Berinkarnasi

Berinkarnasi
Suka dan Duka


__ADS_3

Percobaan pembunuhan yang dilakukan Dao-Dao sudah menyebar diseluruh istana, semua menteri terkejut mendengar Dao-Dao mencoba membunuh raja dengan racun beruntung selir Jiang lebih dulu datang dan menyelamatkan raja dan membunuhnya, itulah rumor yang beredar diistana.


Mereka berbondong-bondong datang kekediaman Zhang Han untuk melihat keadaan Zhang Han, tetapi berbeda dengan apa yang dilakukan Jiang, ia memerintahkan semua orang dikediamannya untuk menghias kediaman dengan kain putih sebagai tanda berkabung untuk Dao-Dao. mayat Dao-Dao ia bawa dikediamannya dan Jiang berniat akan mengubur mayat Dao-Dao ditempat keluarganya dulu dimakamkan.


Pakian putih dipakai semua pelayan yang berada dikediaman Jiang, bendera putih dan segala macam bernuansa putih dikediaman Jiang, fikiran Jiang kosong sambil menantap peti mati itu, kesedihan Jiang untuk Dao-Dao lebih besar ketimbang ia kehilangan Jiang Feng.


Jiang Huan hanya memiliki ingatan Jiang Feng dari ingatannya, tetap kenangan bersamai Dao-Dao suka maupun duka mereka rasakan bersama-sama, Dao-Dao yang cerdas dan juga memiliki pengetahuan luas kini sudah tiada , kebersamaan mereka yang dulu terasa berbeda sekarang, Zhao An menatap Jiang sedih karena Jiang tidak bicara apapun dari kemarin padanya, ia bahkan belum menjelaskan apa yang terjadi tetapi Zhao An yakin Jiang tidak mungkin membunuh Dao-Dao.


Para menteri yang ingin bertemu Zhang Han dilarang oleh Wei Chan, karena Zhang Han belum pulih benar tapi sebenarnya adalah Zhang Han menghindari mereka semua untuk bertemu. Zhang Han sudah sadar sejak diberi penawarannya dan kondisinya baik-baik saja, ia sudah mendengar cerita dari Wei Chan tentang kejadian kemarin dan apa yang terjadi dengan Dao-Dao.


Zhang Han tidak mau bertemu karena para menteri pasti ingin membahas tentang ini dan Zhang Han memberi waktu Jiang berkabung untuk Dao-Dao, Zhang Han mendengar Jiang menghias kediamanannya dengan kain putih berkabung, Zhang Han dapat mengerti hal itu, tetapi ia memang tidak tau apa tujuan Dao-Dao mengirimkan racun itu padanya, karena Dao-Dao tidak menyelesaikan kata-katanya.


Para menteri yang melewati kediaman Jiang heran melihat kediamanannya yang berkabung, dua orang prajurit menjaga pintu kediaman tidak seperti biasa. Jiang memerintahkan untuk tidak membiarkan siapapun masuk kedalam kediaman tidak perduli apa keperluannya, selama berkabung Jiang menolak siapapun untuk masuk kekediamannya. Lu Xiang yang berada dalam rombongan para menteri itu tersenyum senang.


" Apa selir Jiang sudah gila? ia mengadakan acara berkabung untuk pengkhianat yang sudah mencoba membunuh raja, seharusnya tubuhnya dipotong-potong lalu dilemparkan kedalam makanan anjing." komentar seorang menteri.


" Benar, benar..." komentar yang lain.


" Ayo kita temui selir Jiang." kata mereka lagi, mereka menganguk setuju tetapi saat sampai didepan pintu mereka dihadang dua penjaga.


" Maaf, selir Jiang melarang siapapun untuk masuk kedalam kediamannya." jawab salah seorang prajurit.


" Haaaaa, beraninya ia ingin menghentikan kita masuk." kata salah seorang menteri tidak terima karena dilarang masuk. yang lain setuju dengan perkataan menteri itu.


" Minggir, kami ingin mengambil mayat pengkhianat kerajaan itu untuk melemparkannya jadi makanan anjing, mayatnya tidak pantas dikubur." teriak salah seorang menteri marah, mereka mendukung menteri itu.

__ADS_1


Jiang sedang membakar uang kertas didepan peti mati itu, Zhao An dan Jiang mendengar keributan didepan kediamannya.


" Zhao An tolong kau lihat apa yang terjadi didepan, ingat jangan biarkan siapapun masuk tidak perduli apa keperluannya, bila perlu kau bunuh siapapun yang mencoba masuk." ucap Jiang tanpa menoleh pada Zhao An dan terus membakar uang kertas kematian itu, Zhao An bergelidik ngeri mendengar Jiang akan membunuh siapapun untuk masuk.ia lalu pergi untuk melihat apa yang terjadi.


Para menteri itu sedang marah-marah kepada dua penjaga yang melarang mereka masuk, Zhao An menghampiri mereka lalu memberi hormat. " Ada apa ini?" tanya Zhao An.


