
Mereka semua tidak mengungkapkan identitas mereka pada nenek itu, Zhang Han akan menyelidiki hal ini nanti setelah sampai diistana, setelah berpamitan pada nenek mereka langsung mendaki gunung.
Mereka berjalan berbaris karena jalan yang mereka lalui sempit, Ying Zheng yang memimpin jalan, Jiang Huan berada dibaris kedua setelah itu Zhang Han barulah Yuwen Xue.
" Zhang Han, aku tau ini bukan urusanku, tapi Masalah tentang nenek tua tadi kau benar-benar tidak tau atau kau pura-pura tidak tau?" tanya Ying Zheng, tanpa menoleh tapi masih bisa mereka dengar perkaataan Ying Zheng.
Zhang Han hanya diam, tidak ingin menjawab pertanyaan Ying Zheng. Ying Zheng berhenti lalu memutar badan menghadap mereka, Jiang menarik nafas melihat Ying Zheng dan Zhang Han yang sebentar lagi akan bertengkar.
" Kau tuli." sindir Ying Zheng pada Zhang Han.
" Bukankah kau mengatakan itu bukan urusanmu? lagipula ini urusan kerajaanku, orang asing tidak perlu tau." Jawab Zhang Han cuek, Ying Zheng menjadi kesal mendengar perkataan Zhang Han, Ia lalu ingin turun mendekati Zhang Han tetapi segera dicegah Jiang.
" Kalian tidak lihat jalan yang kita lalui ini sedikit terjal, kalau ingin mati jangan mengajak diriku." kata Jiang kesal, Ying Zheng mengurungkan niatnya lalu melanjutkan perjalanan tanpa percakapan lagi, sudah setengah jalan mereka mereka lalu dan jalan yang mereka lalui sekarang sangat terjal dan licin.
Bukan satu atau dua kali saja mereka hampir tergelincir karena menginjak tanah yang mudah longsor, Ying Zheng berhenti berjalan.
" Ada apa?" tanya Jiang.
" Sepertinya sangat sulit dari perkiraan." kata Ying Zheng menatap jalan didepan. Jiang, Zhang Han, dan Yuwen Xue ikut melihat jalan didepan yang sangat terjal karena licin karena salju sudah nampak disana. Udara dingin sudah mereka rasakan beruntung mereka sudah menyiapkan pakaian tebal untuk melewati salju nanti.
" Kita tidak punya banyak waktu untuk bersantai Ying Zheng." ucap Jiang menatap jalan didepan. mereka menghela nafas melihat Jiang yang gigih, terbesit rasa kesal dihati Zhang Han melihat Jiang yang tidak takut hanya demi menyelamatkan Bai Yunfei.
__ADS_1
Jiang ingin melangkah tetapi segera dihentikan Zhang Han, " Jangan bodoh, kau tidak lihat didepan sana, sangat berbahaya." ucap Zhang Han, Jiang menepis tangan Zhang Han.
" Memangnya kenapa jika berbahaya, dari awal memang sudah seperti ini." jawab Jiang, ia ingin melangkah tapi lagi-lagi ditahan Zhang Han.
" Apa yang coba kau sedang pertaruhan disini? Apa yang ingin kau capai? kau hanya akan membahayakan nyawamu sendiri." kata Zhang Han dengan nada sedikit tinggi. ia ingin Jiang mengurungkan niatnya.
" Kau tidak akan mengerti." jawab Jiang.
" Kaulah yang tidak mengerti Jiang, kau tidak mengerti apa yang kau lakukan saat ini, kau..." Zhang Han belum selesai berbicara Jiang langsung memotong pembicaraan.
" Aku tidak ingin berdebat lagi, jika kau tidak suka, kau boleh kembali." jawab Jiang lalu menyuruh Ying Zheng yang sedari tadi melonggo melihat mereka bertengkar berjalan, Zhang Han mengepalkan tangannya menahan amarah lalu menghela nafas panjang. ia kembali berjalan mengikuti dari belakang.
Mereka melewati jalan bersalju, hawa dingin menerpa mereka disertai angin, Jiang menggigil kedinginan, ia tidak terbiasa dengan hawa dingin seperti sekarang, walaupun ia sudah memakai jaket tebal tetap saja ia merasa kedinginan. Zhang Han lalu membuka jaketnya san memberikannya pada Jiang.
" Pakailah, nanti kau akan membeku jika kau tidak memakainya, kau tidak terbiasa dengan hawa dingin ini, lagipula aku tidak kedinginan." ucap Zhang Han, tetapi yang dirasakan Zhang Han sekarang adalah tubuhnya bergetar karena kedinginan menyusup sampai ketulangnya, Zhang Han menarik nafas dan bersikap bahwa ia baik-baik saja tanpa jaket itu.
