
Zhang Han , Lan Huan dan Zhao An memperhatikan mereka sambil menyantap makanan yang baru saja dihidangkan.
" Tuan Muda, mohon sedikit sopan pada nona kami." ucap Chu Pei sopan, tetapi dapat dilihat bahwa ia sedikit kesal melihat perilaku tuan muda itu.
" Sopan? kau bilang sopan, istri kaisar Zhang Han saja berani mengandung anak orang lain, lalu kenapa aku harus bersikap sopan." ejek tuan muda itu, ia tertawa besar.
" Siapa yang tidak mengetahui berita ini, seluruh negeri tau itu, hanya saja mereka tidak berani menunjuk pada hidung kaisar." lanjutnya, Zhao An hampir memburaskan makanan dimulutnya yang mengunyah mendengar berita itu, ia lalu melirik Zhang Han yang wajahnya sudah merah padam menahan amarah, sumpit ditangannya saja sudah ia patahkan Karena menahan amarah, Lan Huan juga tak kalah terkejut, melihat kedua wajah orang itu, ia memilih menelan makanannya dengan pahit.
" Tidak pantas untukmu berbicara hal buruk tentang keluarga kerajaan." Ucap Chu Pei, Lu Xiang mengepalkan tangannya, dapat Chu Pei lihat Lu Xiang menahan amarah.
" Kenapa tidak sopan? aku hanya mengatakan yang sebenarnya, lagipula itu yang dikatakan orang-orang." Ia lalu mencengkeram pergelangan tangan Lu Xiang. " Kau harus jadi milikku." Ucap tuan muda itu memandang Lu Xiang penuh nafsu.
" Tidak tau malu." ucap Lu Xiang lalu memukul tuan muda itu hingga termundur beberapa langkah. " Jika tidak mengingat Zhang Han ada disini, aku tidak akan sungkan." batin Jiang, ia sangat marah.
Wajah tuan muda itu merah padam karena marah, ia merasa terhina karena terdorong hanya karena ia tidak bisa beladiri, para pengawalnya langsung menyerang saat mendapat perintah, Chu Pei menarik mundur Lu Xiang dan membiarkan mereka saling bertarung, Kondisi Lu Xiang tidak terlalu stabil, jadi Chu Pei melindunginya karena khawatir luka Lu Xiang semakin parah.
" Cepat bereskan mereka." ucap Lu Xiang pelan, Chu Pei mengangguk lalu ikut mereka mereka, tidak perlu lama karena pengawal Chu Pei orang yang terlatih, mereka sudah terkapar semua, Tuan muda itu mengamuk.
" Kalian berani membuat masalah pada tuan muda ini, kalian akan merasakan akibatnya." ucap tuan muda itu mendengus kesal.
__ADS_1
" Sudah kalah, berani bersikap sombong." Chu Pei tidak sungkan lagi karena tuan muda itu sudah keterlaluan, Ia lalu menarik pedangnya dan menyerang tuan muda itu, tetapi yang mengherankan tuan muda itu sama sekali tidak menghidari serangan, ia malah tersenyum, dan saat pedang itu hampir mencapai Tuan muda itu, tiba-tiba dua pedang bertabrakan dan muncul seseorang tampak mereka sadari, ia sudah berdiri didepan tuan muda itu untuk melindunginya dan memblokir serangan Chu Pei.
Seorang Wanita cantik berdiri menjadi perisai tuan muda itu, ia cukup kuat terlihat blokiran serangan yang membuat Chu Pei termundur, tidak ada yang istimewa dari pakaiannya karena jelas dari pakaian itu bahwa ia berstatus tinggi, tetapi yang paling menarik perhatian Zhang Han dan Lan Huan adalah tusuk konde silver berukir es salju.
Zhang Han, Lan Huan dan Zhao An menonton mereka saja, Lu Xiang melirik Meja Zhang Han dari balik tudungnya karena Zhang Han belum juga bereaksi setelah Jiang dihina seperti itu, ia menunggu apa yang akan dilakukan Zhang Han nanti, Lu Xiang dapat melihat siapa pria itu , Chu Pei memandang wanita yang terlihat dingin itu memandang Chu Pei.
" Nona terlihat muda, tetapi jelas kekuatan anda tidak dapat diremehkan." ucap Chu Pei, ia orang yang sangat berhati-hati jika berhadapan dengan orang yang kuat, ditambah kondisi mereka yang sedang diburu, jadi ia tidak bisa membuat kesalahan sebelum Lu Xiang aman.
Jantung Lan Huan berdebar kencang memandang wanita itu, Zhang Han sudah melihat Rona wajah Lan Huan. " Hm..." Zhang Han berdehem saat melihat Lan Huan terlalu terpaku pada wanita itu, Zhao An ikut memandang wanita itu yang mereka yakini adalah pengawal pribadi tuan muda sombong itu, ia baru saja memuji karena baik ternyata semau hanya kedok.
" Mohon tuan memaafkan majikan saya yang kurang sopan." ucap wanita itu akhirnya, ia memberi hormat pada Chu Pei. Tuan muda itu menjadi berang saat mendengar wanita itu meminta maaf, tetapi ia tidak berani membenrak wanita itu, ia sebenarnya sudah menyuruh wanita untuk menekan Chu Pei agar ia mau menyerahkan Lu Xiang, tetapi pengawal wanitanya tidak mau mendengarkan.
