
Wanita itu waspada saat mendengar langkah kaki menuju padanya, ia terkejut saat melihat Zhang Han yang dikawal Wei Chan dan Lan Huan datang.
" Kau." ucap wanita itu saat melihat Zhang Han berdiri diluar penjaranya.
" Aku tidak bisa membunuhmu karena aku butuh bantuan darimu." ucap Zhang Han, Wei Chan lalu membuka penjara itu.
" Aku tidak akan pernah menolongmu." jawab wanita itu.
" Silahkan pergi dari sini, kau tinggal memutar lampu lilin yang menyala itu, jalan keluar akan terlihat." kata Zhang Han, lalu ia ingin pergi.
" Tunggu." panggil wanita itu, Zhang Han berhenti lalu berbalik menghadapnya.
" Aku ingin tau, bagaimana kau mengetahui bahwa aku adalah suruhannya." Zhang Han mengerti siapa yang dimaksudkan wanita itu.
" Aku pernah mendengar tentang dirimu yang banyak membunuh, aku menyadarinya saat kau menari didekat Ying Zheng dan Ying Zheng juga memperingatkan diriku tentangmu." jawab wanita.
" Aku memang diasuh olehnya, ini pertama kalinya seseorang bisa menolak diriku, dan ini pertama kalinya aku menyukai dirimu serta pemikiran cerdasmu, kau pasti sudah menyadari bahwa jika ia memutuskan untuk membunuhku berarti tidak ada ikatan lagi antara aku dengan dirinya, aku terbebas dan kau ingin memanfaatkan diriku." jawab Wanita itu, ia lalu keluar dari jeruji besi itu.
" Aku memiliki satu permintaan darimu jika aku berhasil melakukan apa yang kau inginkan dariku." lanjutnya.
" Apa itu?" tanya Zhang Han.
" Aku menyukaimu, jadi aku ingin kau menjadikan diriku selir dan aku ingin memiliki keturunan darimu." jawabnya, Zhang Han mengepalkan tangannya mendengar perkataan wanita itu.
" Beraninya kau..." teriak Wei Chan marah.
" Aku mungkin bisa menjadikan dirimu selir, tetapi aku tidak akan bisa memberikan keturunan untukmu." ucapnya menekan setiap kata-katanya.
__ADS_1
" Kenapa? apakah karena wanita yang cemburu itu saat menatap diriku yang berada digendongan dirimu waktu itu?" ucapnya, ia tersenyum mengingat wajah Jiang yang cemburu. Zhang Han berniat pergi karena tidak ingin bernegosiasi dengan wanita itu.
" Bagaimana jika aku membunuhnya? dengan begitu kau pasti ingin memiliki keturunan dariku?" wanita itu tersenyum, Zhang Han lalu berjalan kearah wanita itu dan langsung mencekik lehernya, wanita itu terkejut dan ia sulit untuk bernafas.
" Beraninya kau mengatakan itu tentang dirinya... kau fikir dirimu siapa? aku bukan orang yang bisa menahan sabar, jika kau mengatakan itu sekali lagi, aku tidak akan bersikap lunak lagi padamu. jangan pernah samakan dirimu dengan dirinya dan jangan pernah mengancamku dengan mengatasnamakan dirinya." ucap Zhang Han yang menahan amarah. Zhang Han lalu melepaskan cekikannya, wanita itu segera mengambil nafas lagi yang sempat hilang.
" Pergi dari sini, jangan sampai orang lain melihatmu, 3 hari kemudian temui aku disini lagi, aku akan memberikan perintah untukmu." ucap Zhang Han, ia lalu meninggalkan wanita itu. Saat Zhang Han sudah keluar dari ruang rahasia itu ia segera pergi dari sana.
" Yang mulia, apa anda yakin dia akan datang lagi menemui anda?" tanya Wei Chan karena tidak yakin pada wanita itu.
" Dia akan datang, karena dia tidak memiliki tujuan selain meminta perlindungan dariku." jawab Zhang Han, Wei Chan menganguk mengerti. mereka kembali ke ruang perjamuan karena sebentar lagi mereka akan meninggalkan Kerajaan Qing karena acara sudah selesai.
Saat Zhang Han masuk keruang perjamuan, ia tidak melihat Ying Zheng, Zhang Han tau kemana Ying Zheng pergi karena tidak ada yang bisa ia fikirkan selain Jiang Huan.
