
Jiang mengingat semua kejadian itu, setelah Bai Yunfei dinyatakan bersalah, ia diusir dari istana, ia tidak diizinkan kembali, tapi pada saat Jiang baru terbangun dari kematian, itu adalah pertama kalinya Bai Yunfei datang lagi setelah diusir.
" Aku datang saat itu setelah mendengar Zhang Luhan kembali setelah pengobatan yang panjang, aku tidak akan membiarkan Zhang Luhan mengulangi kesalahan yang sama." kata Bai Yunfei.
Setelah kejadian berdarah itu, 1 bulan kemudian Zhang Luhan mengalami kelumpuhan pada kakinya diakibatkan karena terjatuh dari benteng istana menyelamatkan Zhang Han yang hampir terjatuh. Zhang Luhan pernah kembali 1 kali kembali keistana tetapi pergi lagi karena belum benar-benar pulih, sekarang kakinya sudah pulih seutuhnya.
" Jadi Lu Xiang berkerja sama dengan Zhang Luhan, tetapi aku belum pernah melihat Zhang Luhan bergerak menyerang." kata Jiang.
" Karena otak semua ini adalah Lu Xiang, dan aku yakin ada seseorang yang menopang rencana Lu Xiang." kata Bai Yunfei yakin, Jiang berfikir sejenak. " Apa mungkin wanita berbaju hitam yang dulu menemuiku." Batin Jiang. " Tapi rasanya tidak mungkin." Lanjutnya.
" Kau sedang memikirkan apa Jiang?" tanya Bai Yunfei karena Jiang sedang melamun.
" Tidak ada." jawab Jiang cepat, semakin lama Jiang memperhatikan Bai Yunfei, rawut wajah Bai Yunfei semakin pucat.
" Apa Kau sedang sakit? kau tampak pucat." kata Jiang, Bai Yunfei mengelengkan kepala.
" Aku baik-baik saja."
" Kau sedang tidak baik-baik saja." kata Jiang, tiba-tiba Bai Yunfei langsung memuntahkan darah, Jiang terkejut. Jiang langsung menangkap tubuh Bai Yunfei yang hampir terjatuh.
" Prajurit, panggil tabib kemari." teriak Jiang, prajurit yang berjaga tak jauh dari Jiang mendengar teriak Jiang, ia segera pergi memanggil tabib.
__ADS_1
" Sejak kapan kau diracuni?" tanya Jiang, ia kat khawatir melihat keadaan Bai Yunfei.
" Itu tidak penting, jika terjadi sesuatu padaku, cari orang bernama Wu Zhuqi, lalu berikan ini padanya." kata Bai Yunfei terbata-bata, ia lalu mengeluarkan sebuah seruling kecil dari jubahnya dan memberikannya pada Jiang.
" Apa Ini? " Jiang ingin bertanya lebih jauh tetapi Bai Yunfei sudah kehilangan kesadarannya, tak lama tabib datang bersama seorang prajurit, ia lalu memerintahkan membawa Bai Yunfei masuk untuk diperiksa.
Tabib itu memeriksa keadaan Bai Yunfei lalu memberikan resep obat kepada Pelayan untuk memasak obat. " Bagaimana keadaannya tabib." tanya Jiang. tabib itu keheranan melihat Jiang khawatir pada Bai Yunfei tetapi ia tidak mau menduga-duga.
" Sepertinya akan sulit diobati, racunnya sudah hampir mencapai jantungnya, hamba memberi resep obat hanya untuk memperlambat racun itu bergerak." jawab Tabib itu.Jiang sudah menduga hal itu karena ia memang sempat memeriksa nadi Bai Yunfei. seperti dugaan Jiang, Bai Yunfei tidak menyadari bahwa ia sudah diracuni dan ia mengira hanya demam biasa. tapi lama-kelamaan sakit itu luar biasa hingga memuntahkan darah dan sedari tadi Bai Yunfei menahan sakitnya.
" Obat racun itu hanya bisa didapat diatas gunung Yiling, yaitu rumput jamur es untuk mencapai gunung itu tidak mudah karena terjal dan berbahaya, juga cuaca yang dingin. " kata Jiang, tabib itu terbengong melihat Jiang, ia belum menjelaskan penawar untuk racun itu.
" Bagaimana anda tau?" tanya tabib itu penasaran.
