
Zhang Han mencari Jiang pergi meninggalkannya begitu saja, saat ia melihat Jiang duduk sendirian dihalaman kursi bambu, ia mendekati Jiang.
" Maaf." gumam Zhang Han, Jiang menoleh padanya lalu membuang muka.
" Jiang Huan, aku benar-benar minta maaf, saat itu rasanya aku sangat tidak senang melihat dirimu dalam gendongan Bai Yunfei, aku... aku minta maaf, aku tidak tau kau saat itu terluka." Zhang Han menghela nafas.
Jiang tidak mengatakan apapun, Zhang Han menghela nafas lagi melihat Jiang diam seperti ini." Aku tau aku salah, maukah kau memaafkanku? aku berjanji dimasa depan hal ini tidak akan terjadi lagi." kata Zhang Han yakin.
Jiang tetap diam tidak mengatakan apa-apa," Mari ku tunjukan sesuatu."ajak Zhang Han lalu menarik tangan Jiang, Jiang hanya mengikuti Zhang Han yang menariknya.
mereka sampai kesebuah pasar yang ramai, Jiang belum pernah ketempat ini, disini barang yang dijual berbeda. Barang yang dijual sangat mahal dan sepertinya hanya orang- orang tertentu yang bisa masuk ketempat ini dan tempatnya juga tersembunyi. letaknya diujung sungai yang hanya bisa dicapai menggunakan satu perahu yang disediakan karena aliran sungai itu sangat berbahaya karena dihuni ikan pemakan daging.
__ADS_1
" Bagaimana yang mulia tau tempat seperti ini.?" Jiang heran karena Dao Dao tidak pernah menyebutkan tempat seperti ini.
" Tempat ini adalah tempat yang sering kukunjungi saat keluar istana, tempat ini tidak bisa didatangi sembarangan orang kecuali ia memiliki seseorang kenalan disini, disini baik raja atau siapapun tidak dibedakan, siapa yang mempunyai uang yang akan berkuasa. pasar ini hanya biasa karena inti dari pasar ini ada didepan." tunjuk Zhang Han didepan mereka karena terdapat segerombolan orang didepan dan seorang pria separuh baya berdiri ditengah panggung.
Jiang Dan Zhang Han berdiri paling belakang sambil mendengarkan apa yang pria baya itu tawarkan diatas panggung.Sebuah belati indah dengan corak belati yang berbeda dan saat ditarik dari sarungnya, silauan cahaya menutup mata membuat semua orang terpana." Ini bernama belati Maut, belati ini dibuat memerlukan waktu yang hampir 20 tahun untuk bisa membuatnya, ketajaman belati ini bisa mengiris besi sekalipun." Lalu pria itu menebas sebatang besi yang dibawa pelayannya.
Semua orang terpana, " Luar biasa tajam." gumam Jiang berbinar-binar melihat ketajaman belati itu." untuk bisa berpartisipasi kau harus memiliki ini." Zhang Han mengeluarkan liontin giok berwarna Hjiau berukir Naga seperti miliknya tapi yang membedakan adalah Liontin milik Jiang lebih istimewa karena ukiran naga Jiang berwarna emas.
" Seperti ini." Jiang mengeluarkan liontin gioknya yang selalu dibawanya kemana-mana, Zhang Han terkejut melihat liontin milik Jiang." Bagaimana kau bisa memiliki liontin ini? Liontin ini hanya bisa dimiliki oleh seseorang yang memiliki saham ditempat ini." Zhang Han semakin heran bagaimana Jiang memilkinya karena setaunya Jiang tidak pernah keluar dari istana dan memilki saham disini sangat sulit bahkan Zhang Han pernah mencoba memilki saham tapi tidak berhasil walaupun ia seorang raja sekalipun.
" Jiang, kau baik-baik saja?" Zhang Han menyentuh bahu Jiang ynag terlihat kesakitan sambil memegang kepalanya. Secara samar seorang gadis bertudung hitam muncul dikepalanya dan ia sangat dihormati entah mengapa ia merasa sangat akrab dengan tempat ini dan Gadis betudung itu serasa adalah dirinya. perlahan sakit kepalanya berkurang dan bayangan samar yang muncul dikepalanya juga sudah hilang.
__ADS_1
" Tempat apa ini?" gumam Jiang menatap Panggung itu dan sekelilingnya." kau baik-baik saja?" Zhang Han mengulang Perkataannya melihat Jiang yang masih sedikit kesakitan.
" Aku baik-baik saja?" jawab Jiang dan sakit kepalanya sudah hilang.
" Ini disebut pasar keheningan karena selain suara dan tempat yang rahasia, selama kita berada dalam lingkup pasar ini, suara orang yang ramai sekalipun berteriak tidak akan sampai kedengaran diluar dari perbatasan pasar ini." Zhang Han menjelaskan.
" Pasar keheningan? Mungkinkah ingatan yang kulihat tadi benar-benar diriku dan aku memiliki hubungan dengan tempat ini dan ruang keheningan yang kucari ada ditempat ini?" batin Jiang, matanya membulat memandang pria separuh baya yang dipanggung itu, pria itu sempat menoleh kearah Jiang dan ia tersenyum hangat padanya.
" Siapa Pria yang berdiri dipanggung itu!"
" Ada apa? dia bernama Chu Chiang, manajer tempat ini, ia yang bertanggung jawab menjual barang yang dibutuhkan orang yang datang kepasar ini."
__ADS_1
Jiang menerobos kedepan, membuat orang yang ia tabrak untuk dilalui olehnya meniadi kesal dan Zhang Han juga terkejut melihat sikap Jiang, Jiang langsung naik kepanggung. Pria paruh baya itu memberi hormat pada Jiang dan tetap bersikap tenang, membuat semua orang terkejut karena siapapun yang naik panggung tanpa dipersilahkan hal hasil akan ditendang oleh para penjaga yang berjaga disekitar panggung tapi Jiang Bahkan diberi hormat oleh Chu Chiang yang terkenal tidak kenal ampun.
" Lama tidak bertemu nona Jiang." Chu Chiang tersenyum.