Berinkarnasi

Berinkarnasi
Ying Zheng dan pujaan hati


__ADS_3

Ying Zheng baru pulang setelah sekian lama dimedan tempur menekan para pemberontak yang membuat kekacauan, ia datang tanpa pemberitahuan dan juga tengah malam dimana banyak orang beristirahat jadi kedatangannya tidak disambut meriah, yang mengetahui kedatangannya hanyalah Yuwen Xue dan Ling Long.


" Yang mulia." Ling Long dan Yuwen Xue menyambut kedatangan Ying Zheng didepan kediaman Ying Zheng, Ying Zheng memang menyuruh mereka agar tidak menimbulkan keributan karena ia ingin segera beristirahat setelah perang yang panjang ini.


Telihat kelelahan diwajah Ying Zheng, tetapi tidak ada yang benar-benar dekat dengannya sekedar melepas lelahnya, ia sangat menjaga jarak pada selir-selirnya sehingga para selir segan untuk mendekatinya.


Saat memasuki kamar, ia melihat banyak gulungan laporan diatas meja kerjanya, ia menghela nafas karena perkerjaannya semakin menumpuk, ia meletakkan pedangnya, kemudian melepas baju Zirah perangnya, ia merasa gerah dan ingin mandi, Ling Long sudah mempersiapkan segalanya saat Ying Zheng mengatakan akan datang, tetapi ia tidak ingin membuat kehebohan. Yuwen Xue dan Ling Long menunggu diluar kamar Ying Zheng.


Ying Zheng melepaskan pakaiannya hingga telanjang dada dan menyisahkan celana tipis, saat akan menuju kolam, ia merasakan seseorang sedang bersembunyi tetapi ia tidak ingin membuat orang itu waspada jadi ia pura-pura tidak tau.


Begitu penyusup itu merasa aman, ia ingin keluar dari ruangan itu karena ia melihat Ying Zheng masuk, tetapi begitu ia berbalik badan, ia segera langsung menabrak sesuatu, sesuatu yang keras tetapi hangat, ia mendongak dan melihat bahwa yang ia tabrak adalah dada bidang Ying Zheng.


Matanya membulat sempurna karena terkejut karena yang ia tabrak adalah Ying Zheng, begitu penglihatannya jatuh pada dada bidang sempurna Ying Zheng, dan otot-ototnya terlihat kencang, bentuk pinggangnya yang ramping, ia menelan ludah, sekali lihat Ying Zheng tau siapa orang yang menyusup dikamar mandinya dengan berpakaian serba hitam dengan penutup wajah.


" Aku tidak tau kalau selir Fei suka mengintip orang mandi." Selir Fei terjolak kaget karena Ying Zheng mengenali dirinya, ia segera mundur dan menyembunyikan sesuatu ditangannya kebelakang punggungnya, jantungnya berpacu cepat, bentuk wajah yang sempurna tampan, benar-benar menbuat jantungnya olahraga dan keringat dingin segera membanjirinya.


" A-ku..a-k-u...." Selir Fei tergagap-gagap menjawab, ia sudah ketahuan dan tidak ada alasan untuk bisa ia katakan.


" Aku tersesat..." jawab selir Fei cepat, ia menggigit bibir bawahnya karena menggunakan alasan yang sangat bodoh, siapa yang akan percaya alasan seperti ini, prajurit baru pun pasti sudah mengetahui dimana kediaman kaisar, karena sudah terpampang jelas nama dan letaknya hanya satu diistana, kediaman Phoenix, yang artinya kediaman untuk kaisar.


" Oh...selir Fei juga bisa tersesat...?" Ying Zheng menyindir, ia bertingkah seakan ia sedang berfikir. " Tentu saja, aku juga manusia yang tidak akan mungkin selalu benar." jawab selir Fei sambil menyembunyikan malunya.


" Ah...biar aku hitung berapa kali aku mengundang selir Fei untuk datang?..." Ying Zheng tersenyum penuh makna membuat selir Fei menelan ludahnya. " Aku mengundang kau tidak mau datang, dan kau datang sendiri kemari karena tersesat.... lucu sekali." Ying Zheng tertawa, Selir Fei cemberut, terdengar bahwa Ying Zheng sedang menyindir dirinya dan dia tidak bisa berbuat apapun.

__ADS_1


" Kalau begitu, aku pergi dulu." Selir Fei lalu melewati Ying Zheng. " Tau jalan kembali kekediamanmu?" sindir Ying Zheng, Selir Fei berhenti. " Tentu saja, sekalipun dia tersesat jalan datang, tetapi ia tidak akan mungkin tidak tau jalan untuk kembali." Kata selir Fei.


Kediaman Ying Zheng sedikit sepi karena hanya pelayan khusus yang melayani Ying Zheng. " Sudah datang, kenapa Langsung pergi?" Goda Ying Zheng, selir Fei berhenti mendengar perkataannya dan Jantung Selir Fei langsung berolahraga kembali, Ying Zheng lalu mendekati Selir Fei yang berdiri membelakanginya. Secara tiba-tiba Ying Zheng langsung memeluk Selir Fei dari belakang hingga selir Fei terkejut,


" Kenapa buru-buru, kita masih memiliki banyak waktu?" bisik Ying Zheng ditelinga selir Fei, suaranya benar-benar sangat menggoda hingga bisa membangkitkan gairah seseorang.


Selir Fei menggenggam pakaiannya erat-erat untuk menahan diri agar tidak tergoda, ini adalah kesekian kalinya Ying Zheng menggoda dirinya, sejak Jiang dinyatakan hamil, Ying Zheng benar-benar berubah perilakunya, ia lebih mencintai orang disekitarnya seakan ia sudah melupakan Jiang, tetapi tentu saja ia masih tidak menyukai orang lain berbicara hal buruk tentang Jiang.


