Berinkarnasi

Berinkarnasi
Titik awal perpecahan


__ADS_3

Jiang sudah sampai diperkemahan, ia memandang bulan, Bai Yunfei yang melihat Jiang berdiri sendiri memandang bulan malam.


" Apa yang kau fikirkan?" tanya Bai Yunfei ia lalu duduk disebelah Jiang, Jiang menolehnya sebentar lalu berpaling lagi menatap bulan.


" Kuharap rencana ini berhasil, dia akan masuk jebakan kita."


" Ini pasti akan berhasil, kita sudah merencanakan ini dengan rapi." Jiang terdiam sejenak.


" Ini akan menjadi perjuangan terakhir kita, setelah ini semoga semua selesai seperti yang kita inginkan."


" Aku juga berharap begitu, cukup bagiku selama ini menahan penghinaan ini." Jiang menoleh padanya kemudian tersenyum.


" Pasti sangat berat bagimu menahannya, kau cukup kuat." Bai Yunfei menoleh pada Jiang kemudian tersenyum.


" Anda benar-benar berubah sudah berubah dari yang dulu aku kenal."


" Semua orang bisa berubah dengan seiring berjalannya waktu dan hal yang dialaminya, jadi tidak perlu heran tentang hal itu."


" Kau benar."


" Sudah malam, istirahatlah lebih awal." Bai Yunfei mengangguk lalu berdiri.


" Kau juga." Bai Yunfei lalu pergi, Jiang masih menikmati pemandangan bulan.


" Sebentar lagi semua akan berakhir, tetapi mengapa sekarang aku tidak rela untuk pergi, apalagi anak yang aku kandung, aku tidak ingin meninggalkannya." Jiang menghela nafas sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit.


" Setelah ini... kematian kakakku, Dao-Dao dan seluruh rakyat kerajaan Qing akan terbayarkan."


*****


Zhang Han memandang dua pengawal pribadinya yaitu Wei Chan dan Lan Huan.


" Kuharap rencana ini akan berjalan sesuai yang kita inginkan, dia akan masuk kedalam jebakan kita." ucap Zhang Han.


" Rencana ini akan kita lakukan dua hari kedepan sesuai yang sudah direncanakan." ucap Wei Chan.


" Dia sebenarnya orang yang baik, hanya saja kebencian dari masa lalu membutakan hatinya, ia tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah." jawab Lan Huan.

__ADS_1


" Apa itu benar dan apa itu salah, tidak ada yang benar-benar bisa memastikannya, kita juga tidak bisa menilai dari segi benar dan salah, semua punya penilaiannya masing-masing, jadi Lan Huan kau tidak bisa menilai seseorang hanya karena itu, karena kau belum pernah berada diposisi dirinya, kau tidak akan merasakan sakit sebelum kau ditusuk oleh pisau itu sendiri." kata Wei Chan.


" Kenapa kau malah membelanya?"


" Aku bukan membelanya, aku hanya tidak ingin kau menilai seseorang hanya karena ia berbuat buruk, ia memiliki alasannya."


" Jadi kau mendukung apa yang ia lakukan? dia adalah seorang penjahat dan dia tidak pantas untuk dibela apalagi diampuni, dosanya sudah setinggi gunung, banyak nyawa yang mati ditangannya, ia tidak mengenal apa arti rasa kasihan."


" Aku juga tidak membenarkan apa yang ia lakukan, hanya saja aku merasa kasihan apa yang ia alami, bertahan hidup menahan penghinaan yang begitu besar tentu menimbulkan kebencian yang amat besar, hanya saja kesalahannya adalah hatinya menghitam karena kebencian yang ia bawa."


" Mengapa kalian malah berdebat?"


" Maaf yang mulia." jawab mereka berdua serempak.


" Rencana ini harus berhasil, aku sudah lama menunggu hal ini terjadi dan aku tidak ingin ada kesalahan, karena aku sudah tidak ingin menunggu lebih lama lagi untuk bersatu dengan Jiang."


" Dua hari lagi, kami harap rencana ini berjalan sesuai apa yang kita rencanakan." jawab Wei Chan. Zhang Han mengangguk.


" Apa pendapatmu tentang hal ini Wei Chan?" tanya Zhang Han karena ia tau Wei Chan adalah orang yang bijak dan berfikiran terbuka itulah mengapa Zhang Han lebih suka mendengarkan pendapat Wei Chan.


" Kau tau hukuman bagi orang yang membohongi Kaisar, aku tau apa yang kau fikirkan, aku hanya ingin mendengarnya dari mulutmu."


