Berinkarnasi

Berinkarnasi
Berlatih pedang


__ADS_3

" Jiang tolong jelaskan? kami berdua tidak mengerti maksudmu, bagaimana kau bisa menuduh selir Lu Xiang yang melakukanya." tanya Dao-Dao agar semua jelas., Jiang menghela nafas, ia lalu bercerita semua kejadian saat keracunan sampai pengakuan selir Lu Xiang dan pertengkaran dengan Zhang Han dan bertemu Bai Yunfei, semuanya Jiang ceritkan tanpa terlewatkan.


" Tapi mengapa selir Lu Xiang menceritakan semua kejahatannya padamu?" Tanya Dao-Dao heran.


" Penjahat tidak akan mengakui kejahatannya kecuali ada maksud." tambah Zhao An.


" Benar, aku juga tidak tau apa yang ia rencanakan, yang pasti dia mempunyai tujuan yaitu menghancurkan Zhang Han dan aku tidak akan membiarkan hal itu." kata Jiang, mereka berdua sangat percaya kalau Jiang sedang tidak berbohong pada mereka.


" Jadi, aku perlu bantuanmu Dao-Dao."


" Katakan."


" Aku ingin kau mengawasi selir Lu Xiang, cari tau apa yang ia rencanakan dan laporkan semua nya padaku, ingat jangan sampai ketahuan karena akan sangat berbahaya."


" Aku akan berhati-hati." jawab Dao-Dao, Jiang mengangguk, ia sangat senang memiliki teman yang bisa ia andalkan.


" Jiang, apa kau sudah mempersiapkan kompetisi yang tinggal 2 pekan lagi?" tanya Zhao An.


" Aku hampir lupa soal itu, aku hanya tinggal belajar pedang saja." jawab Jiang,


" Kudengar pemain terbaik pedang hanya dimiliki yang mulia, eh kenapa kau tidak mintak ajarkan pada yang mulia belajar Pedang? tambah Dao-Dao. Jiang langsung menatap tajam Dao-Dao, Zhao An ikut menatap Zhao An karena menyadari Dao-Dao sedang salah bicara.


" Apa kau tidak dengar ceritaku tadi." kata Jiang kesal, Dao-Dao menggigit bibirnya lalu tercengir.

__ADS_1


" Aku lupa." jawab Dao-Dao tersenyum pahit melihat Jiang, Zhao An hanya menggeleng kepala melihatnya.


" Aku sedang marah padanya, mengapa juga aku ingin belajar bersamanya, aku tidak akan pernah mau diajari olehnya, tidak akan pernah." Kata Jiang sombong,


" Tapi kau akan belajar pada siapa? apalagi waktumu tidak lama lagi, 2 pekan bukan waktu yang lama." tanya Zhao An.


" Aku akan belajar sendiri." kata Jiang. mereka sedikit mengobrol lalu mereka bubar kembali melakukan kekegiatan mereka. Jiang mengganti pakaian yang ringan, ia bersiap untuk latihan sore hari ini untuk belajar pedang, sejak kejadian 3 hari yang lalu disidang istana, Jiang baru mulai berlatih pedang.


Jiang mencari tempat yang tenang untuk berlatih, ia memilih tempat latihan lapangan kosong yang jarang para prajurit berlatih, Ia mengambil pedang dan mulai berlatih mengayunkan pedangnya.


tapi baru sebentar saja, tangannya cepat pegal memegang pedang. " Ah sulit sekali berlatih pedang, aku sangat ahli menggunakan belati karena jamanku gak ada pedang, tapi disini belati hanya digunakan saat darurat saja." gumam Jiang pelan, ia lalu berdiri lagi dan mulai mencoba mengayunkan pedang.


Saat Jiang mulai berlatih lagi, tiba-tiba seseorang memeluk dirinya dari belakang, satu tangannya memegang tangan Jiang yang memegang pedang, satu tangannya lagi memeluk pinggangnya.


Zhang Lalu mulai mengayunkan pedang berirama bersama Jiang, Jiang terus menatap wajah Zhang Han karena ia benar-benar rindu pada sikap Zhang Han yang sekarang. " Aku tau aku tampan, tapi bisakan kau fokus pada latihanmu." kata Zhang Han tiba-tiba, membuat Jiang segera mengalihkan wajahnya kedepan.


Zhang Han masih bergerak berirama dengan Jiang, Jantung Jiang yang sudah berdebar segera ia kendalikan. " Mengapa kau punya waktu disini? bukankah kau sedang mengurus selir tercintamu itu." kata Jiang, mereka masih berlatih mengayunkan pedang. Zhang Han mempercepat langkahnya membuat Jiang tidak bisa mengimbanginya.


