Berinkarnasi

Berinkarnasi
Penyiksaan


__ADS_3

Setelah pertempuran itu, Lu Xiang kalah dan Bai Qian menangkapnya, Kini kedua tangan Lu Xiang dirantai, didua tiang hukuman, dulu tempat itu adalah tempat mereka bangun untuk menyiksa para informan agar memberikan rahasia apapun dari informasi luar, Lu Xiang tidak menyangka bahwa kini dirinya yang terikat ditempat ini.


Ia disiksa habis-habisan oleh Bai Qian dengan mencambuk dirinya sehingga seluruh tubuhnya penuh dengan darah segar yang merembes keluar, tetapi tidak ada satu teriakanpun yang keluar dari mulut Lu Xiang, membuat Bai Qian memukulnya dengan membabi buta.


" Minta ampunlah padaku Lu Xiang... minta pengampunan padaku...aku akan memaafkan dirimu jika kau bersedia meminta maaf..." teriak Bai Qian marah sambil mencambuk Lu Xiang dengan sekuat tenaga.


Tetapi Satu katapun tak keluar dari mulutnya, ia menutup rapat-rapat mulutnya dengan menahan sakit, ia sudah bertekad bahwa ia akan berubah, terlalu banyak derita dan yang paling menyakitkan adalah bahwa tidak ada lagi didunia ini yang bisa ia lindungi, tidak ada lagi orang yang perduli dengannya sepenuh hati, kini ia hidup atau mati tidak akan ada yang mencarinya dan itu adalah penyesalan terdalam untuk dirinya.


Bai Qian menghempaskan cambuk itu dengan kesal, ia lalu mencengkeram dagu Lu Xiang dengan kasar. " Katakan sesuatu... apakah kau akan terus bisu seperti ini... katakan mengapa kau mengkhianati diriku... KATAKAN..." ia lalu menghempaskan dagu itu dengan marah, darah segar keluar sedikit dari sudut bibirnya.


" Apa lagi yang bisa aku katakan, kau yang lebih dulu mengkhianati diriku..." jawabnya pelan tetapi masih dapat didengar Bai Qian.


" Kau sudah tau Jiang akan melakukan pembunuhan pada malam itu, tetapi kau tidak memberitahukan diriku hingga aku kehilangan Jing er, kau juga menyebabkan Xiaojiu bunuh diri dengan mengirimkan surat rahasia, aku sudah kehilangan dua kehidupan, lalu untuk apa lagi aku berdiri disisi orang yang paling aku percayai ternyata tidak percaya padaku...kau berjanji bahwa kau tidak akan menyakiti Zhang Han dan kita hanya akan menurunkan dia dari tahta, tetapi kau masih mengingkari dan Zhang Han hampir kehilangan nyawa..andaikan saja Jiang lebih memilih Dao-Dao dan bukan Zhang Han, maka aku pasti menghabisimu sejak awal." Ia lalu terbatuk darah segar, tubuhnya sangat lemah karena terus disiksa oleh Bai Qian dari tadi.

__ADS_1


" Aku pernah sudah mengatakannya padamu, kasih sayang dan cinta hanya menjadi penghalang dan kelemahan dirimu, jika kau sudah memiliki kelemahan, maka kau tidak akan pernah bisa menang."


" Aku bukan dirimu yang tidak punya hati... aku bukan dirimu yang bisa membunuh kekasihnya sendiri demi tujuannya, aku bukan dirimu...aku mungkin kejam tetapi aku masih punya rasa kemanusiaan, kesalahanku satu saja yaitu aku bersekutu dengan monster yang jahat diatas lebih jahat didunia." ia kembali batuk darah karena luka dalam dan luar yang dideritanya.


" Jika ini sudah menjadi keinginanmu, maka baiklah... tetapi kau tidak akan bisa menghentikanku." Bai Qian kemudian berbalik badan dan pergi, kini tinggal mereka berdua yaitu seseorang dengan pakaian serba hitam dan anak panah dipunggungnya, Lu Xiang sudah tau siapa yang memanah Jiang, tak lain adalah Ruyue.


" Ruyue..." panggil Lu Xiang saat Ruyue berniat mengikuti Bai Qian yang keluar dari tempat itu. Ruyue berhenti lalu ia mendekati Lu Xiang.


" Ada apa? ingin mengajakku berkhianat juga?" Ruyue sebenarnya tidak tega melihat Lu Xiang, bagaimanapun Lu Xiang adalah orang pertama yang merekrut mereka, tetapi kini Lu Xiang bukan orang yang sama lagi , dan hukuman seorang pengkhianat memang seperti ini, jadi Ruyue tidak bisa melakukan apapun.


