
Acara pernikahan digelar sangat mewah, riasan merah dan serba pernak pernik yang membawa keberuntungan dipajang seluruh istana, para tamu sudah berkumpul, hanya menunggu pengantin datang, saat mendengar genderang berbunyi pengantin memasuki ruang aula pernikahan.
Xuelan dan Meng Lu mengunakan pakaian pengantin merah yang megah dan indah, semua orang bersorak ceria.
" Selamat." ucap semua orang memberi hormat pada saat Xuelan dan Meng Lu melewati mereka.
Mereka berdua yang berjalan bergandengan tangan sampai dipanggung pernikahan, Xuelan menatap wajah semua orang, Zhao An mengangguk melihat Xuelan.
" Semua... terima kasih sudah menerima undanganku untuk datang menghadiri pernikahanku, aku sangat terkesan bahwa kalian semua menyambut baik undanganku." Xuelan memandang semua orang.
" Aku masih menunggu seorang tamu untuk hadir disini sebelum memulai ritual pernikahan." semua orang saling menoleh dan bertanya-tanya siapa tamu yang sedang ditunggu, mereka merasa bahwa semua tamu sudah hadir.
" Siapa yang pangeran mahkota tunggu?" tanya seorang tamu penasaran. Xuelan tersenyum.
" Seorang tamu istimewa." Xuelan lalu menoleh Zishu, Zishu mengangguk kemudian keluar ruangan. tak lama Zishu masuk kembali, ia memberi kode pada Xuelan.
" Masuklah." jawab Xuelan, seseorang masuk membuat semua orang terkejut, lebih lagi Lan Huan.
" Yang mulia selir Jiang..." guman Lan Huan terkejut, Ling Long tak kalah terkejutnya, selama ini mereka mencari Jiang kemana-mana tetapi mereka tidak menyangka bahwa tempat yang tidak mereka duga adalah tempat mereka bertemu sekarang.
" Lan Huan dia..." Ling Long ingin bertanya tetapi saat ia menoleh Lan Huan wajah Lan Huan sudah sangat terkejut melihat Jiang jadi sudah ia pastikan bahwa Lan Huan juga tidak menyangka akan bertemu disini.
Pandangan Jiang lurus kedepan tanpa menoleh ekpresi terkejut semua orang, berita tentang Jiang yang menjadi pengkhianat sudah menyebar kemana-mana, tentu saja mereka terkejut melihat Jiang berada disini menghadiri pernikahan, adapun dari Mereka tidak mengenalnya jadi tidak terlalu perduli tetapi untuk beberapa orang yang hadir, kehadirannya adalah sesuatu yang tidak dapat dipercaya.
Jiang tersenyum pada Xuelan, ia lalu berdiri dimeja disebelah Zhao An, Lan Huan menatap tajam Zhao An seolah bertanya bahwa Zhao An mengetahui segalanya tetapi ia tidak membuka mulut memberitahukan yang mulia Zhang Han tentang hal ini padahal ia tau betul bahwa Zhang Han sedang mencari Jiang.
Zhao An yang merasa dirinya ditatap berpura-pura dan membuang muka pada Lan Huan.
Xuelan lalu mengangguk pada ayahnya, Sang ayah Yu Xuan mengerti jadi ia segera memulai acara ritual pernikahan, acara berjalan lancar dan para tamu terhibur, Lan Huan lalu berdiri dengan memegang secangkir anggur ditangannya .
" Yang mulia pangeran mahkota, aku ingin bersulang untuk mengucapkan selamat atas pernikahan anda." ia mengangkat cangkirnya tinggi, Xuelan lalu menuangkan anggur dicangkirnya kemudian ia mengangkat cangkir itu tinggi.
" Terima kasih." jawab Xuelan lalu ia meneguk anggur itu bersama, para tamu dilarang mendekati Xuelan jadi mereka yang ingin bersulang hanya bisa ditempat masing-masing.
Mereka semua menikmati acara, hanya Lan Huan dan Ling Long yang tidak berkenan, mereka terus menatap kearah Jiang, Jiang tersenyum ia lalu berdiri membawa secangkir teh sebagai pengganti arak , ia lalu menuju meja Lan Huan dan disamping Lan Huan meja Ling Long.
" Aku mencari anda kemana-mana, tidak disangka bertemu disini." ucap Lan Huan, ia ikut berdiri.
__ADS_1
" Jenderal tidak bermaksud untuk menangkapku didepan umum seperti ini bukan?" jawab Jiang tersenyum.
" Aku ingin bersulang pada jenderal besar sayap kiri kerajaan Qing, Lan Huan." Jiang mengangkat cangkirnya, Lan Huan tersenyum lalu ia ikut mengambil cangkir arak miliknya.
" Bersulang." jawab Lan Huan lalu ia meneguk arak itu yang diikuti Jiang.
" Sudah lama sekali..." ucap Jiang memandang cangkir miliknya, kemudian menoleh pada Lan Huan.
" Bagaimana kabar yang mulia?" tanya Jiang lagi. Lan Huan memandang Jiang.
" Ia menghabiskan banyak usaha untuk mencari keberadaan anda, tidak disangka anda..."
" Tidak perlu mencariku, hubungan kami sudah berakhir, mulai sekarang aku tidak lagi memilki hubungan dengan kerajaan Qing, segala kesalahanku menjadi tanggung jawabku sendiri dan yang mulia tidak perlu membelaku...apa yang aku lakukan adalah yang kuanggap benar, jika itu salah dimata kalian silahkan hentikan aku." jawab Jiang, ia lalu menuju Ling Long.
