
Jiang terbangun, ia melihat seekor merpati dijendela, Jiang langsung berdiri dan menangkap merpati itu, lalu terdapat surat kecil dikaki merpati. Jiang membaca surat itu. " Sesuai keinginanmu, semua sudah siap." Jiang lalu membakar surat itu.
" Lian , Yuan." Panggil Jiang, Lian dan Yuan selalu menunggu Jiang bangun diluar pintu kamar, ketika mereka berdua dipanggil, Mereka segera masuk.
" Lian, Siapkan mandiku." Lian segera menyiapkannya bak mandi dan mengisi air.
" Yuan, Siapkan tinta, aku ingin menulis sesuatu." Yuan mengangguk, ia lalu mengansah tinta dan menyimpan sebuah kertas.
Setelah siap, Jiang menulis surat itu lalu menggulungnya dan masukkan kedalam tabung kecil. " Panggilan aku Zhao An." Yuan segera pergi menuruti permintaan Jiang.
Sekarang adalah acara ulang tahunnya, terdapat banyak pelayan dan penjaga karena menyiapkan acara." Tidak akan ada yang curiga dengan rencanaku, tunggulah... Lu Xiang, Bai Qian." Jiang menggenggam erat tabung itu.
" Nona." Lian datang setelah menyiapkan semua kebutuhan Jiang. Jiang mengangguk, Lian lalu menyiapkan pakaian kebesaran yang akan digunakan Jiang.
" Lian, saat Zhao An datang, suruh dia menungguku selesai mandi." Lian menganguk. Jiang lalu memasukkan tabung itu kedalam laci meja hiasnya.
" Jangan biarkan siapapun masuk kemari tanpa seizinku." Jiang tersenyum. " Anda tenang saja nona, saya tidak akan membiarkan siapapun masuk, dan nyawa saya menjadi jaminannya." Lian terlihat percaya diri.
Jiang tersenyum menawan tawa. " Jangan terlalu dramatis seperti itu." jawab Jiang,
" Dramatis?" Lian terlihat bengong tidak mengerti, Jiang langsung meninggalkan Lian tanpa yang kebingungan.
Yuan pergi mencari Zhao An, tanpa sengaja ia menabrak dua orang prajurit yang sedang patroli karena ia tidak berjalan dengan hati-hati.
" Maafkan Aku." Yuan meminta maaf lalu berniat pergi, tetapi prajurit itu terlihat bernafsu melihat Yuan. salah seorang menahan tangan Yuan. Yuan memberontak, tetapi tempat yang ia masuki adalah tempat sesama prajurit daan tidak ada yang dapat menghentikan mereka mereka berbuat sesuka mereka.
" Lepaskan." Yuan memberontak.
" Aku adalah pelayan dari selir Jiang, selir kesayangan Kaisar, kalian pasti akan membayar apa yang kalian lakukan padaku." teriak Yuan mencoba menakuti Mereka, tetapi mereka hanya tertawa.
" Kami berdua adalah penjaga dari Permaisuri Ming Hui, ratu kerajaan ini, jadi kekuasaan siapa yang lebih kuat." kata salah seorang dari mereka, mereka tertawa senang karena dapat membungkam mulut Yuan.
__ADS_1
Yuan merasa ketakutan , tidak ada orang lain yang mau menolongnya, mereka hanya lewat tenpa memperdulikan yang terjadi, karena memang ini adalah hal yang biasa terjadi diantara mereka dan orang lain tidak mau ikut campur.
Yuan mundur setiap kedua orang itu maju sampai ia terpojok didinding, ia bergemetaran karena ketakutan, bahkan air matanya tidak terbendung lagi, Yuan tidak ingin kesuciannya ia berikan pada dua orang bejat itu, ia hanya akan memberikannya pada pria yang akan ia cintai, tetapi hari ini semua yang ia impikan akan hancur.
Kejadian seperti ini bukan hal pertama yang terjadi, banyak dari para pelayan yang sudah diperlakukan seperti Yuan, dan itu sudah sering terjadi diistana. Kedua orang itu menatap Yuan seperti serigala lapar yang siap menerkam.
" Biar aku terlebih dahulu." Yuan sangat ketakutan, sedari tadi ia sudah teriak meminta tolong tetapi tidak ada yang mau menolongnya, salah satu prajurit itu mendekat lalu dengan kasar mencium Yuan, Yuan berusaha melepaskan diri tetapi tenaganya jauh dibawah pria ini, temannya terus menonton hal ini.
Yuan tidak berhenti berteriak dan menangis meminta tolong, Prajurit itu terus mencium Yuan hingga ia merobek bajunya dan ia saat ingin mencium dada Yuan dan Yuan sudah akan pasrah dengan yang terjadi, tiba-tiba pria itu langsung ditarik dan terlempar kebelakang.
Yuan langsung terjatuh dan menutupi dadanya, tetapi pakaiannya yang robek dibelakang punggungnya tidak dapat ia sembunyikan, Pria itu langsung membuka pakaian luarnya dan menutup punggung Yuan, Yuan lalu menoleh pada pria yang menolongnya tak lain adalah Zhao An. Yuan melihat kedua prajurit itu sudah kesakitan.