" Ada apa? "bisiknya lagi, Selir Fei sampai berkeringat dingin. " Apa kau tidak ingin mencicipi sedikit kenikmatan..." belum selesai Ying Zheng, selir Fei sudah berbalik badan, ia tidak mau mendengar kata lanjutan Ying Zheng, terlihat senyum sumringah diwajah Ying Zheng saat Selir Fei berbalik badan.


" Oh tidak... kenapa kau bisa lupa kalau dia sedang tidak berpakaian...kau hanya menambah beban..." batin Selir Fei saat ia memandang dada bidang Ying Zheng ia menelan ludah.


" Apa yang sedang kau fikirkan?" tanya Ying Zheng, Selir Fei begitu tersadar ia lalu mendongak memandang Ying Zheng, Ying Zheng memang sedikit tinggi darinya sehingga ia harus mendongak melihat wajah Ying Zheng.


" Baiklah kau boleh pergi, aku ingin mandi, karena kau tidak mau menggosokkan punggungku, suruh orang lain melakukannya saat kau keluar nanti." ucap Ying Zheng lalu berbalik badan.


Mendengar hal itu, hati Selir Fei terasa berat, Ying Zheng tau selir Fei adalah orang yang mudah cemburu, memangnya kenapa selir Fei selama ini selalu menolak Ying Zheng, itu karena ia cemburu pada Jiang, selir Fei adalah orang yang tidak mudah percaya hanya karena perkataan saja, ia lebih percaya pada bukti, jadi sekalipun banyak berita mengatakan bahwa banyak selir mengaku pernah tidur dengan Ying Zheng ia tidak akan pernah percaya selain berita tentang cinta Ying Zheng untuk Jiang karena berita itu adalah benar dan semua orang tau termasuk dirinya.


Selir Fei mengepalkan tangannya, ia akan sangat cemburu jika orang lain yang melakukannya, Ying Zheng tersenyum karena Selir Fei tidak bergeming, ia berfikir sepertinya umpan akan segera dimakan ikan.


" Satu...dua...ti" belum selesai Ying Zheng menghitung dalam hati, Selir Fei langsung mendekati dirinya.


" Aku memiliki waktu sekarang." Jawab Selir Fei cepat. " Kena..." batin Ying Zheng, ia tertawa besar dalam hati.

__ADS_1


Ying Zheng mengangguk, ia lalu menuju bak mandi, yang sudah diisi air hangat untuk dirinya mandi, didalam kolam sudah diberi harum bunga anggrek kesukaannya, tetapi kali ini harus anggrek agak berbeda, harumnya anggek ini menenangkan, sudah lama ia tidak mencium bau ini, ia tersenyum, sekarang ia mengerti mengapa Selir Fei ada disini, harum ini adalah harum kesukaannya waktu kecil, harum yang sudah lama hilang, dan selir Fei mengingatkan kembali harum ini, sepertinya selir Fei mengetahui kedatangannya malam ini, jadi ia datang kemari untuk membuat wewangian terapi yang dulu ia sukai.


Ying Zheng memasukkan dirinya kedalam bak berukuran yang bisa dimuati 5 orang itu, ia lalu menenggelamkan dirinya sebentar kemudian muncul kembali, ia kemudian berendam setengah dada ditepi bak, sedangkan Selir Fei duduk ditepi bak, dia kemudian mengambil penggosok badan dan mulai menggosok punggung Ying Zheng.


Ying Zheng memejamkan matanya sambil merentangkan badannya, membiarkan Selir Fei menggosok punggungnya, sebenarnya ia sangat penasaran dengan satu berita yang baru-baru ini didengar selir Fei, ia ingin menanyakan secara langsung pada Ying Zheng.


" Boleh aku bertanya?" Tanya selir Fei ragu.


" Katakan." jawab Ying Zheng santai, Selir Fei tampak ragu.


" Ah... lebih baik tidak usah kukatakan." jawab Selir Fei akhirnya, ia ragu karena mungkin berita itu benar dan dia akan kecewa kembali andaikan itu benar, tetapi ia juga penasaran jika ia belum mendengar dari mulut Ying Zheng, karena Ying Zheng bukan orang yang suka bertele-tele.


" Jangan suka membuat orang lain penasaran, jika memang ada yang ingin kau tanyakan? tanyakan saja." Ying Zheng membuka matanya sebentar kemudian tersenyum, lalu menutup matanya kembali menikmati mandinya.


" Ah... tidak...kau mungkin akan lupa diri lagi jika mendengarnya."


" Memangnya apa yang ingin kau tanyakan?" Selir Fei masih ragu, tetapi karena dorongan penasaran ia akhirnya menanyakannya.


" Aku mendengar berita bahwa anak yang dikandung selir Jiang itu sebenarnya adalah anakmu?" Ying Zheng langsung membuka matanya karena terkejut, ia langsung berbalik badan, memandang Selir Fei, terlihat keterkejutan yang besar dimatanya.


" Apakah berita itu benar?" tanya selir Fei menyakinkan, Ying Zheng bukannya menjawab pertanyaan Selir Fei, ia langsung berdiri dan keluar kolam.


" Ying Zheng, ada apa?" tanya Selir Fei, ia mengikuti Ying Zheng dibelakangnya, reaksi Ying Zheng diluar dugaannya, ia fikir jika benar akan mengangguk dan salah ia akan menyangkalnya, tetapi melihat reaksi Ying Zheng, hati selir Fei tidak tenang.

__ADS_1


__ADS_2