Berinkarnasi

Berinkarnasi
Kau Tau


__ADS_3

Xiao Na berada dalam Ruang dimensi berbeda, ia terasa mengambang.


" Jiang Huan, kau memanggilku lagi?" kata Xiao Na melihat sekitar, ini adalah alam dimana biasa Jiang bertemu dirinya.


" Xiao Na" panggil seseorang dibelakang Xiao Na, Xiao Na menoleh dan benar Jiang berdiri dihadapannya.


" Kau mengatakan padaku bahwa jiwamu hancur dan kau tidak hidup lagi, sekarang apa yang terjadi?" kata Xiao Na, Jiang tersenyum.


" Kau ingin setengah jiwa yang aku tinggalkan untukmu?" Xiao Na mengangguk.


" Mari..." Ruang tersingkap, mereka merasa pergi ke dunia berbeda, tempat yang ia rindukan beberapa bulan ini, merindukan semua yang ada disini.


" Putraku?" Jiang tersenyum melihat Xuan memimpin pengadilan di istana, Yuan dan Zhang Hou berdiri dikedua sisi sebagai jenderal terkuat, puluhan menteri berdiri berbaris dibawah singgasana raja.


" Dimana Zhang Han?" tanya Xiao Na pada Jiang, mereka tidak dapat dilihat atau didengar, mereka hanyalah jiwa tersesat.


Tempat berubah, mereka berada di pemakaman Kaisar, Xiao Na melihat tablet tulisan nama Zhang Han disana dengan ruangan mewah dan ratusan lilin menyala dibelakang tablet nama.


" Kapan?" tanya Xiao Na.


" Setahun setelah kepergianku, ia tidak dapat menanggung beban kehilangan diriku." Mata Jiang berkaca-kaca menatap tablet nama Zhang Han, Xiao Na menatap sedih tablet nama itu.


" Tahun berapa sekarang ?"


" Tiga tahun setelah kepergianmu."


" Zhao An? Xuelan? bagaimana mereka, mayat Zhao An tidak ditemukan."


Mereka berganti dimensi, mereka berada ditempat yang dulu pernah ia tinggali dengan tablet nama disana, lilin merah menyala dibelakang barisan tablet nama, dan jelas tempat itu megah dengan tulisan Jiang Huan, Zhao An dan Xuelan duduk berlutut beralas memberi penghormatan pada mendiang dirinya.


Xiao Na memandang sedih kedua orang yang berada dihadapannya, sahabat yang ia rindukan.


" Hari ini adalah tiga tahun Kematian ku, Zhao An diselamatkan Xuelan, api dendam dihatinya sudah padam sejak ia jatuh dari tebing, Xuelan menyembunyikannya karena tidak ingin diketahui Zhang Han, Zhao An tidak membencimu, hanya saja ia tidak rela kau memiliki hubungan dengan orang yang paling dibencinya."


" Aku tau, karena itu aku membiarkan ia menusukku dan membuat kami jatuh bersama dijurang." jawab Xiao Na tersenyum, semua yang terjadi adalah rencananya.


Xiao Na juga tau mengapa Zhao An tidak menusuk perutnya padahal itu adalah tempat yang bisa membuat ia merenggang nyawa bersama anaknya karena ia memiliki doa untuk anaknya, Xuelan pasti sudah memperkirakan itu karena itu ia berada disana saat kejatuhan dirinya.


Tiba-tiba dua orang gadis masuk bersama dengan seseorang yang dulu mengejar cintanya ia adalah Ying Zheng, Ying Hua Rong, Dan Yu Qaoyin ikut memberi penghormatan pada tablet nama.


" Jiang, Sepuluh hari lagi Ying Hua Rong akan menikah dengan Yuan dan Yu Qaoyin anak menikah dengan Xuan, sesuai janji yang dulu pernah kita ikat, kami akan mengadakan dua pernikahan sekaligus." Kata Xuelan menahan air matanya.

