
Yi Han terus menatap pada meja Xiao Na tanpa memperdulikan pasiennya sedari tadi yang memanggilnya.
" Dokter Han..." panggilnya.
" Anda pulang dulu, saya ada urusan." jawab Yi Han masih menatap meja Xiao Na dan Mo Nan.
" Tapi Dok, ini kan belum?..." ia menelan kata-katanya saat mendapat tatapan tajam dari Yi Han, ia segera pamit undur diri walaupun hatinya sedikit sakit saat mendapat tatapan seperti itu, ia tau dokter Yi Han orang yang sangat dingin tetapi ia tetap jatuh hati pada sikapnya.
Setelah pasiennya pergi Yi Han menuju meja Xiao Na dan Mo Nan, Xiao Nan menoleh saat Yi Han berdiri disamping meja.
" Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Yi Han.
" Membicarakan masa depan." jawab Xiao Na.
" Masa depan, yang seperti apa?"
" Hmm setelah ditolak, kupikir aku tidak bisa terlalu lama terjebak..."
" Siapa yang menolakmu?" potongnya cepat sebelum Xiao Na menyelesaikan kata-katanya, begitu ia menyadarinya ia menggigit bibirnya sendiri, Xiao Na tertawa kecil, ia lalu berdiri tepat dihadapan Yi Han memandang mata coklat indah itu membuat jantung Xiao Na berdebar, Yi Han terpesona akan Xiao Na , jantungnya berdetak kencang seperti berlari, darahnya terasa panas hingga menjalar kepipi, perasaan yang ia rasakan adalah pertama kalinya dalam hidup ini.
" apa aku memiliki penyakit jantung sekarang, mengapa setiap kali aku menatapnya jantungku seperti melompat." fikirnya, pipinya terasa panas.
" Kau merona?" goda Xiao Na, Yi Han segera memalingkan wajah, ia terlalu malu.
" Sepertinya aku yang harus berusaha keras menyakinkanmu." gumam Xiao Na sendiri.
" Yi Han..." Yi Han menoleh padanya.
" Apa?"
" Aku butuh bantuanmu, Mo Nan dia harus menemukan tempat persembunyian."
" lalu?"
" Hanya rumahmu tempat paling aman, jadi..."
" Tidak... aku tidak mengizinkan orang asing tinggal di rumahku." jawab Yi Han memotong kata-kata Xiao Na.
" Oh, tidak mau?" Yi Han merasa bulu kuduknya merinding saat melihat Xiao Na tampak tidak biasa, ia menghela nafas.
" Terserah..." jawab akhirnya mereka kembali kerumah Yi Han, Yi Han tetap tidak akan bisa menang baik itu berdebat ataupun berkelahi dengan Xiao Na jadi ia hanya bisa membiarkan Mo Nan tinggal dirumahnya.
*****
__ADS_1
Disuatu tempat lain.
" Beraninya Yuo Yuxian mengambil kalaen kita, mereka merampas barang kita, lihat saja akan kubalas." katanya penuh dengan kemarahan, tiba-tiba seseorang datang melapor, ia setengah membungkuk memberi hormat.
" Ketua, kami menemukan tangan kanan klan Yuo Yuxian."
" Yi Han?" tanyanya tak percaya karena klan pangeran ketiga ahli bersembunyi, mereka tidak pernah terlihat kecuali dalam keadaan yang tidak biasa. mereka hanya mengetahui dua orang yang paling sering memunculkan diri untuk berkerja dibawah perintah pangeran ketiga adalah tangan kanan dan kiri yaitu Yi Han tangan kanan dan Ding Wei tangan kiri.
" Benar, ia berkeliaran dikota, Kami mengawasinya, ia bersama seorang gadis dan satu pria lainnya."
" Sungguh kebetulan, tangkap dia sebagai pembelajaran untuk Yuo Yuxian." ia tertawa besar mendapat laporan seperti itu, pria lain yang sedari tadi berdiri di sebelahnya terdiam.
