Berinkarnasi

Berinkarnasi
Kabar kepulangan


__ADS_3

Jiang terbangun, ia melihat Xuan sedang mengurus obat dan Yuan membantu kakaknya, Jiang tersenyum, Xuan menoleh melihat Jiang, ia langsung memeriksa kondisi Jiang.


" Kondisi ibu sudah membaik." Xuan tersenyum bahagia.


Yuan lalu duduk disebelah peranduan, menggenggam tangan Jiang.


" Ibu." Jiang lalu duduk dibantu Yuan, Ia lalu mengelus kepala putranya Yuan.


" Ibu, boleh aku bertanya?" tanya Xuan.


" Ibu tau apa yang ingin kalian tanyakan." kondisi Jiang sudah membaik beberapa hari ini setelah ia sadar. Jiang lalu melanjutkan.


" Ibu pernah berjanji pada seseorang bahwa ibu tidak akan kembali keistana jika tidak ayah kalian sendiri yang datang menjemput."


" Siapa?" tanya Yuan.


" Kalian akan bertemu dengannya nanti." Jiang tersenyum.


" Ehm...ibu, apa benar kami sudah dijodohkan?" tanya Yuan ragu, Xuan dan Jiang serempak membulatkan matanya menatap Yuan.


" Apa yang kau katakan?" tanya Xuan terkejut, Jiang tertawa kecil.


" Benar..." Jawab Jiang, Xuan menatap Jiang terkejut.


" Ibu..." Xuan merasa tidak percaya yang ia dengar. Jiang lalu mulai menceritakan bagaimana Jiang terkena racun dan Xuelan mengambil janji untuk menikahkan anak mereka dimasa depan.


Xuan dan Yuan ternganga mendengar cerita Jiang.


" Jadi apakah aku orangnya?" tunjuk Xuan pada dirinya sendiri, Jiang mengangguk.


" Yang aku dengar, putri Yan Utara tidak pernah meninggalkan kerajaan Yan Utara? dikatakan bahwa ia sangat gemuk dan jelek." kata Yuan.


" Kata Siapa?" tiba-tiba seseorang masuk mencampuri perbincangan mereka.


" Ayah..." Xuan memberi hormat, Yuan mendengus kesal, ia bahkan enggan berdiri memberi hormat, Jiang tersenyum. dan Zhang Han mempermasalahkannya.


" Putri Yan Utara pernah berkunjung sekali keistana, ia memang bertubuh gempal saat ia berumur 8 tahun, setelah itu ia tidak pernah datang lagi, tetapi kurasa ia cantik walaupun bertubuh gempal." Zhang Han tertawa kecil.


" Apa yang dia katakan?" guman Yuan risih.


" Bagaimana kondisimu?" tanya Zhang Han berpura-pura tidak mendengar perkataan Yuan yang jelas.

__ADS_1


" Jauh lebih baik." jawab Jiang, Zhang Han lalu duduk disebelah Jiang, kemudian memeluknya.


Xuan lalu menarik Yuan untuk keluar membiarkan ibunya bersama ayahnya berdua, Yuan awalnya enggan tetapi karena ditarik ia akhirnya keluar.


" Maaf membuatmu menderita selama ini." Zhang Han lalu menyatukan dahinya pada dahi Jiang, selama beberapa detik. jiwa Jiang serasa ditarik keluar dari tubuhnya membuatnya terkejut.


" Ada apa?"tanya Zhang Han saat Jiang bergerak menjauhkan dahinya.


" Tidak..." Jawab Jiang cepat.


" Apa yang terjadi? jiwaku serasa ditarik keluar, mungkinkah tugas ini segera berakhir?" batin Jiang, Jantungnya berdebar setiap kali ia memikirkan akan meninggalkan tubuhnya. Zhang Han memeluknya kembali.


" Jiang..." karena melamun ia tidak mendengar apa yang Zhang Han katakan padanya.


" Hah???" Jiang melongo, Zhang Han menatap Jiang lama dan dibalas Jiang.


" Ada apa? tatapanmu membuatku merinding." kata Jiang.


" Tidak, aku hanya ingin terus melihatmu untuk menembus belasan tahun ini berpisah, kau tau melepaskanmu saat itu adalah kesalahan terbesarku, dan sampai saat ini aku masih menyesalinya." Mata Zhang Han berkaca-kaca, Jiang tersenyum.


" Maaf, aku..." kata Jiang. Zhang Han lalu meletakkan jari telunjuknya pada bibir Jiang., ia lalu menggeleng kepala.


" Tidak,... seharusnya kau memarahiku karena terlambat menemukanmu...kau harusnya memukulku, menghukumku..."


" Semua orang bahagia tetapi tidak denganku, batinku tersiksa, aku tidak bisa bersama orang yang paling aku cintai walau bagaimanapun aku berusaha meraihnya, selalu ada penghalang seolah kau bangkit dari kematian hanya untuk menyelesaikan apa yang seharusnya dilakukan seorang permaisuri, kau bersamaku hanya sesaat sehingga hatiku tidak pernah merasa tenang jika kau jauh dari pandanganku." mendengar perkataan Zhang Han, Jiang mencerna semua kata-katanya. ia terdiam.


