Berinkarnasi

Berinkarnasi
Kematian Xiao Bai


__ADS_3

" Kau sengaja mempersiapkan semua ini..." teriak Xiao Na membanting semua makanan dimeja, kemarahan memuncak mendengar kematian Xiao Bai.


Yi Han tidak mengerti apa yang terjadi dan mengapa Xiao Na menyalahkannya, ia memandang semua usahanya yang dihancurkan Xiao Na didepan matanya, cincin yang ia sembunyikan didalam kue terlempar begitu saja.


" Aku tidak menyangka, walaupun kau memiliki dendam dengan ayah angkatku, Xiao Bai tidak seharusnya menjadi korban kebencianmu...mengapa kau melakukan ini padaku? mengapa?" Air mata Xiao Na mengalir deras, Yi Han ingin menenangkan tetapi ia urungkan, jadi ia hanya mamatung.


" Kematian Xiao Bai pasti akan ku balaskan, pangeran Ketiga harus membayarnya." Yi Han sekarang mengerti penyebab kemarahan Xiao Na, ia hanya menghela nafas, ia teringat pertemuan Ding Wei dengan dirinya.


Pembahasan Ding Wei yang bertanya tentang Xiao Na ikut dalam mengawal atau tidak sepertinya Pangeran ketiga ingin bermusuhan dengan keluarga Xiao dan sebagai orang dibawah kepercayaan dia harus merahasiakan apapun tentang pangeran Ketiga.


" Sekarang katakan dimana pangeran Ketiga?" Xiao Na menatap Yi Han dengan kemarahan.


" Aku tidak akan mengatakannya." jawab Yi Han. tiba-tiba Xiao Na tertawa tetapi seperkian detiknya ia menangis.


" Kau memanfaatkanku...kau memanfaatkan cintaku...apakah di hatimu hanya ada dendam saja? Yi Han jawab aku...apa pernah kau mencintaiku?.." Yi Han menahan air matanya yang ingin keluar, ia merasa sedih melihat Xiao Na seperti ini, ia kehilangan kendali dirinya.


" KATAKAN..." teriak Xiao Na," Apakah kematian orang tuamu lebih penting? mereka sudah pergi mereka sudah lama mati tetapi kau membalas dendam pada Xiao Bai ku..."


Yi Han menatap Xiao Na kecewa, dengan lantang Xiao Na dengan berani menyinggung orang tuanya yang sudah jelas itu akan menyakiti perasaannya.


" Apakah kematian orang tuaku tidak penting? apa hakmu mengatakan itu?..ayah angkat yang kau puja itu telah menghabisi orangtuaku, dan kau mengatakan bahwa kematian orang tuaku tidak ada artinya...? konyol." Yi Han merasa sangat marah mendengarnya.


" Kau hanya mementingkan belas dendammu, pernahkan kau memikirkan segala usaha yang kulakukan untuk membayar darah yang ditumpahkan ayah angkatku, walaupun ayahku tidak membunuh mereka..."


Yi Han tertawa mendengarnya tetapi hatinya sakit, hatinya tercabik-cabik, hancur berantakan segalanya.


" Atas dasar apa kau mengatakannya? kau membela Xiao Hongli karena dia ayah asuhmu, pernahkah kau memikirkan perasaanku? ia hidup bahagia dengan segala yang ada, dia membesarkan dua orang anak angkat yang namanya dapat mempengaruhi dunia mafia, apakah kau fikir aku bisa tenang melihat dia baik-baik saja sedangkan aku dan Huang hidup dalam kesesakan, kebencian dan kemarahan."


" Dia hidup dengan damai dengan kekuatan yang mengelilinginya, sedangkan aku berjuang keras dan hanya bertahan hidup demi balas dendam, tahukah kau bahwa Xiao Hongli membunuh ayahku didepan mataku sendiri..." teriak Yi Han, Xiao Na tertegun air matanya mengalir deras, apa yang didengarnya dari ayahnya dan Yi Han berbeda, dan ia tidak tau siapa yang benar dan salah disini.


" Kenapa kau tidak menemuinya langsung? kenapa harus Xiao Bai?"


" Jika aku memiliki kesempatan bertemu dengannya aku pasti membunuhnya."

__ADS_1


" hanya saja semua tertahan demi dirimu." batin Yi Han


" Jadi semua yang kau lakukan hari ini hanya untuk memperlihatkan kepadaku bahwa kau berhasil dan merayakannya denganku..." Xiao Na tertawa.


" Jika kita bertemu sebagai musuh nanti, aku tidak akan ragu menebakmu." Xiao Na meninggalkan rumah Yi Han dengan kemarahan, kesedihan, kekecewaan.


Begitu Xiao Na berbalik badan meninggalkan Yi Han, air mata Yi Han tidak tertahan lagi ia jatuh deras melihat Xiao Na pergi tanpa menoleh, perasaannya kacau dan dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, segala tuduhan Xiao Na padanya ia tidak akan membela diri ataupun menjelaskannya.


Tak lama seseorang masuk.


" Kakak." Teriak Yi Huang, Ia terkejut melihat rumahnya berantakan dan mata Yi Han sembab menangis.


" Apa yang terjadi?" tanya Yi Huang, setelah ia dibebaskan dia segera diantar song Lan pulang, Yi Han menghapus air matanya kemudian memeluk adik kesayangannya.


" Kau baik-baik saja?" tanya Yi Han mengecek kondisi Yi Huang.


" Aku baik-baik saja, tapi apa yang terjadi dirumah ini?"