__ADS_1


" Sayangnya kau pergi lebih dulu sehingga tidak melihat kebahagiaan disini, Jiang kami merindukan dirimu, aku tau kau melihat kami dari atas sana." Lanjutnya lalu ia membakar uang kertas untuk Jiang.


Xiao Na tersenyum, Jiang sudah berurai air mata.


" Sekarang aku mengerti mengapa aku melakukan semua ini, mereka semua adalah orang yang perduli padamu." kata Xiao Na, Jiang mengangguk.


" Karena itu aku berterima kasih padamu, kau mewujudkan hal yang tidak bisa aku lakukan."


" Aku menemukan seseorang seperti Zhang Han, cintaku padanya seperti dirimu... hanya saja dendamnya sama seperti Zhao An." Xiao Na tersenyum kecut.


" Aku yakin kau dapat mengatasinya."


" Aku rela memberikan segalanya pada dia demi membasuh darah yang ditumpahkan ayah angkatku pada keluarganya, aku rela melakukan apapun demi membantunya menghapus dendam dihatinya." Jiang mendekat pada Xiao Na.


" Takdir kita berdua terikat, yang kau alami disini adalah masa lalu, jangan ulangi kesalahan dimasa lalu Xiao Na, aku tidak mendapatkan Zhang Han sehingga kami terpisah, kau jangan sampai kehilangan dia." Xiao Na mengangguk.


" Aku tidak akan melepas dirinya, aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan membersihkan kebencian dihatinya hingga kami tidak akan terpisah bahkan kematianpun tidak akan bisa memisahkan kami." Jiang tersenyum.


" selamat tinggal."


Xiao Na membuka matanya, matanya cerah dan bersinar ia tersenyum, ia bercermin pada kaca, ia bersiap akan melakukan rencananya yang sudah disusun untuk menolong Yi Han.


Ditempat lain Mo Nan yang bermain dengan ponselnya tiba-tiba LiHua datang dengan map besar coklat ditangannya.


Ia memeriksa isinya, kemarahan tercetak jelas di wajahnya setelah melihat isi amplop itu.


" Yi Han adalah putra Yi Rouhan..." Mo Nan mengepalkan tangannya menahan kemarahannya.


" Yi Rouhan? orang yang tewas dibunuh keluarga Xiao? kudengar kedua anaknya menghilang setelah orang tuanya tewas?" kata LiHua, Mo Nan lalu mengambil kunci mobilnya dan berlari keparkiran.


Mobil melaju dijalan raya, sekarang fikirannya dipenuhi pertanyaan, dan ia harus bertemu dengan Xiao Na, ia berharap Xiao Na belum pergi kedesa Liguai.


Begitu memasuki Mension milik Xiao Na, ia segera berlari dan pada penjaga yang berjaga dimension.


" Dimana Xiao Na?" tanyanya cepat.


" Nona masih didalam bersama yang lain." jawabnya hormat, ia penjaga mension ia tentu pernah melihat Mo Nan datang bersama Xiao Na, bahkan nonanya mengizinkan Mo Nan bebas masuk mension.


Mo Nan berlari kedalam ruang kerja, terlihat Xiao Na, Song Lan dan Feiyun sedang membahas strategi penyerangan didesa Liguai, mereka bingung tiba-tiba Mo Nan datang dengan cemas dan sedikit kemarahan diwajahnya.


Mo Nan menggenggam erat amplop besar coklat ditangannya, ia lalu menghempaskan amplop besar itu didepan Xiao Na diatas meja kerjanya, Song Lan dan Feiyun memandang Mo Nan heran.

__ADS_1


" Tuan muda Mo, ada apa?" tanya Song Lan, ia jelas melihat kemarahan diwajah Mo Nan, Mo Nan memandang Xiao Na dengan kecewa.


" Kau sudah tau tentang dia bukan?" tanya Mo Nan menahan kesedihan sekaligus kemarahan.


Xiao Na menghela nafas. " Song Lan, Feiyun tunggu diluar sebentar."