Karena kesal Jiang lalu berhenti lalu melepaskan pelukan Zhang Han, Jiang menghempaskan pedangnya lalu berniat pergi tapi baru selangkah ia pergi Zhang Han menarik pergelangan tangannya, Jiang tertarik kearah Zhang Han dan Zhang Han langsung mencium bibir Jiang. Jiang terkejut dengan sikap Zhang Han yang tiba-tiba.


Zhang Han melepaskan ciumannya lalu menatap wajah Jiang, Jiang membalas tatapan Zhang Han, " Ada apa denganmu sikapmu yang sekarang? kau sedang tidak salah makan bukan?" tanya Jiang menaikan sebelah alisnya, Entah mengapa dimata Jiang, Zhang Han sedikit berubah ia seperti menjaga jarak padanya. sejak ia bertengkar, Zhang Han tidak pernah lagi datang kekamarnya, dan ditambah Jiang yang memberitahukan tentang Lu Xiang, jarak mereka semakin jauh.


Mereka bahkan tidak pernah berbicara satu sama lain padahal mereka sering berpapasan tapi Zhang Han bahkan tidak meliriknya sama sekali, ia lebih khawatir pada selir Lu Xiang, itulah mengapa Jiang sangat kesal pada Zhang Han.

__ADS_1


" Setiap pagi, datanglah kemari, aku akan mengajarimu pedang." kata Zhang Han Ia lalu berniat pergi dari tempat itu. " Aku tidak butuh, aku juga tidak berniat menjadi ratu lagi, jadi jangan buang waktumu untuk mengajariku, lebih baik kau urus saja selir tercintamu itu." Kata Jiang tegas, Zhang Han menghentikan langkahnya, ia lalu menatap kearah Jiang.


" Terserah." kata Zhang Han, ia langsung berlalu pergi, begitu Zhang Han hilang dari pandangannya, Jiang langsung naik pitam.


" Dia pikir dia siapa? sikapnya sangat menyebalkan, aku baru tau kalau raja kuno seperti itu." kata Jiang frustasi. " Terserah...


Ha telingaku sangat panas mendengar kata itu keluar dari mulutnya." kata Jiang semakin geram, ia lalu keluar dari tempat latihan karena ia sudah tidak berniat lagi untuk berlatih.


" Ya ampun..." Jiang terkejut melihat Dao-Dao dan Zhao An berdiri didepan pintu latihan yang sedang menatap dirinya.


" Sejak kapan kalian berdiri disini?" tanya Jiang, ia terlalu terkejut melihat mereka berdua.


" Zhao An, kau ingat siapa yang mengatakan tidak akan pernah menerima latihan dari yang mulia?" sindir Dao-Dao.


" Kurasa ia memakan kata-katanya sendiri." Balas Zhao An, Jiang memutar bola matanya malas, ia langsung pergi meninggalkan kedua temannya yang tertawa melihat dirinya, ia terlalu malu untuk menjawab kedua temannya itu.


Jiang menuju kekediamannya, ia langsung terhenti tepat didepan pintu kekediamannya karena ia melupakan sesuatu, ia segera berlari menuju tempat latihan tadi karena terlupa sesuatu yang ia tinggalkan ditempat latihan. Dao-Dao dan Zhao An masih berdiri disana dengan senyum lebarnya. Jiang berpura-pura tidak memperdulikan mereka dan langsung masuk kedalam. ia meninggalkan token kerajaan yang sempat ia lepas sebelum memulai latihan. Jika ia kehilangan tokennya, maka ia pasti dihukum, apalagi jika diambil oleh orang yang berniat jahat, akan sangat berbahaya karena ia bisa memanfaatkan token itu.


" Kau mencari ini?" Dao-Dao memperlihatkan token miliknya, Dao-Dao memperlihatkan senyum manisnya, Saat Jiang pergi mereka tidak sengaja melihat token milik Jiang, itulah mereka masih menunggu Jiang untuk menggodanya.


Jiang sudah mencari kedalam latihan tetapi tidak ketemu, ketika melihat tokennya berada ditangan Dao-Dao, ia menuju kearah Dao-Dao lalu mengambil token itu dari tangannya.


" Apa kalian melihat semuanya?" tanya Jiang ragu, ketika token itu sudah berada ditangannya.

__ADS_1


" Menurutmu?" jawab Dao-Dao tersenyum menggoda Jiang, Jiang langsung pergi dengan menutup wajahnya karena malu, ia sangat malu sekarang karena termakan kata-katanya sendiri apalagi dipergoki mereka berdua.


__ADS_2