Berinkarnasi

Berinkarnasi
Butuh Pewaris


__ADS_3

Zhang Han terbangun setelah 7 hari tidak sadarkan diri, saat ia membuka mata tercium bau obat-obatan, berdiri Lan Huan, Wei Chan, Bai Yunfei dan lainnya menunggu Zhang Han dengan khawatir, begitu melihat Zhang Han sadar mereka langsung berhamburan menghampiri Zhang Han.


" Yang mulia baru sadar, tolong kalian jangan sembrono seperti ini." ucap tabib melihat antusias mereka.


Mereka menahan diri, haru Dimata mereka terlihat saat melihat Zhang Han terbangun, Tetapi Zhang Han memalingkan wajah, ia menatap langit-langit kamarnya, sudut matanya mengeluarkan air mata. melihat kesedihan Zhang Han mereka dapat mengerti.


" Yang mulia." permaisuri Ming Hui mendekati Zhang Han, tetapi ditahan Bai Yunfei.


" Sepertinya yang mulia butuh istirahat, mari kita tinggalkan." ucap Bai Yunfei, Mereka mengangguk setuju kemudian satu persatu meninggalkan ruangan Zhang Han.


" Wei Chan... tetaplah tinggal disini." Panggil Zhang Han, Wei Chan kemudian menutup pintu saat semua orang pergi kecuali dirinya dan Zhang Han.


" Yang mulia." Wei Chan memberi hormat.


" Bagaimana pemakaman Ruyue?"


" Sesuai tradisi kerajaan, permaisuri mengadakan pemakaman dengan layak, dan menjelaskan pada semua orang segalanya apa yang terjadi dulu."


" Jiang.. Huan...?" terdengar berat saat Zhang Han menyebut nama Jiang, ia tidak bisa menerima kabar buruk jika itu menyangkut Jiang.


" Dibawah jurang terdapat sungai sumo yang mengalir kepenjuru kerajaan dan mengaliri sungai kecil lainnya, sulit melacak keberadaannya, kami sudah menelusuri sungai dan membuat pengumuman tentang pencarian orang tetapi nihil, baik Zhao An ataupun selir Jiang, kami tidak menerima kabar apapun."


" Sisanya?"


" Bai Qian sudah ditangkap dan dipenjara bawah tanah, pasukan mereka sudah ditangkap habis, sesuai apa yang sudah kita tuju, semua berjalan sesuai rencana."


" Tapi aku kehilangan segalanya." Zhang Han memejamkan mata, lagi-lagi sudut matanya jatuh air mata.


" Dimana kau? apakah kau baik-baik saja atau..aku tidak bisa memikirkan sesuatu hal yang bisa membuatku tenang." batin Zhang Han.


" Kau boleh pergi." Zhang Han kembali beristirahat, Wei Chan memberi hormat lalu keluar ruangan.


" Selir Lu Xiang memilih meninggalkan segalanya dan hidup dalam pengasingan." ucap Wei Chan sebelum keluar ruangan, Zhang Han mendengarnya tapi tidak menanggapi apapun.


Wei Chan menghela nafas berat saat keluar ruangan menantap wajah-wajah orang yang menunggu Wei Chan diluar, mereka menunggu apa yang ingin dikatakan Wei Chan.


" Tidak ada yang bisa aku katakan, lebih baik kita semua beristirahat sebab tidak ada yang bisa kita lakukan, Yang mulia butuh istirahat." Wei Chan lalu meninggalkan mereka yang melongo mendengar perkataan Wei Chan.


Hari berganti hari, bulan berganti bulan, sudah 6, bulan sejak peristiwa itu, Zhang Han sudah kembali sehat, tetapi siapa yang tidak tau rasa sepi Zhang Han dapat mereka rasakan, istana terasa suram, wajah tegas Zhang Han, kepemimpinannya membawa banyak perubahan besar walaupun sebagian orang merasa bahwa Zhang Han kini lebih berani seakan mempertaruhkan seluruh negeri untuk mencapai sesuatu.


