi jangan mengatakan hal yang buruk tentangnya." Ying Zheng tidak marah karena Perkaataan Selir Fei karena kebaikan selir Fei dimasa lalu.
" Kau terlalu mengejar cintanya sehingga kau melupakan cinta yang berada disekitarmu, kau sudah dibutakan olehnya, sehingga kau buta memandang cinta semua orang untukmu, kau tidak berguna." Selir Fei langsung pergi setelah mengatakan itu, ia sangat sedih, rasa yang sama dimana ia pernah berusaha melupakan Ying Zheng.
Selir Fei Shusu adalah teman masa kecil Ying Zheng, saat Ying Zheng berumur 8tahun, ia suka keluar istana diam-diam, itulah dimana ia bertemu Fei Shusu, saat itu Fei Shusu menyamar menjadi pria agar bisa keluar dari rumahnya, dipasar ia bertemu Ying Zheng yang sedang bertengkar dengan anak laki-laki lain, mereka berkelahi, Ying Zheng kalah, Fei Shusu yang tidak tau permasalahannya ia membantu Ying Zheng menghajar anak kecil itu, sejak itu mereka menjadi teman. Ling Long dan Yuwen Xue adalah teman yang selalu menemani Ying Zheng saat berada diistana, Ying Zheng suka keluar sendiri jadi mereka berdua tidak mengetahui apapun tentang Fei Shusu.
Setelah ia berkunjung dikerajaan Qing, Ia akan menceritakan tentang kerajaan Qing pada Fei Shusu sehingga Fei Shusu mengetahui semua tentang kerajaan Qing, Fei Shusu sampai berharap akan pergi melihat kerajaan Qing suatu hari nanti karena cerita yang dikatakan Ying Zheng sangat menarik.
Sampai permasalahan terjadi dimana Ying Zheng setelah kembali dari kerajaan Qing, ia menentang pada ayahnya dengan mengatakan bahwa ia mencintai permaisuri kerajaan Qing, berbagai cara ayahnya menahan Ying Zheng untuk tidak membuat masalah, tetapi Ying Zheng sama sekali tidak perduli.
Ying Zheng sering dihukum, dari dipenjara, Fei Shusu selalu ada untuk membantu Ying Zheng, saat Ying Zheng d hukum kelaparan, Fei Shusu mempertaruhkan nyawa menyelinap masuk untuk membawa makanan bagi Ying Zheng, segalanya Fei Shusu lakukan, Fei Shusu tau bagaimana usaha yang dilakukan Ying Zheng untuk mendapatkan cinta Jiang, tetapi ia tetap berusaha membantu Ying Zheng melupakan Jiang, usaha Fei Shusu sia-sia, terakhir kali mereka bertemu, Fei Shusu mengungkapkan bahwa ia perempuan dan ia mengungkapkan perasaannya untuk Ying Zheng.
Ying Zheng saat itu tidak mengetahui identitas Fei Shusu sebagai anak seorang menteri, karena ungkapan perasaan Fei Shusu ditolak Ying Zheng, Fei Shusu patah hati, ia memutuskan untuk melupakan Ying Zheng dengan tidak bertemu dengannya lagi.
__ADS_1
Ia lalu mendengar bahwa Ying Zheng menjadi Kaisar, ia sama sekali tidak perduli lalu setahun kemudian, sebuah dekrit kaisar mengatakan bahwa salah seorang putri dari menteri Fei akan dinikahkan dengan Kaisar, Saat itu, Fei Shusu anak bungsu yang belum menikah, jadi ia terpilih karena ia satu-satunya anak perempuan keluarga Fei, sebagai satu-satunya Anak perempuan ia paling dimanjakan, dulu ia manja tetapi setelah cintanya ditolak ia menjadi orang yang tegas dan Bijak.
Setelah ia masuk keistana tanpa melihat Kaisar, ia bukan satu-satunya, saat itu terdapat sepuluh Putri, mereka tanpa bertemu Kaisar langsung dibawa dikerajaan Wanita. Sejak saat itu Fei Shusu berusaha melupakan Ying Zheng dan berusaha melupakannya walaupun sampai sekarang belum berhasil.