
Jiang sudah membagi tiga pasukan, Jiang memimpin pasukan bersama Zishu untuk menyerang kota raja membunuh mata-mata yang berkeliaran dikota raja, Jiang sudah mendapatkan informasi pasti tentang mereka dan malam ini mereka akan dibasmi.
Sebagian pasukan dipimpin oleh Bai Yunfei untuk menyerang perkemahan Xiaojiu, dan sebagian pasukan lagi menyerang perkemahan Hou Xian dipimpin oleh Xiolin, karena Jiang tidak meragukan beladiri wanita itu karena ia sudah melihat sendiri kekuatan gadis itu , mereka semua sudah memperhitungkan segalanya dan hanya malam ini kesempatan bagi mereka.
Jiang langsung memasuki kota raja secara senyam dan diam tanpa menimbulkan keributan, mereka menyerang secara serempak membunuh, walaupun awalnya menimbulkan keributan tetapi masih bisa dikendalikan karena penjaga malam sudah dilumpuhkan, Jiang membunuh hanya yang perlu dibunuh dan sudah memerintahkan mereka semua sesuai arahan.
Setelah merasa cukup, Jiang memberi kode untuk segera pergi karena semua sudah selesai, Jiang merasa senang karena semua sesuai rencana, mereka segera meninggalkan kota raja, begitu mereka sampai di pintu gerbang kota raja untuk keluar dari kota raja, tiba-tiba teriak dimana-mana, banyak orang berkeluaran dari rumah mereka, rumah-rumah dibakar, Jiang terkejut bukan main.
" Apa yang terjadi?" tanya Jiang pada seluruh pasukannya, ia nampak cemas dengan semua yang terjadi.
Pasukan Jiang juga tidak mengerti apa yang terjadi, mereka melaksanakan apa yang diperintahkan Jiang, para penduduk berlari menyelamatkan diri karena rumah mereka dibakar, mereka semua bantai secara bruntal oleh pasukan tidak dikenal.
" Ayo selamatkan mereka." teriak Jiang lalu memacu kudanya masuk kedalam kota raja lagi, diikuti semua pasukan, mereka semua terkejut melihat pemandangan yang kejam,mereka dibantai tanpa memandang bulu, rumah mereka dibakar, pasukan kerajaan sudah bergerak saat melihat api yang membumbung tinggi, mata Jiang berkaca-kaca melihat semua pemandangan itu, banyak dari mereka dibunuh.
" Siapa mereka?" Jiang melihat pasukan itu berpakaian seperti pasukannya, mereka terus membantai para penduduk. " Habisi mereka, bantu para penduduk." teriak Jiang, seluruh pasukan Jiang bergerak, Jiang tidak bisa membendung rasa marah melihat semua itu.
Jiang ikut menghabisi pasukan tak dikenal itu, ia terhenti saat melihat seorang anak kecil menangis didepan mayat orang tuanya, Jiang menangis menyaksikan semua itu, bukan hanya anak itu saja tetapi terdapat banyak anak yang lain seperti itu, ia tidak menyangka akan seperti sekarang, perasaan Jiang hancur menyaksikan semua itu.
" Siapa yang bertindak tidak manusiawi seperti ini?" Jiang bertanya pada dirinya sendiri, ia melihat sekelilingnya, lalu Zishu datang menemui Jiang.
" Nona Jiang, Kita harus pergi dari sini... yang mulia Zhang Han datang." ucap Zishu khawatir.
" Zishu.... apa yang terjadi? mereka..." Jiang menangis sambil menunjuk disekelilingnya.
__ADS_1
" Katakan padaku... apa yang terjadi..." teriak Jiang, ia menangis histeris, ia tidak mampu melihat pemandangan pembantaian kejam yang terjadi didepan matanya. " Mereka tidak bersalah...kenapa menjadi seperti ini?" ia menutup mulutnya tidak mampu melihat mereka dibantai , Ia dari masa depan dan ia seorang mafia, tidak asing baginya pemandangan seperti ini tetapi melihat mereka yang tidak berdaya menjadi korban membuatnya merasa bersalah yang amat besar dalam hatinya.
" Nona...sadarlah, kita harus segera pergi." Zishu turun dari kudanya, lalu menaikan Jiang secara paksa keatas kuda, Jiang menolak naik karena ia ingin membantu para penduduk.
" Nona.... kita harus segera pergi, kita tidak punya waktu lagi." Zishu berusaha menyadarkan Jiang yang terpaku melihat semua yang terjadi, ia terlalu sedih menyaksikan semua itu, Zishu lalu memukul pantat kuda Jiang begitu Jiang sudah naik di atasnya, Kuda itu berlari diikuti Zishu dan pasukannya, Jiang sempat menoleh kebelakang sebelum benar-benar pergi dari kota raja.
Zhang Han terkejut menyaksikan semua itu." Tangkap para penjahat itu." seru Zhang Han memerintahkan, Zhang Han melihat pasukan yang keluar dari kota raja, ia lalu mengejar pasukan itu bersama beberapa prajurit sedangkan sebagian pasukannya mengevaluasi penduduk.
