Berinkarnasi

Berinkarnasi
Kekacauan


__ADS_3

" Wei Chan, ada apa ini? sebenarnya apa yang sedang kau sembunyikan? kemana yang mulia, kenapa dia tidak hadir disaat genting seperti ini?" tanya Lu Xiang dibalik tirai, semua orang menyetujui perkaataan Lu Xiang , Wei Chan merasa tersudutkan, ia menghela nafas.


" Yang mulia tidak bisa hadir hari ini, silahkan kalian bubar karena percuma kalian disini, yang mulia tidak akan datang." ucap Wei Chan lalu melangkah keluar ruangan rapat, para menteri ingin menghentikan Wei Chan tapi tidak ada suara yang keluar dari mulut mereka jadi mereka hanya menggelengkan kepala melihat kepergian Wei Chan.


" Apa mungkin dugaanku benar, yang mulia memang tidak berada diistana?" batin Lu Xiang, Lu Xiang melirik Bai Qian yang berekpresi datar, pandangan matanya tidak lepas dari singgasana kosong itu.


Mayat Jiang Feng akan tiba dalam 2 hari, perkiraan mereka besok akan mayat Jiang Feng akan sampai diistana. Wei Chan masuk kekediaman Zhang Han menemui Lan Huan.


" Bagaimana?" tanya Lan Huan saat melihat kedatangan Zhang Han.


" Aku tidak tau, kita tidak bisa menyembunyikan kebenaran itu terlalu lama, cepat atau lambat mereka semua akan mengetahui bahwa yang mulia tidak berada diistana." Jawab Wei Chan, ia menghela nafas, permasalahan mereka bertubi-tubi.


Disatu sisi mereka sedang menyiapkan acara dan disisi lain mereka sedang dilanda bencana penyerangan, kepala Wei Chan dan Lan Huan rasanya ingin pecah memikirkan masalah yang sedang mereka hadapi.


" Sebaikanya kita mengirim pesan darurat pada yang mulia lewat burung elang peliharaan yang mulia." ucap Lan Huan menunjuk burung elang yang berada didalam kandang. Burung elang peliharaan Zhang Han adalah burung yang bisa mencari Zhang Han kemanapun keberadaannya, burung itu ia besarkan sejak masih telur jadi ia sangat mengenal Zhang Han. Zhang Han melarang orang lain melepas burung itu karena ia akan terus terbang disekitar Zhang Han sehingga mengganggu yang lain. Jadi Zhang Han jarang melepaskan burung itu.


" Sepertinya tidak ada cara lain." ucap Wei Chan, ia lalu menulis surat kecil kemudian memasukan kedalam tabung merah lalu mengikatnya dikaki elang itu. " Cari yang mulia Zhang Han." ucap Wei Chan pada burung itu lalu melepaskannya keudara, burung itu langsung terbang bebas.


Zhang Han, Ying Zheng, Jiang dan Yuwen Xue berhenti berjalan, Jiang memandang pohon-pohon disekitar mereka. " Mau Sampai kapan kalian mengawasi kami?" teriak Jiang, Ying Zheng tercengang melihat Jiang, ia tidak menyangka bahwa Jiang menyadari hal yang sama seperti mereka. Ia ingin bertanya tetapi orang-orang yang mengawasi mereka langsung turun dari pohon-pohon.


" Para bandit gunung." ucap Zhang Han, para bandit itu tertawa senang melihat mereka.


" Jarang sekali ada orang lewat gunung ini, hari ini kita untung besar." ucap ketua kelompok bandit itu, para bandit itu berjumlah 10 orang.


" Kau terlalu memandang tinggi dirimu." teriak Ying Zheng lalu ia tersenyum mengecek pada para bandit itu.


" Biarkan Yuwen Xue saja, itu sudah cukup menghadapi mereka, ayo kita lanjutkan perjalanan." ucap Ying Zheng. Jiang dan Zhang Han bersamaan menoleh Yuwen Xue, Yuwen Xue mengangguk bahwa ia bisa mengatasi mereka jadi mereka bertiga melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


Mereka bertiga menunggu Yuwen Xue dikaki gunung, tak lama Yuwen Xue datang menemui mereka setelah menghabisi semua bandit itu karena para bandit itu pasti akan membuat resah orang lain jika dibiarkan hidup.


" Cepat sekali kau menghabisi mereka?" tanya Jiang penasaran.


" Mereka hanya menang jumlah saja, kemampuan mereka sangat buruk." Jawab Yuwen Xue, Jiang tersenyum mengangguk mengerti.


" Ayo kita lanjutkan perjalanan." ucap Jiang, burung elang tiba-tiba datang terbang disekitar Zhang Han. " Elang?" ucap mereka bersamaan, Elang itu langsung hinggap dibahu Zhang Han.


Zhang Han melihat tabung merah yang berarti tanda darurat, elang ini dilepaskan bearti Wei Chan dan Lan Huan tidak punya pilihan lain jadi Zhang Han langsung membuka isi tabung itu, mereka bertiga hanya memperhatikan Elang itu. Selesai membaca surat itu tampak kemarahan yang besar diwajahnya.


" Ada apa?" tanya Jiang melihat ekspresi Zhang Han yang sangat buruk untuk dilihat. Zhang Han meramas surat ditangannya.


" Zhang Han, ada apa?" ulang Jiang, Zhang Han menoleh pada Jiang lalu menghela nafas, ia tidak menjawab pertanyaan Jiang tetapi ia menoleh pada Ying Zheng.


" Ying Zheng, kau Kembalilah kerajaanmu." kata Zhang Han tiba-tiba.


