
Xiao Na menepi kesebuah bar elit, ia mengambil pistol yang berada dijok mobilnya kemudian menyembunyikan dibalik pinggangnya, Tak lama dua orang mengikuti dibelakang Xiao Na.
" Aku sendiri bisa mengurus mereka." kata Xiao Na.
" Aku khawatir padamu, kami tidak bisa tinggal diam." ucap Chen Feiyu.
" Yang lain sedang dalam perjalanan kemari, kita bersihkan tempat ini." Lanjutnya.
Xiao Na masuk diikuti mereka berdua, Xiao Na melihat targetnya sedang bermain-main dengan wanita penghibur sambil minum anggur.
" Kalian urus yang lain, biar aku mengurus Luo Feng." ia berjalan mendekati Pria yang semur dengannya, pria itu tengah tertawa bahagia sambil memangku wanita cantik dan wanita yang lain menyuapinya anggur sambil menggodanya.
Xiao Na melepaskan jaket kulitnya sehingga tertinggal tangtop ketat yang memperlihatkan sedikit buah dadanya yang menggoda ditambah bentuk tubuhnya yang ideal, pistolnya ia sembunyikan dibalik jaket yang ia pegang.
Ia berjalan dengan tersenyum kearah Luo Feng dengan menggoda, banyak diantara mereka terpana karena kecantikannya, Luo Feng yang dilanda setengah mabuk terpana melihat Xiao Na.
" Siapa wanita cantik ini?" Luo Feng menjilat bibirnya karena beliur melihat kecantikan Xiao Na. wanita penghibur itu segera berdiri saat melihat Xiao Na ingin duduk dipangkuan Luo Feng.
Xiao Na tersenyum manis lalu memainkan jarinya menyentuh wajah Luo Feng hingga dada bidangnya membuat pria itu merasa terangsang.
" Bagaimana menurutmu Song Lan, jika kau berada diposisi Luo Feng?" tanya Chen Feiyu sambil menonton mereka dari jauh, anak buah mereka sudah bergerak dan hanya menunggu aba-aba dari Xiao Na maka tempat ini segera mereka ratakan.
" Pria mana Yang bisa menolak wanita cantik?"
" Oh jadi maksudmu kau juga pasti terjebak jika berada diposisinya?"
" Bahkan pria paling perkasa sekalipun bisa jatuh berlutut hanya dengan memandang matanya saja." Song Lan tidak lepas melihat apa yang dilakukan Xioa Na dari jauh.
" Kuingatkan, kau dan nona berbeda...kau bisa mendapatkan wanita manapun di dunia ini, tetapi nona Xiao Na bukan sesuatu yang bisa kau dapatkan hanya karena kau menginginkannya, kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri." Song Lan tersenyum.
" Omong kosong apa yang kau katakan?"
" Kita tumbuh bersama, bagaimana mungkin aku tidak tau kau seperti apa? kau bajingan kecil yang tidak akan pernah mengatakan isi hatimu." Song Lan hanya diam .
" Nona memberi kode."
" Hah?" Chen Feiyu terperanjat karena terkejut, dari tadi ia menonton tetapi tidak melihat kode apapun.
" Karena kau terlalu banyak omong kosong." Song Lan segera beranjak, Chen Feiyu mengikutinya.
Luo Feng menyetuh wajah Xiao Na dan turun ingin kedadanya tetapi segera ditahan Xiao Na, Xiao Na lalu berbisik.
" Dewi kematianmu sudah datang." Luo Feng menegang ia memandang intens pada Xiao Na, samar-samar ia mengingatkan wajah Xiao Na yang tersenyum.
__ADS_1
Luo Feng langsung mendorong Xiao Na agar jauh darinya ia langsung berlari, Xiao Na mengejarnya, Song Lan dan Chen Feiyu segera beraksi dan menembakan pistol keatas sehingga terjadi keributan, para tamu yang tidak tau apapun segera berlarian keluar, mereka yang memiliki musuh segera menyerang sehingga terjadi baku tembak kedua belah pihak.
Xiao Na menembak tetapi Luo Feng licik ia menghindari semua serangan begitu jarak mereka dekat, Luo Feng tiba-tiba berhenti ia berbalik kemudian tersenyum pada Xiao Na.
Xiao Na segera menyadari apa yang dilakukan Luo Feng.
" Kau fikir bisa lolos hanya karena sekolompok tikus ini membantumu?" Xiao Na tertawa sekian detik kemudian wajahnya serius dan segera ia menembak kepala Luo Feng hingga membuat sekelompok orang yang berada dibelakang Luo Feng ternganga melihatnya.
Gerakan Xiao Na terlalu cepat sehingga mereka tidak melihatnya, tetapi itu memicu kemarahan mereka, sehingga terjadi baku tembak, Xiao Na menghindari banyak peluru yang mengarah padanya, Song Lan datang dengan membawa beberapa orang menyelamatkan Xiao Na dari keroyokan mereka.
Baku tembak kedua belah pihak terus berlangsung karena jumlah mereka yang banyak, tiba-tiba diluar beberapa mobil datang dengan membawa banyak orang membuat Xiao Na mengumpat, mereka harus segera pergi jika tidak ingin mati konyol, Segera ia memberi kode pada yang lain untuk segera mundur.
Mereka saling menyerang dan Xiao Na perlahan mundur melewati pintu belakang, mereka segera kabur, Xiao Na segera menuju mobilnya.
