
Yuan melihat ibunya tidak sadarkan diri didalam pelukan seseorang yang tidak dikenalnya, ia lalu berlari mendekati ibunya sambil menyerang prajurit musuh yang mendekat padanya.
" Lepaskan dia." suara Yuan terdengar mengintimidasi, ia menatap pria itu yang bahkan tidak menyadari Yuan sudah berada didekatnya karena terlalu larut menatap wajah ibunya. pria itu akhirnya menoleh pada Yuan.
Pria itu melihat Yuan seperti melihat musuhnya, saat beberapa prajurit musuh mendekati mereka, mereka berdua dengan mudah menangkis dan menghabisi mereka tetapi pandangan kedua orang itu tidak pernah lepas.
Yuan bergerak maju untuk merebut ibunya karena khawatir bahwa pria itu adalah musuh yang menyamar dan akan menyakiti ibunya ditambah khawatir dengan racun ibunya yang kambuh, jika terlambat untuk diobati maka tidak akan bisa tertolong lagi jadi ia harus segera membawa ibunya pergi dari sini.
Yuan menyerang tetapi dengan mudah ditangkis olehnya, sebelum ini belum ada orang yang mampu menangkis serangan Yuan apalagi ia menyerang dengan kekuatan penuh, jadi ia termundur beberapa langkah karena tangkisan itu, Yuan menatap tajam pada pria itu, kemudian menyerang lagi sehingga terjadi rebut merebut ditambah prajurit musuh yang mendekat dan menyerang mereka.
Pria itu sama sekali tidak ingin melepaskan Jiang dari pelukannya.
" Jiang... bangunlah..." Pria itu mencoba membangun Jiang dengan mengguncang tubuhnya yang berada dalam pelukannya, tetapi kewaspadaannya sama sekali tidak berkurang.
Yuan menyerang lagi, tetapi kali ini Yuan membuatnya terdesak karena tidak bisa dengan leluasa menghindari serangan Yuan yang mematikan karena Jiang dalam pelukannya, Jiang akhirnya ia letakkan ditanah.
ia menatap tajam pada Yuan.
" Kau adalah pemuda yang hebat, tapi sayangnya nyawamu sampai disini, aku tidak bisa mengampuni orang yang berani menyerang Jiang, kau pasti musuh yang menyamar dan mencoba menyakitinya." Zhang Han menggenggam erat pedangnya dan bersiap menyerang Yuan.
Zhang Han dengan cepat memainkan pedangnya dan menyerang Yuan, Yuan kalah hanya beberapa jurus saja, ia memikirkan bagaimana membawa ibunya pergi dari sini saat pria itu lengah. Yuan lalu menyerang Zhang Han, saat prajurit musuh mendekat lagi, dan Yuan ada kesempatan, ia langsung berlari mendekati ibunya dan menggendong dipunggungnya, saat ia berbalik bahunya sudah ditarik kebelakang.
Yuan saat menoleh kebelakang, prajurit yang menyerang tadi sudah binasa, ' Kekuatan tenaga dalam dan keahlian pedangnya benar-benar luar biasa.' fikir Yuan, ia lalu menghindari serangan Zhang Han tetapi tidak menyangka bahwa ia akan mendapat tendangan diperutnya sehingga membuatnya termundur, ia jatuh berlutut dengan satu kaki, karena lelah dan beban Jiang dipunggungnya terasa berat, sedangkan ia khawatir tubuh ibunya mulai membiru.
Zhang Han menyadari perubahan tubuh pada Jiang lalu menatap marah pada Yuan.
" Sejak kapan kau MERACUNINYA....?" teriak Zhang Han marah, ia lalu berlari ingin menyerang Yuan tiba-tiba suara senar yang walaupun tidak mengandung tenaga dalam mampu membuat Zhang Han langsung menutup telinga karena suara yang dikeluarkan dapat memecahkan gendang telinga yang lebih herannya lagi suara itu tidak mempengaruhi yang lain selain dirinya.
Seseorang pemuda lain berlari dengan guqin ditangannya dan ia dengan mahir memetik guqin itu dan khusus mengarahkannya pada Zhang Han, dan seorang pria paruh baya mengejar pemuda itu dari belakang dia adalah Xuan dan kepala gubernur Gu.
