Berinkarnasi

Berinkarnasi
Bernostalgia


__ADS_3

Zhang Han kembali kekediamannya, ia sangat kesal sekarang, Wei Chan dan Lan Huan terbengong melihat Zhang Han hanya melewati mereka berdua dengan ekspresi kesal. " Siapa lagi yang membuat yang mulia bersikap seperti ini?" tanya Lan Huan.


" Memangnya siapa lagi kalau bukan selir Jiang?" jawab Wei Chan, mereka lalu mengikuti Zhang Han dari belakang. Zhang Han masuk kedalam ruang kerjanya, Wei Chan dan Lan Huan berdiri disamping Zhang Han.


" Kenapa kalian berdiri disini? pergi sana." ucap Zhang Han kesal. Wei Chan dan Lan Huan saling menoleh.


" Yang mulia, apa terjadi sesuatu?" tanya Wei Chan penasaran.


" Apa yang mulia bertengkar lagi?" tanya Lan Huan, Zhang Han langsung menoleh pada Lan Huan, Lan Huan menelan ludah saat dilihat Zhang Han. Zhang Han lalu menarik nafas.


" Terjadi sesuatu." jawab Zhang Han, Wei Chan dan Lan Huan saling menoleh lagi, mereka tidak mengerti.


" Jiang mengetahui soal kakeknya." lanjut Zhang Han, Wei Chan dan Lan Huan terkejut .


" Bagaimana mungkin? apakah ayahnya menceritakan pada selir Jiang?" tebak Lan Huan.


" Atau mungkin selir Lu Xiang?" tebak Wei Chan. Zhang Han menggeleng kepala.


" Aku rasa bukan mereka berdua, ayahnya berjanji bahwa sampai matipun ia tidak akan menceritakan apapun pada Jiang, dan Lu Xiang, jika ia mengetahui tentang hal itu mengapa baru sekarang ia memberitahukan pada Jiang, mengapa tidak dari dulu." jawab Zhang Han, memang masalah itu hanya Zhang Han, Wei Chan, Lan Huan dan Jiang An saja tau soal masa lalu itu.


" Sepertinya Jiang hanya mendengar setengah kebenaran sehingga ia bersikap seperti tadi, ahhhh ini benar-benar membuatku gila." Zhang Han menghela nafas berat.


" Kalau begitu kita harus menjelaskan pada selir Jiang yang sesungguhnya terjadi adalah kakeknya sendiri yang mengorbankan diri, dengan begitu anda dan selir Jiang tidak akan terjadi salah paham." ucap Wei Chan.


" Tidak." jawab Zhang Han cepat. " Untuk sekarang jangan dulu, saat waktunya sudah tepat aku akan menceritakan semua yang terjadi tanpa kebohongan sedikitpun padanya segalanya, setelah aku meringkus mereka semua maka aku bisa hidup bahagia bersama Jiang tanpa bayang-bayang dari masa lalu." jawab Zhang Han. Wei Chan dan Lan Huan tidak berani membantah jika Zhang Han sudah mengambil keputusan.

__ADS_1


Lu Xiang selesai berganti pakaian, saat ia ingin menuju peranduan,dia orang masuk lewat jendela, Lu Xiang melihat mereka yang tak lain adalah Zhang Luhan dan Zhang Ruyue.


" Lu Xiang." panggil Zhang Luhan dan berjalan kearah Lu Xiang, Lu Xiang tanpa aba-aba langsung menampar Zhang Luhan, Ruyue terkejut melihat Lu Xiang menampar Zhang Luhan.


" Bodoh." teriak Lu Xiang marah. Ruyue dikuasi amarah. " Apa yang kau lakukan." teriak Ruyue marah. Lu Xiang menoleh pada Ruyue.


" Aku memukulnya karena kebodohan yang sudah kalian lakukan." jawab Lu Xiang, Luhan mengelus wajahnya yang merah karena pukulan Lu Xiang.


" Aku heran mengapa kau masih belum bergerak membunuh Zhang Han, apalagi yang kita tunggu? Jiang Feng sudah tewas jadi kita bisa menggunakan benteng selatan untuk menjadi markas kita." Zhang Luhan menahan marah pada Lu Xiang karena tamparan tadi.


" Apa kau tau? kita membunuh Jiang Feng karena ia sudah menghacurkan setengah pasukan yang kita bangun, dan kau berfikir dengan membunuh Jiang Feng membuat pasukan Zhang Han melemah? kau simpan dimana otakmu saat kau mengirim wanita penggoda itu untuk merayu Zhang Han." teriak Lu Xiang marah.