" Ying Zheng, apa yang dikatakan Zhang Han benar, kau mempunyai sesuatu yang lebih penting dari hanya sekedar mengantar kami." tambah Jiang.


" Tidak ada yang lebih penting daripada keselamatan dirimu Jiang." jawab Ying Zheng menatap Jiang.


" Kau benar-benar tidak tau malu, kau mengatakan itu pada istri orang lain, apa kau tidak takut dicemoh orang." kata Zhang Han kesal, Zhang Han masih memperdulikan reputasi Ying Zheng.


" Aku tidak perduli perkataan orang lain, aku hanya perduli apa yang kau fikirkan tentang diriku Jiang." jawab Ying Zheng, Jiang menghela nafas berat. Sepertinya Ying Zheng sedikit keras kepala.


" Ying Zheng, apa kau tidak mengerti, aku sudah memiliki suami, aku tidak mungkin menjadi milikmu."ucap Jiang tegas.


" Aku tidak perduli kau milik siapa, aku akan berusaha mendapatkan dirimu." jawab Ying Zheng.

__ADS_1


" Kau adalah pria yang baik, kau pasti bisa mendapatkan wanita yang mencintaimu sepenuh hati, yang pasti itu bukan diriku, aku yakin kau pasti mendapatkan wanita yang lebih baik dariku."


" Tidak ada yang lebih baik dari dirimu Jiang, aku hanya menginginkan dirimu saja tidak ada yang lain."


Jiang mendekati Ying Zheng, " Dengar, jangan siksa hatimu seperti ini Ying Zheng, kau harus kembali kekerajaanmu, kau adalah seorang raja dan tanggung jawabmu sangat besar, kau dicintai banyak orang, kau tidak boleh hancur hanya karena satu orang. kau harus mengorbankan satu orang demi menolong banyak orang." jawab Jiang.


" Yang mulia." ucap Yuwen Xue ingin ikut campur tetapi dihentikan oleh Ying Zheng. Jika Zhang Han ikut campur tidak akan mengubah situasi, Jadi ia diam saja membiarkan Jiang mengatasinya.


" Diamlah Yuwen Xue, kau tidak mengerti perasaanku, cintaku sudah mendarah daging, bagaimana aku bisa melepaskannya hanya karena kata-kata seperti ini. kau tidak akan mengerti." jawab Ying Zheng, tetapi ia menatap wajah Jiang. Yuwen Xue tau Ying Zheng bukan sedang berbicara padanya tapi pada Jiang, tetapi menyindir menggunakan namanya.


" aku akan pergi hari ini, tapi ingat satu hal Jiang, jika kau tidak bahagia bersama Zhang Han kau harus mencari diriku, aku pasti membantumu lepas dari Zhang Han, akan aku lakukan apapun demi dirimu." ucap Ying Zheng, ia tau ia tidak akan bisa memaksa Jiang ataupun memaksakan keadaan sekarang.


" Hari itu tidak akan datang Ying Zheng, karena aku akan tetap bersama Zhang Han apapun yang terjadi." jawab Jiang, tapi takdir kita tidak yang tau, mungkin hari ini kau segalanya tapi besok bisa jadi kau siapa? kita bisa berencana tapi yang maha kuasa menentukan.


" Aku akan menghadiri acara tahunan kalian, jadi sambut kedatanganku nanti." ucap Ying Zheng santai seolah ia melupakan permasalahan tadi.


" Hei, aku tidak mengundangmu." teriak Zhang Han, Jika Ying Zheng datang semua orang yang hadir akan khawatir.


" Kau undang atau tidak, aku akan tetap datang, aku hanya ingin melihat Jiang memenangkan pertarungan." jawab Ying Zheng. " Aku pergi." pamit Ying Zheng ia tersenyum menatap Jiang. begitu ia berbalik badan ekpresi wajahnya berubah.


Terlihat jelas diwajah Ying Zheng saat ini bahwa ia sangat sedih mendengar perkataan Jiang tapi ia tidak akan menyerah begitu saja hanya karena perkataaan Jiang, ia akan beranggap bahwa perjuangan cintanya akan sia-sia jika ia menyerah sekarang, ia berfikir masih banyak waktu untuk memenangkan hati Jiang dan merebut Jiang dari Zhang Han, asal Jiang mau bersamanya maka ia pasti akan membuat Zhang Han melepaskan Jiang.


Zhang Han dan Jiang memandang kepergian Ying Zheng dan Yuwen Xue, begitu mereka berdua hilang dari pandangan mereka, Jiang lalu menoleh pada Zhang Han.


" Keadaan darurat apa sehingga tabung merah itu dikirimkan?" tanya Jiang, ia pernah melihat tabung itu dulu saat Yan Utara datang mencari Xuelan sang putra mahkota,saat Zhang Han berada diluar istana untuk membujuk Jiang kembali keistana.


" Kakakmu Jiang Feng terbunuh." jawab Zhang Han, Jiang langsung terkejut, seperti bom meledak ia mendengar kabar itu. Jiang terhuyung kebelakang, kakinya rasanya tidak mampu menopang dirinya, ia syok mendengarnya. Jiang tau walaupun kakaknya tidak pernah menemuinya tetapi ia adalah orang pertama yang datang saat ia tidak sadarkan diri selama 3 bulan, dan dari ingatannya bahwa hanya Jiang Feng bersikap baik padanya selama ini jadi ia memiliki rasa sayang untuk Jiang Feng, Jiang meneteskan air mata.

__ADS_1


" Ayo kita segera kembali Zhang Han." ucap Jiang Serak, ia tidak bisa menahan air matanya jatuh. Zhang Han mengangguk kepala, mereka lalu melanjutkan perjalanan pulang.


__ADS_2