__ADS_1
Zhang Han menutup telinganya menggunakan tenaga dalam tetapi ia bahkan tidak cukup membuat dirinya merasa tenang karena suara senar itu tetap menusuk telinganya, untuk itu ia tetap berdiri dan tangannya sedikit bergetar karena menahan kekuatan musik yang entah bagaimana bisa sehebat itu, ia lalu berlari menyerang Xuan dan mengayunkan pedangnya pada Lehernya.
Saat jarak mereka sudah dekat, Xuan berteriak. " YUAN....bawa ibu pergi dari sini..." pedang itu berhenti diudara tepat hampir mengenai leher Xuan, Xuan juga terkejut karena serangan yang cepat itu, Zhang Han menatap wajah Xuan dan baru menyadari bahwa wajah kedua pemuda itu mirip.
" Ibu...?" Zhang Han mengulangi perkataannya lalu memandang Xuan, ia lalu menarik kerah baju Xuan.
" Apa maksud perkataanmu tadi, ibu?... siapa yang kau panggil ibu?..." Zhang Han meminta penjelasan. Xuan lalu melepaskan kerahnya dengan kasar dari cengkraman Zhang Han, karena melihat kondisi ibunya yang mengkhawatirkan.
Zhang Han memantung saat Xuan begitu saja melewatinya menemui Yuan.
" Cepat bawa ibu keruang pengobatan..." Yuan segera mengangguk lalu berlari diikuti Xuan, para prajurit dibelakang mereka bersorak karena mereka sudah memukul mundur pasukan musuh dan Wei Chan sudah berkuda menuju Zhang Han.
Gubernur Gu sudah pernah melihat dua jenderal besar jadi ia langsung bisa mengenali Wei Chan dan segera berlutut memberi hormat, Wei Chan turun dari kudanya karena melihat Zhang Han mematung menatap dua pemuda yang berlari dan menggendong seseorang.
" Yang mulia..." Saat mendengarnya Gubernur Gu terkejut melihat pria itu apalagi dia sudah menyaksikan bagaimana Xuan dan Yuan berkelahi dengannya, ia langsung berkeringat dingin, jika kaisar mereka ingin kedua nyawanya maka sungguh disesali gubernur Gu bahwa ia akan kehilangan dua orang paling berbakat di kotanya.
Zhang Han lalu berlari mengejar Xuan dan Yuan, jadi Wei Chan mengejar Zhang Han, Gubernur Gu terkejut jadi ia ikut mengejar karena khawatir akan menghukum kedua saudara itu, ia akan meminta hadiah kemenangan dengan menukar nyawa Xuan dan Yuan untuk diselamatkan.
Jiang dibawa kedalam kamar peristirahatan mereka karena harus ada ruang khusus untuk mengobati Jiang, Xuan lalu menyuruh Yuan membuat bara api untuk memanaskan seluruh ruangan itu, sedangkan ia akan membuat obat.
Selagi Xuan dan Yuan bekerja, Zhang Han tiba-tiba masuk, ia langsung menggenggam tangan Jiang yang dingin dan bibirnya yang membiru.
" Apa yang kau lakukan?" teriak Yuan marah." KELUAR..." mata Zhang Han berkaca-kaca.
" Apa yang terjadi padanya? katakan padaku... apa yang terjadi pada Jiang?..."Teriak Zhang Han,
" Berhenti memanggil nama Jiang, ibuku bernama Si Shi, keluar..." Yuan lalu menarik paksa Zhang Han keluar, tetapi Zhang Han menolak, Gubernur Gu segera masuk diikuti Wei Chan.
" Aku akan menjelaskan, tetapi biarkan mereka mengobati tabib Si terlebih dahulu." ucap gubernur Gu.
__ADS_1
" Jika anda bersikeras, maka nyawa tabib Si tidak akan bisa tertolong." Zhang Han terdiam lalu ia keluar ruangan, gubernur Gu menjelaskan penyakit yang diderita Jiang, ia tidak tau bagaimana racun itu sudah ada ditubuhnya, sejak ia mengandung.
