Berinkarnasi

Berinkarnasi
Musuh Bebuyutan


__ADS_3

Sekelompok berbaju hitam dengan topeng tengkorak dimulut mereka sudah memberitahukan identitas mereka bahwa mereka adalah pembunuh dari alam baka, mereka semua langsung keluar dari perpohonan, sekitar 30 orang mengelilingi Zhang Han dan Jiang.


" Pembunuh alam baka." kata Zhang Han, Jiang lalu menoleh pada Zhang Han.


" Siapa mereka?" tanya Jiang pada Zhang Han.


" Kau akan mengetahuinya segera, bersiaplah." Kata Zhang Han, Lalu Zhang Han mengambil pedangnya yang berada didekat api unggun yang sudah ia siapkan tadi, Jiang mengeluarkan belati pendek dari balik jubahnya, ia selalu membawa belati itu, dan belati kecil dibalik rambutnya untuk berjaga-jaga.


" Kau siap Jiang? kita akan mengukir sejarah hari ini." kata Zhang Han tersenyum menoleh Jiang. " Ini bukan waktunya untuk bercanda." jawab Jiang kesal, Zhang Han lalu mengambil pakaiannya untuk memakainya. tapi belum selesai ia berpakaian, para pembunuh itu langsung menyerang.


sambil berkelahi Zhang Han sambil memakai pakaiannya, Jiang dikepung karena ia adalah orang yang harus mereka bunuh, mereka bertarung terpisah, Jiang menghindar dan menyerang, cukup lama mereka berkelahi tetapi Jiang baru membunuh 5 orang saja, sedangkan tubuhnya sudah lelah, begitu juga para pembunuh itu. Jiang dikepung 10 orang sisanya mengepung Zhang Han.


" Mereka pasti pembunuh terlatih, walaupun mereka tidak memiliki tenaga dalam, tetapi beladiri mereka tidak bisa diremehkan." guman Jiang, ia masih dikelilingi 5, orang pembunuh itu.


Jiang melihat Zhang Han masih bertempur, tiba-tiba Jiang melihat seorang pembunuh menyerang Zhang Han dari belakang, ia lalu ingin menghentikan orang itu tetapi Para pembunuh didepannya merepotkan, ia menyerang Jiang saat mencoba menolong Zhang Han, saat pembunuh itu semakin dekat pada Zhang Han, Jiang langsung melempar belati kecil yang berada dibalik rambutnya, sehingga rambutnya terurai, belati itu mengenai bagian vitalnya dan langsung mati ditempat.


Zhang Han menoleh Jiang saat melihat belati kecil itu melayang kearah belakangannya, ia mengangguk saat menoleh Jiang, Jiang membalas anggukkan Zhang Ha, yang artinya Zhang Han berterima kasih dan Jiang menerimanya. Mereka kembali bertarung.


Tiba-tiba rantai hitam dengan ujungnya berbentuk tangan terbang mengarah pada Jiang, Zhang Han membulatkan matanya saat rantai itu menuju Jiang. " Jiang awas." teriak Zhang Han, Jiang terlambat menyadarinya, ia melihat rantai dengan ujung tangan itu akan mengenai dirinya, tetapi tepat sebelum rantai itu mengenai Jiang, sebuah pedang langsung menggulung rantai itu, dan ketika pedang itu ditarik, rantai itu langsung terputus. Jiang terkejut seseorang sudah berdiri didepannya.

__ADS_1


" Kau tidak apa-apa Jiang?" tanya orang itu khawatir, Jiang menatap wajah orang yang baru menyelamatkannya. ia merasa tidak mengenal orang itu, tetapi mengapa ia merasa tidak asing dengan wajahnya. Zhang Han menghela nafas lega, tetapi ia tidak suka saat melihat pria itu menyelamatkan Jiang.


" Kau tunggu disini saja, biar aku yang menghadapi mereka." kata orang itu tersenyum kepada Jiang, Jiang lalu mundur.


pria itu bertarung dibantu oleh seseorang yang lain juga, dan nampak orang yang membantu pria itu adalah bawahannya. Jiang membantu Zhang Han, karena ia lengah sebuah pedang menggores lengannya, ia meringis kesakitan lalu memegang lengannya yang terluka. " Jiang." Panggil Zhang Han khawatir karena Melihat Jiang terluka.


Pria yang menolong Jiang tadi langsung berlari menolong Jiang dan melindungi Jiang agar tidak diserang saat terluka sedangkan Zhang Han sudah disibukan oleh mereka yang mengepung. " Yuwen Xue." panggil pria itu pada bawahannya, ia langsung menoleh dan segera menghabisi pembunuh itu segera lalu berlari kearah mereka.


" Yang mulia." orang itu menundukkan kepala tanda memberi hormat.


" Cepat selesaikan." perintah pria itu, ia juga ikut membantu, Jiang mundur karena tangannya teluka, butuh waktu sampai akhirnya mereka semua tewas, mereka tidak bisa mengintrogasi pembunuh itu, karena mereka memilih membunuh diri daripada tertangkap.