" Kenapa kau harus semarah itu, Kami berfikir yang menurut kami benar." kata Ruyue,


" Apa kau tidak mengenal seperti apa kakakmu? kalau ia tergila-gila pada wanita cantik kita tidak akan menunggu selama ini untuk bisa membunuh Zhang Han, kita tidak perlu menghabiskan banyak usaha untuk mengumpulkan banyak pasukan." jawab Lu Xiang kesal.


" Kau pikir wanita diharem kerajaan Qing tidak cantik? kalau Zhang Han menyukai wanita cantik sudah dari dulu ia memiliki keturunan dari banyak wanita... aku mungkin mengetahui seperti apa karakternya tapi sulit menebak apa yang ada dikepalanya, jangan pernah mudah tertipu dengan tindakan yang ia lakukan, Zhang Han bukanlah orang yang bertindak tanpa berfikir, ia pasti sudah memikirkan sebab dan akibat yang ia putuskan."


" Jadi apa rencanamu?" tanya Ruyue,


" Aku tidak tau apa yang sedang difikirkan Zhang Han, tetapi yang pasti wanita penggoda itu akan dihukum besok, Zhang Han bukanlah orang yang suka menunggu lama untuk menghukum penjahat, bersiaplah dengan hal yang terjadi besok." jawab Lu Xiang.


" Jangan pernah melakukan sesuatu yang membahayakan rencana yang sudah kita bangun, kalau tidak aku sendiri yang akan menghabisi kalian." kata Lu Xiang, Zhang Luhan dan Ruyue mengangguk lalu mereka pergi dari sana. Lu Xiang menarik nafas berat.


" Zhang Han, pria yang sulit ditebak pemikirannya, kadang ia bertingkat bodoh seperti tidak mengetahui apapun, aku penasaran apa yang ia lakukan saat keluar istana untuk alasan menjemput Jiang? aku khawatir ia sudah mencium rencana kita." kata Lu Xiang, lalu seorang wanita tak lain adalah Bai Qian keluar dari persembunyiannya, ia sudah dari tadi disana sebelum Zhang Luhan dan Ruyue datang.

__ADS_1


" Entahlah, tidak ada yang bisa menebak apa yang ia fikirkan, tetapi selama Jiang menjadi kelemahannya, kita masih berada diatas angin." jawab Bai Qian.


" Tapi aku khawatir jika Zhang Han hanya berpura-pura tidak tau dan menunggu kita bergerak."


" Jangan mengkhawatirkan hal yang belum tentu terjadi Lu Xiang, lebih baik kita menyusun strategi untuk membuat benteng selatan sebagai jalur untuk membawa masuk pasukan kita nanti."


" Aku mengerti." jawab Lu Xiang, Bai Qian lalu pergi dari sana.


Lu Xiang keluar kediamanannya, ia menuju keatas benteng istana untuk melihat langit malam, entah mengapa ia ingin melihat bintang malam ini. Saat ia berbaring seseorang datang mendekat padanya membuatnya waspada. Saat ia melihat siapa yang datang ia tersenyum hangat.


" Yang mulia." sapa Lu Xiang, Zhang Han lalu duduk disamping Lu Xiang.


" Apa yang kau lakukan ditengah malam disini?" tanya Zhang Han.


" Aku hanya ingin menikmati bintang saja, sudah lama aku tidak kesini." jawabnya.


" Aku ingat, dulu pertama kali kau datang keistana ini, tempat yang sering kau kunjungi adalah disini." Zhang Han tertawa kecil, Lu Xiang menoleh pada Zhang Han saat tertawa, Lu Xiang tersenyum saat melihat Zhang Han tertawa.


" Apakah ada yang lucu yang mulia sehingga kau tertawa seperti itu?"


" Tentu saja, saat pertama datang sinar matamu penuh dengan percaya diri dan keteguhan hati yang kuat seperti karang yang kokoh, kau tidak mudah goyah karena perkaataan orang lain, tapi hari ini aku melihat keraguan dimatamu." kata Zhang Han, Lu Xiang terheran dengan perkaataan Zhang Han. ia lalu tersenyum kemudian mengalihkan pandangannya kedepan.


" Benarkah? waktu bisa mengubah seseorang begitu juga dengan diriku, bahkan aku sudah lupa seperti apa diriku yang dulu." jawabnya, ia mengenal kejadian dulu saat ia masih bahagia bersama orang yang ia sayangi.


" Kau bukan lupa tetapi kau tidak ingin kembali menjadi dirimu yang dulu." Zhang Han seolah mengetahui apa yang difikirkan Lu Xiang, ia lalu menyentuh pundak Lu Xiang, ia lalu pergi meninggalkan Lu Xiang yang larut dalam lamunannya.

__ADS_1


" Waktu memang sudah merubah diriku hingga aku melupakan siapa diriku, tetapi waktu tidak bisa merubah tujuanku." Batin Lu Xiang, Ia hanya memandang Zhang Han yang pergi.


__ADS_2