" Su Jing, apa yang kau fikirkan?" tanya pria itu.
" Biasanya orang pangeran ketiga lebih suka bersembunyi, mereka tidak pernah menampakkan diri sejauh ini, tetapi apa tujuan pangeran ketiga membiarkan Yi Han berkeliaran setelah mereka menghancurkan rencana kita? tidak ada yang tau tempat persembunyian mereka, sekarang tiba-tiba seperti ini? saya yakin pasti ada ada sesuatu yang disembunyikan."
" Kau benar, Yi Han pasti memiliki sesuatu informasi." Ia menatap kepercayaannya itu dengan bangga karena hampir semua masalah ia yang selesaikan, dan kegagalan mereka saat ini karena Su Jing tidak ada ditempat, ia baru saja kembali dari Italia.
" Kenapa kau belum juga pergi?" teriaknya marah, pria yang melapor itu gementar.
" Tidak apa-apa, katakan saja." kata Su Jing lembut.
" Wanita yang bersama Yi Han adalah, Xiao Na..." katanya takut-takut.
" Xiao Na?" ulang Su Jing.
" Apakah kita bergerak sekarang?" tanyanya.
" Rencana tepat dilakukan, buat dia kelompok yang satu menyergap Yi Han dan satunya menyerang Xiao Na sebagai pengalihan... bawa Yi Han ke desa Liguai."
" Baik." ia segera mengundurkan diri.
Desa Liguai adalah desa kecil yang dijaga ketat oleh beberapa bawahan dari beberapa mafia yang berkerja sama dalam satu kelompok setelah menyatakan bahwa tempat itu adalah wilayah bersama, lebih tepatnya markas bersama dan orang yang tidak bersangkutan ataupun mempunyai koneksi untuk masuk maka akan ditembak mati didepan pintu masuk tanpa kompromi.
Identitas kelompok digambarkan dengan cincin naga di setiap mafia yang berhubungan dengan tempat itu, jadi itu adalah tanah terlarang bagi orang lain.
*****
Yi Han, Xiao Na dan Mo Nan mereka berbelanja di supermarket besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama sebulan, selagi memilih banyak bahan makanan, Mo Nan lebih suka memandang Xiao Na yang asyik memilih bersama Yi Han sedangkan Dia hanya duduk sambil memakan es krim, ia tidak berminat untuk membantu karena ia tidak tau membeli apapun selain untuk membeli beberapa barang pribadinya sendiri.
" Ah... Xiao Na benar-benar cantik, dari arah manapun dipandang dia tetap terlihat mempesona, cantik, luar biasa, seperti pahlawan marvel wonder Woman, kau lihat?" katanya pada seorang anak kecil yang sedari tadi melongo melihat Mo Nan tersenyum sendiri sambil menjilat eskrim ditanganya, anak kecil itu mengikuti arah pandang Mo Nan dan dia hanya mengangguk.
" Benar sekali." katanya tersenyum sambil menepuk-nepuk pelan kepala anak kecil itu.
__ADS_1
" Kau suka padanya?" tanya anak kecil itu.
" Hmm, benar."
" Tapi dia terlihat menyukai pria yang disebelahnya?" mendengar itu hati Mo Nan terasa perih, ia dengan berat hati mengangguk, bahkan anak kecil juga mengerti hal itu.
" Bagaimana paman bisa menyukai dia yang menyukai orang lain?"
" Aku juga tidak tau."
" Karena cantik?"
" Kurasa lebih dari itu."
" Karena dia tidak mencintaimu makanya paman mencintainya, cinta orang dewasa memang seperti itu... tak berbalas, masih berharap pada dia yang tidak memandang cinta paman sama sekali, ckckck langit tidak mendukung paman... kasihan." anak kecil itu lalu pergi sambil menjilat eskrimnya saat dipanggil ibunya, Mo Nan cemberut karena perkataan anak kecil itu sedang mengejeknya.