" Dia tidak benar-benar jahat, andaikan ia bisa dimaafkan aku bersedia berlutut memohon pada anda untuk mengampuni nyawanya."


" Oh... kenapa?"


" Aku pernah melihatnya melakukan sesuatu dengan tulus, jadi kupikir ia tidak benar-benar jahat, masih ada sedikit kebaikan dalam hatinya, jadi mungkin anda bersedia memberi kesempatan padanya untuk berubah."


" Aku sudah berkali-kali memberikan ia kesempatan, kalau tidak mana mungkin ia masih hidup sampai sekarang, aku mungkin sudah memenggalnya sejak lama."


" Aku tau anda adalah orang yang berhati besar, jadi aku mengerti." jawab Wei Chan.


Zhang Han mengangguk lalu menyuruh Wei Chan untuk keluar, Wei Chan dan Lan Huan memberi hormat kemudian keluar ruangan, Zhang Han menghela nafas kemudian ia memandang keluar melihat bulan lewat jendela kecil .


" Kau terlalu baik." Lan Huan mendengus kesal saat mereka sudah diluar ruangan.


" Kau paling banyak menghabiskan waktu dengannya, harusnya kau tau wataknya seperti apa, apa kau benar-benar membencinya atau kau tidak bisa menerima kenyataan?"

__ADS_1


" Penjahat tetaplah penjahat, aku bertindak menggunakan logika bukan perasaan sepertimu."


" Pantas saja adikku kau tinggalkan."Ucapnya kesal lalu berlalu meninggalkan Lan Huan .


" Hei... kenapa kau bawa-bawa dia...aku sangat mencintainya dan saat waktu tepat aku akan membawanya kemari, aku sudah melihatnya beberapa waktu yang lalu, dia tumbuh menjadi wanita yang kuat dan sangat cantik." teriak Lan Huan mengejar Wei Chan karena ia tertinggal dibelakang.


" Untung kau masih ingat sudah menikah." balas Wei Chan.


*****


Bai Qian sudah lama pergi meninggalkan istana sejak lama sejak Lu Xiang pergi, kini ia dikamp militer miliknya untuk menyusun Serangan yang akan ia lancarkan sebentar lagi.


" Sesuai rencana kita akan mengepung perkemahan Jiang dan menghabisinya." ucap pada komandan-komandan militernya.


" Dua hari adalah waktu yang cukup untuk menggerakkan seluruh pasukan, jadi dua hari kedepan adalah waktu yang tepat." ucap salah satu komandannya.


" Jiang adalah kelemahan Zhang Han, untuk menghancurkannya kita harus menghancurkan Jiang..." tiba-tiba seseorang bertudung dengan jubah dinginnya masuk kedalam tenda diskusi mereka, wajahnya tidak terlihat, sebab ia memakai topeng


Mereka langsung siaga, hanya Bai Qian yang terlihat tenang saat orang itu datang. " Tidak perlu takut, kalian keluarlah." mereka saling menoleh sampai akhirnya memilih untuk keluar tenda.


Orang bertudung itu berbalik memunggungi Bai Qian. " Ketua." ucap Bai Qian segera berlutut memberi hormat.


" Aku sudah menunggu ini sangat lama, aku tidak ingin ada kesalahan lagi...aku tidak bisa menerima kekalahan untuk kedua kalinya, aku tidak akan mengampuni nyawamu lagi jika ini gagal." ucap orang itu, Bai Qian mengangguk.


" Kau mendengar apa yang kukatakan? " teriaknya marah.


" Aku mengerti, aku akan selalu mematuhi semua perintahmu."


" Kau sudah satu kali membuat kita kalah karena kau membiarkan Jiang Feng hidup dan menghancurkan sebagian pasukan yang sudah dibangun, Karena cintamu itu aku kehilangan kesempatan sehingga aku harus membunuhnya." Bai Qian mengepalkan tangan erat ketika nama Jiang Feng disebut.


" Aku tau kau sangat mencintainya, tetapi demi tujuan kita, kita perlu menyingkirkan batu yang menghalangi jalan kita."


" Aku mengerti."


" Rencana harus sesuai dengan apa yang menjadi tujuan kita sejak awal, Zhang Han akan berada disana, berhati-hatilah, dua hari lagi semua harus berjalan sesuai rencana, disana kita akan menghabisi mereka semua termasuk Zhang Han."


" Aku mengerti." orang bertudung itu kemudian pergi keluar tenda, ia menghilang dikegelapan malam.

__ADS_1


__ADS_2