
" Jiang Huan, saat kami mendengar kau sakit parah kami menyusup ke istana." kata Dao Dao sedih.
" Sakit apa?, dan untuk apa kalian menyusup keistana?" tanya Jiang heran.
" Tentu saja untuk menemuimu, kau sakit parah, kau mengatakan tubuhmu rasanya terbakar, dan kau melihat kami seperti melihat hantu, kau berteriak kesana kemari. kami sangat khawatir dengan keadaanmu saat itu tapi kami takut ketahuan prajurit jadi kami meningalkan dirimu hingga 3 hari kemudian kami mendengar kau jatuh kedanau, maafkan kami." kini mata Zhao An berair, ia sudah menangis mengenang kejadian 6 bulam yang lalu.
" Sudah jangan menangis, lalu apa kalian tau tentang Liontin ini?" Jiang mengeluarkan liontin giok itu di hadapan mereka.
" Kau pernah mengatakan, giok ini adalah milik seseorang penipu semua orang, tapi aku tidak tau siapa karena kau tidak pernah mengebutkan namanya, mungkin kaisar tau, karena giok yang memiliki ukiran naga hanya dimiliki keluarga istana." jawab Dao Dao.
" Lalu bagaimana kita semua berteman?" tanya jiang lagi, lalu memasukan liontin itu kedalam ikat pinggang nya. mereka bertiga tersenyum.
" Kau orang yang sangat baik,kau menolong keluarga kami jadi kami berhutang budi dan bersumpah bahwa nyawa kami adalah milikmu selamanya, kapanpun kau butuh kami siap membantu." jawab Xuelan tersenyum senang.
" Lalu ap yang aku cari diluar istana ini."
" Musuh dalam selimut yang ada dikerajaan mu, sebagai ratu kau tidak bisa menutup kebenaran yang ada didepan matamu." kini Zhao An yang berbicara.
" Kebenaran apa yang aku ketahui hingga nyawa ku terancam." fikir Jiang.
" Semalam aku diserang orang tak dikenal." kata Jiang tiba-tiba.
__ADS_1
" Apa." kata mereka serentak.
" Jiang, kau tidak pernah mengatakan apapun pada kami, kau hanya menyuruh kami mencari informasi saja." jawab Xuelan Khawatir.
" Informasi tentang Siapa?" tanya Jiang penasaran.
" Zhang Luhan?" jawab mereka serempak.
" Untuk apa? dan Kalian tau Bai Yunfei?"
" Tentu saja, kamu mengatakan Bai Yunfei tidak mendapat keadilan selama ini, jadi kami fikir anda mempunyai perasaan padanya tapi itu tidak sesederhana yang terlihat, anda mencari kebenaran siapa penjahat yang bersembunyi dalam istana, dan kau mencurigai Zhang Luhan." jawab Xuelan.
" Ahhhhhh, aku sangat frustasi sekarang, semuanya membingungkan dan sekarang nyawaku terancam. aku tidak mengingat apapun, apa yang sebenarnya terjadi pada padaku dahulu? kebenaran apa yang aku ketahui? mengapa sangat rumit seperti ini, ya tuhan tidak adakah keringanan untukku?" teriak Jiang Hian frustasi lalu membenturkan kepalanya kemeja berulang kali.
" Kau baik-baik saja?" tanya Xuelan melihat Jiang yang terbengong menatap mereka.
" Aku ingat, apa itu Jingsi?" tanya Jiang pada mereka, Jiang ingat Yuan mengatakan sebelum ia jatuh ia pernah nengatakan nama Jingsi.
" Jingsi?" kata mereka serempak, sambil mengingat diotak mereka apa arti kata itu.
" tidak." kata Xuelan dan Dao Dao bersamaan.
__ADS_1
" Jingsi bukankan artinya Ruang keheningan." jawab Zhao An, spontan Xuelan dan Dao Dao menatap kearah Zhao an tak tinggal Jiang juga langsung menatapnya.Zhao An yang merasa ditatap oleh tiga orang itu meras ngeri.
" Jangan melihat begitu, aku menjadi takut." kata Zhao An begelidik ngeri menoleh tiga orang itu.
" Jadi kau tau, ceritakan padaku dimana ruang keheningan itu." tanya Jiang semangat.
" Kurasa hanya kau yang tau tempatnya, kau hanya pernah menyebutkanya tapi tidak mengatakan letaknya, dulu kau mengatakan semakin sedikit kami mengetahui kebenaran maka semakin baik untuk kami. itu yang kau katakan jadi kami tidak tau banyak." jawab Xuelan.
" Ahhhh." Jiang frustasi kembali lalu membenturkan kepalanya kemeja kembali.
" Jiang Huan jangan khawatir, sekarang kami tidak akan membiarkan kejadian 6 bulan lalu terjadi lagi. kami berjanji." kata Dao Dao mengangkat tangannya sebelah.
" Apa diantara kalian bisa ilmu beladiri?" tanya Jiang.
" kami semua bisa beladiri." kata mereka serempak.
" Dao Dao adalah seorang pencari informasi paling handal, hampir semua informasi tentang ibukota maupun luar kota ia ketahui, Xuelan pemanah handal, setiap bidikan tidak pernah meleset, dan Aku Zhao an handal bertarung, dulu kami selalu melindungimu selama diluar istana, kecuali dalam istana kami tidak bersamamu." jawab Zhao An semangat.
" Benarkan? bisakah aku belajar tenaga dalam untuk memperkuat pukulanku, dan aku bisa terbang dan melompat tinggi?" kini mata Jiang berbinar-binar berharap mereka mau mengajari Jiang.
" Kurasa aku tidak bisa mengajarimu, tapi aku tau siapa yang bisa mengajarimu tenaga dalam." Kata Xuelan.
__ADS_1
" Tidak masalah, sekarang yang harus kita lakukan adalah aku harus belajar tenaga dalam, setelah itu kita akan memuai apa yang dulu terhenti." kata Jiang percaya diri, dan semua mata menatap Jiang bangga.