
Xiao Na mengendarai mobil sportnya dengan kencang, ia pergi dari rumah Yi Han dengan buru-buru setelah mendapat telpon dari Song Lan tentang kakaknya.
" Xiao Na terjadi sesuatu pada tuan muda, ku lihat seorang wanita dan anak kecil juga bersama mereka, kami tidak diijinkan masuk keruang aula oleh tuan besar." kata-kata ini tengiang ditelinga Xiao Na, sesaat sampai dirumah para pengawal memberi hormat.
Saat ia masuk kerumah, ia disambut Feiyu dan Song Lan yang memasang wajah cemas membuat Xiao Na semakin mempercepat langkahnya. Saat sampai didepan pintu aula pengawal didapat pintu aula segera menghadangnya.
" Nona muda, Tuan besar memberi perintah untuk tidak membiarkan nona masuk kedalam." ucapnya sopan, walaupun ia anak buah dibawah Xiao Hongli ia tidak bisa tidak memberi muka pada Xiao Na.
" Buka atau kudobrak." ucap Xiao Na tegas.
" Nona, silahkan pergi..."
" Kau berani?" tatapan kejam Xiao Na tercetak jelas di wajahnya hingga membuat pengawal itu mundur satu langkah karena takut. pengawal itu tidak berani memprovokasi Xiao Na jadi ia mundur untuk membiarkan nona mudanya masuk sendiri.
Ia tau ia tidak akan bisa menahan Xiao Na, yang ada jika ia membuat Xiao Na marah paling ringan tulangnya patah, parahnya akan memilih peti mati sendiri, walaupun ia pengawal Xiao Hongli, Kedua anaknya sangat dihormati dan disegani karena nama besarnya, bermusuhan dengan mereka dijamin kau tidak akan memiliki masa depan lagi.
Feiyu mendorong pintu besar itu, terlihat Xiao Yan berlutut memohon didepan Xiao Hongli yang duduk di kursi kebesarannya, dan tak jauh dibelakang mereka seorang wanita dan anak kecil yang kepala mereka ditodong pistol, Xiao Na mengenali kedua orang itu yang tak lain adalah anak dan istri kakaknya yang disembunyikan begitu lama.
" Ayah..." Xiao Na membungkuk memberi hormat, Xiao Hongli mengangkat mata malasnya menatap Xiao Na.
" Bibi..." teriakkan anak kecil itu saa melihat Xiao Na, ia sering berkunjung, A Li ibunya segera menutup mulut putranya.
Xiao Feng memberontak, ia melepaskan tangan ibunya lalu berlari pada Xiao Na yang berjalan kearah Xiao Hongli, Anak kecil itu tadi penurut tetapi setelah melihat Xiao Na ia tidak tinggal diam, ia memerlukan seseorang untuk menolong ibu dan ayahnya, pengawal yang melihat anak kecil itu berlari ingin menembak kakinya tapi belum sempat ia menarik pelatuk Xiao Na lebih dulu menangkap anak kecil itu.
pengawal itu terkejut lalu saat melihat Xiao Na rasa takut luar biasa datang tiba-tiba, ia menelan ludah lalu menunduk, Kalau bukan karena ada Xiao Hongli yang ia hormati didepannya sekarang ia pasti sudah menembak kepala pengawal itu.
" Bibi, tolong ayah..." Anak kecil itu memohon, Xiao Na memeluknya lalu memberikannya pada Song Lan, ia melangkah menuju ayahnya.
Wajah Xiao Hongli datar melihat Xiao Na.
" Apa yang kau lakukan disini?" tanya Xiao Hongli.
__ADS_1
" Ayah..." Xiao Hongli mengangkat tangannya membuat Xiao Na tidak dapat menyelesaikan kata-katanya.
" Tidak ada pembelaan hari ini."
" Apa kesalahan Xiao Yan?" Xiao Hongli membulatkam matanya menatap Xiao Na, selama ini semua keputusan tidak pernah dipertanyakan mengapa hari ini menentang
" Kau BERANI...?" Xiao Hongli membanting susunan gelas anggur yang berada dimeja samping kursi, Xiao Feng terlepas dari Song Lan ia lalu melangkah mendekati Xiao Hongli.
Ia menoleh pada ayahnya, Xiao Na membiarkan Xiao Feng mendekati Xiao Hongli. Mata anak kecil itu penuh keberanian, anak yang baru berumur 5 tahun itu datang tanpa menangis sejak dia datang kemari, karena Xiao Na sama sekali tidak melihat jejak air mata diwajahnya. sepertinya pendidikan untuk anak kecil itu darinya berhasil.
" A Feng, mundur..." perintah Xiao Yan, Anak kecil itu kemudian berlutut didepan Xiao Hongli.
" Aku diajarkan sepuluh kewajiban, tidak boleh mudah berlutut , tidak boleh memohon belas kasihan, tidak boleh menyerah, patuh pada orang tua, jangan menjadi lemah, perintah menjadi prioritas utama, selalu menjadi yang terkuat, harus tetap hidup, mati lebih baik daripada gagal, Jangan menunjukkan kelemahan...tapi hari ini aku melanggar semuanya, aku belum pernah memohon pada orang lain seperti ini, untuk pertama kalinya, kumohon.. ku mohon jangan sakiti ayah..." Ia menangis tersedu-sedu.
Anak berumur lima tahun, memiliki kegigihan saat Xiao Na pertama kali melihatnya, Hari ini pun sama, Xiao Na sering berkunjung sambil melatih mental anak kecil itu, tetapi ia tidak menyangka bahwa apa yang diajarkannya dilihatnya hari ini.
