Berinkarnasi

Berinkarnasi
Kematian Dao-Dao


__ADS_3

Dao-Dao sudah sampai dikediaman Zhang Han. " Katakan pada yang mulia, aku ingin bertemu." ucap Dao-Dao pada dua penjaga pintu kediaman, salah seorang mereka melaporkan kedatangan Dao-Dao, tak lama dia datang lalu mempersilahkan Dao-Dao masuk kedalam.


Dao-Dao langsung keruang kerja Zhang Han karena prajurit tadi sudah memberitahu bahwa Zhang Han ada disana. Sebelum masuk Dao-Dao mengetuk pintu sampai Zhang Han izinkan masuk.


" Yang mulia." Dao-Dao memberi hormat pada Zhang Han.


" Ada Apa?" tanya Zhang Han, Dao-Dao lalu mendekati Zhang Han lalu memberikan kotak kayu itu pada Zhang Han dan Zhang Han menerima kotak kayu itu, ia lalu meneliti kotak kayu itu.


" Apa Ini?" tanya Zhang Han, Dao-Dao heran kenapa Zhang Han bertanya, ia kira Zhang Han sudah tau bahwa kotak kayu itu dikirim dari keluarga Bai.


Zhang Han lalu membuka kotak itu, ia lalu melihat telapak tangannya setelah memegang kotak kayu itu, tangannya membiru karena racun, dan isi dari kotak itu adalah tanaman beracun yang membuat kotak itu beracun. Zhang Han terkejut begitu juga Dao-Dao.


" Kau." Kata Zhang Han, ia menahan sakit racun yang mulai menyebar keseluruh tubuhnya karena ia baru menghilangkan racun hitam membuat racun cepat bereaksi didalam tubuhnya, Dao-Dao melihat telapak tangannya yang sudah membiru.


" Itu bukan dariku yang mulia, itu dikirim oleh..." Dao-Dao langsung memuntahkan darah, ia tidak menyelesaikan kata-katanya, racun itu sudah menyebar diseluruh tubuhnya, Zhang Han langsung memuntahkan darah segar, begitu Dao-Dao tumbang , Zhang Han juga langsung tumbang.


*****


Jiang menatap tajam Lu Xiang. " Apa maksud kata-katamu sudah waktunya?" teriak Jiang marah, Lu Xiang lalu menarik Jiang kesisinya.


" Kau hanya bisa menyelamatkan satu dari mereka, kau yang menentukan pilihannya siapa yang hidup dan siapa yang mati." Bisiknya ditelinga Jiang, ia lalu memberikan sebuah botol giok berwarna hijau dan terdapat satu pil berwarna coklat di dalamnya.


Wei Chan dan Lan Huan tidak melihat Lu Xiang memberikan penawar pada Jiang, karena sebenarnya Lu Xiang sudah mengetahui Wei Chan dan Lan Huan sedang mengintai mereka.

__ADS_1


" Apa maksud dari perkataanmu menyelamatkan satu nyawa?" jantung Jiang sudah berdebar kencang, ia berfirasat buruk dari perkataan Lu Xiang.


" Kau akan mengetahuinya, silahkan pergi kekediaman Zhang Han." kata Lu Xiang tersenyum licik.


" Katakan." teriak Jiang marah, air mata Jiang jatuh, ia tidak tau kesedihan apa yang sedang menunggunya. Jiang lalu menarik kerah baju Lu Xiang.


" Kau tidak punya waktu untuk bertarung denganku Jiang, kau akan kehilangan nyawa mereka berdua jika kau tidak segera pergi." kata Lu Xiang didepan wajah Jiang, Jiang menghempaskan cengkramannya pada Lu Xiang, ia lalu berlari kekediaman Zhang Han.


Wei Chan dan Lan Huan terkejut karena Jiang tiba-tiba pergi, mereka tidak tau apa yang dibicarakan dan apa yang terjadi. " Mau pergi kemana selir Jiang?" tanya Wei Chan, Lan Huan menggelengkan kepala. " Aku juga tidak tau." jawab Lan Huan, mereka khawatir dan bingung siapa yang harus mereka ikuti sekarang, Jiang atau Lu Xiang.


Jiang berlari tanpa henti, ia bahkan lupa memakai alas kaki, ia langsung mendobrak pintu masuk kediaman Zhang Han, kedua penjaga itu heran karena Jiang tiba-tiba mendobrak pintu, tetapi mereka tidak menghentikan Jiang, mereka menutup pintu kembali setelah Jiang masuk. Ruang pertama yang Jiang masuki adalah kamarnya tetapi ia tidak menemukan apapun. ia lalu berlari keruang kerja Zhang Han.


Saat ia membuka pintu, seluruh tubuh Jiang bergetar hebat, ia melihat dua orang tergeletak, Zhang Han sudah tidak sadarkan diri sedangkan Dao-Dao menahan sakit dengan terus memegang dadanya, ia memuntahkan Darah, Air mata Jiang sudah tidak terbendung lagi melihat mereka berdua.


