
Song Lan menyetir dengan Xiao Na yang duduk disebelah, mobil mereka diikuti dengan mobil anak buahnya.
Mereka sampai disebuah danau besar, ditengah danau itu terdapat pulau kecil, didepan Xiao Na ditepi danau terdapat tiga puluh delapan speed yang beberapa speed terdapat senapan M134 beserta dudukan senjata, mereka semua berada dibawah perintah Xiao Na, setiap speed terdapat 5 orang .
" Nona." mereka serempak memberi hormat saat melihat kedatangan Xiao Na.
Xiao Na naik disatu speed kosong yang ikuti Song Lan dan dua orang lainnya ikut naik, tak lama mobil lain datang yaitu Chen Feiyu, Feiyu segera naik di speed yang sama dengan Xiao Na.
Mereka siap menggempur pulau itu, mesin dihidupkan dan mereka berangkat serempak.
Speed milik Xiao Na memimpin didepan, saat mendekati pulau, Speed bawahan Xiao Na segera menjadi tameng dan menggempur pulau, baku tembak kedua belah pihak memekakkan telinga, Xiao na terus maju hingga penjagaan pertahanan pulau runtuh.
Kematian kedua belah pihak tidak dapat dihindari, karena serangan mendadak membuat musuh tidak memiliki persiapan sehingga mereka mudah dihabisi, Speed pasukan Xiao Na berhasil mendarat ditepi Danau.
Xiao Na bak Dewi perang turun dari Speed saat yang diikuti oleh orang-orangnya, tak sampai disitu mereka kembali dihujani tembakan tetapi sudah perhitungan Xiao Na dan rencana di otaknya, mereka kembali baku tembak.
Xiao Na bahkan belum mengeluarkan pistol miliknya, tetapi anak buahnya hampir membuat pulau itu rata dengan tanah, bangunan mewah didepan mereka sudah sebagian hancur karena baku tembak tadi, Song Lan dan Feiyu benar-benar membuka jalan untuk Xiao Na, tidak membiarkan orang yang mereka layani terluka untuk kedua kalinya.
Xiao Na berhasil masuk kedalam rumah mewah itu.
" Jangan bunuh semua, aku menginginkan beberapa orang tetap hidup." teriak Xiao Na, mereka melaksanakan perintah, Xiao Na duduk diruang tamu sofa mewah yang berlubang-lubang akibat peluru ditemani Song Lan dan Feiyu.
" Bersihkan area." perintah Song Lan, mereka segera bergerak, beberapa berjaga didekat Xiao Na sisanya menghabisi anak buah Yuo Feng dan menangkap beberapa orang seperti diperintah Xiao Na.
Sebenarnya yang diserang Xiao Na merupakan salah satu markas besar Yuo Feng, jadi Xiao Na tidak main-main menyerbu markas itu. mafia Yuo Feng memiliki 5 penguasa, setiap penguasa memiliki wilayah, sedangkan Wilayah yang mereka serang adalah wilayah milik Penguasa Yuo Yulong, salah satu penguasa yang terkenal memiliki temperamen kasar dan pemarah, setiap penguasa disebut Pangeran.
Lima orang berhasil ditangkap lalu dihadapan pada Xiao Na, mereka berlima berlutut dihadapan Xiao Na tidak berani mengangkat wajah untuk melihatnya, wajah mereka penuh dengan ketakutan melihat Xiao Na yang menghancurkan tempat mereka tanpa perduli nyawa.
" Dimana pemimpin kalian?" tanya Xiao Na, mereka saling menoleh lalu baru berani mengangkat kepala.
" Kau fikir kau siapa?" teriaknya, Xiao Na langsung menembak kepala orang yang berteriak padanya membuat temannya yang lain bergetar ketakutan.
" Aku sedang tidak melakukan negosiasi."
Mereka saling melirik. " Kami beritahu atau tidak kau tetap akan membunuh kami bukan?" kata seseorang diantara mereka.
" Tergantung jawaban yang kudapat."
" Kami tidak tau." jawabnya, Xiao Na langsung mencekik orang itu lalu mematahkan lehernya.
" Siapa lagi diantara kalian yang tidak tau?" suara Xiao Na terdengar menyeramkan, ia dikuasi amarah.
sisa tiga orang itu menelan ludah ketakutan, mereka tidak memiliki jawaban yang dapat menenangkan Xiao Na, seseorang lalu mendekati Xiao Na.
__ADS_1
" Beberapa Speed mendekat kemari nona." Xiao Na mengangguk lalu memberi kode pada Feiyu untuk memeriksanya.
" Penguasa 4, Yuo Yulong." kata Feiyu setelah ia memeriksa.
Tak lama orang itu datang bersama puluhan anak buahnya menepi dan terkejut melihat markas besarnya hancur lebur, ia dengan cepat melangkah masuk dan melihat Xiao Na duduk di kursi kebesarannya, urat lehernya timbul menahan amarah yang ia tahan.
" Xiao Na?" Ia memicingkan matanya melihat Xiao Na, Xiao Na berdiri dari kursi itu mendekati Yulong
" Kenapa kau ada disini?" tanyanya.
