
Jiang kembali keperkemahan, ia berniat setelah Xiaojiu dibawa Jiang untuk menekan Lu Xiang, ia akan membubarkan pasukan seperti debu dan mereka akan menunggu perintah lagi untuk bekerja.
Jiang berjalan sendiri, ia lalu melihat Xiaojiu dipenjara tanpa penjagaan, ia terdiam bahkan sama sekali tidak menyentuh makanan yang sudah disediakan, Jiang lalu menghampirinya.
" Makanlah, ini adalah makanan terakhirmu... besok kau sudah tidak hidup lagi." Xiaojiu mendengus.
" Kenapa kau harus repot-repot...tidak perlu kau menyediakan makanana untukku." Xiaojiu lalu membanting makanan itu, Jiang hanya menatap makanan yang terbuang percuma.
" Aku mungkin akan berubah fikiran untuk tidak membunuhmu." Jiang mencoba bernegosiasi.
" Tapi aku tidak akan berubah fikiran, aku tidak akan membiarkan kau menekan kakakku, tidak akan aku biarkan kakakku lemah dihadapanmu." jawabnya ketus.
" Sayangnya kau salah...besok dengan menukar nyawamu, kau akan melihat kelemahan kakakmu tersayang." Jiang tersenyum licik.
" Apa yang kau banggakan dari pengkhianatan itu, kau hanya menjadi anjing pengikutnya saja, kau anak haram dari keluarganya, kau bahkan tidak dipandang oleh keluarganya." Jiang mencoba memprovokasinya, ia tau mengenai kisah Xiaojiu, sang anak haram kepala keluarga Lu yang tidak pernah dianggap bahkan diperlakukan seperti sampah oleh keluarga itu. Xiaojiu lalu mengalihkan pandangannya lurus kedepan, ia sama sekali tidak terpancing perkataan Jiang.
" Kau dari keluarga bangsawan, tentu tidak tau nasib orang sepertiku." ucapnya tiba-tiba. " Aku hidup penuh dengan penghinaan dari banyak orang, anak dari ibu seorang pelacur murahan, orang-orang disekelilingku bahkan tidak menaruh rasa kasihan padaku, lalu jika ada yang berbuat baik padaku maka hatiku seperti akan terbang kesurga, dan Jika ada orang berbuat sangat baik padaku, nyawakupun akan aku berikan." terlihat matanya berkaca-kaca, Jiang menoleh pria itu sejenak, pemuda yang umurnya baru berusia 20 tahun itu.
" Kau terlalu baik hati, tapi sayangnya rasa simpatimu jatuh pada orang yang salah." jawab Jiang, Jiang ingin melangkah pergi.
__ADS_1
" Lu Xiang tidak jahat.", ucapnya membuat Jiang menghentikan langkahnya yang berniat pergi.
" Wanita mana yang tidak akan belas dendam jika kekasihnya dibunuh tanpa keadilan...kau bahkan membalas dendam untuk temanmu dan kakakmu lalu..," Xiaojiu menatap Jiang, Jiang berbalik menatap Xiaojiu.
" Kau bersikap bahwa Lu Xiang lah yang paling bersalah, lalu apa bedanya dengan dirimu, kau juga membunuh banyak orang." Lanjut Xiaojiu.
" Dia membunuh banyak orang yang bersalah, ia pembunuh berdarah dingin...jika memang ia punya masalah tentang hal itu, harusnya ia datang sendiri menghadap Zhang Han, meminta keadilan bukannya membunuh orang lain dan bersembunyi seperti tikus." Jiang mengatakan semua itu hampir tersedak ludahnya sendiri, seorang mafia seperti dirinya mengatakan hal yang bisa membuat orang lain geli tertawa jika didengar oleh rekannya dimasa depan.
Xiaojiu terdiam lalu bergumam." Lu Xiang mencintai yang mulia." bagai disambar petir, Jiang yang berniat melangkah pergi terhenti, ia lalu berjalan menuju Xiaojiu lagi dengan wajah kesal bercampur penasaran.
" Ulangi yang kau katakan." bentak Jiang, Xiaojiu hanya tersenyum menoleh Jiang.
" Satu kalimat itu....mampu membuatmu kehilangan kesabaran." Jiang segera mengendalikan emosinya.
" Lu Xiang tidak mempunyai pilihan untuk melakukan semua itu." ucap Xiaojiu akhirnya, ia menghela nafas berat, Jiang berfikir sejenak lalu teringat sesuatu. Jiang lalu mendekat kearah penjara dengan wajah terkejut.
" Benarkah?.. jadi selama ini aku yang salah tentang dia..." ucap Jiang memasang wajah bersalah. " Lalu aku harus bagaimana?..." lanjutnya.
" Aku harus meminta maaf pada Lu Xiang tentang ini, lalu menyerahkan diri pada Zhang Han dan mengatakan bahwa aku telah bersalah, aku juga harus berlutut seperti ini." Jiang lalu berlutut dihadapan Xiaojiu dengan kepala menunduk penuh penyesalan, membuat pemuda itu terheran-heran. Begitu kepala Jiang terangkat, terlihat senyum menyebalkan dan ia tertawa keras. Jiang lalu berdiri.