Bahkan pernah sekali Bai Qian dan Zhang Luhan memerintahkan dirinya untuk melakukan sesuatu yang berbahaya untuk membuktikan kesetiaan dirinya, hanya Lu Xiang yang berdiri dihadapannya dan melarang Bai Qian maupun Zhang Luhan untuk memerintahkan dirinya melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kehilangan nyawa.


*****

__ADS_1


Zishu dan Xiolin sepakat, mereka segera pergi tanpa menunda lagi, karena nyawa menjadi taruhannya, pasukan Bai Qian terus mengejar mereka, melacak keberadaan mereka, begitu sampai didekat pelayanan setelah melakukan banyak usaha, Mereka bertiga segara melompat keperahu.


Mereka lalu mendudukkan Jiang diperahu itu, Xiolin lalu keluar perahu kemudian membocorkan semua perahu disitu hingga tersisa perahunya saja, beruntung semua perahu sedang kosong tanpa ada pemiliknya sehingga dengan leluasa membocorkan perahu itu, tindakannya diketahui oleh beberapa pengawal Bai Qian yang melihat dirinya, Xiolin segera melompat kedalam perahunya, dengan cepat Zishu menggunakan tenaga dalam, ia berasal dari negeri air, mengendarai perahu adalah keahliannya.


Dengan cepat perahu itu melaju meninggalkan perairan, terlihat mereka ingin mengejar, tetapi perahu itu segera karam, banyak juga dari penduduk mendesah melihat perahu mereka tenggelam karena itu adalah mata pencarian mereka. Xiolin sedikit merasa bersalah tetapi ia lakukan demi keselamatan mereka. Para pengawal itu hanya melihat kepergian mereka.


Saat sampai diperairan Yan Utara, Zishu segera mengangkat tangan dengan memperlihatkan token miliknya, segera seluruh gerbang masuk terbuka, siapa yang tidak mengenali token perak yang melambangkan bahwa ia adalah salah satu pejabat tinggi. Saat sudah sampai ditepi, Zishu segera memerintahkan seseorang untuk mencari tabib terbaik dikerajaan agar segera dibawa kekediaman miliknya, Zishu dan Xiolin memapah Jiang menuju kediaman mereka. Kerajaan Yan Utara adalah kerajaan yang berada satu pulau yang dikelilingi lautan luas yang berada diutara jadi mereka disebut kerajaan Yan utara atau negeri raja air.


Saat melihat kedatangan Zishu yang tiba-tiba, kekediamannya sedikit menimbulkan keributan, karena ia tiba-tiba membawa seseorang wanita muda dalam keadaan luka parah dan sepertinya sedang mengandung karena terlihat perutnya sedikit buncit karena kehamilan Jiang memasuki usia 4 bulan, sedangkan Zishu belum memiliki perjodohan dengan orang lain,tentu itu mengejutkan mereka, dan mereka sudah mengenal Xiolin yang berada dibawah perintah putra mahkota jadi mereka tidak berani mengunjing tentang Xiolin karena mereka tau betul dan sudah tersiar kabar bahwa Xiolin sudah memiliki perjodohan dengan orang lain.


Semua orang langsung menduga-duga tentang wanita yang dibawa Zishu, Kegemparan itu sudah menghebohkan ditambah putra mahkota datang bersama seorang tabib menambah kehebohan, pasalnya putra mahkota tidak pernah meninggalkan istana sejak terakhir ia datang, sebab ia masih dalam hukuman karena menyembunyikan diri, hari ini ia keluar istana dengan melanggar peraturan istana, tidak ada yang tau apa yang bisa menyebabkan putra mahkota paling disiplin dan memegang teguh peraturan bisa runtuh begitu saja.


Saat berada didepan pintu masuk kediaman Zishu, semua orang langsung bersujud memberi hormat, tetapi saat semua orang melihat ekspresi yang tak bisa dibaca membuat mereka sedikit takut, bahkan tabib disebelahnya terlihat bergetar saat berjalan beriringan dengan putra mahkota.

__ADS_1


Zishu dan Xiolin segera menyambut putra mahkota yang tak lain adalah Xuelan, mereka berdua memberi hormat. " Pangeran putra mahkota." Ucap mereka berdua serempak memberi hormat.


Tetapi Xuelan seperti mengabaikan mereka dan Langsung masuk menuju tempat Jiang, Zishu memimpin jalan dengan perasaan yang bercampur aduk, Xuelan memang tidak mengatakan apapun tetapi ekpresi wajahnya yang sulit dibaca membuat orang disekitarnya sulit untuk bernafas karena ekpresi itu adalah paling sulit ditebak.


__ADS_2