Berinkarnasi

Berinkarnasi
Bertemu Nenek Tua


__ADS_3

Saat Jiang Huan membuka mata, ia pertama kali melihat Zhang Han yang memanggang daging untuk sarapan mereka, lalu ia melihat Yung Zheng berkemas yang dibantu Yuwen Xue. Jiang tersenyum melihat sinar matahari pagi.


" Kau sudah bangun?" tanya Ying Zheng. Jiang mengangguk sambil tersenyum ia lalu kemudian berkemas, setelah mereka selesai sarapan dan berkemas, mereka bersiap menuju gunung Yiling.


" sekitar setengah hari lagi kita akan sampai dikaki gunung Yiling." ucap Ying Zheng disela perjalanan mereka sambil memacu kuda mereka Dengan santai. mereka semua mengangguk mengerti.


" Ayo cepat, kita tidak punya waktu banyak." teriak Jiang, lalu ia memacu kudanya dengan cepat, mereka bertiga mengikuti Jiang dari belakang. Tanpa berhenti Jiang terus memacu kudanya.


Mereka Sampai dibawah kaki gunung Yiling lebih cepat dari perkiraan karena mereka berkuda tanpa istirahat. mereka lalu turun dari kuda mereka lalu mengikatnya dibawah pohon.


" Kita akan mulai berjalan kaki dari sini." Ucap Zhang Han, mereka mengangguk karena jika menggunakan kuda tidak bisa karena jalan yang akan dilewati terjal dan licin juga dipuncak terjadi hujan salju.


Mereka mulai berjalan kaki melewati satu desa untuk menuju gunung mereka tidak menggunakan kuda melewati desa itu karena tertulis untuk tidak boleh masuk memakai kuda dan mereka menaati peraturan tertulis dipintu gerbang desa itu, banyak rumah penduduk dibawah kaki gunung, saat mereka lewat, seseorang wanita tua menangis sambil memasak dapur ditungkunya, mereka merasa kasihan melihat nenek tua itu lalu menghampiri nenek tua itu.


" Selamat Siang nenek." sapa Jiang, nenek itu lalu menghapus air matanya lalu menatap mereka berempat.


" iya." jawab nenek itu menatap mereituka.


" Kenapa nenek menangis?" tanya Jiang, mendengar pertanyaan Jiang nenek itu kembali menangis sampai tersedu-sedu, Jiang lalu memeluk nenek itu dan membawanya keteras gubuknya untuk menenangkan nenek itu.


Setelah tenang, nenek itu kembali menatap mereka." Sepertinya kalian bukan berasal dari daerah sini?" tebak nenek itu setelah ia merasa lebih baik.


" Ah iya, kami pengembara kami datang untuk mendaki gunung Yiling." jawab Jiang.


" Kau seorang gadis muda, kenapa kau menghabiskan masa mudamu untuk mengembara, kehormatan seorang wanita adalah menikah dengan laki-laki dari keluarga yang baik." jawab Nenek itu, ia lalu mengelus wajah Jiang. Zhang Han tidak senang mendengar perkataan nenek itu, wajahnya cemberut.


" Iya nenek." jawab Jiang, ia tersenyum lalu melirik Zhang Han yang sedang cemberut. Ying Zheng memperhatikan sekitar, dan Yuwen Xue sedang memasak membantu melanjutkan perkerjaan nenek itu.

__ADS_1


Nenek yang melihat Yuwen Xue memasak kembali menangis, membuat mereka menjadi bingung.


" Nenek, apa nenek tinggal sendiri?" tanya Ying Zheng karena ia tidak melihat siapapun digubuk itu. Nenek itu mengangguk kepala sambil menangis.


" Dulu nenek mempunyai seorang putra seumuran kalian, tetapi ia kini sudah tiada." jawab Nenek itu menangis tersedu-sedu, ia menatap Yuwen Xue yang memasak.


" Lalu apa yang terjadi pada anak nenek?" tanya Zhang Han penasaran, nenek itu menghapus air matanya.-


" Aku hanya mempunyai seorang putra saja, tetapi raja kejam itu dengan perintahnya membawa seluruh pemuda dari desa kami untuk menjadi prajurit dan dibawa keibukota." jawab nenek itu, Ying Zheng dan Jiang bersamaan menatap Zhang Han, Zhang Han menggelengkan kepalanya tanda ia tidak tahu apapun.


" Kapan itu terjadi nek?" tanya Jiang.


" 5 Tahun yang lalu, siapapun yang tidak mengikuti perintah itu, seluruh keluarga mereka binasa jadi kami hanya terpaksa mengikutinya." nenek itu kembali menangis, Jiang mengelus punggung nenek itu untuk menenangkannya.


" Raja Zhang Han itu sangat kejam, ia tidak memiliki hati, andai aku bertemu dirinya aku pasti akan membunuhnya, walaupun usiaku sudah tua aku akan membalaskan dendam untuknya." jawab Nenek itu geram, mereka menatap Zhang Han kembali. kini mereka tidak tau harus melakukan apa. Zhang Han merasa bersalah melihat kesedihan nenek itu, ia juga tidak tau apa yang terjadi pada desa ini karena ia tidak pernah mengeluarkan dekrit untuk meminta penduduk menyerahkan anak laki-laki mereka menjadi prajurit.


