Berinkarnasi

Berinkarnasi
Kematian ibu suri


__ADS_3

Setelah beberapa hari Zhang Han sangat resah bahwa ia belum mendapat kabar apapun tentang keberadaan Jiang dari semua telik sandi yang ia kerahkan. Tiba-tiba Lan Huan berlari tergesa-gesa menemui Zhang Han.


" Yang mulia... kabar buruk." ucap Lan Huan cemas.


" Ada apa?" tanya Zhang Han melihat ekspresi wajah Lan Huan.


" Ibu suri... meninggal dunia." Zhang Han sangat terkejut ia langsung berlari kekediaman ibu suri saat mendengar kabar itu.


Begitu ia sampai dikediaman ibu suri, Ibu suri sudah dibaringkan dengan ditutup kain seluruh tubuhnya, semua orang sudah berkumpul, saat mereka melihat kedatangan Zhang Han, mereka memberi hormat dan memberi ruang untuk Zhang Han, tubuh Zhang Han bergetar melihatnya.


Memang beberapa hari terakhir, Zhang Han tidak bisa menjenguk Ibu suri karena ia sibuk, tapi ia tidak menyangka bahwa ibu suri akan pergi secepat ini. Keadaan ibu suri memang semakin hari semakin memburuk setelah ia jatuh sakit.


" Ibu..." Zhang Han jatuh berlutut melihat mayat ibu suri yang terbujur kaku, semua orang keluar dari kamar ibu suri membiarkan Zhang Han sendiri.


" Maafkan aku...aku..." Zhang Han tidak mampu untuk melanjutkan kata-katanya, ia menangis.


" Jiang tidak ada disini, wanita yang kau anggap seperti anakmu sendiri tidak akan bisa mengantarmu pergi...aku gagal ibu...aku gagal... aku tidak bisa mempertahankan dirinya disisiku...aku mengecewakanmu..." isak Zhang Han.


" Bahkan disaat terakhirmu, aku tidak berada disisimu...aku anak yang tidak berbakti..maafkan aku...maafkan aku." Zhang Han menggenggam tangan Ibu suri yang sudah dingin lalu menciumnya


Setelah cukup tenang, ia berdiri lalu memberi penghormatan terakhir pada ibu suri kemudian ia keluar menemui semua orang.


" Siapakan pemakaman yang megah untuk ibu suri, perkabungan akan diadakan selama 7 hari 7 malam."


" Segera laksanakan perintah yang mulia." ucap mereka serempak. Istana hari ini berterbangan penuh dengan uang kertas kematian, kesedihan mendalam dialami semua orang.


*****


Jiang yang sedang mengobrol bersama Bai Yunfei, Zishu yang keadaannya sudah membaik, dan Xiolin, mereka berbincang tentang rencana selanjutnya, tiba-tiba seseorang berbaju hitam, yaitu informan mereka datang.


" Kabar buruk." kata orang itu.


" Apa?" tanya Jiang.


" Ibu suri meninggal dunia." Bagai tersambar petir disiang bolong, Jiang langsung berdiri karena terkejut mendengar kabar yang dibawa oleh orangnya.

__ADS_1


" Apakah informasi ini benar." Tanya Jiang belum yakin.


" Tidak diragukan." jawabnya, Jiang langsung menuju kandang kuda, dengan cepat Bai Yunfei, Zishu dan Xiolin langsung menghadang Jiang.


" Kau ingin kemana?" Tanya Bai Yunfei.


" Apa ini perlu untuk ditanyakan?" jawab Jiang garang .


" Aku tau... tapi berpikirlah dengan jernih, kau fikir apa yang akan terjadi saat kau datang, apakah kau akan disambut dengan tepuk tangan yang meriah, apakah kau akan disirami bunga yang indah saat datang setelah semua yang terjadi?"


" Tapi aku harus menghadirinya untuk penghormatan terakhirku...dia satu-satunya ibu yang kasih sayangnya dapat aku rasakan, minggir kalian..." Jiang kehilangan kendali dirinya, ia tidak bisa menguasai emosinya.


" Kita tetap akan menghadiri pemakaman, tapi tidak sekarang saat semua orang disana, kau akan dihukum mati jika tertangkap, maka perjuangan kita akan sia-sia, sadarlah." Bai Yunfei mengguncang bahu Jiang.


Jiang terdiam ia lalu menangis, ia tidak memiliki pilihan,apa yang dikatakan Bai Yunfei adalah benar. " Aku harus mengantar kepergian ibu suri." isaknya.


" Kita akan kesana nanti malam, saat malam penjagaan sedikit ditempat berkabung, kita akan menyelinap nanti." Jiang terdiam lalu mengangguk setuju. hanya Bai Yunfei yang benar-benar mengenali seluk beluk kerajaan ini.


" Tidak perlu bertindak gegabah Jiang, kadang kala jika ingin balas dendam berhasil kau harus tidak memiliki perasaan." Bai Yunfei lalu menepuk pundak Jiang kemudian pergi.


Jiang dan Bai Yunfei sampai digerang kota raja. Jiang memakai jubah tebal dan penutup kepala jubahnya untuk menyembunyikan diri, sedangkan Bai Yunfei memakai topeng kulit dengan wajah orang lain agar tidak dikenali.


