
Ying Zheng berdiri didepan benteng kerajaannya memandangi negerinya yang penuh dengan sinar obor, Yuwen Xue dan Ling Long setia berdiri dibelakangnya menemani Ying Zheng. Tak lama wanita separuh baya dengan mahkota indah dikepalanya, Yuwen Xue dan Ling Long memberi hormat pada wanita itu.
" Ibu suri." ucap mereka serempak, tetapi Ying Zheng tak bergeming dari tempat ia berdiri, ia bahkan tak menoleh pada ibu tercintanya itu.
" Lepaskan dia, sampai kau mati pun tidak akan bisa memilikinya, Ying Zheng." ibu suri tau Ying Zheng tak menoleh padanya karena ia amat bersedih sekarang.
" Sudah malam, kenapa ibunda diluar? disini sangat dingin." Ying Zheng berbalik menatap ibunya. Ibunya langsung memeluk Ying Zheng lalu mengelus punggung putranya.
" Kau sudah cukup menderita Ying Zheng, lepaskan dia dari hatimu, wanita bukan dia saja didunia ini." Ying Zheng menahan air matanya agar tidak jatuh karena ia tidak mau terlihat lemah dimata ibunya. Yuwen Xue dan Ling Long berbalik badan membelakangi mereka berdua.
" Kau adalah seorang raja, kau butuh seorang penerus untuk kerajaan ini, Sampai kapan kau akan seperti ini? ibunda tidak sanggup hidup jika kerajaan ini tidak memiliki penerus, Ying Zheng putraku, lepaskan dia dari hatimu." Ibunya sudah menangis melihat Ying Zheng yang sudah berjuang sejauh ini untuk wanita yang sudah memiliki suami.
" Wanita itu sudah memiliki suami, dan sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu, ibunda tidak tenang melihatmu seperti kehilangan jiwa, kau hidup tetapi jiwamu mati, hati ibu mana yang tidak sakit melihat putranya seperti ini." Ying Zheng tidak mengatakan apapun, fikirannya kosong, ia tidak tau harus melakukan apa sekarang, hatinya benar-benar hancur, walaupun ia mendengar perkataan ibunya, ia tidak berdaya.
" Aku mengerti ibunda, keadaan ibunda sedang tidak sehat, lebih baik ibunda istirahat." Ying Zheng tidak tega melihat ibunya menangis dihadapannya. Ying Zheng sudah menguasai dirinya, ia sadar ia tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan dan melihat ibunya seperti ini membuatnya merasa bersalah. Ying Zheng melepaskan pelukan ibunya.
" Ayo aku antar kekamar ibunda." Ying Zheng memegangi ibunya menuju kamar ibu suri, Yuwen Xue dan Ling Long mengikuti dari belakang.
" Ibunda beristirahatlah." Ying Zheng membantu ibunya duduk diperanduan untuk segera beristirahat.
" Aku pergi, ibunda." Ying Zheng berniat pergi, ia berhenti ketika ibunya memanggilnya kembali.
" Ying Zheng." panggil sang ibu, Ying Zheng menoleh padanya.
__ADS_1
" Ibunda menginginkan kau segera memiliki keturunan, ibunda tidak perduli wanita dari kalangan apapun bahkan jika itu dari rakyat biasa, selama kau bersedia memberikan keturunan padanya, Jika kau menyukai Ling Long, kau juga boleh menjadikan dia permaisurimu untuk melahirkan anakmu." ibu suri melirik pada Ling Long yang berdiri didepan pintu kamar. Ling Long menelan ludah mendengar perkataan Ibu suri, Yuwen Xue sontak menoleh pada Ling Long yang tampak khawatir.
" Ling Long adalah pengawal pribadiku, tidak mungkin bagiku untuk menjadikan dia istri ibunda, jangan berbicara yang tidak-tidak tentangnya."
" Kenapa tidak? walaupun ia Putri seorang pelayan, jika kau menyukainya, ibunda tidak keberatan yang penting kau memiliki keturunan. fikirkan itu baik-baik, sekarang kau boleh pergi." Ying Zheng menggelengkan kepala mendengar perkataan ibunya, ia lalu keluar ruangan, Yuwen Xue dan Ling Long setia mengikuti Ying Zheng.
