Berinkarnasi

Berinkarnasi
Selisih Paham


__ADS_3

Mereka semua menoleh orang yang bari saja datang, Jiang tersenyum melihat orang yang baru datang itu tak lain adalah Lu Xiang.


" Kutebak kau datang karena instingmu, wah... aku mengagumimu." Jiang bertepuk tangan dengan ekspresi yang tertawa senang, ia lalu berjalan menuju Lu Xiang, Berbeda dengan ekspresi Lu Xiang yang terbakar amarah.


" Jangan berbangga diri dulu Jiang, kau fikir bisa keluar dari sini setelah kau masuk." ucapnya, ia tersenyum licik.


" Apakah kau tidak penasaran apa yang ada difikirkanku?" Lu Xiang menaikan sebelah alisnya menatap Jiang.


" Kalau kau tau isi dikepalaku, maka aku juga tau apa isi kepalamu, biar aku tebak..." Jiang tertawa riang, ia persis seperti orang gila dimata Lu Xiang. Jiang lalu mendekatkan wajahnya tepat didepan Lu Xiang.


" Kau pasti sudah mendapatkan kabarnya." Jiang lalu menjauhkan wajahnya dari Lu Xiang dengan senyum licik. Bai Yunfei lalu mendekati Jiang dan Lu Xiang.


" Ayo pergi, sebelum orang lain datang lagi." Bisik Bai Yunfei ditelinga Jiang, Jiang menoleh lalu mengangguk. Jiang lalu berbalik


" Kenapa kau harus terburu-buru? kau takut?" Lu Xiang tersenyum, Jiang ikut tersenyum.


" Kuharap surat Ruyue sudah sampai padamu." Jiang tersenyum, senyum yang tadi terukir dibibir Lu Xiang menghilang seketika.


" Ruyue?" kata Bai Yunfei terkejut.


" Ruyue?" Zhao An tak kalah terkejut.


" Tuan putri Zhang Ruyue?" Lian dan Yuan juga ikut terkejut.


" Tentu saja... memangnya siapa lagi yang bisa aku sebutkan namanya seindah topengnya." Jiang melihat wajah terkejut semua orang, Bai Yunfei lalu menarik tangan Jiang kasar tanpa sengaja.


" Ruyue masih hidup?" Tanya Bai Yunfei antusias, Jiang lalu menoleh Bai Yunfei.

__ADS_1


" Akan aku ceritakan nanti." ucap Jiang lalu melepaskan tangan Bai Yunfei yang menggenggam erat tanpa sadar menyakiti tangan Jiang. Bai Yunfei mengangguk.


" Temui aku besok ditepi lembah kalau kau menginginkan mayat saudaramu itu utuh, jika tidak, aku akan mengirimkan bagian kepala saja padamu, kemudian tangan, kemudian kaki, dan seterusnya selama satu bulan penuh...kau pasti akan lelah menyusun tubuhnya. " Jiang tertawa gila. lalu seketika ekpresi wajahnya langsung berubah.


" Kau masih hidup sampai sekarang hanya karena kebaikanku...aku hanya ingin kau melihat kehancuranmu sendiri, sehingga kau memilih untuk membunuh dirimu sendiri tanpa tangan orang lain, aku ingin kau menyesalinya dan melihat satu persatu orang yang kau cintai mati demi dirimu, aku ingin kau menyaksikan semua itu." Kata Jiang lalu ia segera pergi yang diikuti Bai Yunfei, Zhao An, Lian dan Yuan.


" Sama halnya denganmu, aku akan melindungi orang yang kusayang, kita lihat siapa yang bertahan sampai akhir." balas Lu Xiang,ia mengepalkan tangannya memandang kepergian Jiang, Jiang masih dapat mendengar apa yang dikatakan Lu Xiang.


Lu Xiang memang sudah menerima surat rahasia dari Ruyue bahwa ia terlambat menolong Xiaojiu, saat Ruyue datang, perkemahan Xiaojiu sudah rata dengan tanah.


Ruyue sudah memeriksa mayat yang tersisa dan tidak menemukan mayat Xiaojiu, Ruyue setelah itu langsung pergi menemui Zhang Luhan, jadi ia hanya bisa mengirim surat pada Lu Xiang tentang berita itu.


Lu Xiang yakin Jiang belum membunuh saudaranya, jadi ia hanya bisa mengikuti permainan dari Jiang. Satu satu hal yang pasti bahwa Lu Xiang yakin surat yang dulu ia ingin kirim pada Jiang tidak sampai, Lu Xiang bisa menebak siapa yang bisa menggagalkan surat itu sampai.


Jiang menceritakan pada mereka secara singkat tentang Ruyue, dan mengatakan kepada mereka agar tidak memberitahukan siapapun tentang hal ini, karena Jiang berniat akan membuat Ruyue mengungkapkan dirinya sendiri didepan semua orang. mereka berjanji untuk tidak menceritakan kepada siapapun.


