
Jiang dan Xuelan sudah berkeliling pasar mereka berhenti pada sebuah kedai minuman yang cukup ramai " Xuelan mari kita minum sebentar, aku sangat haus dan kita tidak pernah minum bersama." Ajak Jiang lalu menarik tangan Xuelan, ia hanya bisa mengikuti Jiang setelah membeli beberapa obat herbal yang diminta kakek Xian untuk mencarinya dipasar.
" Tuan, siapkan minuman terbaik kalian." teriak Jiang pada seorang pelayan, pelayan itu segera berlari menemui Jiang dengan membawa dua kendi minuman arak." Ini adalah yang terbaik diibukota ini nona." ucapnya melihat Jiang lalu melirik Xuelan, lalu pergi.
" Xuelan, kau dengar, ini adalah minuman terbaik." kata Jiang berbinar-binar, Xuelan menggelengkan kepalanya." Sejak kapan kau jado peminum seperti ini?" tanya Xuelan heran.
" Dari dulu." jawab Jiang menyengir lalu membuka tutup kendinya, Xuelan hanya Melihat apa yang dilkukan Jiang. Tiba-tiba dua orang prajurit masuk dan mengusir semua orang yang berada dikedai, Jiang yang baru meminum satu teguk araknya hanya memperhatikan Dua prajurit itu datang menghampiri mereka.
" Pergi dari sini, kami akan menyewa tempat ini, nona kami ingin beristirahat." usir prajurit itu, tapi Jiang tidak bergeming ia memilih melanjutkan meminum araknya, Xuelan melirik Jiang yang seperti tidak mendengarkan kata-kata prajurit itu.
" Jiang, lebih baik kita pergi dari sini, sepertinya ada orang penting yang akan menyewa kedai ini, dari pakaian mereka seperti prajurot kerajaan." kata Xuelan berbisik, Jiang menoleh Xuelan.
__ADS_1
" Lalu? kita dulu datang, suruh saja mereka mencari tempat lain, seperti tidak ada tempat lain saja mengapa harus disini, Kalau ingin istirahat, istirahat saja."jawab Jiang sedikit kesal, Xuelan menghela nafas.
" Jiang, kita menghindari masalah." kedua prajurit itu tidak mendengar percakapan Jiang Dan Xuelan karena berbisik.
"Hei, apa kalian berdua tuli." bentak salah seorang prajurit itu, Jiang menatap tajam prajurit yang membentak mereka, lalu melambaikan tangannya tanda ia tidak ingin diganggu. Pemilik kedai tidak bisa berbuat apa-apa karena ia tau siapa yang akan menginap, tapi ia tidak enak hati mengusir pelanggan yang minum, sehingga ia hanya bisa meminta maaf saat pelanggannya pergi satu persatu.
Diluar kedai itu, seorang wanita didalam keretts yang mewah kesal karena prajurit itu lama sekali mengusir semua orang yang ada dalam kedai itu." mengapa mereka lama sekali." kata wanita itu marah dari dalam kereta. seorang pelayan lalu mendekat kekereta itu.
Kedua prajurit itu tertawa mengejek saat pelayan itu pergi, lalu membanting guci minuman dan semua barang yang ada diatas meja Jiang, membuat Jiang dan Xuelan terkejut.
" Beraninya kalian." teriak Jiang marah, ia lalu mengepalkan tangannya, Xuelan bergelidik ngeri melihat kemarahan Jiang,dulu ia tidak memiliki tenaga dalam saja cukup kuat apalagi sekarang ia memiliki tenaga dalam, Xuelan menyentuh pundak Jiang memberi kode agar jangan terbawa emosi karena mereka tidak tau siapa yang berada diluar kedai itu hingga membuat pemilik kedai juga tidak bisa mengatakan apa-apa
__ADS_1
" Ada apa, kau ingin memukul kami." ejek prajurit itu tertawa terbahak-bahak, Jiang langsung menendang kedua prajurit itu hingga terlempar kebelakang, ia lalu mendekati mereka lagi dan mulai menghajar mereka, kedua prajurit itu bahkan tidak berkutik ketika Jiang menghajar mereka. Jiang menedang kedua prajurit itu hingga terseret sampai depan pintu kedai membuat banyak pengawal dan pelayan wanita yang ada dikereta itu terkejut.
wanita yang berada dikereta itu menjadi marah melihat kedua prajurit itu dihajar, itu sama saja tidak menghormati dirinya, ia lalu turun dari kereta, saat melihat orang yang menghajar prajurit itu, ia mengerutkan keningnya, lalu melangkah masuk kedalam kedai, jantung pemilik kedai berdegug kencang melihat wanita itu masuk,ia sampai menundukan kepala karena takut.
Wanita itu berdiri dihadapan Jiang, Xuelan terkejut melihatnya karena ia mengenali siapa yang sedang berdiri dihadapan Jiang, Xuelan segera mendekati Jiang." Hormat selir Ming Hui." Xuelan memberi hormat, Jiang menaikan alisnya melihat sikap Xuelan.
Jiang tidak mengenal wanita yang berada dihadapannya karena ia belum pernah bertemu, tap ia tidak perduli dan lagipula gelarnya hanya selir jadi tidak ada yang perlu dihormati berlebihan, Jiang berniat ingin memesan minum lagi setelah gucinya dihancurkan dan tidak ingin memperdulikan wanita dihadapannya ini.
" Ternyata rumor tentang permaisuri Jiang Huan, uup maaf salah, mantan permaisuri Jiang Huan yang kehilangan ingatannya memang benar adanya, hingga ia tidak menundukan kepala saat melihat diriku." Dari suaranya terdengar ia sedang menahan emosinya, Jiang Yang membalikan badan membelakangi Ming Hui dan berniat mencari tempat duduk berhenti mendengar perkataan Ming Hui bahwa ia harus menundukan kepalanya.
Jiang memutar badan lagi menghadap Ming Hui." seharusnya kaulah yang menunduk dan memberi hormat padaku, karena kau hanya seorang selir." jawab Jiang menekan kata selir untuk menyindir, Ming Hui menjadi geram dan mukanya sudah merah padam menahan amarah.
__ADS_1