Jiang memangku kepala Dao-Dao, sambil terisak, Jiang mengelus wajah Dao-Dao yang tak kalah biru dari Zhang Han.


" Dao-Dao." panggil Jiang, ia menangis melihat Dao-Dao, Dao-Dao tersenyum, ia kembali memuntahkan darah, Jiang terkejut sehingga Dao-Dao. memuntahkan darah segar ditangan Jiang.


" Aku hanya hanya memiliki satu penawaran saja, apa yang harus aku lakukan? ini membuatku gila." ucap Jiang, ia menangis sejadi-jadinya, dadanya sudah sangat sesak .


Dao-Dao menangkup tangan Jiang. " Kalau begitu, selamatkan yang mulia, Jiang." ucap Dao-Dao terbata-bata, Jiang semakin terisak mendengar perkataan Dao-Dao.


" Aku tidak bisa memilih diantara kalian, aku tidak sanggup kehilangan kalian berdua."

__ADS_1


" Jiang... Jika aku mati maka itu tidak mengubah apapun, tetapi jika yang mulia yang mati, maka seluruh rakyat Qing akan menderita, kau harus kuat Jiang." ucapnya terbata-bata, Jiang mengelengkan kepala.


" Tidak...tidak... aku tidak bisa mengorbankan orang lain, aku tidak sanggup melakukannya, Dao-Dao." Jiang semakin terisak.


" Aku memiliki satu permintaan." ia tersenyum pada Jiang dengan mulutnya yang sudah penuh dengan darah, ia terbatuk sebentar.


" Bunuh aku sekarang Jiang, Aku tidak sanggup menahan sakitnya." lanjut Dao-Dao, Jiang terisak, ia menggelengkan kepala.


" Aku tidak bisa melakukannya, aku tidak bisa." Jiang menangis. Dao-Dao lalu mengeluarkan kotak kecil dari jubahnya lalu memberikannya pada Jiang dengan tangan gemetar Jiang menerima kotak kayu kecil itu.


" Ini adalah hadiah yang aku siapkan untuk Xuelan sebagai hadiah pernikahan, katakan padanya aku tidak bisa datang." Ucap Dao-Dao, Jiang menangis tersedu-sedu melihat Dao-Dao. " Lakukan sekarang Jiang, aku tidak sanggup lagi menahan sakitnya." Jiang, lalu menarik belati dibalik rambutnya, dengan tangan gemetar melepaskan belatinya dari sarungnya.


" Maaf, dan terima kasih Dao-Dao." ucap Jiang, ia langsung menikam tepat dijantung Dao-Dao. Dao-Dao seperti kehilangan nafas dan ia sempat tersenyum pada Jiang sampai Dao-Dao terkulai tidak bernyawa. Jiang menangis sejadi-jadinya, ia memeluk Dao-Dao . Wei Chan dan Lan Huan baru tiba, ia sudah melihat Jiang menangis dengan memeluk Dao-Dao, dan satu tangannya masih memegang belati yang menikam jantung Dao-Dao. Zhao An juga datang karena ia tadi bertemu dengan Wei Chan dan Lan Huan didepan kediaman Zhang Han dan mereka masuk bersama.


" Yang mulia." teriak Wei Chan dan Lan Huan bersamaan, mereka langsung berlari pada Zhang Han.


Jiang lalu melempar botok kecil pada Wei Chan. " Itu adalah obat penawarnya." ucap Jiang yang masih terisak, ia masih memandang wajah Dao-Dao yang tidak lagi bernyawa. " Jiang." panggil Zhao An, ia menangis melihat Jiang menikam Dao-Dao. Jiang menoleh pada Zhao An lalu menggelengkan kepala. ia terlalu merasa sesak sehingga ia tidak sanggup untuk menceritakannya pada Zhao An.


" Kau membunuh Dao-Dao?" Tanya Zhao An tidak percaya, ia melihat Jiang masih memegang belati miliknya yang tertancap dijantung Dao-Dao. Zhao An langsung berlutut didepan mayat Dao-Dao, ia terisak menangis melihat Dao-Dao.


" Cepat panggil tabib, Lan Huan." ucap Wei Chan, setelah memberi obat penawar itu pada Zhang Han, ia lalu menggendong Zhang Han kekamarnya,Wei Chan tidak memiliki waktu untuk melihat Dao-Dao karena Zhang Han lebih penting dari segalanya.


Fikiran Jiang kosong, ia terdiam tidak bergerak dari tempatnya, ia menatap Dao-Dao saja, tetapi air matanya tidak berhenti mengalir, ia bukan tidak mengkhawatirkan Zhang Han, hanya saja ia tau Zhang Han akan Baik-baik saja tetapi ia kehilangan sahabat yang selalu datang menolongnya saat ia dalam masalah yang tidak bisa ia selesaikan sendiri.

__ADS_1


__ADS_2