
Lu Xiang menemui Zhang Han saat mendengar kabar kedatangan Selir Ming Hui, kini mereka berempat berkumpul diruang laporan di kekediaman Kaisar.
" Mengapa selir Ming Hui tiba-tiba kembali keistana?" tanya Lu Xiang, mereka bertiga menggelengkan kepala.
Lu Xiang teringat kejadian 3 tahun lalu dimana Selir Ming Hui adalah selir paling berkuasa karena keluarganya adalah keluarga paling berpengaruh dalam kerajaan, bahkan saat pemilihan permaisuri dahulu terjadi bentrok sebagian menteri mendukung Jiang Huan dan Sebagian mendukung Ming Hui, kalau bukan karena janji dan juga saksi saat raja terdahulu menyatakan permaisuri masa depan mungkin Jiang tidak akan pernah menyandang nama permaisuri.
Kekuasaan selir Ming Hui hampir melebihi kekuasaan Permaisuri, ia tidak takut berdebat atau menentang keputusan kaisar, sifatnya yang ambisius, dan suka menyiksa jika ia tidak menyukainya membuat banyak pelayan sengsara jika dibawah perintahnya, bahkan Selir Lu Xiang sering terkena masalah jika berhadapan dengannya dan istana akan selalu ada masalah setiap harinya.
Zhang Han menikahi Ming Hui karena pengaruh keluarganya dan kekayaan yang dimiliki oleh Keluarga Ming, Ming Hiu yang hidup serba keinginan dipenuhi membuat dia menjadi sombong dan Zhang Han tidak bisa menceraikannya karena ia membutuhkan bantuan kekayaan yang dimiliki oleh keluarga Ming untuk kas negara.
3 tahun lalu Ming Hui meninggalkan istana karena ibunya yang paling ia kasihi menderita sakit keras, sekarang ibunya sudah tiada 6 bulan lalu tapi ia belum ingin kembali tapi sekarang ia tiba-tiba ingin kembali membuat seluruh istana gempar karena tiga tahun terakhir ini mereka hidup dalam damai.
__ADS_1
" Aku rasa berhubungan dengan permaisuri, ia belum menyerah untuk mendapatkan posisi menjadi permaisuri, apalagi gelar Jiang Huan sudah di cabut membuatnya memiliki kesempatan menjadi permaisuri." Jawab Zhang Han, mereka menghela nafas karena yang dikatakan Zhang Han sangat benar.
" Tapi dari mana ia mengetahuinya, bukankan kota Louyang cukup jauh dari dari ibukota dan butuh waktu 1 pekan jika kabar itu sampai ke ke sana, dan seharusnya kita masih memiliki waktu menemukan permaisuri Jiang Huan dan mengembalikan gelarnya sebelum Selir Ming Hui datang keistana." kata Selir Lu Xiang.
" Kecuali ada seseorang yang menyampaikan kabar itu padanya, tapi siapa?" gumam Zhang Han, mereka mengangguk nganguk kepala sambil memikirkan siapa dalang dari semua kejadian ini.
Jiang Huan kembali ke gubuk kakek Xian saat matahari terbenam setelah ia bertemu dengan Xuelan dan Zhao An. Jiang teringat cerita Xuelan bahwa dia mendengar kabar kedatangan selir paling berkuasa bernama Ming Hui membuat Jiang sangat penasaran seperti apa orangnya.
tanpa Orang lain sadari seseorang dari kegelapan malam bersembunyi tidak jauh dari gubuk kakek Xian mengawasi apa yang terjadi lalu ia meninggalkan gubuk itu setelah melihat apa yang ia inginkan. Orang itu setelah mengawasi gubuk Jiang ia pergu menuju istana menemui seseorang tak lain adalah Wei Chan.
" Bagus, besok pagi bawa pasukan dan tandu untuk membawa pulang permaisuri Jiang Huan." titah Zhang Han setelah mendengar laporan dari Wei Chan.
__ADS_1
Jiang yang baru bangun tidur menguap didiepan pintu terkejut, dia bahkan lupa menutup mulutnya karena terkejut melihat para prajurit sudah memberi hormat padanya dan kakek Xian biasa saja mengerjakan kegiatannya dipagi hari yaitu merebus herbal. Pasukan prajurit itu dipimpin langsung oleh Wei Chan.
" Oh kau sudah bangun cucuku, mereka mengatakan datang untuk menjemputmu." jelas Kakek Xian, Jiang menatap Kakek Xian tanda tanya karena kakek Xian bias saja seolah ia sudah lama mengetahui identitasnya.
" Sejak kapan kakek mengetahui identitasku?" tanya Jiang heran.Kakek Xian lalu semua yang selama ini ketahui, dan sejak awal kakek Xian curiga Sampai kecurigaan itu terbukti dengan ia melihat gambar Jiang,kakek Xian ceritakan dengan jujur.
" Maafkan aku kek, aku merahasiakan semuanya pada kakek, seharusnya aku mengatakan yang sebenarnya tapi." Jiang tidak bisa menyelesaikan kalimatnya, ia merasa bersalah pada kakek Xian.
" Kakek tau kamu punya alasan, dan kakek memakluminya, Sekarang kau sudah dijemput , pulanglah." ucap kakek Xian.
Jiang seolah tidak perduli dengan pasukan yang ada didepannya yang masih berlutut memberi hormat." pulang? kapan aku mengatakan aku ingin pulang, kakek aku akan menemani kakek sampai tua."jawab Jiang.
__ADS_1
" memangnya mau sampai setua mana lagi, kakek ini sudah tua." jawab Kakek Xian, Jiang terkekekeh geli. Jiang lalu berdiri didepan Wei Chan.
" Katakan pada Yang mulia Zhang Han bahwa aku tidak akan pernah ingin kembali lagi keistana." kata Jiang tegas, semua prajurit terkejut, mereka saling menoleh satu sama lain, Wei Chan bahkan sempat menoleh wajah Jiang sesaat lalu menundukan kepalanya Kembali karena terkejut.