Sebagian yang mengenal watak Zhang Han mengerti mengapa Zhang Han melakukan semua itu karena mereka tau tidak ada orang lagi yang ingin ia lindungi dalam hidupnya, segalanya seolah direnggut, sekarang banyak orang sudah pusing memikirkan untuk pewaris putra mahkota sebab Zhang Han menolak tidur bersama istrinya.

__ADS_1


Saat ada Jiang, Zhang Han masih bisa bersama Lu Xiang, kini para selir takut bertemu Zhang Han yang seperti tidak mereka kenali lagi, Zhang Han menulis laporan tentang militer sedangkan seluruh negeri berdoa agar Zhang Han segera memiliki keturunan dari permaisuri Ming Hui.


Segera upacara besar-besaran dilakukan para rakyat untuk kemakmuran kerajaan dan segera diberi keturunan, Zhang Han tidak perduli dengan semua itu, kini negerinya lebih makmur dari sebelumnya, rakyat sangat mencintai Zhang Han karena kepemimpinannya dan menjadi sejahtera Sekarang.


" Yang mulia, tumpukan laporan ini, anda tidak ingin membacanya?" tanya Lan Huan melihat tumpukan laporan disamping meja kerja Zhang Han.


" Untuk apa? isinya sama." Jawab Zhang Han tanpa menoleh dan tetap melanjutkan tulisannya.


" Tapi? semua ini dari rakyat, laporan ini adalah ucapan terima kasih dan doa untuk anda, laporan menteri, anda benar-benar tidak berniat untuk membacanya?" Zhang Han berhenti menulis lalu menatap Lan Huan.


" Semua ini adalah hasil kerja keras Jiang, aku tidak pantas mendapat rasa terima kasih dan doa dari mereka."


" Yang mulia." tiba-tiba Wei Chan masuk dengan tergesa-gesa, Zhang Han dan Lan Huan menatap Wei Chan.


" Ada apa?" tanya Zhang Han santai.


" Lebih baik anda melihatnya sendiri." jawab Wei Chan cepat.


" Katakan saja."


" semua ini terjadi karena anda mengabaikan laporan yang selalu mereka kirim untuk anda."jawab Wei Chan mengeluh.


" Oh..."


" Semoga saja apa yang terjadi di negeri Jin Timur tidak terjadi padaku." ucapnya terdengar kesal, ia mengacuh pada sebuah peristiwa yang terjadi di Jin Timur.


Zhang Han pergi kebalkon ditemani Wei Chan dan Lan Huan, saat ia melihat kebawah, sederetan para menteri berlutut dengan tablet kayu Pangkat mereka, Zhang Han memijit pelipisnya yang berdenyut melihat para menterinya.


" Yang mulia, mohon pertimbangkan keluhan kami..." ucap mereka serentak masih berlutut diluar kediaman Zhang Han.


" Usir mereka." ucap Zhang Han kemudian masuk kembali kekediaman.


" Anda tidak ingin bertemu dulu dengan mereka?" tanya Lan Huan ragu.


" Tidak..." jawab Zhang Han singkat.


Kejadian ini terus berlanjut, Zhang Han sudah memperingatkan mereka jika tidak segera bubar mereka akan dicambuk, tetapi karena mereka sudah sepakat, Zhang Han tidak berkutik melihat para menterinya masih bersikukuh berlutut, hujan panas mereka tidak perduli.


Mereka selalu datang setiap pagi hingga larut malam, dan itu sudah terjadi selama sepekan, kali ini istana dihebohkan karena permaisuri Ming Hui ikut berlutut, Zhang Han sangat menghargai Ming Hui karena ia membantu Jiang dalam misi itu, sebenarnya Ming Hui berhati lembut tetapi karena ia mencintai Zhang Han dan ingin mendapatkan perhatiannya ia membuat banyak masalah diistana.


Tetapi sejak Jiang meninggalkan istana, ia sudah menyadari dan sudah bertindak layaknya permaisuri, ia tidak sedikit membantu Jiang karena janjinya saat Jiang bersedia meninggalkan istana, padahal Jiang sudah menipunya sejak awal, semua yang terjadi adalah rencana yang Jiang buat bersama Zhang Han.