Tak lama seorang pelayan membawa mangkuk berisi ramuan, tabib itu menyuruh pelayan itu meminumkannya pada Bai Yunfei. setelah selesai, tabib itu mengundurkan diri, ia memperhatikan wajah Bai Yunfei sebentar lalu menghela nafas.
" Benar-benar menyusahkan, siapa yang akan aku suruh mangambil penawar racun untukmu?" Gumam Jiang, ia berfikir sejenak.
" Membutuhkan waktu 10 hari jika berangkat besok, sedangkan waktu untuk kompetisi tinggal 12 hari, aku tidak akan punya waktu untuk berlatih jika aku sendiri yang pergi." Jiang memusingkan hal ini, Tapi jika ia tidak pergi Bai Yunfei tidak akan bisa selamat, Jiang akan merasa bersalah jika tidak menolong Bai Yunfei.
" Apa yang harus aku lakukan?" Jiang menghela nafas, Jiang membenarkan selimut Bai Yunfei lalu pergi dari sana. ruangan Bai Yunfei dijaga prajurit dan Jiang memerintahkan agar tidak membiarkan siapapun masuk kecuali tabib istana.
__ADS_1
Jiang pergi menuju kediaman Lu Xiang, Ia melihat Zhang Han sedang menyuapi Lu Xiang obat, Jiang yang melihatnya dibakar cemburu, tetapi segera ia kendalikan.
" Yang mulia." Jiang memberi hormat, Zhang Han berhenti lalu menoleh pada Jiang, Lu Xiang ikut menoleh pada Jiang.
" Akhirnya permaisuri Jiang memiliki waktu untuk datang kemari." sindir Lu Xiang, ia tersenyum manis menatap Jiang yang sudah kesal melihat Lu Xiang ditambah Zhang Han yang bersikap manis pada Lu Xiang membuat Jiang ingin mencekik mereka berdua.
" Kalau bukan karena aku punya urusan padamu, aku tidak akan Sudi datang kemari." batin Jiang, ia memang berniat ingin bertanya pada Lu Xiang tujuannya meracuni Bai Yunfei karena ia yakin Lu Xiang yang melakukanya. meperhatikan kondisi Lu Xiang yang terlihat masih lemah,tapi Jiang masih tetap yakin bahwa Lu Xiang yang melakukanya. karena ada Zhang Han disini Jiang mengurungkan niatnya.
" Aku memang datang kemari ingin menjenguk selir Lu Xiang, ternyata keadaanmu semakin membaik, padahal aku berharap kau akan mati." ceplos Jiang, Zhang Han langsung menatap tajam Jiang, Jiang yang merasa ditatap membuang muka, Lu Xiang tertawa kecil.
" Ternyata Permaisuri bisa bercanda juga, tidak perlu khawatir aku akan mati, karena lukaku tidak serius." jawab Lu Xiang tertawa kecil, tetapi tatapan matanya melihat Jiang tersinggung akan kata-kata Jiang.
" Jangan hiraukan perkataannya Lu Xiang, lebih baik kau istirahat saja." Kata Zhang Han lalu membaringkan Lu Xiang di tempat tidur, Jiang mengepalkan tangannya melihat sikap Zhang Han.
" Apa kau tau Bai Yunfei diracuni?" bentak Jiang marah, ia tidak bisa menahan kemarahannya lagi. Zhang Han lalu menoleh pada Jiang.
" Lalu?" jawab Zhang Han menaikkan sebelah alisnya menatap Jiang.
" Apa kau benar-benar tidak perduli pada nyawanya? Baik, jika kau tidak perduli pada saudaramu sendiri, biar aku yang melakukannya." Kata Jiang, ia lalu pergi dari tempat itu, Lu Xiang tersenyum melihat kepergian Jiang, ia lalu melihat Zhang Han yang mengepalkan tangannya menahan amarah.
Jiang kembali kekediamannya, ia lalu menuju kamar Bai Yunfei, ia menatap Bai Yunfei yang terbaring seperti mayat hidup.
__ADS_1
" Sudah aku putuskan, aku sendiri yang akan mencari obat untukmu, aku akan berangkat besok pagi, jadi tunggu aku kembali, jangan sampai kau mati duluan." kata Jiang, ia sangat kesal pada Zhang Han tadi.