
Jiang setelah pergi dari kediaman Lu Xiang, ia menuju kediaman Zhang Han untuk memberitahukan Zhang Han apa yang sudah Lu Xiang akui padanya. Jiang mencari Zhang Han dikamarnya tetapi prajurit memberitahu bahwa Zhang Han masih diruang kerjanya, Jiang segera menuju tempat kerja Zhang Han.
Saat Jiang didepan ruang kerja Zhang Han, Wei Chan dan Lan Huan masih berdiri didepan pintu, mereka berdua memberi hormat saat melihat kedatangan Jiang, mereka heran melihat Jiang datang larut malam begini apalagi dengan pakaian Jiang yang serba hitam.
" Apa Yang mulia ada didalam ?" tanya Jiang, mereka berdua mengangguk lalu Wei Chan membuka pintu. Melihat pintu terbuka, Zhang Han menoleh, ia tersenyum melihat kedatangan Jiang.
" Zhang Han." kata Jiang khawatir, saat berdiri dihadapan Zhang Han yang dibatasi meja kerjanya.
" Ada apa? kau tampak khawatir." tanya Zhang Han, ia berdiri lalu mendekati Jiang.
" Aku tau siapa penjahat yang selama ini bersembunyi diistana." kata Jiang, Zhang Han menaikkan alisnya tidak mengerti.
" Lu Xiang..., Dia adalah ular kepala dua, dia yang sudah meracuni ibu suri, dia juga yang mencoba meracuniku, dia membencimu Zhang Han, kau harus segera menyingkirkannya dari istana, dia berbahaya." Zhang Han menghela nafas mendengar perkataan Jiang.
__ADS_1
" Aku tau kau tidak menyukainya, tapi kau tidak boleh memfitnahnya seperti itu." kata Zhang Han sambil mengelus lembut kepala Jiang. Jiang menepis tangan Zhang Han. " Kau tidak percaya padaku?" Kata Jiang kecewa, ia sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak jatuh karena Zhang Han tidak mempercayainya sama sekali.
Zhang Han menarik nafas melihat Jiang, " Dia sendiri yang mengatakannya padaku, aku juga melihat bukti yang berada ditangannya, kau tidak percaya?" kata Jiang, ia sekarang tidak bisa menahan air matanya lagi, ia meneteskan memandang Wajah Zhang Han.
" Dia adalah wanita Jahat... dia memperdayamu...dia ingin menghancurkanmu...dia sedang berpura-pura baik hanya untuk mendapatkan kepercayaanmu..." teriak Jiang marah, Zhang Han menarik tangan Jiang lalu memeluk Jiang, Jiang menolak pelukan Zhang Han, ia meronta tapi kekuatannya kalah, kepalanya dibenamkan didada bidang Zhang Han.
" Baiklah...tenangkan dirimu." Zhang Han mengelus punggung Jiang yang berada dipelukannya yang sedang menangis.
" Aku sangat kesal padamu, sekarang kau percayakan padaku?" tanya Jiang sendu.
Rasa kekecewaan Jiang pada Zhang Han sudah diujung tanduk, ingin sekali Jiang membenturkan kepala Zhang Han kedinding agar tersadar dan percaya padanya, tapu Zhang Han tidak percaya apa yang ia katakan. " Tapi, bukankah tabib mengatakan itu adalah penyakit ibunda yang sudah lama kambuh dan semakin parah, bagaimana bisa kau mengatakan Lu Xiang yang melakukanya?" jawab Zhang Han.
" Zhang Han ... Lu Xiang yang meracuni ibu suri menggunakan racun ular air, racun itu tidak berbahaya tapi akan berbahaya jika digunakan terus-menerus dan dia sudah lama merencanakan semua itu." teriak Jiang marah, Wei Chan dan Lan Huan yang berada diluar dapat mendengar teriakan Jiang sedang marah, tapi mereka tidak mendengar apa yang sedang mereka pertengkarkan.
__ADS_1
" Kau akan menyesalinya." kata Jiang, meneteskan air mata, ia langsung keluar ruangan.Jiang langsung membuka pintu dengan keadaan marah, Lan Huan dan Wei Chan terkejut tapi mereka hanya memberi hormat saat Jiang pergi, mereka juga tidak berkata apa-apa. Mereka melihat Zhang Han mengusap wajahnya lelah, juga tampak Zhang Han sedang menahan amarahnya, mereka tidak berani bertanya, mereka segera menutup pintu kembali, Mereka takut menjadi pelampiasan kekesalan Zhang Han.
Seumur hidup mereka melayani Zhang Han, belum pernah seseorang berani berteriak padanya apalagi memaki dirinya, karena sedikit saja suara nada orang itu tinggi saat berbicara padanya, ia tidak akan menunggu orang itu selesai berbicara, ia langsung memenggal kepala orang itu ditempat, bahkan ibu suri dan raja terdahulu tidak pernah berbicara lantang pada Zhang Han.
Mereka menelan ludah sambil berdoa agar mereka tidak menjadi pelampiasannya, Tak lama Zhang Han membuka pintu ia langsung pergi. " Tidak perlu mengikutiku." ucapnya tegas lalu pergi kearah dimana Jiang pergi, ia merasa bersalah dan berniat mengejar Jiang.
Jiang pergi dengan perasaan marah, kesal, kecawa pada Zhang Han, ia menuju tempat latihan militer yang tak jauh dari kediaman Zhang Han, ia segera menarik pedang yang dipajang. Ia berlatih pedang sekaligus melampiaskan amarahnya, ia menebas kesegala arah, ia menebas orang-orang boneka yang biasa prajurit berlatih.
Tempat latihan sepi karena sudah larut malam, Jiang tidak perduli, ia terus menebas tidak tentu arah, ia mengingat semua pertengkaran dirinya dan Zhang Han dan lebih kesal lagi Zhang Han tidak percaya padanya membuat amarahnya membara.
Sling....... tiba-tiba sebuah pedang besar menahan serangan Jiang yang hampir menebas boneka orang-orang itu. " Apa seperti ini seorang ratu melampiaskan amarahnya?" tanya orang itu, Jiang menatap orang itu, ia sedang kesal dan tak ingin orang lain mengganggunya, ia menggenggam erat pedangnya, lalu mengangkat pedangnya tinggi lalu menyerang sekuat tenaga, tapi karena kekuatan pedangnya bertabrakan dengan pedang besar itu membuat kekuatan berbeda.
Saat bertabrakan, Ia terpukul mundur karena kekuatan pedang besar itu , Jiang termundur dan hampir terjatuh jika saja tidak ada sebuah tangan yang langsung sigap menahan punggunya, Orang itu tak lain adalah Bai Yunfei. setelah serangan yang ditahan Bai Yunfei, nampak jelas Jiang tidak bisa menggunakan pedang dan karena kesalahannya sendiri Jiang hampir terjatuh.
__ADS_1
" Kau tidak apa-apa, Jiang?" tanya Bai Yunfei, Jiang terkejut karena Bai Yunfei yang menangkap dirinya yang hampir terjatuh. tapi tanpa disadari mereka berdua, seseorang melihat apa yang terjadi, ia mengepalkan tangannya kuat hingga buku-buku tangannya memutih karena menahan amarah melihat Bai Yunfei memeluk Jiang, yang tak lain adalah Zhang Han.