Jiang memperhatikan Zhang Han sebentar, ia melihat Zhang Han baik-baik saja jadi ia menerima jaket Itu, rasa dingin yang Jiang rasakan berkurang. Ying Zheng mengelengkan kepala melihat Zhang Han tapi ia tidak mengatakan apapun. Mereka melanjutkan perjalan, Zhang Han setengah mati menahan dingin. Yuwen Xue ingin bertanya tetapi segera dihentikan Zhang Han untuk tidak mengatakan apapun jadi ia mengurungkan niatnya bertanya.
Mereka hampir mencapai puncak, " Lihat rumput jamur es." teriak Jiang gembira, Ying Zheng ikut senang melihatnya karena sebentar lagi mereka akan mendapatkannya, Zhang Han memaksa untuk ikut tersenyum melihat Jamur es itu padahal rasanya ia tidak sanggup lagi untuk bergerak.
Saat Ying Zheng ingin melanjutkan, ia tidak sengaja menginjak salju yang mudah longsor, ia hampir terjatuh kejurang yang berada ditepi jika Jiang tidak memegang tanyannya, Jiang berpegang pada batu yang berada ditepi, mereka sama-sama bergantung ditepi jurang, Yuwen Xue dan Zhang Han segera menolong mereka.
__ADS_1
" Hampir saja." ucap Ying Zheng saat mereka sudah berada diatas.
" Kita harus berhati-hati, jalan disini licin." ucap Zhang Han, mereka mengangguk mengerti, Zhang Han memperhatikan sekitar ia teringat sesuatu tentang gunung ini.
Mereka melanjutkan perjalanan, mereka sudah mencapai puncak, saat dipuncak tanahnya datar , Jiang melihat sebuah pohon yang dibawahnya ditumbuhi jamur es. Pohon itu berwarna hitam pekat bahkan daunnya juga hitam yang aneh dipohon itu ditumbuhi duri hitam.
Jiang ingin menyentuh duri itu karena penasaran tetapi segera dihentikan Zhang Han." Jangan disentuh duri itu, ini pohon beracun." ucap Zhang Han, ia pernah mendengar tentang pohon ini.
Jiang mengangguk, ia lalu ingin mencabut jamur itu, saat jamur itu tercabut salah satu duri dipohon itu langsung terbang kearah Jiang, tapi saat akan mengenai wajah Jiang telapak tangan Zhang Han lebih dulu mengenai duri itu, sehingga duri itu langsung menusuk masuk kedalam telapak tangan Zhang Han, Jiang hanya melihat sekilas sesuatu terbang hampir mengenainya tetapi ia tidak melihat apa itu.
" Apa itu?" tanya Jiang, Ying Zheng dan Yuwen Xue yang berada dibelakang mereka tidak melihatnya, Zhang Han menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, ia lalu menyembunyikan tangannya yang terkena racun itu kebelakang sambil mengepalkan tangannya menahan sakit.
" Bukan apa-apa." jawab Zhang Han, Jiang tidak bertanya lebih lanjut. " Ayo kita turun." ucap Jiang, mereka mengangguk, Begitu tiga orang itu membelakanginya Zhang Han lalu melihat telapak tangannya dan sudah nampak titik hitam ditelapak tangannya, ia luar biasa menahan sakit. selain rasa dingin ditubuhnya kini ia terkena racun, ia tidak ingin membuat Jiang khawatir dan melakukan hal sekarang yang membahayakan nyawanya jadi Zhang Han hanya bisa menyembunyikan rasa sakitnya.
" Zhang Han." panggil Jiang, Zhang Han tersadar lalu ia mengejar mereka untuk turun gunung. Kini Jiang memimpin jalan,Ying Zheng berada dibelakangnya.
" Kau baik-baik saja?" tanya Ying Zheng pada Zhang Han yang berjalan dibelakangnya, karena Ying Zheng tau Zhang Han mempunyai penyakit dingin yang membuat kondisinya melemah, Ying Zheng terkejut melihat Zhang Han bisa bertahan sampai sekarang, Jiang tidak mengetahui apapun tentang penyakit Zhang Han, Ying Zheng mengetahui itupun karena dulu pernah bermain bersama Zhang Han dan ia terjatuh kedalam danau es, selama 1 bulan Zhang Han tidak bangun dari tempat tidur karena hal itu.
" Apa sekarang kau sedang khawatir padaku?" tanya Zhang Han.
" Aku tarik kata-kataku." jawab Ying Zheng sedikit kesal, Zhang Han tidak memperdulikan hal itu, Yuwen Xue hanya menggelengkan kepala melihat mereka.
__ADS_1
Mereka sudah setengah jalan untuk turun gunung, salju sudah mereka lewati, saat melewati perpohonan Yuwen Xue yang memperhatikan sekitar merasa angin bertiup berbeda. " Yang mulia." panggil Yuwen Xue, ia ingin melanjutkan perkataannya tetapi ditahan oleh Ying Zheng. bukan Yuwen Xue saja yang merasakannya tetapi mereka semua merasakannya termasuk Jiang,Ying Zheng menghentikan Yuwen Xue karena ia tidak ingin membuat orang yang sedang mengintai mereka waspada.