__ADS_1
" Kau berharap aku mengatakan semua itu setelah kau menceritakan tentang Lu Xiang?" Jiang tertawa terbahak-bahak. " Bodoh... sangat bodoh..." mata Jiang sampai berair karena tertawa, ia lalu menghapus air mata yang ada disudut matanya.
" Aku tau siapa kau...jangan kau fikir aku tidak tau sang pengacau emosi." Jiang tersenyum licik, Xiaojiu tidak menanggapi.
" Aku juga tidak berharap kau bereaksi seperti tadi." jawabnya acuh. Jiang menaikan sebelah alisnya membuat Jiang sedikit bingung, pemuda itu tidak terkejut juga terpengaruh, ia seolah mengatakan kebenaran, tapi gelar yang ditunjukan padanya sudah terkenal, sang pengacau emosi yang berarti kata-katanya bisa membuat seseorang termakan kata-katanya dan merugikan diri sendiri.
" Kau bukan orang yang mudah ditipu, tapi yang pasti aku sudah mengatakan yang sebenarnya, percaya atau tidak itu menjadi urusanmu." Jiang terdiam sejenak, melihat Jiang terdiam, Xiaojiu tersenyum.
" Kau benar-benar pandai bermain kata-kata...aku hanya menguji apa yang yang orang katakan tentangmu, ternyata itu bukan sekedar rumor." Jiang tersenyum lalu pergi, Xiaojiu menjadi jengkel melihat Jiang yang berlalu pergi. saat Jiang berbalik badan ekspresinya sangat menyeramkan, tidak dapat dipungkiri bahwa semua perkataan Xiaojiu membuatnya sedikit terganggu, tetapi ia tidak mau memikirkan hal itu, sekarang Jiang hanya melakukan apa yang menjadi tujuannya.
Sesuai perjanjiannya dengan Lu Xiang, Jiang membawa Xiaojiu yang tangannya terikat didepan, Ia berangkat ditemani Zishu dan Xiolin, sedangkan Bai Yunfei menjaga perkemahan. lemah itu tidak terlalu jauh tetapi karena berada diluar hutan perkemahannya dan terdapat jurang didekat lembah itu. tempat perkemahan Jiang adalah tempat tersembunyi yang tidak mudah ditemukan karena tempat itu sudah ia pasangin jebakan dan akan membuat orang lain tersesat atau masuk jebakan mematikan jika tidak tau jalan masuk kehutan itu.
Jiang melihat Xiaojiu yang terus diam sepanjang perjalanan, dan pandangannya lurus kedepan, ia sebenarnya sedikit penasaran tentang Xiaojiu, jika Jiang bertanya padanya maka Jiang takut Xiaojiu mengatakan omong kosong lagi seperti semalam, dan itu benar-benar mengganggunya.
" Apa yang sedang kau fikirkan?" ucap Jiang akhirnya setelah ia menimbang-nimbang pemikirannya sendiri. mereka semua berjalan kaki karena letaknya tidak jauh, Jiang yang berdiri di samping Xiaojiu. Xiaojiu bejalan tanpa diiringi pengawalan yang ketat karena ia tidak akan bisa melarikan, sebab tenaga dalamnya sudah dikunci dan ia sudah seperti orang biasa tanpa bela diri.
" Aku akan mati, tetapi aku tidak bisa melihat apakah tujuan Lu Xiang akan berhasil atau tidak, aku sangat menghormati dirinya dan juga bersumpah selalu mendukung dirinya baik itu jalan kebenaran ataupun sesat walaupun aku harus berkorban nyawa untuknya." jawab Xiaojiu tanpa menoleh Jiang.
" Aku belum pernah sejujur ini berbicara pada orang lain selain Lu Xiang, entah karena aku akan segera mati jadi aku mengatakan segalanya pada dia..." Batin Xiaojiu lalu melirik Jiang. Jiang tenggelam dalam fikirannya.
__ADS_1
" Kadang kala dunia ini kejam, ia tidak mau membiarkan kita bahagia sekalipun kita sudah berusaha...kau mengorbankan segalanya tetapi tidak mendapatkan apapun, begitu juga dengan diriku, tapi yang paling kejam didunia adalah orang yang bersikap seperti manusia tetapi memiliki hati seperti binatang, ia mengorbankan banyak orang demi keegoisan dirinya dan bersikap seolah ialah yang paling menderita, lalu katakan padaku...?" Jiang menoleh pada Xiaojiu dengan tatapan dingin, begitu juga Xiaojiu menoleh Pada Jiang.
" Dapatkan kau mengatakan bahwa semua yang Jiang bunuh adalah mereka yang pantas mati?..." Xiaojiu terdiam, Jiang menahan emosinya yang meledak-ledak mengingat kejadian dimana orang tersayangnya mati didepan matanya. Zishu dan Xiolin berada didepan memimpin jalan jadi mereka tidak mendengar percakapan Jiang dan Xiaojiu yang berada ditengah pengawalan yang hanya terdiri beberapa orang saja.