Berinkarnasi

Berinkarnasi
Malam Pertama


__ADS_3

Zhang Han tidak mengatakan apapun saat Jiang bertanya, Jiang ingin memasakan air untuk Zhang Han tapi diluar masih hujan deras jadi Jiang mencoba melepas pakaian Zhang Han, Zhang Han menahan tangan Jiang.


" Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Zhang Han sendu.


" Untuk melepas pakaianmu, Kau sangat kedinginan, kau akan sakit jika tidak berganti pakaian, aku juga tidak bisa menyiapkan air panas untukmu karena hujan masih deras." Jawab Jiang, Zhang Han membiarkan Jiang melepaskan pakaiannya satu persatu.


" Apa yang terjadi padamu hingga kau basah kuyub seperti ini, Hah..." Jiang terkejut ia langsung memutar tubuhnya saat Zhang Han sudah bertelanjang dada. Zhang Han tersenyum nakal melihat Jiang.


" Kenapa memutar badan, ayo lanjutkan." goda Zhang Han.


" Kurasa lebih baik kau melepas pakaianmu sendiri saja." Jawab Jiang, ia sudah merona karena malu melihat tubuh Zhang Han.


" Dimana keberanian yang kulihat tadi saat mencoba melepas pakaianku, ayo lanjutkan tapi setelah itu kau harus bertanggung jawab apa yang terjadi setelahnya." Zhang Han tersenyum, Jiang yang mendengarnya semakin malu.


" Kau lakukan sendiri saja." Jawab Jiang, ia langsung ketempat tidur lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut." kau bodoh sekali,tidak berfikir panjang." gumannya sendiri.


Zhang Han tersenyum puas, ia berganti pakaian sendiri, setelah selesai berganti rasa dinginnya belum hilang jadi ia langsung naik ke tempat tidur tanpa aba-aba ia langsung memeluk Jiang dari belakang. Jiang terkejut, ia berteriak dan langsung membuka selimut yang menutupi dirinya tadi.


" Apa kau perlu bereaksi seperti itu hanya karena kupeluk, aku sangat kedinginan, aku butuh kehangatan." kata Zhang Han memasang ekspresi memelas, Jiang menelan ludah mendengar perkataan Zhang Han.


" Tidak, aku kira hantu tadi." Jawab Jiang menetralkan nafasnya karena jantungnya terus berdebar.


" Mana ada hantu setampan diriku, Ayo kemari."


Jiang kembali berbaring disebelah Zhang Han, Zhang Han langsung memeluk dirinya membuat Jiang hanya pasrah.

__ADS_1


" Apa Bai Yunfei lebih baik daripada diriku?" tanya Zhang Han yang memejamkan matanya tapi ia belum tidur, Jiang langsung memutar tubuhnya menghadap Zhang Han sehingga wajah mereka berhadapan dan jaraknya sangat dekat tinggal beberapa centi saja.


" Apa kau sedang cemburu?" Zhang Han membuka matanya langsung menatap mata indah Jiang.


" Aku tidak sedang cemburu, aku bisa saja membunuh Bai Yunfei atau memotong tangannya tapi tidak aku lakukan karena kau akan bersedih nanti, sebagai seorang pria sejati, bagaimana ia bisa membuat wanitaku bersedih."


" Benarkah?" Jiang tertawa geli mendengarnya.


" Tentu saja." jawabnya, Jiang menatap mata Zhang Han, lalu mengelus wajah Zhang Han.


" Ada sesuatu yang ingin aku ketahui dari Bai Yunfei, tidak ada niatan lain, Jangan pernah berfikir yang tidak-tidak tentang diriku, kau harus percaya bahwa semua yang kulakukan demi kebaikanmu." Jiang menatap mata Zhang Han, Zhang Han ikut memandang mata Jiang.


Zhang Han langsung menindih tubuh Jiang, ia menatap wajah Jiang sebentar lalu mulai ******* bibir Jiang." Aku mencintaimu." gumannya pada Jiang, lalu Zhang Han Kembali mencium bibir Jiang, Jiang memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan Zhang Han, dan Zhang Han mulai melepaskan pakaian Jiang satu persatu, Jiang tidak menahan apa yang dilakukan Zhang Han.


Menjelang pagi, Zhang Han terbangun tapi ia tidak melihat Jiang disampingnya, ia lalu memakai pakaiannya dan bergegas keluar untuk mencari Jiang, saat ia ingin keluar tenda, Jiang masuk dengan membawa kue ditanganya.


" Apa yang kau bawa?"


" ini, cobalah." Jiang menyodorkan kue itu pada Zhang Han untuk ia cicipi. Zhang Han mencoba kue yang dibawa Jiang.


" Lezat." komentar Zhang Han.


" ini namanya kue bulan, menurut tradisi keluarga, kue bulan dibuat setelah melakukan malam pertama." jawab Jiang, lalu ikut mencoba kue itu.


" Ini akan menjadi kue kesukaanku." jawab Zhang Han, Jiang tersenyum mendengar perkataan Zhang Han.

__ADS_1


" Aku akan membagikan kue ini untuk Zhao An, Dao-Dao dan Xuelan, Oh ya aku akan pergi mengantar Xuelan juga." kata Jiang lalu mengambil beberapa kue untuk Zhang Han lalu meletakannya diatas piring.


" Apa kau berniat memberitahukan semua orang kalau kita sudah melakukannya tadi malam." goda Zhang Han. Jiang tersipu malu mendengarnya.


" Hentikan... dasar." Jiang terlalu malu, ia lalu meninggalkan Zhang Han yang tertawa geli melihat ekspresi malu Jiang.


Jiang mencari tenda Xuelan, dan benar dugaannya, Dao-Dao dan Zhao An pasti akan ada bersama Xuelan, mereka senang melihat kedatangan Jiang.


" Aku membawa kue untuk kalian, cobalah." Jiang tersenyum ceria melihat mereka memakan kue itu, Jiang mengambil posisi duduk ikut melingkar.


" Sepertinya ada yang berbeda denganmu hari ini, Jiang?" tanya Xuelan melihat ekspresi bahagia Jiang.


" Apa?" tanya Jiang.


" Kau tampak bahagia sekali hari ini, apakah ada yang spesial?" tanya Xuelan penasaran.


" Tidak ada yang spesial." jawab Jiang cepat.


" Ini pertama kalinya kau membuat kue, pasti ada sesuatu." kata Dao-Dao menambahkan.


" Tidak ada." jawab Jiang menyakinkan mereka, Jiang membuat kue itu dari ingatannya bahwa kue bulan adalah kue untuk pengantin yang sudah melakukan malam pertama, itu dari tradisi keluarganya yang diturunkan ibunya untuk Jiang, jadi ia mencoba membuatnya.


" Bagaimana rasanya, tidak buruk bukan?" tanya Jiang pada mereka.


" lezat, walaupun tidak selezat buatan Dao-Dao." komentar Zhao An yang masih mengunyah Kue, Jiang tersenyum.

__ADS_1


" Sebentar lagi kita akan berangkat keperkemahan Yan Utara, Jiang." kata Dao-Dao, Jiang mengangguk. setelah mengobrol sebentar, mereka berangkat, sebelum itu Mereka bertemu Zhang Han untuk berpamitan, Mereka hanya bertiga mengantarkan Xuelan.


__ADS_2