__ADS_1


Kali ini karena Ming Hui ikut berlutut, Zhang Han tidak bisa untuk menutup telinganya lagi, ia lalu menemui mereka.


" Semuanya berdiri..." teriak Zhang Han.


Ming Hui dan yang lainnya memberi Hormat saat melihat Zhang Han., Zhang Han memandang Ming Hui sejenak.


" Kembali kekediamanmu." Zhang Han hanya mengucapkan kata itu lalu kembali masuk, Ming Hui tertegun mendengarnya, ia tersenyum tipis.


para menteri sudah berbisik dibelakang Ming Hui, tetapi Ming Hui tidak perduli, ia Kembali kekediamannya, ia tidak mau memaksa Zhang Han, lagipula ia melakukan semua itu karena ia kasihan melihat para menteri yang tidak hentinya berlutut disini sehingga banyak pekerjaan istana yang terbengkalai.


" Jika kalian semua tidak segera bubar, aku benar-benar tidak akan sekedar mengancam, kalian akan dicambuk 100 kali." teriak Zhang Han dari atas balkon, Ming Hui memandangnya sejenak kemudian kembali kekediamannya.


Para menteri mau tidak mau juga meninggalkan halaman kediaman Zhang Han, pada malam hari Zhang Han berkunjung dikediaman Ming Hui membuat kehebohan.


" Yang mulia." Ming Hui sebenarnya terkejut, tetapi segera mengendalikan dirinya.


Lan Huan dan Wei Chan menunggu diluar, Para menteri saat mendengar Zhang Han berkunjung mereka sudah seperti penguntit dan tukang gosip, mereka pergi diam-diam kekediaman Ming Hui, melihat Wei chan dan Lan Huan diluar, mereka menarik kedua pengawal itu menjauh dari kediaman.


Lan Huan dan Wei Chan tidak berkutik jadi ia hanya bisa ikut saat ditarik mereka bersamaan.


" Jenderal, kami tau yang mulia ada didalam hanya untuk meredakan kegelisahan kami." ucap salah satu menteri dan menteri yang lain menganggukkan setuju.


" Lalu?" tanya Wei Chan, mereka mengelak juga tidak ada gunanya jadi biarkan mereka berdua mendengar apa yang ingin para menteri itu inginkan.


" Kami memiliki rencana." ucapnya lagi, Wei Chan dan Lan Huan saling menoleh.


" apa?" tanya Wei Chan dan Lan Huan bersamaan.


" Rencana ini sudah pernah dilakukan oleh putriku untuk memikat suaminya yang tidak ingin melakukan hubungan dan itu berhasil." ucapnya tersenyum penuh makna.


" Tetapi kami butuh bantuan kalian berdua." sahut menteri yang lain.


" Apa?"tanya Wei Chan, mereka kemudian mulai menyusun rencana untuk menjebak Zhang Han, mereka menjelaskan secara rinci. Kepala Wei Chan dan Lan Huan berdenyut saat mendengarnya.


" Bukankah rencana kalian ini sama saja ingin mengantarkan kalian bertemu malaikat maut dengan cepat." ucap Lan Huan.


" Apakah kalian ingin kerajaan ini hancur karena tidak memiliki pewaris? selir Jiang tidak tau keberadaannya,entah ia hidup atau mati, tetapi kerajaan ini perlu pewaris."


Lan Huan dan Wei Chan terdiam, apa yang dikatakan para menteri juga benar, Sudah 6 bulan berlalu dan belum mendapatkan kabar apapun, lagipula jika Jiang Hidup anaknya entah laki-laki atau perempuan, sedangkan kerajaan tidak bisa menunggu lagi.


" Tetapi jika yang mulia menyadarinya... kepala kita tidak akan tertolong, ...aku tidak bisa membayangkannya." ucap Wei Chan.

__ADS_1


" Itu.." mereka tidak memiliki jawaban jika sudah menyangkut hukuman.


" Kita melakukan semua ini juga demi masa depan negeri ini." celetuk yang lain. Akhirnya Wei Chan dan Lan Huan setuju dengan rencana mereka dan berkerja sama dengan para menteri.


__ADS_2