Mendengar Xiao Feng mengatakan semua itu, Xiao Yan refleks menoleh pada Xiao Na dibelakangnya, Xiao Hongli membulatkan matanya terkejut, anak berumur lima tahun tetapi mentalnya kuat, semua yang dikatakan Xiao Feng adalah ajaran yang ia berikan pada Xiao Yan dan Xiao Na.
" Kau tau kesalahan ayahmu?" tanya Xiao Hongli pada Xiao Feng.
" Mencintai ibuku, membiarkan ibu melahirkan aku." jawabnya.
" Ayahmu sudah memiliki calon istri yang dipilih olehku untuk keluarga ini, tetapi dia dengan berani mengkhianatiku, menurutmu apa yang harus kulakukan untuk seseorang pengkhianat?"
" Tidak ada ampun bagi pengkhianat, tetapi ayahku berbeda."
" Berbeda? katakan dimana perbedaannya."
" Perbedaannya adalah Disini?" Xiao Feng menunjukkan letak kantungnya sendiri. " Ayahku tidak pernah mengkhianatimu, dia selalu mengikuti perintahmu, pernahkah dia menentang keputusanmu? bahkan setelah dijodohkan dia tidak pernah mengatakan apapun? dia mencintai ibu tetapi tetap tidak memutuskan hubungan dengan calonnya karena dia menghormati keputusanmu." Xiao Na tersenyum getir ' benar-benar hafal ' fikir Xiao Na, itu adalah dialog yang sudah Xiao Na ia perkirakan jadi ia selalu meminta Xiao Feng untuk menghafalnya.
" Oh? dialog yang bagus." kata Xiao Hongli, ia sekarang bisa menebak siapa yang menyiapkan kata-kata penghibur seperti ini selain Xiao Na, tetapi ada satu hal yang membuat Xiao Hongli kagum yaitu tidak ada rasa takut dimatanya sama sekali saat berhadapan dengan Xiao Hongli, bahkan ia tidak menangis saat ditangkap.
__ADS_1
" Apakah ayahku dimaafkan?" tanyanya.
" Tentu, tetapi ia harus memilih antara kau atau ibumu yang hidup? bagaimana?" Xiao Yan, Xiao Na dan A Li terkejut mendengarnya.
" Kalau begitu, biar ibu yang tetap hidup." kata Xiao Feng sedih.
Xiao Hongli melempar pistol dikaki Xiao Feng.
" Ambil, lalu tembak dirimu sendiri." katanya, Xiao Feng melihat pistol itu lalu mengambilnya.
" AYAH...KU mohon...kumohon...aku yang bersalah , ia hanya anak kecil, kumohon lepaskan dia...hukum aku tapi tolong lepaskan mereka." Xiao Yan memohon bersujud membenturkan kepalanya kelantai, Xiao Na diam menonton.
" Ayah, ibu maaf jika aku nakal, jangan menangis dan jangan merindukanku, aku sayang kalian." kata Xiao Feng lalu mengarahkan pistol itu kekepalanya.
" A Feng... jangan lakukan...ibu mohon, sayang buang pistol itu, A Feng..." teriak A Li histeris, ia ditahan jadi tidak bisa bergerak.
" Ayah...jika kau bersedia melepaskan mereka, aku bersedia melanjutkan pertunanganku dengan Mo Nan." kata Xiao Na, ia tau maksud ayahnya melakukan semua ini, tetapi ia tidak memiliki pilihan lain, biar hari ini ia menyelamatkan keluarga kakaknya lebih dahulu lalu memikirkan masalah ini nanti.
" Oh? kukira kau hanya menonton saja? aku juga hampir berfikir kau sudah menyiapkan pernikahan dengan pria lain." kata Xiao Hongli, Xiao Na menghela nafas berat, sepertinya ia sudah melihat Yi Han dan tentu saja ia pasti sudah mendengar tentang Mo Nan yang meminjamkan Xiao Na cincin desa Liguai, walaupun Mo Nan tidak mengatakan apapun berita tentang Xiao Na akhir-akhir ini didunia mafia menjadi gosip hangat setelah memasuki desa Liguai.
" Bagaimana?" kata Xiao Na tanpa basa-basi.
" Sepakat." kata Xiao Hongli tersenyum, ia sengaja memainkan drama ini untuk menekan Xiao Na, ia tidak bisa memaksa Xiao Na jadi harus membiarkan Xiao Na yang harus melakukannya sendiri, Jika Xiao Na tidak mengikuti permainan Xiao Hongli dia juga akan bertaruh bahwa Xiao Hongli juga akan mengambil tindakan.
Xiao Hongli tidak bisa membiarkan kedua pertunangan sekaligus gagal, Xiao Yan sudah seperti kayu yang dibakar api tidak akan bisa menjadi kayu seperti semula, namanya sudah tercemar karena memiliki anak dari wanita lain, jadi hanya Xiao Na satu-satunya pilihan untuk membiarkan agar putrinya memiliki hubungan dengan keluarga Mo.
Ia mencari informasi selama sebulan penuh sejak Xiao Na memutuskan pertunangan dengan Mo Na tentang wanita simpanan Xiao Yan karena ia melihat Xiao Yan pergi ke suatu tempat terlalu sering padahal tempat itu terpencil dan ia tidak memiliki perjanjian dagang ditempat itu, dan setelah itu semuanya terungkap.
Xiao Na juga menebak apa yang diinginkan Xiao Hongli padanya setelah ia mengetahui apa yang terjadi pada kakaknya, jika kedua anak ini tidak ada yang berhasil dari perjodohan maka mereka akan dipandang buruk oleh mafia lain dan itu sangat tidak enak dilihat.
" Xiao Na, aku ingin bertemu kekasihmu itu." kata Xiao Hongli tiba-tiba membuat Xiao terkejut.
__ADS_1