Dengan cepat Zhang Han mengejar mereka, ia langsung menghadap mereka, Zhang Han sangat terkejut ketika melihat Jiang, matanya masih basah karena menangis, Zishu sudah sangat khawatir melihat Zhang Han menghadang mereka.
" Jiang." Ucap Zhang Han, ia tak dapat percaya bahwa Jiang yang berada didepannya. Jiang turun dari kudanya diikuti oleh Zishu.
" Nona... anda pergilah dulu, biar aku yang menghadapinya." kata Zishu pelan yang bisa didengar Jiang.
" Nona... keselamatan anda adalah yang utama, Jika anda mati maka tidak ada harapan untuk aku hidup, tugasku adalah melindungi anda, dan itu sudah menjadi janjiku pada pangeran." ucap Zishu menegaskan, ia lalu berdiri didepan Jiang bersiap menghadapi Zhang Han yang juga ikut turun dari kudanya.
" Kau melakukan semua ini? apa yang ingin kau capai hingga mengorbankan nyawa orang yang tidak bersalah? kau akan dihukum mati...apa kau tidak memikirkan itu? paling tidak, fikirkan orang yang menyayangiku sebelum melakukannya. " teriak Zhang Han, ia tidak dapat menahan kemarahan, kekesalan dan rindunya untuk Jiang, ia tidak dapat memungkiri bahwa ia sangat rindu tetapi mereka bertemu disaat seperti ini, dimana mereka berdiri bersebrangan.
" Aku tidak melakukannya, ada orang lain yang memanfaatkan keadaan." ucap Jiang, ia tidak sanggup untuk memandang mata Zhang Han, jadi ia hanya bisa mengalihkan pandangannya.
" Aku tau itu, tetapi bukti mengarah padamu...apa yang harus aku lakukan untuk menyelamatkan dirimu...apa yang harus aku lakukan..." Batin Zhang Han. Mata Zhang Han berkaca-kaca memandang Jiang.
" Aku harus membawamu kepengadilan untuk meminta penjelasan " ucap Zhang Han, ia lalu menarik pedangnya, Zishu bersiap menahan serangan Zhang Han, pasukan Zhang Han juga ikut menyerang, terjadi pertempuran kecil Jiang mundur saat Zishu dan Zhang Han bertukar serangan .
__ADS_1
Terlihat Zishu terdesak tetapi ia benar-benar tidak mau mengalah, Zishu bahkan sudah terluka karena sebatan pedang Zhang Han tetapi ia tidak mau mundur.
" Minggirlah " ucap Zhang Han lalu memukul Zishu hingga terlempar.
" Zishu..." teriak Jiang, Jiang tau ia tidak akan mampu menghadapi ilmu pedang Zhang Han yang mahir tetapi ia Zishu butuh bantuannya.
Saat Zhang Han ingin mencapai Jiang, Zishu menarik Zhang Han agar menjauhi Jiang, Zishu sudah kelelahan ditambah luka akibat pedang Zhang Han tetapi ia masih mampu berdiri walaupun terlihat kesulitan untuk berdiri, ia masih harus menghadapi Zhang Han yang sama sekali bukan lawannya.
" Dasar keras kepala." ucap Zhang Han kesal, ia lalu menyerang Zishu.
" Majulah... matipun aku tidak akan menyesal " tantang Zishu, ia sudah memuntahkan darah akibat pukulan Zhang Han tadi, Zhang Han maju lalu mengarahkan pedangnya, mereka bertukar serangan Zishu kalah telak.
Zishu masih mampu berdiri walaupun seluruh tubuhnya gemetar menahan sakit, Zhang Han kesal ia berniat membunuh Zishu, Saat pedang itu akan mencapai leher Zishu, Zishu menutup matanya seakan ia berfikir akan berakhir, tapi pedang itu berhenti karena Jiang sudah berdiri didepan Zishu.
Zhang Han menahan serangannya ketika Jiang menghadang, ia lalu menurunkan pedangnya karena Jiang melangkah maju pada ujung pedang untuk menusuk lehernya sendiri pada pedang Zhang Han.
" Apa yang kau lakukan?" teriak Zhang Han marah.
Jiang lalu menarik pisau kecilnya lalu mengarahkannya pada lehernya sendiri. " Biarkan aku bebas kali ini, aku lebih baik mati dan mayatku kau bawa pulang keistana daripada kau adili sekarang karena tugasku belum selesai." Jiang mengancam dengan nyawanya sendiri.
" Jiang... apa kau sudah gila?..." teriak Zhang Han marah, matanya berkaca-kaca memandang Jiang. " Kau mengancam aku dengan nyawamu sendiri? apa kau kehilangan akal?" Zhang Han sangat kesal melihat sikap Jiang.
Jiang mundur sedikit demi sedikit, Zishu mengikuti instruksi tangan Jiang yang memberi kode padanya, Jiang langsung menaiki kuda diikuti Zishu dan sedikit pasukannya yang tersisa, mereka langsung melarikan diri, Zhang Han melarang prajuritnya mengikuti mereka.
__ADS_1
Zhang Han memandang Jiang yang pergi begitu saja, ia meneteskan air mata melihat Jiang yang hilang dari pandangannya.