Berinkarnasi

Berinkarnasi
Pembuat Onar


__ADS_3

Ying Zheng masuk, dengan menggunakan pakaian kebesaran kerajaan Jin Timur benar-benar membuat semua orang terpana, Vermilion emas dikeningnya dan senyum manis bak pangeran dongeng, para wanita baik itu selir, putri, pelayan maupun permaisuri terpana ketampanan Ying Zheng karena ketampanannya memiliki keunikan sendiri, hanya saja Jiang Huan biasa saja melihat Ying Zheng.


Jiang Huan memandang Zhang Han yang sedang menatap kedatangan Ying Zheng. Memang bangsa kerajaan Jin Timur jarang dilihat banyak orang karena mereka bukan orang yang suka berkelana, jadi tidak banyak yang tau tentang Jin Timur dan mereka hanya mendengar rumor bahwa Jin Timur identik dengan Vermilion dikening mereka. Yuwen Xue yang berada dibelakang Ying Zheng memberi hormat, terutama pada Zhang Han.


Wei Chan dan Lan Huan tersenyum saat melihat Yuwen Xue, teman lama mereka yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu.


" Rupanya kau tidak takut datang kemari." ucap Zhang Han.


" Apa ini kata sambutan untukku?" balas Ying Zheng tersenyum. senyuman Ying Zheng benar-benar menawan dimata semua orang.


" Ying Zheng, jika kau melakukan sesuatu yang membuat acara ini kacau, aku pasti tidak akan melepaskanmu dengan mudah."


" Ya ya ya." kata Ying Zheng cuek, ia lalu memandang ruangan itu tetapi tidak ada tempat yang kosong.


" Aku sudah mengatakannya padamu untuk datang, dimana tempatku? apa aku harus duduk dipangkuan Jiang Huan baru kau menyiapkan tempat untukku."


" Tidak tau malu." balas Zhang Han kesal, lalu dua orang pelayan membawa dua meja dan kursi untuk Ying Zheng dan Yuwen Xue. Setelah siap ia langsung duduk disana.


Semua orang yang berada di ruang terus menatap pada Ying Zheng karena heran mengapa ia bersikap santai saja mengatakan hal yang memalukan didepan Zhang Han.


" Baiklah, mungkin kalian terkejut dengan kedatangan Keraaan Jin Timur, tapi biar aku jelaskan bahwa kedatangannya...." Semua orang menatap pada Zhang Han untuk menjelaskan situasinya.

__ADS_1


" Tidak perlu dijelaskan, langsung mulai saja acaranya, terlalu banyak bicara hanya membuat mereka tidak mengerti apapun." kata Ying Zheng memotong pembicaraan Zhang Han. Semua raja tersinggung dengan perkaataan Ying Zheng yang secara tidak langsung mengatakan bahwa mereka bodoh dan tidak mengerti apapun.


" Apa maksud perkataanmu raja Jin Timur?" kata seorang raja menahan amarahnya pada Ying Zheng yang bersikap seenaknya.


" Oh, jadi kau tersinggung perkaataanku? kalau kau tidak merasa, mengapa kau harus marah." jawab Ying Zheng santai, Raja itu semakin tersulut emosinya mendengar perkataan Ying Zheng.Zhang Han memijit kepalanya yang terasa berdenyut, Wei Chan dan Lan Huan khawatir melihat Zhang Han.


" Raja Ying Zheng... kau pikir dirimu cerdas?" teriak Raja itu, ia langsung berdiri menunjuk pada Ying Zheng, Ying Zheng tersenyum mengejek pada raja itu.


" Benar-benar tukang cari masalah." guman Lu Xiang, ia tidak pernah bertemu Ying Zheng tetapi ia pernah mendengar tentangnya, Raja yang satu ini memang suka bersikap seenaknya pada orang lain tetapi tidak ada yang benar-benar berani menentang dirinya.


" Raja Jin Timur, jujur saja kami tersinggung perkataanmu, kau mengatakan seolah kami tidak tau apapun, kami meminta penjelasan pada yang mulia Zhang Han karena khawatir. siapa didaratan Tiongkok ini yang tidak mengenal permusuhan diantara kalian, jelas kami terkejut melihat kau datang secara tiba-tiba." tambah raja lain, kali ini ia menengahi antara dua orang itu, karena ia melihat raja itu mulai emosi pada Ying Zheng.


Ying Zheng hanya tersenyum mendengarnya ia lalu berdiri. " Daripada Zhang Han yang menjelaskan lebih baik aku yang menjelaskan." Ying Zheng berjalan ditengah-tengah, ia lalu memberi hormat pada Zhang Han, semua orang menaikkan alisnya tidak mengerti dengan yang dilakukan Ying Zheng. setelah memberi hormat ia lalu memandang wajah semua orang.


" Yang mulia Zhang Han, maaf jika aku lancang, tetapi sepertinya orang dari kerajaan Jin Timur ini tidak memiliki sopan santun." kata Seorang raja lainnya, ia terlihat kesal melihat Ying Zheng. ia berbicara pada Zhang Han tapi ia menatap Ying Zheng.