" Tidak ada."


" Tidak, jangan pikirkan sekarang kau harus istirahat karena kau lelah."


" Kakak tidak bertanya aku kemana? dan kenapa harus sekarang kembali?"


" Aku akan bertanya nanti setelah kau istirahat." Yi Huang mengangguk lalu ia segera kekamar. Yi Han mulai membersihkan yang berantakan oleh Xiao Na.


Yi Han menelpon Ding Wei dan ternyata terjadi kekacauan di markas pangeran Ketiga.


*****


Seseorang tertawa terbahak-bahak disebuah Vila Megah, banyak pengawal disekelilingnya, tetapi ia tidak perduli, ia terlalu senang sekarang.


" Sekarang Xiao Na pasti menyerang markas Yuo Yuxian ahahaha... Mengyao bagaimana menurutmu?"

__ADS_1


" Pangeran keempat sangat cerdas." jawab Mengyuo.


" Sekarang aku yakin Xiao Na dengan menggila menggali keberadaan adik ketiga, biarkan mereka saling membunuh ahahaha, dengan kematian gadis kecil itu Xiao Na kehilangan akal sehat, lebih gila saat Yi Han tidak buka mulut hahaha."


" Kita sudah membalaskan kematian Ai Fengyuan."


" Tentu saja, semua bukti dan orang palsu yang menyerang jelas milik adik ketiga, sekarang kita hanya menonton saja."


*****


Xiao Na menuju rumah sakit, Xuan sudah menunggunya, saat datang ia disambut Xuan sambil berjalan menuju kamar mayat untuk melihat mayat Xiao Bai, Xuan menceritakan apa yang terjadi ia dapat mengenali penyerangan adalah karena mereka semua memakai tanda yang hanya dimiliki orang pangeran Ketiga karena memiliki tanda bulan sabit pada gelang khusus yang dipakai, dan tanda tato laba-laba kecil pada pundak kiri penyerang. Xuan mengetahui segala tanda pengenal para mafia karena ia dari desa Liguai karena penuh dengan informasi.


Xiao Na berhenti didepan kamar mayat, ia mengepal erat dengan air mata berlinang, setiap langkah ia masuk setiap kenangan bersama Xiao Bai berputar dikepalanya, Xiao Bai adalah orang paling berharga dalam hidupnya, orang yang menjadi penghibur saat ia putus asa, saat ia membuka penutup kain putih tangannya terasa berat dan saat wajah itu diperlihatkan hancur sudah pertahanan Xiao Na, ia meraung marah, tangisnya pecah tidak tertahan, Xuan yang berdiri didepan pintu dengan iba mendengar tangisan Xiao Na, ia bersumpah dalam hati bahwa ia tidak akan membiarkan penyelamatnya menangis seperti sekarang.


Dua jam berlalu Xiao Na keluar dari sana, Xuan berdiri dengan mantap berdiri didepan Xiao Na, saat melihat Xuan Xiao Na memeluknya.


" Jika aku kehilangan dirimu juga, maka aku akan menjadi gila..." Xiao Na menangis, Xuan diam membatu sampai Xiao Na tenang dan melepaskan pelukannya.


Mereka berdua menuju kamar Xiao Hongli dirawat, Xiao Hongli hanya terluka ringan dan Xiao Yan baik-baik saja. Xiao Yan dan Xiao Hongli tidak perlu bertanya kenapa wajah Xiao Na begitu kacau karena mereka tau siapa Xiao Bai bagi Xiao Na.


" Bagaimana keadaan ayah?"tanya Xiao Na, Xiao Hongli tersenyum.


" Aku baik-baik saja."


*****


Flass back tragedi kejadian orang tua Yi Han.


Saat itu Xiao Hongli berkunjung ke rumah Yi Rouhan, mereka bertiga sudah lama tidak bertemu sejak Yi Rouhan dan Liu Jingmi menikah, mereka berdua meninggalkan dunia mafia dan membiarkan Xiao Hongli memimpin, Yi Rouhan memperkenalkan dua putranya pada Xiao Hongli, saat Yi Rouhan meninggalkan Liu Jingmi dan Xiao Hongli berdua, Liu Jingmi menceritakan semua kesedihan bahwa ia menderita hidup bersama Yi Rouhan.


Tersiksa semua kebaikan Yi Rouhan sedangkan hatinya untuk Xiao Hongli, Liu Jingmi memeluk Xiao Hongli dan Yi Rouhan melihat mereka, ia marah lalu ingin membunuh Xiao Hongli tetapi dihadang Liu Jingmi saat melihat istrinya tewas ia merasa bersalah, saat itu Yi Han berumur delapan tahun terbangun saat mendengar tembakan.


Yi Rouhan yang merasa bersalah dan ingin bunuh diri, ia ingin menebak kepalanya sendiri, Xiao Hongli berusaha merebut pistol ditangan Yi Rouhan tetapi peluru sudah ditembakkan dikepala dan pistol berpindah tangan di tangan Xiao Hongli sehingga Yi Han melihat bahwa Xiao Hongli yang membunuh kedua orang tuanya.

__ADS_1


Hujan turun lebat, Xiao Hongli tidak mampu menanggung rasa bersalah, ia seharusnya tidak datang kemari, ia menyalahkan dirinya sendiri, kedua putra Yi Rouhan dan Liu Jingmi menghilang setelah kejadian itu, dan Xiao Hongli tidak memiliki keberanian menginjakan kaki disana lagi.


__ADS_2