" Zhang Han." panggil pria itu, ia menatap Zhang Han seperti siap memangsa Zhang Han hidup-hidup, Zhang Han tak kalah tajam menatap pria itu.


" Ying Zheng, ternyata Kau tidak pernah menyerah untuk mengejar Jiang." balas Zhang Han, Mereka berdua sama-sama menggenggam erat pedang mereka, mereka bahkan lupa bahwa mereka sedang kelelahan karena bertarung tadi.


Yuwen Xue sangat khawatir saat kedua orang itu bertemu karena mereka berdua seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja dan permasalahannya hanya satu yaitu memperebutkan satu wanita saja yaitu Jiang Huan, kisah mereka sudah menyebar di seluruh daratan tiongkok tentang sejarah kerajaan Qing dan kerajaan Jin Timur.


Siapa yang tidak mengetahui kisah kedua raja ini, mereka adalah musuh bebuyutan karena memperebutkan Jiang, dulu Ying Zheng jatuh hati pada Jiang saat pandangan pertama, saat berumur 15 tahun, Ying Zheng pergi berburu dan terjatuh kejurang saat karena kecerobohannya, Jiang yang tidak sengaja mencari obat melihat Ying Zheng dan membantunya.

__ADS_1


Selama 1bulan penuh Jiang merawat Ying Zheng hingga sembuh, Ying Zheng sudah jatuh hati pada Jiang saat itu, ia berjanji dalam hati bahwa ketika ia diangkat menjadi raja ia akan langsung melamar Jiang untuk menjadi Permaisurinya.


Setelah sembuh, Ying Zheng kembali kekerajaannya, dua tahun kemudian, ia mendengar kabar bahwa Jiang sudah akan menikah dengan Zhang Han, Ying Zheng tidak terima mendengar hal itu, ia lalu mengirimkan surat tantangan untuk Zhang Han. Tetapi surat itu lebih dulu diketahui oleh ayahnya sebelum sampai pada Zhang Han.


Ayahnya sangat marah mendengar bahwa Ying Zheng menyukai Jiang, sejak Jiang dalam kandungan ia sudah dijodohkan pada Zhang Han dan Ying Zheng begitu mencintai Jiang membuat ayahnya sangat sedih melihat putra semata wayangnya tersiksa karena cinta yang tak berbalas.


Segala cara ia lakukan untuk mendapatkan Jiang dari tangan Zhang Han, tetapi tidak berhasil karena rencana ayahnya dan juga Zhang Han tidak bisa melepaskan Jiang walaupun ia ingin saat itu, karena janji yang sudah diikat pada dirinya, ia tidak bisa melepaskan Jiang.


Ying Zheng bahkan membuat pengumuman bahwa hari dimana ia menjadi raja, hal pertama kali yang ia lakukan adalah berperang dengan Zhang Han, seluruh negeri tau akan obsesi Ying Zheng untuk Jiang.


Saat ayahnya mendengar perkataan putranya menjadi sedih dan sakit keras yang ia derita semakin parah dan meninggal dunia, pada saat pengangkatan raja Ying Zheng juga bertepatan pada hari Zhang Han diangkat menjadi raja. setelah berkabung untuk ayahnya, Ying Zheng langsung menyiapkan pasukan besar dan sudah mengibarkan bendera perang pada kerajaan Qing, Zhang Han yang terlalu bersedih saat itu tidak perduli pada perang itu.


Kalau bukan karena seluruh menteri dan pejabat negara bersujud dihadapan Ying Zheng untuk meminta Ying Zheng menghentikan perang yang tidak memiliki tujuan apapun itu, Mungkin perang itu sudah terjadi sejak lama. seluruh menteri dan pejabat negara bersujud selama 3hari 3 malam meminta Ying Zheng memikirkan kembali akibat perang itu, sang ibunda turut ikut memohon hingga Ying Zheng luluh dan membatalkan perang itu.


Setelah kejadian itu, seluruh negeri Jin Timur berdoa agar Ying Zheng tidak bertemu Zhang Han ataupun Jiang, karena bisa dipastikan Ying Zheng tidak akan menahan diri lagi. Bertahun-tahun Ying Zheng tidak mengenang Jiang bukan karena ia melupakannya tetapi semua orang tau Ying Zheng tidak ingin ibunda tercintanya bersedih seperti dulu.


" Yang mulia Jiang terluka." teriak Yuwen Xue, Zhang Han dan Ying Zheng langsung menoleh, mereka lalu berlari kearah Jiang untuk melihat Luka Jiang. Yuwen Xue menggelengkan kepala melihat mereka.


" Tidak salah jatuh cinta, tetapi yang salah adalah jika dua orang penguasa memperebutkan satu cinta, seluruh negeri menjadi taruhannya." gumam Yuwen Xue yang memperhatikan Mereka berdua yang khawatir pada Jiang, Jiang menjadi risih melihat tingkah mereka yang menurutnya berlebihan.

__ADS_1


Bonus chapter ya.... senin baru ada update lagi. selamat membaca


__ADS_2