
Saat Zhang Han sudah hilang dipandangan mereka, Jiang menghela nafas lega, Dao Dao menatap Jiang tanpa henti membuat Joang menjadi jengah.
" Dao Dao apa matamu ingin aku cungkil, berenti menatapku." kata Jiang Kesal saat mereka sudah kembali kedalam rumah.
" Aku tidak habis fikir, kau sangat keras kepala sekali, kaisar sendiri menjemputmu bearti ia sangat mengharapkan kau kembali." kata Dao Dao untuk kesekian kalinya menasehati Jiang.
" Berhenti mempengaruhiku Dao Dao,aku tetap teguh pada pendirianku, kau tidak tau apa yang kurasakan, dia menghinaku, merendahkanku bahkan mempermalukanku didepan umum, aku bahkan tidak memiliki harga diri dimata banyak orang,aku tidak memiliki wajah lagi untuk wibawaku dan dia seenaknya setelah dibuang lalu diambil jika ia menginginkannya, aku bukan barang yang sesuka hati jika tidak suka dibuang seperti sampah." berang Jiang marah, ia tidak bisa mengendalikan Emosinya lagi karena kesal, Jiang bahkan mengeluarkan air mata karena marah, ia lalu pergi meninggalkan mereka untuk menenangkan diri.
Dao Dao terdiam, Xuelan dan Zhao An menepuk bahu pelan Dao Dao,sebenarnya tidak ada yang salah dari kata-kata Dao Dao tetapi bagi Jiang itu nasehat yang tidak ingin dia dengar dan kemarahan Jiang dapat mereka maklumi. Jiang menangis dibawah pohon yang rimbun yang biasa ia berlatih tenaga dalam. Dao Dao, Xuelan Dan Zhao An mengejar Jiang dan memperhatikan Jiang dari Jauh.
mereka ikut bersedih dan Dao Dao merasa bersalah, mereka lalu mendekati Jiang." Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu menangis, maafkan aku Jiang." Kata Dao Dao merasa sangat bersalah.Jiang menoleh Ketiga temannya itu lalu menghapus air matanya, Jiang memeluk Dao Dao. Jiang juga merasa bersalah padanya karena seharusnya ia tidak marah-marah padanya.
" Aku juga minta maaf,aku seharusnya tidak marah padamu, kau tidak tau apapun, maafkan aku." Suara Jiang serak karena habis menagis.
__ADS_1
" Ah aku senang melihat kalian berbaikan, itu baru namanya teman." Kata Xuelan, Jiang melepaskan pelukannya dan tersenyum hangat pada tiga sahabatnya itu. Mereka bertiga kembali kegubuk.
Diistana Zhang Han pulang dengan keadaan sangat kesal tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa.Wei Chan, Lu Xiang, dan Lan Huan bahkan diusir dari kamarnya. Zhang Han merenung sambil memandangi pandangan diluar jendelanya.
" panggil Wei Chan, Lan Huan, dan selir Lu Xiang kemari." perintah Zhang pada pelayannya.tak lama ketiga orang itu datang.
" Yang mulia." ketiga orang itu serempak memberi hormat.
" Tinggalkan kami." kata Zhang Han kepada semua pelayan yang ada diruangan itu.semua pelayan itu segera bergegas meninggalkan ruangan.
" yang mulia, mohon fikirkan kembali keputusan anda, besok selir Ming Hui datang, apa yang aku katakan padanya jika yang mulia tidak ada ditempat." jawab Selir Lu Xiang khawatir.
" Keputusanku sudah bulat, selir Lu Xiang kau tidak perlu khawatir, selir Ming Hui akan berfikir dua kali jika ia ingin menyakitimu, kau menggantikanku sementara dan Lan Huan akan menemanimu jadi tidak akan ada yang menetangnya." Jawab Zhang Han karena ia sudah memperhitungkan segalanya.
__ADS_1
" Besok, matahari terbit aku sudah pergi meninggalkan istana." kata Zhang Han, Lu Xiang hanya bisa menerima titah dari kaisar itu,mereka mengerti." Jika terjadi sesuatu kalian tau apa yang harus dilakukan bukan?" lanjut Zhang Han, mereka mengangguk.
" sebelum matahari terbit, datang kemari, kalian boleh pergi." Zhang Han membubarkan mereka, mereka pergi kekediaman masing-masing.
sebelum pergi Lu Xiang bertanya kemana kaisar akan pergi, dan Zhang Han memberitahunya bahwa ia akan membawa kembali permaisuri apapun caranya bahkan jika ia harus merendahkan dirinya ia akan lakukan, Lu Xiang mengerti ia lalu meninggalkan kekediaman Zhang Han.
saat matahari terbit, seluruh istana gempar karena kaisar tiba-tiba menghilang tanpa memberitahu, Lu Xiang segera memasuki ruang rapat bersama Lan Huan begitu mendengar para mentri berkumpul untuk membicarakan kabar ini, kedatangan Lu Xiang membuat semua orang bingung.
Lan Huan lalu mengeluarkan selembar kain yang bertulisan dalam gulungan yang biasa kain itu hanya digunakan untuk hal penting." dekrit kekaisaran." teriak Lan Huan mengangkat tinggi kain itu yang kedua sisi digulung, semua yang ada diruangan itu berlutut saat mendengar teriakan Lan Huan.
" Aku Zhang Huan memberi perintah bahwa Selama aku pergi selir paling kukasihi Lu Xiang akan memerintah kerajaan untuk semetara." Ucap Lan Huan menggulung kembali kain itu, semua orang saling memandang,mereka berdiri kembali begitu dekrit kekaisaran selesai dibacakan.
" Selir Lu Xiang, kemana perginya yang mulia?" tanya seorang menteri yang sudah hampir sepuh.
__ADS_1
" Semuanya, yang mulia meninggalkan istana karena ada hal yang harus ia urus." Jawab Lu Xiang lalu meninggalkan ruang rapat bersmaa Lan Huan yang masih meninggalkan kebingungan pada semua orang. Zhang Han benar-benar mempersiapkan segalanya sebelum kepergiannya yang tidak pasti kapan kembali.