" Menyelesaikan apa yang seharusnya diselesaikan, melakukan apa yang seharusnya dilakukan, apakah selama ini cinta yang ada padaku bukanlah cintaku sebenarnya, apakah itu karena tubuh Jiang sendiri? apakah aku selama ini salah mengerti yang kukira aku mencintainya." batin Jiang , ia mulai mengingat perkataan dan pertemuannya pada Jiang asli.


" Ada Apa?" tanya Zhang Han saat melihat Jiang melamun, Jiang segera menggelengkan kepala saat ia tersadar.


" Kurasa aku butuh istirahat." jawab Jiang.


" Baiklah, istirahatlah, setelah beberapa hari keadaanmu membaik kita akan kembali keistana." Zhang Han lalu mencium kening Jiang, Jiang mengangguk.


"Tidak, hatiku menolak itu, jika aku tidak mencintainya mengapa aku melakukan segalanya demi melindunginya, apa yang terjadi? aku tidak mengerti." Batinnya, Jiang memukul kepalanya sendiri beberapa kali.


" Aku menolak takdirku." kata Jiang pada dirinya sendiri, ia lalu berdiri kemudian bercermin pada cermin perunggu yang berada dalam ruangan.


Ia melihat pantulan dirinya sendiri.


" Aku tidak akan meninggalkan dunia ini, aku tidak akan pergi dari tubuh ini, aku menolak takdirku, aku tidak bisa meninggalkannya lagi, aku tidak bisa berpisah dengannya lagi..." Jiang menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ia menahan tangisnya, tarikan jiwa yang terjadi selama beberapa detik lalu adalah tanda ia akan segera meninggalkan tubuh itu.

__ADS_1


*****


Kabar tentang Zhang Han kembali membawa Jiang bersama putranya menggemparkan seluruh istana, mereka sibuk membicarakan hal itu, bahkan kabar itu membuat kerajaan Jin Timur dan Yan Utara mengirimkan surat untuk meminta penjelasan apakah kabar itu benar adanya, Lan Huan dilanda sakit kepala karena laporan dan pertanyaan banyak diajukan padanya padahal ia juga sendiri sudah terkejut mendengar berita itu.


Kerajaan akan menyambut tamu dari suku padang rumput yang untuk membahas perdamaian, tetapi mereka lebih sibuk membicarakan tentang Jiang yang kembali bersama putranya.


Lan Jingyi berlari keruang majikannya, Zhang Hou sedang berlatih pedang.


" Pangeran, anda sudah mendengar berita itu?..." Jingyi terlihat khawatir karena Zhang Hou tidak bertindak apapun.


" Sudah..." Jawab Zhang Hou santai sambil mengayunkan pedangnya.


" Pangeran tidak melakukan sesuatu tentang hal itu? kepulangan mereka adalah ancaman tahta pangeran? bagaimana mereka yang sudah mati hidup kembali." Jingyi sudah melayani tuannya sejak lama, jadi ia tau apa yang dirasakan tuannya.


" Apa yang bisa dilakukan, kita hanya bisa menyambut kedatangan mereka." kata Zhang Huo lalu berhenti, ia mensarungkan pedangnya kembali.


" Tapi..." Zhang Huo menoleh padanya.


" Kau ingin bertarung melawan yang mulia? " Jingyi menjadi diam, Zhang Hou lalu menuangkan air kemudian meneguknya.


" Ayahanda sudah sejak lama mencari mereka, lagipula apa yang bisa dilakukan? jadi kita hanya bisa melihat seperti apa anak dari wanita yang begitu ayahanda dambakan." matanya tajam memandang kedepan, Jingyi mengangguk.


" Kuharap putranya adalah anak yang tidak berguna."


" Jingyi, jaga bicaramu..."


" Tapi pangeran, mereka akan menjadi benalu dan akan menjadi penghalang untuk pangeran naik tahta, aku tidak menerima jika pangeran mengalah lagi, pangeran sudah cukup menderita untuk membuat orang lain mengakui kekuatan pangeran, apakah pangeran akan..." Jingyi berhenti saat mendengar seseorang mendekati mereka.


" Pangeran." Lan Huan yang datang kemudian memberi hormat, Zhang Huo mengangguk.


Lan Huan melirik putri semata wayangnya kemudian menoleh pada Zhang Hou.


" Paman, ada apa?" tanya Zhang Huo.


" pangeran diminta untuk menyambut yang mulia nanti." Mendengar itu, Zhang Huo mengepalkan tangannya, tatapannya dingin. Lan Huan menyadari perubahan pada Zhang Huo.


" Aku mengerti." jawab Zhang Huo, Lan Huan mengangguk. kemudian ia pergi.


" Yang mulia suka sekali menciptakan gelombang dilaut tenang." Batin Lan Huan setelah ia meninggalkan zhang Huo.


Lan Huan tau apa yang dialami Zhang Huo, apalagi Putrinya sering bercerita tentang Zhang Huo, tidak banyak orang yang mengerti dirinya sehingga banyak yang tidak menyukainya karena sikap dinginnya.

__ADS_1


Mau promo cerita seru dari novel sebelah ni, judulnya, Back Street autornya Ning Tias, alurnya gk bosanin dan aku juga suka baca ceritanya 😁, soalnya itu kisah nyata yang d alami oleh author nya sendiri, jadi seru, mampir ya, terima kasih🤗🤗


__ADS_2