
" Liontin ini anda bawa saat anda akan keluar istana, saya selalu menyimpannya, saya tidak tau kegunaannya, tapi anda pernah mengatakan bahwa liontin ini sangat penting." kata Lian.
Jiang meneliti setiap liontin itu, membolak balikan liontin itu." Baiklah, mungkin akan ada gunanya nanti." jawab Jiang lalu diselipkannya liontin itu di ikat pingganngya. Jiang sudah memakai baju pelayan yang bisa digunakan Lian, dan ia sudah bersiap untuk keluar dari istana hari ini.
" Kenapa kalian masih berdiri disini." tanya Jiang, Lian dan Yuan tersenyum dihadapan Jiang membuat Jiang heran.
" Apa ada yang lucu dari diriku?" tanya Jiang, mereka berdua serempak menggelengkan kepala, tapi senyuman tidak lepas dari bibir mereka.
" Lalu apa yang membuat kalian berdua tersenyum seperti itu."
" Kapan kami bisa menggendong pangeran kerajaan ini nona?" tanya Yuan terseyum menggoda.
" hah?" Jiang tersenyum aneh dihadapan kedua pelayannya ini." Kalian pilihlah, ingin aku menjahit mulut kalian atau memotong lidah kalian." kata Jiang menakuti Lian dan Yuan.
" kami tidak berani, nona, maaf" jawab mereka tertunduk tapi masih jelas mereka masih tersenyum.
" kalau begitu, buang senyum bodoh kalian itu." kata Jiang kesal. " kalian kira aku melakukan apa dengan yang mulia, fikiran kalian terlalu liar." lanjutnya. Lian dan Yuan memandang Jiang, tapi mereka tidak berkata apa-apa lagi.
__ADS_1
" Bersiaplah." Jiang Lalu keluar kediamannya menuju belakang istana, Lian sudah memakai pakaian Jiang dan Yuan menemaninya didalam kediaman Jiang. mereka berdua hanya melihat kepergian Jiang dari lubang dinding kediaman.
" Yuan, apa kau sadar, nona Jiang kadang berbicara menggunakan bahasa yang sering kita tidak mengerti." kata Lian, sambil melihat kepergian Jiang
" Kurasa Juga begitu, tapi aku senang, nona Jiang yang sekarang sangat berbeda dan nona yang sekarang sangat hebat." jawab Yuan tersenyum bangga sampai Jiang hilang dari pandangan mereka.
Jiang berjalan sambil menunduk menyembunyikan wajahnya dari para prajurit yang berjaga, saat sampai di gerbang belakang istana terdapat dua prajurit yang berjaga, Jiang langsung ingin lewat tapi belum keluar dari gerbang itu, kedua prajurit itu menghentikannya.
" Tunggu." kata seorang prajurit itu menghentikannya, Jiang berhenti tapi masih tertunduk .
" Kau ingin pergi kemana?" tanya prajurit itu.
" Silahkan lewat."kata prajurit itu lalu menyingkir dan membiarkan Jiang lewat, Jiang bernafas lega, lalu ia mulai melanjutkan perjalananya.
Jiang berjalan ditempat ramai, dia terus tersenyum memperhatikan orang yang berlalu lalang dan para pejual yang meneriaki dagangannya.
" Ini pasti pasarnya, wah ramai sekali." gumam Jiang tersenyum senang. Jiang memperhatikan kiri dan kanannya.terlihat didepan terdapat orang bergorombolan, Jiang mendekati gerombolan orang itu untuk melihat apa yang terjadi.
__ADS_1
ditengah gerombolan itu terdapat seseorang sedang memukuli orang lainnya yang tidak terlalu jauh usianya yang terlihat dari wajahnya, tapi tidak ada satupun yang menghentikan pria itu memukuli orang tersebut. Jiang kasihan melihat pria itu sudah bebak belur.
" Hentikan." teriak Jiang, semua orang langsung menoleh kearah Jiang dan Pria itu juga berhenti memukulinya. Jiang membantu pria yang dipukuli itu untuk berdiri.
" Sapa kamu, berani sekali kamu menghentikan aku." teriak orang itu marah.
" Aku hanya tidak tega melihatnya, apa yang ia lakukan sehingga kau memukulnya seperti tadi." tanya Jiang, semua orang yang ada disitu mulai berbisik-bisik dan bertanya-tanya siapa perempuan yang ada di hadapan mereka itu. tapi mereka ada yang setuju dengan perilaku Jiang dan ada yang tidak suka sikap pahlawan Jiang.
" Kamu jangan ikut campur, pergi sana." usir orang itu, dan orang itu ingin memukuli pria tadi, saat ia akan menyentuh pria itu, Jiang menahannya dan pandangan mereka beradu.
" aku bilang hentikan, apa kau tidak mendengarnya." desis Jiang, kemarahan terlihat dimatanya, Jiang lalu memelintir tangna orang itu lalu membanting tubuh orang ke tanah.
pria yang ditolong Jiang sudah lari, pria yang dipukul Jiang kesakitan." Kau akan membayar rasa sakitku ini, lain kali kita akan bertemu lagi." ucap orang itu, kemudian ia berdiri dan pergi meninggalkan tempat itu, semua orang juga sudah bubar.
Jiang hanya menggelengkan kepalanya lalu berjalan lagi untuk keliling pasar itu, diantara kerumbunan itu seseorang sejak tadi terus memperhatikan gerak-gerik Jiang dan mengikuti Kemana Jiang pergi. Jiang merasakan seseorang mengikutinya, saat diujung jalan ia berbelok dan bersembunyi dan benar orang yang mengikutinya juga ketempat yang sama dan mencari keberadaan Jiang.
Jiang lalu mendekatinya dan menarik belati pendeknya lalu mengahkannya pada leher orang itu." siapa kamu? mengapa mengikutiku?" tanya Jiang yang masih menodongkan belatinya pada orang itu dari belakang.orang itu yang merasa ditodong dari belakang angkat tangan lalu memutar badannya menghadap Jiang.
__ADS_1
" Kau tidak ingat aku?" tanya orang itu heran.