Berinkarnasi

Berinkarnasi
Kalah


__ADS_3

" Yang mulia, sepertinya aku tidak jadi mengajak anda bermain catur hari ini, aku lupa ada yang harus aku urus di kediamanku yang mulia." ucap Jiang beralasan. lalu ia hendak mengundurkan diri.


" Ada yang ingin kau urus atau kau tidak tau bermain catur permaisuri, atau kau takut berhadapan denganku? di mana keberanian yang kulihat tadi yang hampir menebas leher selirku." ejek Zhang tersenyum licik.


" Sial." umpat Jiang pelan yang tidak didengar oleh mereka." Apa yang harus aku lakukan, berfikirlah Xiao Na, biasanya kau sangat cerdas,mengapa sekarang kau sangat *****." batinnya sambil menggigit bibirnya.kebiasaan Xiao na Adalah ia akan menggigit bibirnya saat ia merasa cemas.


" Akan kucoba, bermain catur seperti diduniaku, hanya berbeda pion nya saja, papan caturnya sama."fikir Jiang.


" Sepertinya yang mulia terlalu meremehkan saya, baik kalau itu keinginan yang mulia, akan saya penuhi." kata Jiang lalu duduk kembali dihadapan Zhang.


" Bukankah sangat seru jika ada taruhannya permaisuri." senyum Zhang penuh arti.


" Taruhan apa yang anda inginkan dari saya yang mulia."Tanya Jiang menaikan sebelah alisnya.


" Jika aku kalah kau boleh melakukan atau meminta apapun padaku, tapi jika aku menang kau harus menuruti apa yang aku katakan." jawab Zhang percaya diri seolah ia akan menang karena memang belum ada yang bisa mengalahkan dirinya, bahkan kedua pengawal juga kalah saat ia ajak bermain catur.


" Tawaran yang menarik, baik saya setuju." jawab Jiang, dirinya akan mencoba menang dan akan ia beri kejutan pada raja menyebalkan ini.

__ADS_1


mereka berdua mulai bermain, dan Jing mulai mengerti bahwa memang bermain catur disini tidak berbeda dari bermain catur di dunianya, hanya berbeda pionnya saja.


Zhang berfikir dia mendominasi akan menang, Jiang segera membalikan keadaan dan.


" Skatmat." kata Jiang tersenyun senang, Zhang terkejut bagaimana bisa dirinya kalah, selama ini belum pernah ada yang bisa mengalahkannya, Wei Chan Dan Lan Huan tanpa sadar bertepuk tangan senang, saat ditatap oleh Zhang mereka baru menyadari kalau mereka terlalu senang melihat kehebatan Jiang.


" Saya menang yang mulia." jawab Jiang senyum bahagia" sesuai taruhan saya boleh melakukan apapun pada anda yang mulia." Jiang tersenyum licik.


" Bagaimana kau bisa menang" tanya Zhang masih tidak percaya melihat dirinya dikalahkan.


" Kesalahan anda sdalah terlalu meremehkan lawan anda dan kepercayaan diri yang terlalu tinggi untuk menang hingga anda lupa untuk mengukur kehebatan lawan." jawab Jiang tersenyum licik. Zhang terdiam sesaat, Wei Chan dan Lan Huan tersenyum bangga, ternyata selama ini ratu mereka sangat hebat dan cerdas, menyesal mereka tidak mengetahui kehebatan ratu mereka dari dulu.


" Apa yang kau." belum Zhang menyelesaikan kata-katanya Jiang langsung menempeleng kening Zhang. Wei Chan dan Lan Huang tenganga melihatnya karena terkejut, Zhang terkejut karena belum ada yang berani berbuat seperti itu, jangankan menempeleng, menyentuh wajahnya saja tidak ada yang berani kecuali ia izinkan.


" Beraninya kamu." kata Zhang marah, Jiang tersenyum gembira setelah menempeleng kening Zhang tanpa melihat ekspresi Zhang saat ini.Zhang lalu menarik pedang di pinggul Lan Huan dan berniat menebas kepala Jiang.


Wei Chan dan Lan Huan yang melihat Zhang berniat menebas kepala Jiang segera menahan Zhang, dan Jiang yang merasa dirinya dalam bahaya segera berdiri dan mundur beberapa langkah.

__ADS_1


" Lepaskan aku, aku akan menghabisi wanita kurang ajar ini." teriak Zhang.


" Yang mulia, tenangkan dirimu." kata Lan Huan was-was.


" Yang mulia, anda lupa bahwa anda sendiri mengatakan bahwa jika saya menang saya boleh melakukan apapun dan meminta apapun pada anda, lalu ketika saya menang anda ingin menbunuh saya." kata Jiang tersenyum licik.


" Sangat menyenangkan memberi pelajaran pada raja menyebalkan ini." teriak Jiang dalam hati merasa sangat senang.


Zhang yang mendengarnya melepaskan diri dari pengawalnya secara paksa, sesaat ia memandang wajah Jiang lalu melemparkan pedangnya kesembarangan arah, lalu menarik nafasnya perlahan.


" Kalau begitu saya permisi dulu yang mulia." kata Jiang lalu mengundurkan diri, saat Jiang ingin membuka pintu Zhang menghentikannya, sehingga Jiang menghentikan langkahnya.


" Tunggu, nanti malam datang ke kediamanku." kata zhang datar." Sekarang kamu boleh pergi." lanjutnya.


Jiang mengangguk tanpa mengucapkan satu katapun lalu pergi dari tempat iku untuk kembali kekediamannya karena hari mulai siang, dan ia belum makan siang.


Sepanjang perjalanan ia masih memikirkan apa yang akan direncanakan Zhang untuknya nanti malam." Tidak mungkinkan Zhang berniat membuat keturunan dengannya,oh tidak mungkin, ayolah Xiao na mengapa fikiranmu bisa sampai kesitu, tapi kita akan lihat apa yang ingin dia lakukan." fikir Jiang.

__ADS_1


Didepan kediaman Kasiar Lian dan Yuan masih setia menunggu di sana, jiang lalu menghampiri mereka berdua.


" Ayo kita kembali ke kediaman."kata Jiang lalu diikuti mereka berdua.


__ADS_2