Fikirannya sekarang dipenuhi perkataan ibunya, ini bukan pertama kalinya sang ibu meminta hal yang sama, sudah ratusan kali ibunya mengatakan hal yang sama, Ying Zheng berfikir usia ibunya sudah tua dan sakit-sakitan, ia khawatir apa yang dulu terjadi pada ayahnya akan terjadi pada ibunya hanya gara-gara khawatir pada dirinya. sebagai anak tunggal, ia tidak memiliki seseorang yang akan menggantinya jika ia tidak memiliki keturunan, akan terjadi perebutan dan perpecahan antar mereka untuk menguasai kerajaan jika ia tidak memiliki keturunan kelak.
Mereka sudah sampai dikamar Ying Zheng, Ying Zheng memandang Ling Long dan berfikir sejenak.
" Ling Long." panggil Ying Zheng, Ling Long langsung berlutut dihadapan Ying Zheng, ia khawatir jika Ying Zheng menuruti permintaan ibu suri.
" Yang mulia, hamba..."
" Maksud yang mulia?" Ling Long tidak mengerti perkataan Ying Zheng.
" Carikan aku seorang selir yang bisa dipercaya dan ia tidak haus kekuasaan, dalam waktu satu pekan kau harus mendapatkannya." Ling Long menganguk, ia memberi hormat lalu keluar ruangan yang diikuti Yuwen Xue, Ying Zheng tau hampir semua selirnya putri menteri kerajaaan.
Para selir Ying Zheng adalah putri semua menteri yang memiliki kekuasaan, sudah pasti akan menjadi Permaisuri jika ia sudah dipilih Ying Zheng, Ying Zheng tau, para selirnya mendambakan dirinya untuk bisa menemani mereka, tetapi Ying Zheng menginginkan permaisuri yang benar-benar jujur dan bisa dipercaya untuk mendidik anaknya nanti menjadi seorang raja tanpa dikendalikan oleh ayahnya yang memiliki kekuasaan dikerajaan.
*****
Lu Xiang berdiri didepan cermin, tiba-tiba seseorang masuk yaitu Bai Qian.
__ADS_1
" Ada Apa lagi?" tanya Lu Xiang, suasana hatinya sedang buruk sekarang setelah mendengar kehamilan Jiang.
" Kenapa kau harus marah, biarkan ia bahagia sejenak, setelah itu ia akan menangis darah." Bai Qian tersenyum licik. Lu Xiang menoleh padanya.
" Apa maksudmu?"
" Zhang Han tidak boleh memiliki keturunan, jadi kau mengerti yang aku maksud bukan? " Bai Qian menepuk pelan bahu Lu Xiang.
" Tapi bagaimana rencana kita yang akan segera kita lakukan? aku takut jika kita membuat Jiang keguguran, Zhang Han tidak akan tinggal diam, ia pasti berwaspada."
" Lalu, kau ingin Zhang Han memiliki anak dari Jiang?" Lu Xiang menggelengkan kepala.
" Kalau begitu, lakukan." Bai Qian memberikan sebuah obat lalu ia segera pergi, Lu Xiang tau obat ditangannya sekarang adalah obat penggugur kandungan. ia menggenggam erat obat itu.
*****
Zhang Han masih setia menemani Jiang, sudah larut malam, Jiang menceritakan semua kejadian yang terjadi pada Dao-Dao, ia juga menceritakan semua yang ia ketahui tentang Bai Qian, Lu Xiang dan Zhang Luhan, hanya saja ia belum mengatakan tentang Zhang Ruyue karena akan sulit dipercaya jika ia menceritakan tentang Ruyue apalagi ia belum melihat secara langsung, ia hanya melihat lewat mimpi dari Jiang, jadi ia tidak bisa menceritakan hal itu.
" Aku tidak menyangka bahwa Bai Qian adalah dalangnya, bearti kaki tangannya adalah Lu Xiang." Zhang Han mengerti sekarang, ia tinggal menunggu kabar dari seseorang lagi.
" Mari kita jebak Lu Xiang, aku yakin kali ini ia akan bertindak, ia akan terperangkap dalam rencananya sendiri." Zhang Han tersenyum, Jiang tidak mengerti maksud senyuman Zhang Han.
" Apa yang akan kita lakukan?"
__ADS_1
" Menjebaknya, dan tentu saja kau akan terlibat." Zhang Han mengelus kepala Jiang, mereka mulai membicarakan rencana yang akan mereka lakukan.