Berinkarnasi

Berinkarnasi
Terluka


__ADS_3

" Sepertinya ada kesalahpahaman disini, apa maksud dari perkataan yang mulia?" Tanya Jiang tidak mengerti.


" Apa kau sedang berpura-pura, kau jelas menyinggungku didepan ibunda kalau kau tidak pernah mendapatkan kasih sayangku, walaupun itu benar kau tidak seharusnya mengatakannya, ibunda sedang sakit dan menambah beban fikirannnya." jelas Zhang Han mendengus sangat kesal.


"Hah? hah... secara tidak langsung anda mengatakan kalau saya mendambakan kasih sayang dari yang mulia?maaf yang mulia , fikiran anda terlalu berlebihan." kata Jiang mengibaskan lengannya lalu meninggalkan Zhang Han dan Lu Xiang yang terbengong melihat sikap Jiang yang kadang mereka tidak percaya kalau itu adalah Jiang.


Lu Xiang memang setelah bertarung dengan Jiang waktu dulu membuatnya memiliki sedikit rasa kagum untuk Jiang, tapi egonya tidak menerima hal itu, harus ia akui Jiang yang mengimbanginya atau bisa dibilang lebih hebat dalam dalam beladiri membuatnya sadar bahwa Jiang memang pantas menyandang permaisuri karena dulu ia membenci Jiang karena lemah dan tidak berguna sehingga ia sangat membenci Jaing hingga keakarnya.


Lu Xiang bukanlah orang yang haus akan kekuasan,ia orang yang baik tapi mempunyai lidah yang tajam dan manis dalam berkata yang kadang membuatnya orang lain sakit hati dan ia pandai mengendalikan situasi sehingga bisa membuat Zhang Han menyukainya, tapi ia juga tau Zhang Han orang yang dingin dan tak tersentuh ia bahkan belum pernah berhubungan dengan Zhang Han, dan hanya dia dan Zhang Han yang tau soal ini.


Zhang Han dan selir Lu Xiang selama ini hanya orang yang sering menghabiskan waktu bersama untuk sekedar melepaskan stres karena bagi Zhang Han hanya Lu Xiang yang bisa mengerti isi hatinya, itulah mengapa ia sangat menghargai Lu Xiang dan tidak membiarkan Lu Xiang mengalami kesusahan. jadi hubungan Zhang Han dan Lu Xiang jauh dari perkiraan orang lain.

__ADS_1


" Kadang aku berfikir Jiang yang sekarang seperti orang lain, bukan Jiang yang ku kenal dulu." kata Zhang Han saat Jiang sudah hilang dari pandangan mereka.


" Saya Juga berfikir begitu yang mulia, yang mulia ingat saat bertemu ibu suri dulu sebelum ia jatuh kedanau, dulu ia tidak pernah berkata-kata saat bertemu ibu suri dan tatapan matanya hanya penuh ketakutan kadang membuat ibu suri sedih karena khawatir dengan permaisuri, tapi sekarang dia bahkan tak segan-segan menghajar orang yang menyinggung dirinya." kata Lu Xiang tertawa anggun.


" Ayo kembali kekediaman." Zhang Han mempersilahkan Lu Xiang setelah bertukar fikiran tentang Jiang.


Jiang yang berjalan terlebih dahulu dari yang lain, dengan dikikuti oleh Lian dan Yuan dibelakangnya, karena ia sangat malu sekarang, dia memikirkan kembali kata-kata yang diucapkanya pada ibu suri." Apa perkataanku salah." fikirnya yang bisa lepas dari ucapan Zhang han yang secara tidak langsung bahwa ia membutuhkan kasih sayang lebih dari Zhang Han.


Setelah Lian dan Yuan sudah hilang dari pandangannya, ia menuju sebuah meja batu dengan beberapa bangku yang mengelilingi meja itu, lalu duduk di salah satu bangku. karena sudah agak larut kediamannya sepi dan tidak ada orang yang berlalu lalang.


" Keluarlah, aku tau kau disini tidak perlu bersembunyi." kata Jiang lalu menoleh sebuah pohon yang rindang. seseorang yang bersembunyi cukup lama itu terkejut karena lama ia bersembunyi dan Hanya orang yang ia incar mengetahui posisinya.

__ADS_1


Orang itu terbang keluar dari persembunyian dan mendekat kearah Jiang dan kini ia sudah duduk dibangku yang berhadapan dengan Jiang. orang itu tak lain adalah orang yang dulu berkelahi dengan Jiang dan sempat melarikan diri karena diketahui para prajurit.


" Lama tak bertemu membuatmu semakin memiliki mata yang jeli." kata orang itu.


" Tidak perlu memujiku berlebihan aku tidak sehebat yang kau lihat, hanya saja aku sudah melihatmu saat aku akan masuk kekediaman." jawab Jiang tersenyum licik.


" Kalau begitu, akan kucungkil kedua bola matamu." erangnya lalu menyerang Jiang, Jiang yang sudah mengetahui dirinya akan diserang menyambut serangan orang itu, dan kedua telapak tangan bertabrakan dan membuat kedua belah pihak terpukul mundur.


orang berbaju hitam itu menyerang Joang kembali, karena serangan yang disertai tenaga dalam membuat Jiang yang tidak memiliki tenaga dalam sama sekali membuatnya terluka ringan. walaupun Jiang memiliki beladiri yang hebat tetap akan kalah menghadapi musuh yang memiliki tenaga dalam.


" Kau sangat hebat dan gesit dalam beladiri tapi itu tidak akan bertahan lama, segera kau akan lenyap." orang itu menyerang kembali Jiang dan membuat luka ringan menjadi luka dalam yang akhirnya Jiang mengeluarkan darah dari mulutnya.

__ADS_1


" Enyahlah." teriaknya, kini Jiang yang sudah tidak berdaya hanya bisa pasrah melihat pukulan yang akan mendarat ketubuhnya.


__ADS_2