" Mencarimu?" jawab Xiao Na lalu menodongkan pistol kekepala Yulong saat mereka berdiri berhadapan, seketika anak buah Yuo Yulong mengangkat senjata dan anak buah Xiao Na tidak tinggal diam, mereka saling menodongkan pistol.
" Mencariku? aku tidak mengerti."
" Ingin berpura-pura bodoh!"
" Aku memang tidak mengerti." ia menekan setiap katanya, Xiao Na menjentikkan jarinya, Song Lan lalu mendekati Xiao Na membawa berkas diamplop coklat.
" Silahkan dilihat." Xiao Na menyerahkannya, wajah Yuo Yulong menghitam melihat isi berkas itu.
" Duan Mengyuo, siapa yang memakai mobil plat XXX kemarin?" tanya Yulong pada salah satu kepercayaannya yang bersamanya.
Seseorang langsung berlutut dihadapan Yuo Yulong, Yuo Yulong terkejut melihatnya.
" Xiao Na aku akan membayar kerugian yang terjadi padamu, tapi..." belum selesai Xiao An berbicara ia langsung menembak ketiga orang yang tadi tersisa.
" Apa yang kau lakukan?" teriaknya marah melihat orangnya mati sia-sia.
" Apa dia orangnya?" Xiao Na menodongkan pistol pada Ai Fengyuan, wajah Yuo Yulong menghitam.
" Kau dengan terang-terangan datang dan meluluhlantakkan markasku, kau fikir aku akan membiarkannya?..." ia tidak dapat menahan emosinya lagi.
Duarrrrrr...
Ai Fengyuan sudah tergeletak tidak bernyawa dengan darah yang keluar dari otaknya, Yuo Yulong tidak dapat berkata-kata lagi, ia tidak percaya bahwa Xiao Na benar-benar melakukannya tanpa negoisasi.
" Jika aku yang tertembak mungkin aku masih bisa menahan, tetapi aku tidak bisa menerima orang yang sudah melukainya." Xiao Na melewatinya begitu saja meninggalkan Yuo Yulong yang menahan amarah hingga wajahnya menghitam, tetapi ia tidak berani menyerang Xiao Na sekarang karena kehilangan terlalu banyak anak buahnya.
Mereka semua segera meninggalkan pulau.
" Pangeran, anda akan membiarkannya pergi begitu saja?" tanya Duan Mengyuo.
" Wanita iblis itu, dia akan membayar apa yang terjadi hari ini." jawabnya lalu pergi memeriksa tempatnya.
__ADS_1
Xiao Na sudah sampai, Song Lan mengikutinya dari belakang, Xiao Na dapat melihat wajah khawatir Song Lan.
" Ada apa?" tanya Xiao Na melihat ekspresi Song Lan.
" Penguasa Yuo Feng memiliki lima pangeran, Yuo Yulong adalah penguasa paling sampah diantara yang lain, walaupun begitu mereka tidak akan melepaskanmu begitu saja, aku khawatir..."
" Tidak ada yang perlu dikhawatirkan." jawab Xiao Na cepat.
" Para penguasa itu, mereka semua memiliki hubungan yang buruk, tetapi kudengar penguasa ketiga adalah yang terkuat, dan banyak yang tidak tau seperti apa dia." kata Feiyu.
" Kalian takut?"
Song Lan dan Chen Feiyu saling menolah, lalu terkekeh.
" Takut? sudah lama mati didalam hidupku." jawab Feiyu, Song Lan hanya tersenyum misterius.
Xiao Na kembali kerumah sakit, yang lainnya kembali kemarkas, tak lama handphone nya berdering tertera nama Xiao Yan, ia mengangkat panggilan itu.
" Ada apa?"
" Kau baik-baik saja? kudengar kau menyerang markas Mafia Yuo Feng?"
" Benar."
" Kenapa?"
" kenapa?"
" Kau bertanya lagi kenapa?"
" Xiao Yan, aku lelah." terdengar helaan nafas disana, Xiao Na memutuskan panggilan.
Xiao Na menggenggam tangan Yi Han yang belum sadarkan diri setelah operasi, walaupun lukanya tidak parah, Xiao Na tetap khawatir.
" Kapan kau akan sadar? kenapa tidak sekalian mati saja...Yi Han, cepatlah bangun uang sudah hampir habis membayar rumah sakit." untuk menghibur dirinya sendiri Xiao Na memang mengatakan hal-hal buruk.
Karena lelah, ia tertidur pulas dengan posisi duduk, ia terbangun dan terkejut melihat Yi Han dengan santai makan buah yang ia bawa kemarin.
" Kau sudah sadar? bagaimana keadaanmu? apa kau merasa tubuhmu sakit? atau ada yang berbeda?" Tanya Xiao Na sambil memeriksa tubuh Yi Han seperti ingin menelanjanginya, membuat Yi Han merasa malu.
" Aku baik-baik saja." jawab Yi Han cepat, ia merasa sangat malu hingga pipinya merah.
" Aku hanya ingin mengetahui keadaanmu." Xiao Na lalu memeriksa nadi Yi Han, ia hampir melupakan bahwa dia juga pernah belajar ilmu kedokteran saat ia terlempar kemasa lalu.
__ADS_1