" Kita berpisah disini, mereka akan mengejar jadi kita akan berpencar." Chen Feiyu dan Song Lan mengangguk, mereka tau bahwa hanya mereka bertiga yang akan diincar.
Xiao Na melaju mobilnya meninggalkan bar, Yang diikuti semua anak buahnya, dan sesuai perhitungan mereka memang dikejar, Saat persimpangan jalan, Xiao Na memberi kode agar berpencar karena jalur didepan memiliki 4 simpang.
Xiao Na mengambil jalur lurus dan yang lainnya mengambil jalur Lain, Xiao Na memberi instruksi untuk tidak ada yang mengikutinya.
Sambil menyetir, darah merebas keluar dari tangan kirinya yang tertembak, ia menyentuh perutnya yang juga tertembak, penglihatannya semakin kabur karena sudah banyak kehilangan darah, tidak ada yang menyadari bahwa Xiao Na tertembak tadi karena jika mereka tau mereka akan khawatir terutama Chen Feiyu dan Song Lan.
Kepala Xiao Na pusing sehingga ia terkejut melihat mobil didepan tiba-tiba keluar dari jalur berbeda, untuk mengindari mobil itu ia membanting setir hingga menabrak pembatas jalan kepalanya terbentur dan rasa sakit menyerang tubuhnya.
" Keadaannya cukup parah." terdengar suara pria itu, ia ingin mengeluarkan Xiao Na dari mobil, Xiao Na menahan tangan pria itu yang ingin menyentuhnya.
" Kau ingin apa?" tanya Xiao Na lemah, kepalanya pusing dan ia tidak memiliki banyak tenaga juga perlihatkan yang kabur.
" menolongmu." jawabnya, ia langsung menggendong Xiao Na lalu memasukkan kedalam mobilnya, Xiao Na sudah tidak sadarkan diri.
Saat membuka mata, ia merasa sedikit pusing, ia tidak mengenali dimana ia berada, karena ia seperti berada dikamar.
Ia melihat dirinya sudah berganti pakaian, tangan dan perutnya sudah diobati, ia lalu berdiri menuju jendela, dan pemandangan indah laut didepannya serasa bangunan ini berada ditepi laut.
" Kau Sudah bangun?" suara seseorang dibelakangnya mengejutkan Xiao Na.
Xiao Na berbalik melihat seorang pria yang tidak ia kenal sedang meletakkan bubur dimeja nya.
" Terima kasih." ucap Xiao Na.
" Untuk?" pria itu menatap Xiao Na, ia tersenyum.
" Sudah menolongku."
__ADS_1
" Bukan aku, tapi kakakku." jawabnya santai.
" Tapi." Xiao Na melihat pakaiannya yang sudah berganti.
" Jangan khawatir, kami pria tau batasan, pembantu dirumah ini yang mengganti pakaianmu." Xiao Na mengangguk.
" Istirahatlah, aku pergi dulu." Terdengar malas saat ia berbicara, ia juga sedikit tidak sopan karena jelas bahwa usianya dibawah Xiao Na tetapi ia berbicara seolah mereka seusia.
Xiao Na melihat bubur itu lalu mencicipinya, setelah selesai ia turun keluar kamar untuk menyapa pemilik rumah yang elegan itu, selain pemandangan yang indah, rumah ini terdiri dari dua lantai dan ia dapat menebak pemilik rumah senang akan ketenangan.
Ia memerhatikan setiap detial rumah itu, ia melihat seorang pria yang berdiri membelakangi dirinya sedang memasak, Xiao Na mendekatinya.
" Kau sudah sadar?" tanya pria itu tanpa berbalik badan melihatnya, Xiao Na terkejut karena suara pria itu terdengar familiar ditelinganya.
Suara yang ia rindukan, matanya berkaca-kaca memandang punggung pria yang asik memotong beberapa sayuran, segera ia mengendalikan diri.
" Terima kasih karena sudah menolongku." ucap Xiao Na, Ia penasaran melihat wajah pria itu.
" Apa kau memiliki sembilan nyawa?"
" Apa?" Xiao Na tidak mengerti pertanyaan itu.
" Belum tiga hari kau meninggalkan rumah sakit, kau sudah hampir mati." Pria itu berhenti.
" Bagaimana kau tau?" pria itu berbalik, Xiao Na terkejut melihatnya.
" Zhang Han..." nama itu begitu saja meluncur dari mulutnya, mata Xiao Na berkaca-kaca melihat pria itu, ia berdiri mematung.
Xiao Na langsung memeluknya, ia terisak menangis.
" Aku merindukanmu, apa kau mengikutiku sampai kemari? katakan... Zhang Han, apa kau kemari sendiri atau bersama anak-anak?" Xiao Na menangis ia tidak percaya apa yang ia lihat, ia melepaskan pelukannya dan tersenyum bahagia, pria itu hanya mematung melihat Xiao Na.
" Sepertinya kepalamu bermasalah."
" Apa?" Xiao Na terkejut.
" Siapa Zhang Han, aku adalah Yi Han."
" Yi Han..."
" Aku yang sudah menolongmu 18 bulan yang lalu saat kau terjatuh dijurang, dan aku juga menemukanmu kemarin dengan luka tembak yang entah bagaimana kau mendapatkannya."
Xiao Na mencerna kata-katanya, ia mematung.
__ADS_1
" Aku pasti sudah gila." Xiao Na memukul kepalanya sendiri,ia berbalik badan lalu pergi meninggalkan Yi Han, ia seperti tidak percaya apa yang terjadi dan merasa sangat malu karena memeluknya tiba-tiba.