Zhang Han memejamkan mata tetapi kedua matanya bergulir air mata yang tidak berhenti membayang bagaimana kehidupan istri dan anaknya selama ini dari cerita gubernur Gu.Wei Chan menyentuh pundaknya untuk menenangkannya.
" Yang mulia..." Wei Chan menepuk pelan pundak Zhang Han karena ia paling mengerti bagaimana perasaan Zhang Han ditambah ia hampir membunuh kedua anaknya jika sedikit saja ia terlambat menahan pedangnya yang ia ayunkan dengan sekuat tenaga.
Yuan keluar ruangan dengan keringat yang membanjiri seluruh tubuhnya, ia menutup pintu lalu berjaga didepan pintu sedangkan Xuan masih didalam, Gubernur Gu lalu mendekati Yuan untuk mengetahui keadaan Jiang.
" Yuan... bagaimana keadaan ibumu?" Yuan menggeleng lesu.
" Keadaan ibu sangat parah, sekarang Xuan yang menemani ibu didalam, tetapi aku khawatir Xuan tidak bisa bertahan karena panas tanpa tenaga dalam untuk mengimbanginya, aku tidak bisa karena terluka dan Xuan melarang ku untuk menemaninya, sedangkan tidak tau kapan ibu akan sadar, Xuan harus tetap berjaga didalam agar api didalam tidak padam." terdengar batuk keras dari dalam, Yuan mengepalkan tangannya.
Zhang Han lalu berdiri. " Biarkan aku yang masuk dan menemaninya, aku memiliki penyakit dingin, aku pasti bisa bertahan disana, kalian hanya perlu memberitahuku apa yang harus aku lakukan." Yuan menatap orang itu lama, ia sebenarnya ingin bertanya tetapi melihat gubernur Gu menghormatinya berarti mereka orang penting yang dikirim. gubernur Gu meminta Yuan untuk mempertimbangkan keinginan Zhang Han, ia masih belum memberitahukan bahwa dihadapannya adalah kaisar.
Yuan lalu mengetuk pintu, tak lama Xuan muncul kemudian membuka pintu, matanya merah dan batuknya terdengar kasar.
" Ada apa?"Yuan lalu memberitahukan apa yang Zhang Han usulkan, lagipula jika Xuan tidak dapat bertahan maka hanya akan sia-sia.
" Sepertinya kitak tidak memiliki pilihan lain, ini demi keselamatan ibu." Xuan juga tau bahwa ia tidak bisa memaksa diri dengan kondisi dirinya.
" Kakak, jika dia berani menyakiti ibu, aku akan membunuhnya..." suara Yuan terdengar mengancam.
" Jaga bicaramu... dia adalah..." Zhang Han segera menghentikan Wei Chan,
" Aku mengerti...aku tidak akan membiarkan Jiang terluka walaupun aku harus mengorbankan nyawa." ia terdengar yakin. Xuan adalah yang paling tenang dan berfikir luas, jadi ia mendekati Zhang Han dan menjelaskan apa saja yang harus dilakukan.
" Tuan tidak boleh keluar kamar ini selama satu pekan, tugas Tuan adalah tetap membiarkan api didalam menyala, Tuan tidak boleh lengah atau tertidur, Tuan harus tetap terjaga, jika salah satu api padam maka sekuensinya tidak tertanggung lagi, jika ibu mengalami halusinasi entah ia berteriak, menangis atau apapun segera bubuhkan obat ini kedalam tempat bara api agar asapnya dapat menenangkannya, makanan akan dikirim dua kali sehari, apakah tuan sanggup?"
" Aku sanggup." Jawab Zhang Han tegas.
__ADS_1
Ia lalu mempersiapkan apa saja yang harus ia pakai atau ia gunakan karena setelah ini ia tidak boleh keluar ruangan saat Xuan sudah menyebarkan ramuan obat untuk Jiang didalam ruangan.
Pintu segera ditutup rapat saat Zhang Han masuk dengan sapu tangan yang menutup hidung dan mulutnya dari asap ruangan juga ramuan obat yang ia bawa untuk Jiang.