" Oh... dimana letak ketidaksopananku raja Yong Le? jelaskan padaku." Balas Ying Zheng, Raja dari kerajaaan Shang yang dipimpin oleh raja Yong Le menatap tajam pada Ying Zheng.


" Kau masih mempertanyakan ketidaksopananmu? Apakah sopan menggilai seorang wanita yang sudah bersuami? bahkan mengibarkan bendera perang, kau dengan tidak tau malu secara terang-terangan ingin duduk dipangkuan wanita itu, jadi menurutmu itu sopan?" Ying Zheng menatap tajam pada Raja Yong Le.


" Jadi apakah aku harus duduk dipangkuan Permaisurimu, raja Yong le?" balas Ying Zheng, Raja Yong Le langsung naik pitam mendengarnya.

__ADS_1


" Raja Ying Zheng, jaga kata-katamu , kalau tidak..." teriak Raja Yong Le Marah.


" Kalau tidak apa? kau ingin menebas kepalaku dengan dengan pedangmu? kau bahkan lebih lemah dari pengawalku raja Yong Le." mendengarnya Raja Yong Le langsung mencabut pedangnya, Zhang Han langsung memukul meja hingga hancur, Raja Yong Le berhenti lalu menoleh pada Zhang Han, semua orang juga menoleh padanya.


Terlihat kemarahan diwajah Zhang Han, jika ia tidak bertindak mungkin akan terjadi pembunuhan diruangan ini. meja Zhang Han diganti dengan meja yang lain karena hancur ia pukul tadi.


" Apa kalian tidak menghormati aku yang berada disini?" teriak Zhang Han marah, jujur Saja saat ia memukul meja Zhang Han hampir memuntahkan darah karena terlalu banyak mengeluarkan tenaga dalamnya karena kondisinya tidak memungkinkan.


Raja Yong Le duduk kembali ketempatnya sambil menahan amarah, Ying Zheng meneguk teh nya, ia tidak mau menoleh pada Zhang Han. Zhang Han melihat wajah semua orang yang berada diruangan perjamuan, ia lalu menghela nafas berat.


" Baiklah, kita mulai saja acaranya." lanjut Zhang Han, lalu para penari cantik masuk ruangan, mereka mulai menari dengan gemulai dan indah, para raja sudah kehilangan moodnya untuk bersenang-senang karena kejadian tadi. tetapi ada beberapa yang menikmatinya termasuk Ying Zheng.


" Sepertinya tidak ada yang lebih indah dari Jiang Huan." guman Ying Zheng, Yuwen Xue sedari tadi diam hanya menggelengkan kepala, andai tadi raja itu mendekati Ying Zheng sudah pasti Yuwen Xue yang maju duluan, karena apapun yang dilakukan Ying Zheng ia tetap mendukungnya.


Jiang Huan menggelengkan kepala melihat sikap Ying Zheng yang arogan, Zhang Han menatap padanya saat ia menoleh pada Ying Zheng, saat ia menoleh Zhang Han yang sedang cemburu itu, Jiang pura-pura tidak melihat dan membuang muka. Jiang duduk tidak berada disamping Zhang Han melainkan bersama para selir lainnya karena gelarnya sudah dicabut.


Lu Xiang melihat semua penari itu, lalu ia terkejut melihat seorang penari diantara mereka. " Zhang Luhan, kau benar-benar tidak sabaran." batin Lu Xiang, penari itu memang paling cantik, ia menari disekitar para raja dan raja itu menikmati kecantikan wanita itu. Penari itu mendekat pada Ying Zheng dan mulai menggodanya karena ia melihat Ying Zheng tidak membawa pasangan.


Ia masuk kedalam pelukan Ying Zheng, Ying Zheng tersenyum licik. " Aku tau siapa kamu? kita pernah bertemu, jadi sebelum aku bertindak, lebih baik menjauhlah." bisik Ying Zheng ditelinga gadis itu, semua raja menggelengkan kepala melihat Ying Zheng yang memeluk gadis itu. gadis itu tersenyum menggoda pada Ying Zheng yang membuat semua orang bertanya-tanya apakah Ying Zheng sedang menggoda penari itu karena gadis itu terlihat senang setelah mendengar bisikan Ying Zheng.


Gadis itu lalu memeluk Ying Zheng dan mengelus tengkuk hingga belakang kepala Ying Zheng, dan itu benar-benar terlihat menggoda dimata semua orang. " Kita memiliki tujuan sama, apa salahnya kita berkerja sama dan kau bisa mendapatkan yang kau inginkan." bisik gadis itu ditelinga Ying Zheng, Yuwen Xue tidak melakukan apapun selain memandang gadis itu, selir Lu Xiang heran dengan apa yang dilakukan penari itu pada Ying Zheng.

__ADS_1


" Apa yang sedang ia bicarakan pada raja Jin Timur itu?" batin Lu Xiang, karena posisinya ia bisa melihat Gadis itu berbisik pada Ying Zheng.


__ADS_2