
Jiang berlari sekuat tenaga, para prajurit itu tidak berhenti mengejar Jiang, Jiang melihat jalan sempit yang mempunyai banyak cabang didepannya lalu melewatinya sehingga membuat para prajurit itu kebingungan sehingga memilih berpencar. Jiang Bersembunyi di balik tembok rumah orang lain, ia bahkan lupa kalau ia memiliki tenaga dalam dan tidak perlu repot-repot harus berlari sampai ngos-ngosan seperti kuda.
" Kenapa aku harus berlari, mereka tidak akan bisa mengejarku jika aku terbang, dan nafasku tidak akan habis seperti ini." gumannya pelan lalu menghela nafasnya pelan, seorang Prajurit mengikutinya sampai ditempat ia bersembunyi, Jiang semakin mundur kebelakang saat melihat prajurit itu berjalan kearahnya walaupun prajurit itu tidak melihat keberadaanya.
Jiang semakin mundur dan tanpa ia sadari ia menginjak ranting kering hingga patah sehingga menimbulkan suara yang membuat prajurit itu curiga dan berjalan kearahnya dengan waspada, Jiang memukul kepalanya sendiri karena kesal dengan kebodohannya, semakin dekat prajurit itu tiba-tiba tangan seseorang menutup mulutnya dari belakang lalu membawanya menjauh dari prajurit itu.
Jiang mencoba memberontak dan hampir ingin memukul kalau saja ia tidak bersuara." Ini aku Jiang." jawab Suara itu yang tak lain adalah Dao Dao.
" Dao Dao, bagaiamana kau ada disini?" tanya Jiang saat prajurit itu sudah pergi karena tidak menemukan apa-apa,.
" Kau lupa, aku seorang pencari informasi paling handal, aku lihai dalan bersembunyi tanpa disadari orang lain, aku tidak sengaja melihatmu tadi memasuki jalan kecil dan dikejar prajurit itu." jawab Dao Dao. Jiang senang bertemu dengan temannya ini.
" Dimana yang lain?" tanya Jiang hanya melihat Dao Dao seorang diri.
" kami setiap hari mencarimu secara terpencar dan matahari terbenam kami akan kembali ke gubuk jadi aku tidak tau mereka dimana, kau selama ini tinggal dimana." tanya Dao Dao.
" Ayo aku akan ceritakan sambil kita berjalan." jawab Jiang. Jiang menceritakan apa yang ia alami dari jebakan sampai mengapa ia bisa diusir dari istana dan tinggal dimana, semuanya Jiang ceritakan secara akurat.
" Tapi kudengar yang mulia kaisar memerintahkan untuk membawamu kembali keistana."
__ADS_1
" Aku tidak akan kembali lagi, dan aku tidak perduli lagi padanya." jawab Jiang kesal
" Mengapa?"
" aku punya harga diri, dia kira dia siapa setelah mengusirku secara kejam yang tidak perduli dengan lukaku bahkan tidak menunggu untuk siang mengusirku, sekarang ia ingin aku kembali keistana,jangan harap aku kembali, aku sangat membencinya, jangan pernah lagi kau sebutkan namanya didepanku." jawab Jiang marah-marah seolah ia mengutarakan semua kekesalannya pada kaisar.
" Baiklah aku mengerti, kau tidak perlu marah-marah denganku." jawab Dao Dao menggelengkan kepala melihat kekesalan Jiang yang ia biaskan padanya.
Jiang dan Dao Dao sudah sampai dirumah Tuan Qiu Wang untuk mengantar obat herbal, setelah itu mereka kegubuk tempat mereka pernah berkumpul. sambil menunggu Xuelan Dan Zhao An Mereka berdua mengobrol.
" Jiang, apa kau tidak penasaran siapa yang menjebakmu sehingga kau diusir dari istana dan apa tujuannya itu kau tidak penasaran?" tanya Dao Dao setelah berfikir semua yang terjadi.
" Jangan keras kepala seperti itu, 2 pekan lagi ulang tahun kerajaaan, dan kudengar 1 pekan lagi para kerajaan tetangga akan hadir." belum selesai Dao Dao menjelaskan Jiang sudah menatapnya dengan sinis.
" Jangan coba mempengaruhi pendirianku Dao Dao, itu semua tidak ada urusannya denganku." Jawab Jiang kesal, Dao Dao menghela nafas mendengarnya.
" Baiklah." jawab Dao Dao lemas.
Diistana Zhang Han sedang membaca laporan bersama Lan Huan, Wei Chan diperintah mengawasi para prajurit yang bertugas mencari Jiang Huan, tiba-tiba Wei Chan datang dengan tergesa-gesa masuk membuat Zhang Han heran.
__ADS_1
" Yang mulia hamba membawa 2 kabar, kabar baik dan kabar buruk." lapir Wei Chan setelah memberi hormat pada Zhang Han.
" Kabar baik dan kabar buruk?" tanya Zhang Han Heran." Baiklah, aku ingin mendengar kabar baiknya." lanjut Zhang Han masih memandang laporan tanpa menoleh Wei Chan.
" Kabar baiknya, diibukota sekelompok prajurit mengejar seseorang yang dicurigai adalah permaisuri Jiang Huan, dia memakai penutup wajah untuk tidak dikenali tapi mereka kehilangan jejak, jadi kita sudah tau bahwa Permaisuri berada diibukota, cepat atau lambat kita pasti menemukannya." Zhang Han terdiam sejenak menganggukan kepalanya mendengar laporan Wei Chan.
" Lalu kabar buruknya?" Tanya Zhang Han masih membaca laporannya. Wei Chan menarik nafasnya.
" Kabar buruknya selir Ming Hui akan datang keistana 3 hari lagi, sekarang masih dalam perjalanan kemari." lapor Wei Chan.
"Apa?" Zhang han Sampai menoleh pada Wei Chan apakah pengawal pribadinya ini sedang bercanda, tapi dilihatnya tidak ada candaan diwajahnya.
" Itu bukan lagi buruk tapi sangat buruk." Zhang Han menghela nafas mendengarnya.
Lu Xiang yang sedang memandangi bunga ditaman, didatangi pelayannya dengan tergesa-gesa." kabar apa yang kau bawa?" tanya Lu Xiang tanpa menoleh.
" Selir Ming Hui akan datang keistana 3 hari lagi."lapor pelayan itu.
" Sepertinya kedamaian istana ini akan segera berakhir." Lu Xiang menghela nafas.
__ADS_1