" Beraninya dua prajurit ini melarang kami masuk." kata seorang menteri.


" Maaf, tapi Selir Jiang melarang siapapun masuk kedalam kediamanannya." jawab Zhao An sopan.


" Minggir." teriak Salah seorang menteri lalu mendorong Zhao An termundur,mereka memaksa untuk masuk, tapi belum mereka masuk mereka semua berhenti karena mendengar teriakan seseorang yang tak lain adalah Jiang.


" Berani kalian masuk satu langkah saja, akan ku penggal kepala kalian." teriak Jiang marah, ia memegang pedang ditangannya, semua menteri terkejut melihat Jiang menarik pedang dari sarungnya.


" Selir Jiang, apa kau sudah gila? kami datang untuk mengambil mayat Dao-Dao untuk dijadikan makanan anjing, seorang pengkhianat tidak pantas dikubur karena ia mencoba membunuh yang mulia." teriak salah seorang menteri lainnya, Jiang menggenggam pedang itu erat mendengar teriakan menteri itu.


Jiang lalu melayangkan pedang itu pada leher Jiang, tetapi belum mencapai leher Lu Xiang, pedang itu berhenti di udara dan tinggal satu senti lagi pedang itu akan mencapai leher Lu Xiang, Jiang menghentikannya karena mendengar teriakkan Zhang Han.


" Apa yang kalian lakukan." teriak Zhang Han, mereka semua menoleh pada Zhang Han lalu memberi hormat.


Zhang Han yang sedang dikamarnya mendapat kabar dari Lan Huan yang ia perintah untuk memantau Jiang yang berkabung, ia melapor para menteri memaksa masuk kekediaman Jiang jadi Zhang Han bergegas kekediaman Jiang karena Jiang pasti keras kepala dan akan menentang siapapun.


" Yang mulia." ucap mereka serempak, Zhang Han mendekati mereka.


" Apa yang kalian lakukan disini." tanya Zhang Han, Jiang belum menurunkan pedangnya dari leher Lu Xiang, ia menatap Lu Xiang dengan amarah.

__ADS_1


" Selir Jiang turunkan pedangmu." ucap Zhang Han saat melihat Jiang belum menurunkan pedangnya dari leher Lu Xiang.


" Kenapa berhenti, lanjutkan, agar kau puas." tantang Lu Xiang pada Jiang.


" Jiang." ulang Zhang Han sedikit meninggikan suaranya.


" Kenapa kau menghentikannya yang mulia? biarkan ia melakukannya." kata Lu Xiang tersenyum, Zhang Han sebenarnya sedang kesal pada Lu Xiang yang mencoba memancing Jiang, tetapi jika Jiang membunuh Lu Xiang didepan semua orang seperti ini maka akan berakibat fatal. hukuman mati untuk Jiang tidak akan bisa dihindari karena Jiang membunuh Lu Xiang tanpa penyebab apapun.


" Jiang Huan, aku perintahkan untuk menurunkan pedangmu sekarang juga." teriak Zhang Han, Jiang merasa sesak, rasa pusing menyerang dirinya dan ia langsung jatuh pingsan.


Zhang Han langsung menangkap tubuhnya sebelum terajtuh, semua orang terkejut melihat Jiang tiba-tiba pingsan." Jiang... Jiang..." Zhang Han menepuk pelan pipi Jiang, tetapi tidak ada reaksi apapun.


" Panggil tabib." teriak Zhang Han, ia lalu mengangkat tubuh Zhang Han kedalam kediaman, Semua orang mengikuti Zhang Han dari belakang. mereka menjadi penasaran apa yang terjadi pada Jiang yang tiba-tiba pingsan, tak lama tabib istana datang.


Ia lalu memeriksa nadi, ia tersenyum setelah memeriksa nadi Jiang.


" Kenapa kau masih bisa tersenyum setelah memeriksanya." kata Zhang Han marah, ia sangat khawatir melihat Jiang yang tiba-tiba pingsan.


" Ampun yang mulia." tabib itu bersujud didepan Zhang Han.


" Apa Yang terjadi padanya?" tanya Zhang Han khawatir. tabib itu mengangkat kepala menoleh pada Zhang Han.


" Selir Jiang mengandung, karena stres terlalu berat membuatnya jatuh pingsan." jawab tabib itu.


" Mengandung? ulangi apa yang kau katakan?' kata Zhang Han tidak percaya mendengar apa yang dikatakan tabib itu, wajah bahagia Zhang Han tampak jelas dan itu sangat menggangu dimata Lu Xiang. Para menteri terkejut mendengar apa Yang dikatakan tabib itu.

__ADS_1


" Selir Jiang mengandung." ulang tabib itu, Zhang Han langsung berlari lalu duduk disebelah Jiang dan menggenggam tangan Jiang.


" Kalian semua keluar " ucap Zhang Han, ia sangat senang mendengar kabar ini. Rasa bahagia Zhang Han tidak tergambarkan lagi seperti apa, ia merasa paling bahagia di dunia ini sekarang.


__ADS_2