" Aku tau Ying Zheng mencariku karena rumor yang beredar, tapi katakan pada Ying Zheng tidak perlu mengkhawatirkan diriku dan juga jangan ikut campur, aku tidak ingin ia ikut terlibat dan hanya menyeret kerajaan Jin Timur kedalam masalah." Ling Long mengangguk kemudian memberi hormat pada Jiang.
" Yang mulia pernah mengatakan, apapun yang anda lakukan akan ia dukung, anda adalah penyelamatnya, tidak perlu sungkan untuk meminta bantuan padanya."
" Sampaikan ucapan terima kasihku padanya, dia adalah teman yang baik dan aku menghargai itu, tetapi tetap saja kalian adalah orang asing dari negeri berbeda, jangan menyulitkan diri sendiri, orang memiliki mulut untuk membicarakan omong kosong, jadi untuk menghindari masalah lebih baik tidak ikut campur." Jiang tersenyum lalu ia sedikit membungkuk hormat pada Ling Long sebagai tanda ia sangat menghormati Ying Zheng.
Jiang kembali ke mejanya, acara terus berlanjut sampai sore hari, Tidak ada hal istimewa yang terjadi. Jiang lalu mendekati Zhao An.
" Aku mengerti."
Acara selesai, Xuelan sudah mengatur segalanya, sesuai tebakan Jiang, Oan Lan Huan segera mencari Zhao An. Zhao An ingin menuju kamarnya dan tiba-tiba seseorang menarik tangan Zhao An kedalam sebuah ruangan. Ia tau bahwa itu adalah Lan Huan.
" Tebakan Jiang tepat sasaran." batin Zhao An.
" Ada apa?"
" Apa maksud perkataanmu dengan menanyakan ada apa? kau jelas betul maksud diriku." Lan Huan terlihat kesal, Zhao An menelan ludah ditatap Lan Huan.
Sorot mata Lan Huan yang tajam seperti menancapkan pedang di jantungnya, Zhao An memilih untuk membuang muka.
" Aku tidak bisa mengatakan apapun padamu." jawab Zhao An.
" Tidak bisa? kau...." Lan Huan berniat ingin memukulnya tetapi segera ia tahan, ia menarik nafas meredakan kekesalannya.
__ADS_1
" Sia-sia berbicara padamu." Lan Huan ingin pergi, Zhao An teringat bahwa ia harus menahan Lan Huan sementara waktu.
" Tunggu." Lan Huan berhenti kemudian berbalik menghadap Zhao An.
" Kau berubah fikiran sekarang? walaupun aku tidak boleh melakukan kekerasan padamu untuk memaksamu berbicara, tetapi aku memiliki banyak cara nanti untuk membuatmu buka mulut, tetapi sekarang yang terpenting aku ingin menemui selir Jiang." ia kemudian berbalik badan ingin pergi.
" Tunggu Lan Huan." panggil Zhao An, Lan Huan menghadapnya lagi.
" Ingin memberitahukan sesuatu padamu." ucap Zhao An, ia harus sebisa mungkin mengulur waktu, Lan Huan menaikan sebelah alisnya menunggu Zhao An melanjutkan katanya, ia terdiam beberapa saat.
" Cepat katakan." Zhao An sudah terlalu lama terdiam, Lan Huan menjadi curiga.
" Apa yang sebenarnya kau lakukan? aku seperti orang bodoh menunggumu untuk bicara?"
" Baik aku katakan... sebenarnya kau sangat tampan, hanya saja kau sangat kejam." Lan Huan memandang curiga pada Zhao An.
" Aku tau aku tampan dan kau tidak perlu mengatakannya, hanya saja apa yang kau..." Lan Huan baru tersadar ia lalu memandang Zhao An geram.
" Kau... mengulur waktu." Lan Huan segera berlari tetapi ditahan Zhao An. Zhao an lalu memeluk Lan Huan untuk tidak membiarkan Lan Huan pergi.
" Lepaskan." Lan Huan mencoba memberontak untuk melepaskan pelukan Zhao An, tetapi pelukannya sangat erat. tangannya dikunci, Zhao An adalah petarung hebat ia mengandalkan fisik karena kekuatan tubuhnya kuat, sedangkan untuk teknik pedang ia kurang.
" Tidak Akan."Jawabnya, mereka seperti bergulat
" Apa kau ingin mati ha?"
" Coba saja." Lan Huan ingin memukul tetapi ditahan Zhao An, Zhao An masih memeluk belakang tubuh Lan Huan mempertahankan diri agar Lan Huan tidak pergi.
" Kau..." Lan Huan lalu menabraknya tubuhnya dipintu hingga mereka terlempar keluar ruangan, tetapi pelukan Zhao An sama sekali tidak lepas, para pelayan yang berlalu lalang terkejut melihat mereka berdua berpelukan.
Para pelayan wanita tersenyum melihat mereka, Lan Huan menjadi sangat malu tetapi urat malu Zhao An sudah putus jadi ia tidak perduli orang melihat mereka seperti apa.
" Lan Huan, apa kau percaya jika kau tidak melepaskanku sekarang, kau tidak akan memiliki tangan lagi seumur hidupmu." ancamnya.
" Baiklah." Zhao An langsung melepaskan pelukannya, ia tersenyum bangga, sedangkan wajah Lan Huan sudah merah padam menahan malu sekaligus kesal.
" Kurasa sudah cukup untuk menahan Lan Huan, Jiang mungkin sudah meninggalkan Yan Utara." batinnya.
__ADS_1
" Kau...akan membayarnya nanti." Lan Huan segera berlari untuk pergi mencari Jiang, Zhao An hanya tersenyum melihat kepergian Lan Huan, ia sudah lega sekarang tetapi Seluruh tubuhnya merasa sakit karena kekuatan Lan Huan sangat kuat seperti ingin meremukkan tulangnya tadi.