" Ada apa ini?" tanya Feiyun, ia merasa sesuatu disembunyikan.


" Apa mereka juga mengetahuinya?" tanya Mo Nan yang masih menatap wajah Xiao Na.


" Mereka tidak tau apapun." jawab Xiao Na, Ia tau siapa yang sedang Mo Nan bicarakan.


" Xiao Na!" Song Lan ingin bertanya tetapi sudah lebih dulu mendapat perintah.


" Tunggu diluar..." mereka berdua segera meninggalkan ruangan dan berjaga didepan pintu ruangan.


" Apa yang ingin dibicarakan tuan muda Mo?" tanya Feiyun khawatir.


" Entahlah?" Song Lan juga ikut khawatir, tetapi mereka adalah bawahan yang terkadang juga harus mendengar perintah apalagi terdengar suara Xiao Na bahwa mereka tidak boleh mengetahuinya, ia penasaran apa sebenarnya yang tidak boleh mereka ketahui, selama ini mereka berkerja dibawah Xiao Na dari hal kecil hingga besar.


" Apa mungkin ia berubah fikiran dan berniat ingin mengambil kembali cincin itu?"


" Dari yang dipertanyakan, sepertinya sedang membicarakan seseorang, jika nona tidak ingin kita ikut campur, kita hanya bisa menunggu." jawab Song Lan, mereka menatap pintu besar yang tertutup rapat itu, mereka tidak akan bisa mendengar apa yang dibicarakan didalam karena desain ruang kerja penuh dengan pengedap suara jadi saat ia memanggil seseorang berada diluar ruangan ia cukup berbicara pada spiker suara yang tersambung diluar ruangan.


" Kau sudah mengetahuinya, tetapi kenapa? kenapa kau tidak menghindarinya? dia adalah bom waktu yang tidak tau kapan akan meledak." Kata Mo Nan saat mereka berdua pergi meninggalkan ruangan.


" Mo Nan..."


" Kenapa kau melakukan itu, kenapa? dendam tidak dengan mudah dihapuskan, tetapi kau dengan sengaja menjatuhkan dirimu ke dalam jurang kematian."


" Kau tidak akan mengerti."


" APA YANG AKU TIDAK MENGERTI?...teriak Mo Nan, ia menahan kesedihannya sendiri, mendambakan seseorang yang mencintai pria lain padahal ia tau bahwa pria itu akan menyakitinya suatu hari nanti, ia tidak bisa menerima kenyataan.


" Mo Nan, Demi dirinya bahkan jika dia meminta nyawaku akan aku berikan, tidak perduli dendam aku benar-benar menginginkan dirinya bukan karena dia putra Yi Rouhan tetapi hanya Yi Han, Yi Han saja setelah itu aku tidak menginginkan apapun. Dia adalah hidupku dia juga adalah obsesiku."


" Apa itu sepadan?" Tanya Mo Nan kecewa.


" Sepadan."


Hati Mo Nan kini benar-benar hancur, ia tau Xiao Na pasti sudah mengetahui tentang Yi Han tetapi ia bahkan tidak berpaling, lebih menyakitkan untuknya bahwa ia tidak akan memiliki kesempatan untuk menyatakan perasaannya dengan benar, hatinya terlalu sakit menerima kenyataan walaupun ia tau itu adalah akhir jawaban Xiao Na ia tetap tidak dapat menerimanya.

__ADS_1


Ia berbalik badan keluar ruangan, air matanya jatuh tanpa bisa dicegah, Song Lan dan Feiyun melihat kesedihan yang dalam pada wajah Mo Nan saat ia keluar ruangan, mereka terkejut.


" Aku tau kau mencintaiku, anan kecil yang menangis saat ibunya tiada dan berjanji bahwa aku akan melindunginya, tapi maaf Mo Nan takdir kita tidak terikat, Yi Han adalah takdirku bahkan pada kehidupan sebelumnya." batin Xiao Na yang hanya melihat kepergian Mo Nan.


__ADS_2