Berinkarnasi

Berinkarnasi
Bertanya


__ADS_3

Jiang tidak bisa mengusir Zhang Han karena kakek Xian sendiri mengizinkannya tinggal." Kakek, rumah kakek terasa sempit sekarang karena kakek menampung mereka, kakek jangan takut dihukum ini rumah kakek, kakek berhak mengusir mereka jika kakek tidak suka." kata Jiang sedikit keras agar sengaja didengar Zhang Han. Zhang Han menghela nafas pura-pura tidak mendengar perkataan Zhang Han.


kakek Xian menjadi tidak enak mendengar perkataan Jiang tapi ia tidak mengatakan apa-apa. " Aku akan pergi kepasar mencari sesuatu." ucap Xuelan, Jiang tersenyum,." Ayo." Jiang menarik tangan Xuelan membuat Xuelan tidak enak ketika dipandang oleh Zhang Han. Zhang membulatkan matanya memandang Xuelan membuat Xuelan tanpa sadar menepis tangan Jiang, Jiang terkejut Xuelan bersikap tidak seperti biasanya.


Jiang lalu menoleh Zhang Han, dilihatnya ekpresi Zhang Han yang sudah berubah datar, lalu dilihatnya Xuelan, Xuelan Hanya menyengir bodoh saat ditatap Jiang." ayo, jangan buang waktu lagi." Jiang langsung menarik paksa tangan Xuelan sehingga Xuelan hanya mengikuti langkah Jiang." Kami akan segera kembali." teriak Xuelan yang ditarik Jiang paksa.


Zhang Han hanya membuang muka melihat kepergian mereka, Dao Dao dan Zhao An menjadi canggung, bagi mereka sikap Jiang seperti itu sudah biasa tapi dengan adanya Zhang Han yang melihat sudah beda lagi ceritanya, mereka berdua segera berlari kebelakang agar tidak terlalu canggung berhadapan degnan Zhang Han.


" Mau kemana kalian?" tanya Zhang Han melihat gerak- gerik mereka yang seperti ingin meninggalkan Zhang Han.

__ADS_1


" Ah, kami ingin merebus herbal." jawab Zhao An berbohong, kakek Xian menggelengkan kepalanya mendengar jawab Zhao An yang asalan.


" Aku ingin membantu kalian membuat obat." jawab Zhang Han tiba-tiba membuat mereka tenganga tidak tau harus menjawab apa mereka sekarang. mau tidak mau mereka benar-benar merebus herbal untuk menjadi cadangan, biasanya mereka merebus herbal hanya Jika diperlukan atau ada yang memesan karena obat yang direbus tidak tahan lama.


Sambil memperhatikan Zhao An dan Dao Dao yang mengipas tungku, Zhang Han memperhatikan mereka membuat mereka berkeringat dingin.


Diistana Lu Xiang sedang mempersiapkan kedatangan Selir Ming Hui yang dikabarkan sudah memasuki ibukota, menurut perkiraan ia mungkin besok selir Ming Hui akan tiba diistana.


" Sudah berapa lama kalian mengenal Jiang hingga seakrab ini?" tanya Zhang Han pada mereka berdua." aku mungkin mengajukan banyak pertanyaan dan kalian jawab memandang aku sebagai teman bukan raja." lanjutnya agar mereka tidak terlalu canggung karena Zhang Han juga merasakan kecanggungan mereka saat berhadapan dengannya.

__ADS_1


Dao Dao bercerita mereka sudah saling mengenal 1 tahun lalu karena Jiang dulu pernah menolong keluarga mereka dan Mereka sangat berhutang budi, Mereka tau apa yang dialami Jiang Diistana, keluh kesahnya bahkan siksaan batin ia tangguh sendiri, Dao Dao menceritakan bagaimana Jiang ingin membuktikan keberadaannya yang tidak pernah dinggap ada diistana sehingga terjadi tragedi itu dimana ia hampir kehilangan nyawa dan berakhir dengan kehilangan ingatannya, tapi mereka senang walau bagaimanapun Jiang tetap seperti dulu, yang berubah hanya sikap dan temparamennya yang keras dan ia sangat kuat sekarang.


Zhang Han merasa bersalah setelah mendengar cerita Dao Dao, ia tau selama ini ia tidak perduli pada Jiang, tapi ia ingin mengubah masa lalu itu dan memperlakukan Jiang lebih baik dari yang kemarin.


" Yang mulia, jika anda ingin membuatnya kembali pada anda aku hanya bisa mengatakan, bersikaplah layaknya seorang suami padanya bukan seorang kaisar negeri ini, semakin anda paksa semakin keras ia, tapi jadilah air yang terus menerjang batu, halus namun seiring waktu batu itu akan pecah.Jiang sekarang berbeda, ia keras kepala tapi anda harus lebih kuat hati jika anda benar-benar mengharapkannya kembali." kata Dao Dao panjang lebar, Zhao An tersenyum temannya yang satu ini benar seperti orang bijak dan ia tidak heran akan hal itu.


" Dari kecil aku tidak tau cara memperlakukan wanita, karena aku di didik menjadi seorang raja bukan suami, mana yang bisa mengerti diriku dialah yang kuhargai."kata Zhang Han membuat Dao Dao tersenyum kecut mendengarnya.


" Menjadi suami bukan belajar tapi itu lahir murni dari hati anda sendiri, anda yang merasakannya, aku hanya tidak suka melihat orang lain kehilangan orang yang dicintainya karena caranya yang salah dalam bertindak dan itu sangat sepele." jawab Dao Dao menoleh Zhang Han tersenyum tapi matanya sudah berkaca-kaca, ia seolah mengingat dirinya sendiri dan seseorang yang sedang difikirannya." Jangan pernah anda menyesal dikemudian hari karena rasa egois hati." lanjutnya lalu ia mengipas tungku lagi, Zhao An menepuk pundak Dao Dao pelan, ia lalu mengusap air matanya yang sempat jatuh tanpa disadari Zhang Han dan Wei Chan yang disibukan fikirannya.

__ADS_1


__ADS_2