Saat Jiang akan keluar istana, Zhao An menahannya. "Jiang, satu hal yang belum keberitahu padamu..." Ucap Zhao An lesu, Jiang terhenti lalu menoleh padanya.


" Yang mulia terus ditekan oleh keadaan dimana dia harus melindungimu dari semua menteri yang memaksa yang mulia untuk membunuhmu jika kau tertangkap, aku.." Jiang lalu menepuk pundak Zhao An pelan.


" Aku mengerti.. aku tau apa yang harus aku lakukan." Zhao An mengangguk karena ia percaya apa yang akan dilakukan Jiang. Jiang dan Bai Yunfei segera meninggalkan istana.


Lu Xiang pergi menemui Bai Qian dikediamannya. Bai Qian sedang duduk santai di ruangnya. " Kau tidak pernah datang kemari, kenapa tiba-tiba datang..." Belum selesai ia basa-basi Lu Xiang langsung menampar wajah Bai Qian. Bai Qian sangat terkejut melihat apa yang di lakukan Lu Xiang.


" Kenapa kau lakukan itu...?" teriak marah Lu Xiang, Kemarahan Lu Xiang sudah ditebak oleh Bai Qian.


" Aku melindungimu." balas Bai Qian, ia tak kalah keras berteriak.

__ADS_1


" Melindungiku..? melindungiku dari apa? dari Jiang?.. , Dia bukan orang yang harus aku takuti." balas Lu Xiang.


" Kau lupa? dia bukan orang yang sama... apa kau tidak mengerti itu, aku tidak bisa membiarkan kau bertemu dengannya sehingga membahayakan dirimu."


" Shen Ruizhen ...jika kau ikut campur lagi aku akan..." belum selesai Lu Xiang bicara, Bai Qian berteriak pada Lu Xiang.


" Lu Xiang... Kau berani menyebut nama asliku." Teriak Bai Qian tak kalah hebat, matanya merah menahan amarah. Nama asli Bai Qian adalah nama yang sudah lama ia lupakan, setiap seseorang menyebut nama itu maka amarahnya meledak, Mereka sama-sama dikuasai amarah.


Mereka berdua saling menatap menahan diri untuk tidak berkelahi sampai akhirnya Lu Xiang menarik nafas panjang untuk meredakan amarahnya. " Maafkan aku." ucap Lu Xiang akhirnya saat amarahnya sudah reda.


Bai Qian langsung memeluk Lu Xiang. " Kau sudah seperti saudara bagiku, aku bisa mengorbankan segalanya tapi aku tidak bisa kehilangan dirimu." Bai Qian meneteskan air mata.


" Hentikan air mata buayamu itu, kau fikir aku tidak tau apa yang kau fikikan?" Lu Xiang lalu melepaskan pelukan Bai Qian, Bai Qian tersenyum lalu menghapus air matanya.


" Aku benar-benar tidak bisa menipumu ya." jawab Bai Qian tersenyum. Lu Xiang lalu berbalik badan membelakangi Bai Qian


" Jangan sesekali kau ikut campur lagi, aku tidak akan mungkin mengkhianatimu, aku punya rencana sendiri."


" Kau pasti akan mengkhianati diriku demi menyelamatkan nyawa saudaramu, aku tidak bisa membiarkan itu." batin Bai Qian.


" Aku tau." Jawab Bai Qian akhirnya.


" Apa kau yang melakukannya?"


" Aku hanya menabur mesiu dalam api agar apinya membesar." Jawab Bai Qian, Ia tau apa yang ditanyakan Lu Xiang padanya tak lain adalah kejadian dimana Jiang membunuh orang mereka, Bai Qian sengaja menunggu itu dan memanfaatkan apa yang dilakukan Jiang agar semua yang terjadi ditimpakan pada Jiang.


Bai Qian sudah memperhitungkan bahwa Jiang akan menyerang dimalam pertama, karena tidak ada kesempatan lain baginya untuk menyerang saat Zhang Han sudah memperhitungkan situasi.

__ADS_1


" Aku pergi, urus seseorang yang menguping kita." Jawab Lu Xiang, ia melihat seorang pelayan wanita dikediaman Bai Qian yang sedari tadi menguping mereka, memang setelah penyerangan yang dilakukan Jiang, banyak pelayan baru masuk sehingga mereka harus berhati-hati untuk bertindak, butuh waktu untuk mengembalikan seperti semula, memasukan orang-orangnya untuk menjadi mata-mata.


" Lu Xiang, kita berada dikapal yang sama, aku hancur kau juga hancur, jangan pernah untuk berfikir mengkhianatiku, aku lebih menakutkan dari yang kau fikirkan." ucap Bai Qian sebelum Lu Xiang keluar dari kamarnya, Lu Xiang mendengarkan tapi tidak menanggapinya.


__ADS_2