Yuan terlalu syok, Zhao An lalu mengulurkan tangan membantu Yuan, Yuan menerima uluran tangan itu. " Kenapa kau ada disini? sangat berbahaya untukmu." Yuan masih trauma.
" Nona ingin bertemu denganmu." Jawabnya gemetar tanpa menoleh wajah Yuan. Zhao An lalu memegang dagu Yuan untuk melihat luka disudut bibir Yuan, Yuan merasa ada sesuatu dihatinya saat Zhao An menatap wajahnya, ia segera menunduk kepala sebelum sesuatu yang ada difikirkan berlebihan.
Zhao An lalu mencabut pedangnya berniat membunuh dua prajurit itu, tetapi segera dihentikan Yuan. " Jika kau membunuh mereka, kau akan dihukum karena mereka adalah penjaga dari kediaman permaisuri Ming Hui." Jelas Yuan. " Lebih lebih baik kita segera menemui nona." Zhao An mengangguk lalu pergi dari sana, Zhao An adalah seorang petarung handal jadi mudah baginya untuk menghajar kedua prajurit tadi.
Tak lama Yuan masuk yang diikuti Zhao An, Jiang terkejut melihat wajah Yuan yang terluka., ia langsung berdiri menghampiri Yuan. " Kenapa dengan wajahmu?" Zhao An lalu menceritakan apa yang terjadi.
" Beraninya mereka menyentuhmu." Jiang menjadi geram, rambutnya yang baru disanggul dan belum diberi tusuk konde.
" Ikut aku." Jiang lalu mengangkat sedikit pakaiannya yang panjang lalu berjalan cepat menuju kediaman permaisuri Ming Hui.
Yuan terkejut karena Jiang menuju kediaman Ratu. " Nona ." Yuan langsung mendahului Jiang dan langsung berlutut dihadapan Jiang.
" Nona , saya tidak ingin anda terkena masalah karena saya, saya baik-baik saja, saya mohon, jangan memperpanjang masalah ini, saya hanya seorang pelayan, tidak pantas untuk anda bela." Zhao An melirik Jiang. Zhao An lalu membantu Yuan berdiri.
" Berdirilah." Yuan berdiri, Jiang lalu mendekat kemudian memegang pundak Yuan.
" Kau adalah temanku, mereka harus membayarnya, aku tidak perduli dia siapa." Jiang lalu melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
" Yang dilakukan Jiang itu benar, jadi jangan khawatir." Zhao An lalu mengikuti Jiang yang diikuti Yuan.
" Katakan, aku ingin bertemu permaisuri." kata Jiang pada dua penjaga yang berjaga di kediaman permaisuri. Salah seorang prajurit itu masuk untuk mengabarkan hal ini.
" Yang mulia, selir Jiang ada didepan kediaman meminta untuk bertemu." kata prajurit itu berbicara diluar kamar karena Ming Hui sedang menghias diri.
" Selir Jiang? " Ming Hui menaikan sebelah alisnya, Jiang tidak pernah datang kekediaman orang lain kecuali ada urusan.
" Biarkan dia masuk." Prajurit itu lalu mengundurkan diri, Ming Hui lalu menghentikan pelayannya menghias dirinya karena ia terlalu penasaran dengan kedatangan Jiang yang tiba-tiba. ia lalu menuju ruang tamu menyambut Jiang.
Jiang sudah masuk diikuti Zhao An dan Yuan begitu ia dipersilahkan masuk, tak lama Ming Hui datang, ia belum selesai berdandan.
" Aku penasaran dengan kedatangan selir penting ini yang tiba-tiba." kata Ming Hui saat berdiri dihadapan Jiang.
" Silahkan duduk." tawar Ming Hui.
" Tidak perlu, aku hanya perlu meminta izin darimu untuk membiarkan aku memenggal kepala dua prajurit penjagamu." kata Jiang tanpa basa-basi.
" Penjagaku? Ada apa?"
" Dia berani melecehkan pelayanku." Mendengar hal Ini, Ming Hui memukul meja yang berada didepannya.
" Kau berani menghinaku hanya karena seorang pelayan."teriak Ming Hui marah.
Jiang menatap Ming Hui, mereka saling menatap, Ming Hui lalu berdiri berjalan kearah Jiang.
" Apa yang akan kau tawarkan untukku atas penghinaan ini?"
Meminta kepala pelayan ataupun penjaga yang melayani sebuah kediaman tanpa kejelasan sama halnya dengan menghina majikannya, itulah mengapa Ming Hui sangat marah.
Maaf saya bru up karena saya marathon film saya 😁, saya pecinta film drakor dan dracin, jadi bnyak film yg tertinggal jadi gk sempat buat up, maafkan sya ya, sya menulis hanya sekedar hobi, bgus tidak bgus ceritanya dan semua komentar sya terima dgn baik, nma nya juga belajar pasti ada aja kesalahannya dan ini adalah cerita perdana saya, kadang ngaur ya😂😂 pas sya baca ulang rasanya pengen sya hpus ni cerita, tpi gk jdi karena sya liat komentar yang menanti ending cerita ini jadi sya lanjukan aja sampai tamat, sya berharap tidak akan mengecewakan pembaca setia, dan mungkin sya Up tergantung waktu karena sya masih gila nonton 😂😂😂 terima kasih semua. waalaikum Wrb..
__ADS_1