Zhang Han mendekati nenek itu, lalu memegang tangan nenek itu. " Nenek, jika kau membenci raja Zhang Han, anggap saja aku adalah dirinya dan limpahkan semua kebencianmu padaku." Ucap Zhang Han, ia menatap sendu nenek itu, nenek itu lalu mengelus wajah Zhang Han.


" Kalian adalah orang baik, bagaimana mungkin aku melimpahkan kebencianku padamu anak muda, semoga kau selalu bahagia dan semua doamu terkabulkan." Kata Nenek itu, mengelus wajah Zhang Han.


" Tidak nenek, pukul aku semaumu, anggap saja aku adalah raja negeri ini." Kata Zhang Han.


" Benar nenek, tidak perlu ragu untuk memukulnya." Sambung Ying Zheng, Jiang lalu menatap Ying Zheng untuk memintanya menutup mulutnya, Ying Zheng lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain setelah mendapat tatapan dari Jiang.


Nenek itu tersenyum mendengar perkataan Ying Zheng, ia lalu menatap Zhang Han kembali.


" Anak muda, tidak perlu menggantikan raja kejam itu untuk aku kutuk, kau sudah mendapatkan doa dariku." jawab Nenek itu tersenyum lembut, ia merasa baikan setelah mereka mengobrol sebentar.

__ADS_1


" Maaf." ucap Zhang Han, nenek itu hanya tersenyum, ia tidak mengetahui bahwa yang berada dihadapannya adalah orang yang ingin ia kutuk setiap hari, tak lama Yuwen Xie menghidangkan makanan, melihat Yuwen Xue Jiang teringat pada Dao-Dao, ia lalu tersenyum tipis, yang disadari oleh Ying Zheng dan Zhang Han


" Apa yang membuatmu tersenyum seperti itu? ini hanya hidangan biasa yang dibuat Yuwen Xue." kata Ying Zheng, Jiang langsung menggeleng kepala.


" Bukan itu, aku hanya teringat temanku." jawab Jiang.


" Apa dia laki-laki?" tanyanya lagi, Jiang langsung mengangguk kepala.


" Banyak sekali pria dalam hidupmu." jawab Ying Zheng kesal, Jiang hanya mengangkat bahunya tidak perduli, Ying Zheng lalu mulai menyantap makanan yang dihidangkan, nenek itu tersenyum bahagia melihat mereka berempat.


" Nenek, kenapa diam saja." tanya Jiang karena nenek itu hanya menatap mereka berempat. Nenek itu lalu tersenyum bahagia.


" Tidak, aku sangat bahagia karena kehadiran kalian. " jawab nenek itu tersenyum.


" Oh ya, apa kalian berdua berasal dari Jin Timur?" tanya nenek itu pada Ying Zheng dan Yuwen Xue, Ying Zheng yang sedang makan langsung tersedak mendengar perkataan nenek itu, Jiang dan Zhang Han juga terkejut mendengarnya.


Yuwen Xue lalu menyuguhkan air putih pada Ying Zheng, Ying Zheng langsung meminum air itu. " Bagaimana nenek bisa mengetahuinya?" tanya Jiang penasaran. Ying Zheng, Yuwen Xue dan Zhang Han tak kalah penasaran atas pertanyaan itu.


" Tidak perlu terkejut, sangat jelas kalian berdua menyembunyikan vermilion milik kalian." jawab Nenek itu. Ciri khas dari Jin Timur adalah Vermilion dikening mereka, Jika ia keturunan darah asli kerajaan maka Vermilion mereka berwarna kuning emas sedangkan biasa berwarna perak.


Ying Zheng dan Yuwen Xue memakai pita berwarna Hitam untuk menutup Vermilion milik mereka, tetapi untuk seorang pengembara bukan hal asing jika menggunakan pita atau ikat kepala jadi mereka tidak khawatir jika dicurigai.


Sangat awam bagi orang biasa bertemu Orang yang berasal dari Jin Timur, karena mayoritas Jin timur adalah hasil tambang yang kaya jadi kebanyakan para pedagang yang harus datang kekerajaan Jin Timur untuk melakukan barter ( pertukaran).


" Suamiku berasal dari Jin Timur, aku hanya memiliki seorang putra, tetapi ia tidak memiliki Vermilion jadi kami pindah kemari." jawab Nenek itu, Ying Zheng mengerti.


Vermilion adalah tanda asli ia keturunan Jin Timur, kebanyakan mereka menggunakan palsu untuk tetap tinggal di Jin Timur karena menikah campuran, tetapi jika itu terbukti palsu akan diperiksa secara ketat karena pernah terjadi penyusupan secara besar-besaran di Jin Timur untuk melakukan pemberontak, dan hampir terjadi pembantai, beruntung dapat dicegah, setelah kejadian itu ayah Ying Zheng memerintahkan untuk setiap orang yang memiliki Vermilion palsu diperiksa secara ketat jika ingin tinggal dikerajaan Jin Timur.

__ADS_1


__ADS_2