" Haruskan kupotong lidahnya?" ucapnya sendiri.
Xiao Na memanggil Mo Nan, Mo Nan segera menuju Xiao Na dan Yi Han.
" Bantu membawa semua ini." kata Xiao Na menunjuk belanjaan mereka yang sudah dibungkus, Mo Nan mengangguk.
Mereka bertiga menuju mobil yang diparkir, Yi Han menyetir, setelah keluar parkir mereka ingin pulang, saat diperjalanan mereka dicegat beberapa mobil didepan, Yi Han terkejut karena mobil Van hitam itu tiba-tiba berhenti didepan mereka membuatnya berhenti mendadak. Yi Han mengklakson mobil itu tetapi tidak bergeming.
" Orang gila mana yang menghalangi jalan?" Yi Han menjadi kesal, ia lalu turun dari mobil, Xiao Na dan Mo Nan melihat dari dalam mobil, Yi Han mengetuk kaca jendela mobil Van hitam itu, tiba-tiba pintu mobil tengah terbuka dan langsung menarik Yi Han masuk kedalam mobil, Xiao Na dan Mo Nan terkejut mereka segera keluar mobil.
Ternyata dibelakang mobil mereka ada mobil Van lain, sekitar sepuluh orang keluar dari mobil dengan membawa balok dan tongkat besi ditangan mereka, tanpa aba-aba mereka menyerang Xiao Na dan Mo Nan, bahkan menghancurkan mobil Xiao Na, mobil yang membawa Yi Han pergi meninggalkan mereka, tetapi plat nomor mobil itu didalam ingatan Xiao Na.
Xiao Na mengamuk melihat mereka dan menyerang membabi buta, beladiri Mo Nan sudah lebih baik, dalam beberapa menit mereka segera pergi karena mereka hanya ditugaskan mengalihkan perhatian Xiao Na, Xiao Na berhasil menangkap salah satu dari mereka sebelum mereka berhasil kabur, Xiao Na tidak bisa mengejar mereka atau mobil Yi Han karena mobil mereka hancur dan jalanan sepi.
" Siapa kalian? kenapa menyerang kami ha?" teriak Xiao Na marah lalu memukul wajahnya karena ia tidak bisa mengendalikan amarah sebab Ia tidak tau apa yang terjadi pada Yi Han.
" Dimana kalian akan membawanya? JAWAB AKU ..." ia memukul pria itu lagi hingga berdarah.
" Jika kau memukulnya terus dia hanya akan mati tanpa kita mendapatkan jawabannya." kata Mo Nan karena melihat pria itu hampir pingsan karena Xiao Na, Xiao Na lalu melempar pria itu ke Mo Nan dengan kesal, Mo Nan dengan sigap menangkapnya.
" Siapa kalian? dimana kalian akan membawanya? jika kau menjawabnya dengan jujur aku akan melepaskanmu tetapi jika kau berbohong wanita ini tidak akan membiarkan kau berserta keluargamu tidak akan hidup lebih dari satu hari, aku yakin kau sudah tau identitasnya."wajahnya penuh keseriusan memakai nama besar Xiao Na, pria yang lemah terkulai dengan penuh darah diwajahnya karena dipukul Xiao Na itu menelan ludah.
" L-i-g-u-a-i." jawabnya pelan, Mo Nan samar-samar mendengarnya.
" Apa yang kau katakan?" ia mendekatkan telinganya pada pria itu agar mendengarnya lebih jelas.
" L-i-g-u-a-i." jawabnya terbata-bata, wajah Mo Nan pucat, jantungnya berdebar, rasanya diserang dengan palu besar di dadanya dia tau apa yang dikatakan pria itu, tempat terlarang, ia sontak menoleh Xiao Na, tempat tidak ada jalan masuk maupun keluar.
__ADS_1
" Liguai." jawab Mo Nan.
" Liguai?" ulang Xiao Na, nama yang tabu untuk disebut.