" Ayo." Jiang mengangguk mereka masuk tanpa membuat orang lain curiga, mereka sampai depan istana.


" Aku tau jalan rahasia." Jiang dan Bai Yunfei lalu turun dari kuda dan, Jiang menunjukkan jalan rahasia yang biasa ia lalui dulu. Jalan rahasia itu menuju langsung tempat kediaman Jiang. Mereka berdua langsung mn'emasuki kamar Jiang, Lian dan Yuan hampir berteriak melihat dua orang asing yang tiba-tiba masuk saat mereka membersihkan kamar.


" Lian , Yuan." Panggil Jiang, Mereka langsung bisa mengenali suara Jiang. Jiang lalu membuka tudung kepalanya.


" Nona." mereka serempak berlari memeluk Jiang.


" Anda baik-baik sajakan?" Lian menangis haru melihat kedatangan Jiang.


" Bagaimana keadaan anda? anda nampak kurus?" Yuan terdengar seperti ibu yang mengkhawatirkan anaknya, ia yang paling kencang menangis.


" Aku baik-baik saja." Jiang mengelus kedua punggung pelayan setianya itu.

__ADS_1


" Aku datang untuk menghadiri pemakaman ibu suri." Lanjut Jiang.


" Kami tau." ucap mereka berdua serempak lalu melepaskan pelukan mereka.


" Ibu suri adalah orang yang paling menyayangimu, kau tidak mungkin tidak datang nona." Ucap Lian.


" Aku butuh bantuan kalian, Awasi tempat berkabung ibu suri, dan suruh Zhao An menungguku disana, buat para penjaga disana tertidur dengan ini." Jiang lalu mengeluarkan dia batang dupa dari balik jubahnya.


" Kami mengerti." Lian dan Yuan mengangguk lalu keluar ruangan.


" Kita tunggu." Kata Jiang saat menoleh Bai Yunfei, Bai Yunfei mengangguk.


Setelah beberapa saat, Lian datang. " Sudah selesai." Jiang mengangguk lalu mereka keluar, Lian memimpin jalan menuju tempat berkabung, Seluruh istana dihiasi nuansa putih sebagai tempat berkabung.


Mereka menuju tempat kediaman ibu suri, begitu masuk, terlihat Zhao An berdiri, matanya berkaca-kaca saat melihat kedatangan Jiang.


" Kita bicara nanti." Jiang melewati Zhao An begitu saja, ia menuju aula tempat peti mati ibu suri, Jiang melepaskan jubahnya, ia menuangkan secangkir kecil arak didepan peti mati itu, kemudian membakar dupa dan bersujud sebanyak 3 kali untuk penghormatan terakhir.


" Maafkan aku...aku tidak bisa menyelamatkanmu ibu." Jiang lalu membakar uang kertas." Kau orang yang paling berbudi, aku yakin kau akan masuk nirwana, aku mengecewakanmu ibu dengan meninggalkan Zhang Han, tetapi semua aku lakukan demi kebaikan semua orang, aku tidak bisa membiarkan semua pengkhianat itu hidup bebas setelah semua yang mereka lakukan." ucap Jiang sambil membakar uang kertas itu. Jiang meneteskan air mata.


" Aku tidak tau apakah aku bisa datang kemari untuk mengunjungimu lagi atau tidak, tetapi aku berjanji, untuk semua nyawa yang berkorban demi kerajaan ini tidak akan sia-sia." Jiang lalu selesai penghormatan, Zhao An mendekat padanya.


" Jiang ." panggil Zhao An, Jiang lalu berdiri kemudian menghadap kearah Zhao An, ia kemudian memakai kembali jubahnya.


Jiang lalu berjalan sambil bercerita pada Zhao An. " Bagaimana kabarmu?" tanya Jiang. " Aku baik, tapi apa yang terjadi beberapa hari yang lalu, kau menggemparkan semua orang, bahkan yang mulia sudah membuat keputusan untuk mengerahkan semua pasukan dan telik sandi untuk mencarimu." Jelas Zhao An tanpa basa-basi lagi.


Jiang seakan berfikir, ia lalu menoleh pada Zhao An " Jangan khawatirkan diriku, lebih baik kau menjaga dirimu sendiri, karena aku yakin mereka sedang menunggu kesalahan yang kau buat." Zhao An mengangguk.


" Jiang, sejak kepergianmu...yang mulia sering sakit, aku tidak tau ia menderita sakit apa? aku sering menemaninya karena ia sering menanyakan dirimu padaku, tapi aku tidak tau harus menjawab apa karena aku juga tidak tau apa yang akan kau lakukan." Zhao An tampak sedih melihat Jiang, Jiang terdiam beberapa saat setelah mendengar perkataan Zhao An.


" Aku tidak ingin melibatkan dirimu, itulah mengapa aku tidak memberitahu rencana ku seluruhnya padamu dan tempat persembunyianku, kau mengertikan?"


" Aku mengerti."


" Sudah kuduga kau pasti akan datang?" ucap seseorang tiba-tiba memasuki aula berkabung. mereka semua terkejut melihat orang itu.

__ADS_1


__ADS_2