Ying Zheng datang kekediaman Jiang, ia ingin mengucapkan perpisahan dengan Jiang sebelum pergi, mereka berdua mengobrol ditaman kediamanan.
" Tidak, aku baik-baik saja." Jawab Jiang memaksakan untuk tersenyum.
" Jiang, jika kau memiliki masalah, kau harus menceritakannya padaku, mungkin aku bisa membantumu? dengar, kapanpun kau membutuhkan bantuan dariku, aku selalu siap." jawabnya tersenyum senang.
"Walaupun sekarang kau tidak melihat ketulusan hatiku, tetapi aku berharap suatu hari kau akan membuka hatimu untukku dan melihat semua perjuangan yang aku lakukan untukmu." batin Ying Zheng.
" Terima kasih Ying Zheng , aku akan mengantar kepergianmu nanti." jawab Jiang tersenyum. Ying Zheng mengangguk senang.
Selesai mengobrol Ying Zheng Kembali keruang perjamuan, karena waktu untuk kepergian mereka sudah tiba. Jiang Huan ikut hadir dalam perjamuan itu untuk mengantar para tamu kerajaan.
Selesai Zhang Han mengucapkan kata perpisahan untuk semua orang, mereka semua segera meninggalkan istana, Zhang Han menoleh pada Jiang saat mereka semua sudah berangkat, Zhang Han ingin mengatakan sesuatu pada Jiang, tetapi tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya jadi ia hanya menatap Jiang, selesai mengantarkan para tamu kerajaan, Jiang berniat pergi tetapi segera ditahan Zhang Han.
__ADS_1
Permaisuri Ming Hui melihat Zhang Han menahan Jiang yang ingin pergi dari sana.
" Aku kira dengan aku menjadi permaisuri kau akan melihat diriku yang mulia, ternyata aku salah, aku menjadi permaisuri ataupun tidak, tidak akan mengubah hatimu untuk melihat diriku."batin Ming Hui. Ia lalu pergi, selama ini Ming Hui membuat masalah diistana hanya untuk menarik perhatian Zhang Han.
Untuk membuat Zhang Han Melihat dirinya, mendapat perhatian Zhang Han tetapi nyatanya Zhang Han sama sekali tidak perduli dengan semua yang ia lakukan, bahkan sejak menjadi permaisuri, Zhang Han sama sekali tidak perduli dan ia seperti patung pajangan yang duduk disamping Zhang Han.
" Selir Jiang." panggil Zhang Han, Jiang menoleh, lalu menepis tangan Zhang Han yang menggenggam tangannya.
" Aku permisi yang mulia." kata Jiang, ia lalu kembali kekediamannya, Jiang masih bersedih,ia tidak ingin berbicara dengan Zhang Han untuk sekarang, ia masih marah dan menyesal untuk segala yang terjadi jadi ia ingin mengurung diri dikediamannya sampai mendapat kabar tentang kebenaran lainnya. Zhang Han hanya menatap kepergian Jiang.
Saat malam tiba, saat Lu Xiang sedang berganti pakaian, seseorang sudah duduk diperanduannya, ia tersenyum saat melihat Lu Xiang.
" Aku mendengar bahwa Zhang Luhan akan dikirim menjaga perbatasan selatan?" tanya orang itu tak lain adalah Bai Qian.
" Itu benar." jawab Lu Xiang lalu ia duduk di kursi meja hias.
" Zhang Han memudahkan rencana kita."
" Aku takut ini adalah jebakan yang ia siapkan untuk menangkap kita."
" Aku fikir sebaliknya, ia ingin memancing kita keluar dari persembunyiannya, tetapi aku akan membuat ia kehilangan orang-orang kepercayaannya dengan sikap ia yang seperti tidak mengetahui apapun, aku bisa melihat bahwa ia ikut arus permainan kita." jawab Bai Qian. Lu Xiang menganggukan.
" Aku ingin kau melakukan sesuatu." lanjutnya.
" apa?"
" Dao-Dao sangat berbahaya karena ia mencari informasi tentang kita, sebelum terlambat kau harus membunuhnya, dan Zhao An, kau pasti tidak ingin membunuhnya tetapi aku ingin kau menjauhkannya dari Jiang, pikirkan cara agar ia menjauh dari Jiang." ucap Bai Qian,
__ADS_1
" Aku mengerti." Bai Qian segera meninggalkan kamar Lu Xiang.