Sisa Pengawal tuan muda itu ikut menyerang, dan mereka saling menyerang,Chu Pei memang dibawah beladiri dari pengawal wanita itu, ia mudah kalah, wanita itu menarik pedangnya. " Prinsip yang selalu kupegang, darah dibayar darah, gigi dibayar gigi, dan tuan mudaku terluka, lalu bagaimana bisa aku membiarkan nonamu baik-baik saja." ucap wanita itu lalu mendekati Lu Xiang.
Lu Xiang berfikir ia pasti kalah jika bertarung, saat wanita itu semakin dekat, ia sudah siap walaupun ia kalah paling tidak ia sudah berusaha, tetapi begitu pedang itu diayunkan, tiba-tiba sebuah sumpit terbang menyerang wanita itu, hingga ia harus mundur beberapa langkah menjauhi Lu Xiang karena serangan mendadak. Sontak mereka semua menoleh pada tiga pria yang sedari tadi hanya menonton sedangkan pengunjung lain sudah berlarian keluar dari tadi.
perkelahian itu kembali terhenti, Zhang Han berdiri diikuti Lan Huan dan Zhao An. " Ah... aku ingin sarapan dengan tenang." ucap Zhang Han lalu ia berjalan mendekati tuan muda itu, dan secara tiba-tiba langsung mencengkram lehernya, Wanita itu terkejut lalu ia ingin menyerang tetapi baru satu langkah Lan Huan lebih dulu menahannya, wanita itu bertarung dengan Lan Huan tetapi Lan Huan sama sekali tidak menyerang balik, ia hanya menghindari serangan wanita itu tanpa menyakitinya tetapi tidak membiarkan wanita itu melewati dirinya mendekati Zhang Han dan tuan mudanya.
" Lepaskan dia..." Teriak wanita itu marah ia melihat tuan muda itu sulit bernafas karena sesak akibat cengkraman Zhang Han, sedangkan ia tidak bisa mendekati mereka, ia menjadi khawatir karena ia sudah dipercayai untuk menjaga anak manja itu.
__ADS_1
" Oh... apakah kau istrinya?" tanya Lan Huan, wajah wanita itu merah padam memandang Lan Huan.
" Tutup mulutmu..." wanita itu semakin kesal.
" Ia perlu diberi pelajaran karena berani mengatakan hal yang tidak-tidak tentang selir Jiang, mematahkan lehernya atau memotong lidahnya mungkin termasuk hukuman ringan yang ada dikerajaan ini karena berani menghina keluarga kerajaan." kata Lan Huan tersenyum memandang wanita itu.
" T-O-L-O-N-G.... A-K-U..." suara tuan muda itu tersendat, ia sulit bernafas, wajah wanita itu merah padam.
" Apa yang kalian inginkan." hanya kata itu yang akhirnya keluar dari mulut wanita itu, ia mencoba bernegosiasi, karena ia fikir mereka adalah orang yang sama dengan kelompok Lu Xiang dan ikut melindungi Lu Xiang, Lan Huan tersenyum mendengar perkataan Wanita itu.
" Menikahlah denganku." ucap Lan Huan, wanita itu menggenggam erat pedangnya hingga kubu-kubu tangannya memutih.
" Omong kosong apa yang kau katakan..." teriak wanita itu, Zhang Han tersenyum ia mengetahui permainan Lan Huan, jadi ia menikmatinya dan ikut ambil adil.
" Tidak mau?..." tanya Lan Huan, ia menoleh Zhang Han dan cengkraman itu semakin kuat hingga wajah tuan muda itu mulai membiru, wanita itu terlihat khawatir.
" Aku Wei Yanli sudah mengikat pernikahan dengan seseorang sejak kecil, aku tidak Mungkin menerima orang lain, mohon lepaskan tuan muda Situ." Hanya itu kata-kata yang bisa keluar dari mulutnya, ia tidak tau harus mengatakan apa, keadaan sedang terdesak, bertarungpun ia kalah, jadi ia hanya bisa menjawab jujur. Cengkraman Zhang Han mengendur agar tuan muda itu bisa sedikit bernafas karena ia tidak benar-benar ingin membunuhnya, karena setelah ini akan banyak pertanyaan yang akan ia ajukan nanti, ia masih menikmati permainan Lan Huan.
" Kalau begitu, siapa pria itu?" Wei Yanli menggigit bibir bawahnya, ia tidak tau harus menjawab apa sebab pernikahannya dilakukan saat umurnya 7tahun dan mereka sudah terpisah, belum bertemu lagi setelah itu, jadi ia bahkan tidak tau apakah harus mengakui pria itu suaminya karena ia juga tidak tau pria itu akan mengakui dirinya sebagai istri sebab mereka tidak pernah bertemu dan tidak tau seperti apa wajahnya sekarang.
__ADS_1
" Pengawal setia sayap kiri jenderal kerajaan Qing, Lan Huan..." Jawabnya menggenggam pedang itu erat-erat untuk menyembunyikan sesak didadanya, ia sudah lama tidak menyebut nama pria itu, ia tidak berani bermimpi akan dinikahinya lagi setelah dewasa setelah mendengar nama besar Lan Huan, jadi tidak ada yang tau pernikahan itu selain kakaknya dan Zhang Han Yang masih belia saat itu, dan tusuk konde adalah mahar pernikahan mereka. Ia hanya bisa merindukan pria itu tanpa membayangi wajahnya seperti apa karena ia tidak tau, ia hanya tersenyum setiap ada orang yang menyebutkan bagaimana perkasanya ia dimedan tempur, ia tidak memiliki keberanian datang menemuinya karena takut Lan Huan sudah melupakan dirinya.